Yamaha R25 2019 Ngga Perlu Teknologi VVA…!! Alasannya…??

Motorisblog.com – Om Bro…!! Konon, rilis resmi Yamaha R25 2019 beberapa waktu lalu mendapat beberapa respon negatif dari para pecinta otomotif roda dua. Diantaranya lantaran desain dan powernya yang kalah bedass dibanding kompetitor.

Yup… kehadirannya memang hanya mengusung beberapa ubahan kecil saja. Jadi sama sekali bukan All New R25 2019 seperti harapan banyak orang.

Kemudian muncul pertanyaan, kenapa PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) tidak mengaplikasikan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) pada R25 facelift seperti R15, Aerox, Nmax, dan Lexi…?? Padahal teknologi tersebut di klaim bisa membuat torsi jadi merata di semua putaran mesin.

Menanggapi rasa penasaran tersebut, General Manager After Sales & Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), M Abidin pada sesi Test Ride di Sirkuit Sentul, Bogor, kemarin, pun memberikan jawaban.

Katanya…

…secara teknis, VVA ialah aplikasi dua cam dalam satu poros. Dalam hal itu, suitablenya hanya mudah di aplikasikan pada mesin SOHC saja. Sementara untuk mesin DOHC, synchronize-nya sulit dilakukan.

Pasti bisa, tapi tentu costnya pun bakalan lebih mahal, apalagi untuk mesin dua silinder…

Begitu kurang lebih jawaban Abidin. (DetikOto, 9/11/2018).

So… pamungkasnya, YIMM masih pede dengan data di atas kertas dimana R25 kalah power dari para kompetitornya.

Data teknis R25 hanya punya power maksimum sebesar 26,5 Kw (36 PS)/12.000 rpm. Sementara Honda CBR250RR mencapai 28,5 kw (38,7 PS)/12.500 rpm, bahkan Kawasaki Ninja 250 ada di angka 28,5 kw (39 PS)/12.500 rpm.

YIMM masih pede dengan harga yang “sedikit” lebih murah dibanding CBR250RR versi standarnya…

Saat ini, R25 ditawarkan dalam tiga pilihan warna, yaitu Racing Blue, Matte Red, dan Matte Black dengan harga Rp58.6 juta untuk versi standar dan Rp58.95 juta untuk varian kelir Livery Movistar. (Mtb – Yamaha R25 2019).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: