Yamaha v80 1983

Yamaha V80 Original, Spesifikasi dan Review Tampilan

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Pas Mtb lagi nongkrong sambil onbid Grab, tanpa sengaja Mtb melihat Yamaha V80 original berwarna merah terparkir ditepi jalan Husien Kartasasmita, Banjar Patroman. Mtb tertarik melototin motor tersebut sambil menciduk beberapa foto dari TKP.

Advertisement

Mtb tidak tahu siapa pemiliknya, dan tidak tahu apakah motor itu masih ori atau tidak… Hanya saja saja jika dilihat secara relatif, tampangnya masih Yamaha V80 asli. Tidak ada modifikasi yang berarti yang sampai mengubah rupa si motor, selain center bracket di atas tulang punggung yang Mtb pastikan bukan bawaan si motor. Selebihnya, Yamaha V80 Super Deluxe yang tengah Mtb amati itu masih tampak asli meskipun jelas sudah tidak lengkap, seperti misalnya sayapnya yang sudah tidak terpasang lagi.

yamaha v80

Namun disayangkan, Mtb lihat Yamaha V80 merah tersebut tampak lusuh dan tak terawat. Mungkin si empunya berfikir motor itu hanya “asal jalan” saja. Artinya sekedar untuk transportasi sehari-hari saja tanpa ada fanatisme tinggi akan hobi pada motor klasik.

Pajak Yamaha V80 Original

Tapi ada yang menarik Om… Ketika Mtb cek plat nomor Yamaha V80 CDI itu via online, ternyata pajaknya hidup. Jadi dapat dipastikan bahwa motor tersebut ialah alat transportasi sehari-hari. Jadi bukan hanya sekedar motor koleksi.

Dan tahukan Om Bro sekalian, berapa bea pajak tahunannya…??

Cuma Rp38.300 Om… Murah meriah pisan. Ditambah SWDKLLJ Rp35.000, jadi totalnya hanya Rp73.300 tok doang.

Lah iya lah Om… Itu motor kelahiran tahun 1983 dengan kapasitas mesin hanya 79cc. Ya wajar lah pajak tahunannya murah pisan, karena kapasitas mesinnya pun kecil, dan usianya telah menginjak 36 tahun. Udah renta Om…

Nah, kebetulan pas itu salah satu teman driver Grab yang lagi nongkrong bareng Mtb ada yang rada paham pada motor ini. Secara dulunya dia pernah kerja dibengkel motor dan pernah menangani Yamaha V80. Jadilah Mtb sharing sama dia. Namanya Kang Yadi.

Menurut Kang Yadi, sebelum motor yang Mtb amati ini, telah ada Yamaha V80 platina. Iya Om… Dekade 1980-an memang masa-masa transisi komponen pengapian platina menuju CDI. Nah, unit yang Mtb ciduk ini sudah versi CDI nih ceritanya.

yamaha v80

Lepas itu Mtb searching tuh… Cari-cari informasi, pengen tahu seperti apa sih spesifikasi Yamaha V80 original…?? Maka dapatlah sedikit informasi. Tapi jelas tidak lengkap infonya, mengingat di masa itu teknologi informasi masih amat terbatas.

Kira-kira begini informasi yang Mtb ciduk dari Rudy’s Blog dan Monkey Moto Blog:

Spesifikasi Yamaha V80 Original

  • Tipe mesin: 2 langkah (2 tak/2 stroke), silinder tunggal mendatar, pendingin udara
  • Volume silinder: 79cc
  • Bore × stroke: 47 × 45,6 mm
  • Rasio kompresi: 6,8:1
  • Power maksimum: 6,7 HP/7000 rpm
  • Torsi maksimum: 0,8 kgf.m/6500 rpm
  • Sistem pelumasan: Otomatis (autolube)
  • Sistem bahan bakar: Karburator VM 15SC
  • Tansmisi: Manual 3 percepatan
  • Sistem pengapian: CDI
  • Baterai (Aki): 6 Volt (Yuasa 6N11-2D)
  • Starter: Kick starter
  • Dimensi (panjang × lebar × tinggi): 188,5 × 65 × 102,5 cm
  • Jarak as roda: 117 cm
  • Tinggi tempat duduk: 74 cm
  • Jarak terendah ke tanah: 13,5 cm
  • Kapasitas oli samping: 1,2 liter
  • Kapasitas tangki bahan bakar: 5,3 liter
  • Berat kendaraan: 82 kg
  • Suspensi depan: Leading link
  • Suspensi belakang: Swing arm dengan peredam kejut ganda
  • Ukuran ban depan: 2.25-17 4PR
  • Ukuran ban belakang: 2.50-17 6PR
  • Rem depan: tromol
  • Rem belakang: tromol

Nah Om… Jika dilihat dari data diatas, Mtb kira jelas bahwa Yamaha V80 disetting untuk melawan Honda C800.

Iya Om… meskipun dari sisi popularitas V80 tidaklah seramai C800, namun menurut klaim dari Yamaha, ternyata sebenarnya V80 punya banyak kelebihan, diantaranya:

  • Power lebih besar dibanding kompetitor
  • Kemampuan melalui jalan tanjakan juga mumpuni
  • Konsumsi bahan bakar 72 km/liter (pada kecepatan 30-40 km/jam dijalan datar)
  • Konsumsi oli samping hingga 1.200 km/liter
  • Top speed lebih unggul
  • Akselerasi lebih cepat
  • Bisa jalan tanpa aki

Nah, itulah beberapa informasi yang bisa Mtb ciduk.

Lantas bagaimana tampangnya…??

Begini tampang Yamaha V80 yang berhasil Mtb ciduk dari TKP:

Lampu Utama

Selayaknya motor bebek jaman old, bentuk lampunya kotak dengan mika buram. Lampu sein menyambung pada lampu utama, berbentuk rada kotak nyaris segitiga dengan mika yang juga buram.

Spakbor

yamaha v80

Spakbor belakang berbahan plat logam, sedangkan spakbor depannya berbahan plastik dengan cekungan yang cukup dalam berbentuk hampir setengah lingkaran.

Di ujung belakang spakbor ada kupingan berbahan plastik elastis, khas motor jaman old. Fungsinya ialah untuk menghalangi cipratan air/pasir/tanah ketika cuaca hujan dan jalanan becek.

Bracket Keranjang Depan

Ngga ada keranjangnya sih… tapi bracketnya ada. Ini juga khas motor bebek jaman old, dimana ada keranjang didepan, diatas spakbor depan.

Reflektor (Mata Kucing) Pada Garpu

Ini Om… Mtb perhatikan pada motor-motor jaman old semisal Honda C800 dan Astrea Star pun ada. Posisinya ada pada shock depan (pada garpu), dibagian samping, berwarna kuning buram. Reflektor ini akan memantulkan cahaya ketika tersorot oleh lampu dari pengendara lain. Fungsinya ialah untuk meningkatkan visibilitas oleh pandangan pengendara lain sehingga orang lain akan menyadari keberadaan kita.

Suspensi Model Halu-halu

Kalau dalam bahasa inteleknya disebut ‘Leading Link’, …yaitu model suspensi dengan lengan ayun diujung bawah garpu shock. Tidak seperti suspensi model teleskopik yang umum dijaman now.

Di jaman itu, model suspensi halu-halu dimaksudkan untuk mengurangi potensi terjungkal saat Om Bro menekan rem depan dengan kuat.

Iya Om… Dengan model suspensi leading link itu, bagian depan justru akan terangkat ketika Om Bro menekan rem depan kuat-kuat. Tidak seperti suspensi jaman now dimana motor akan menunduk dalam pengereman ekstrim.

Tapi, model suspensi halu-halu seperti itu memiliki kelemahan dalam hal stabilitas pada kecepatan tinggi, bermanuver ekstrim dan rem mendadak. Begitu yang Mtb rasakan pada Honda Astrea Star dimasa lalu. Jadi Mtb kira, karena alasan itulah suspensi halu-halu tidak lagi digunakan dijaman now.

Rem Tromol

Om Bro…!! Dijaman itu, rem tromol juga masih cukup mumpuni, mengingat power mesinnya sendiri belum sebesar sekarang. Lah iya Om… Mesin 79cc, gigi transmisi cuma tiga, …ya cukuplah pakai rem tromol dikedua rodanya. Bandingkan dengan motor-motor sekarang yang seolah berlomba-lomba memperbesar kapasitas silinder… Berlomba adu performa, adu top speed, dan lain-lain.

Advertisement

Maka dijaman now, minimalnya rem cakram pada roda depan itu sudah wajib.

Di jaman old mah Om… rem cakram cuma ada pada motor laki tok doang. Motor bebek mah ngga pake…

Dudukan Saklar-saklar

Laah… ini menarik Om…

Baru-baru ini Yamaha baru saja meluncurkan MX King dengan model dudukan saklar yang terpisah dari cover batok lampu utama. Kesannya jadi lebih sporty ya Om…??

Eh ternyata dari jaman V80 pun Yamaha sudah menggunakan model dudukan saklar-saklar yang terpisah.

Posisi Kunci Kontak

Kalau dijaman now posisi kunci kontak ada disisi kanan agak kebawah menyatu pada sayap. Tapi tidak dijaman old…

Mtb juga tidak yakin bahwa pada unit yang Mtb ciduk ini posisi kunci kontak masih ditempat aslinya. Tapi memang pas Mtb ngintip foto-foto diblog lain, posisi kunci kontak Yamaha V80 berada di belakang leher, pas ditengah. Jadi tidak sama dengan posisi pada motor-motor bebek jaman now.

Juga berbeda dengan posisi kunci kontak Honda Astrea seri lawas, yang mana posisinya berada pada stang tapi disisi kanan-bawah.

Blok Mesin

Disisi kanan, blok mesinnya tampak lonjong memanjang kedepan. Kata Kang Yadi sih tojolan yang kedepannya itu ialah lokasi motor starter elektrik. Tapi kalau dilihat dari data spesifikasi diatas, Yamaha V80 tidak menggunakan electric starter. Hanya kick starter saja. Jadi entah ini mana yang benar.

Nah, kalau blok mesin sebelah kiri, bentuknya seperti biasa, yakni bundar. Tapi uniknya, meskipun kapasitas mesinnya cuma 79cc, ternyata blok mesinnya lumayan besar Om… Jadi Mtb kira komponen-komponen didalam mesinnya gede-geda. Patutnya punya power besar seperti klaim diatas, …yang mengatakan bahwa power Yamaha V80 lebih bedass ketimbang kompetitornya.

Filter Udara

Posisinya sudah seperti motor-motor bebek jaman now, …yakni dibawah tulang belakang-diatas blok silinder. Tapi sayangnya pas Mtb intip, ternyata box filter udara itu sudah tidak difungsikan lagi. Iya Om… Pas Mtb intip, box filter udaranya sudah tidak tersambung lagi ke karburator.

Mesin 2 Tak

Om Bro sekalian pastinya juga pada tahu ya… kalau mesin 2 tak tidak menggunakan klep. Jadi ya begitulah, bentuk blok silindernya juga simple karena hanya dibubuhi busi saja tanpa adanya klep.

Jok

Ditilik sekilas saja sudah dapat dipastikan bahwa joknya sudah bukan lagi aslinya. Lah iya Om… Usia motor sudah menginjak 36 tahun ya tidak mungkin masih jok asli. Yaa… minimal kulit joknya pasti sudah robek & hancur.

Kemudian juga tadi Mtb sebutkan bahwa unit yang Mtb ciduk ini lebih pada motor harian, bukan motor hobi, …jadi ya amat wajar jika pemiliknya tidak mempertahankan wujud aslinya, misalnya saja dengan mengganti jok dengan yang serupa asli.

Footstep Belakang

Ini lagi Om… Dijaman old mah pijakan kaki boncenger nempelnya pada arm. Kebayang kalau pas melewati jalanan rada rusak dengan kecepatan rada tinggi… Dijamin kaki boncenger kesemutan. Wkwkwkwk…!!

Model Knalpot Klasik

Tidak seperti motor-motor jaman now yang bentuk knalpotnya sporty… Yamaha V80 model knalpotnya lurus membesar ke belakang dengan bagian ujung ada monyongnya…

Suspensi Belakang

Model springnya ulir kecil rapat dengan dimensi pendek. Sepertinya lebih pendek dibanding shock bebek Yamaha jaman now. Jadi pentesnya juga keras itu shock V80. Entah sih… belum pernah coba. Lagi pula Mtb ngga tau apa itu shock aslinya memang seperti itu atau bukan.

Iya Om… Sudah sejak jaman old, dulu-dulunya memang Yamaha menganut suspensi jenis stiff, …sampai sekarang.

Kelebihannya stabil pada kecepatan tinggi dan pada saat manuver ekstrim. Kelemahannya ya jadi kurang nyaman dijalanan buruk. Juga kurang halus dijalanan bagus.

Stoplamp & Sein Belakang

Bentuknya sederhana pisan… Cuma kotak begitu dengan sein menyatu dikiri-kanan stoplamp. Sayangnya mika stoplamp & sein sudah pecah. Kemungkinan tidak didapat part penggantinya sehingga tidak diperbaiki oleh pemiliknya.

Stengkas (Penutup Rantai Roda)

yamaha v80

Ini juga khas motor jadul Om… dimana rantai roda ditutup cover full yang dalam bahasa kampung Mtb disebut ‘stengkas’.

Model penutup seperti ini membuat rantai lebih awet lantaran terlindungi dari debu dan polusi. Tapi dijaman now, model stengkas tertutup seperti itu dinilai tidak praktis.

Posisi Karburator

Ini juga unik Om… Pada umumnya posisi karburator ada ditengah, diatas blok silinder dibawah tulang punggung. Tapi V80 beda Om… Dia posisi karburatornya minggir kesebelah kiri… jadi di atas blok silinder, tapi disamping tulang punggung.

Konsumsi BBM

Ini pamungkasnya Om… Konsumsi BBM Yamaha V80 pada kecepatan 30-40 km/jam diklaim bisa mencapai 72 km/liter. Artinya pada penggunaan standar mungkin bisa lah 50 km/liter. Itu artinya kan relatif sama dengan motor-motor jaman now.

Tapi dikala itu, angka konsumsi segitu dianggap boros Om… Soale produk kompetitor yang bermesin 4 tak ketika itu angka konsumsinya lebih irit.

Ya iya sih pantes di anggap boros… Soale kapasitas mesinnya hanya 79cc. Berbeda dengan motor-motor jaman now dimana kisaran konsumsi 50-an km/liter ialah untuk mesin 110-150cc. (Mtb – Yamaha V80 original).

26 Motor Legendaris Yamaha Indonesia Sejak 1983

Perang Tanding Honda vs Yamaha di Indonesia: dari Motor Jadul Hingga Teknologi Modern

Advertisement

2 komentar untuk “Yamaha V80 Original, Spesifikasi dan Review Tampilan”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *