Viar Vintech 250 dan 200cc, Motor Sport Retro dengan Banderol Super Murah

Motorisblog.com – Viar Vintech 250 dan 200cc. Om Bro…!! Tak mau ketinggalan, motor merk lokal, Viar, juga turut meramaikan gelaran GIIAS 2018. Ini merupakan kali pertama pabrikan asal Semarang tersebut mengikuti pameran GIIAS. Dan menariknya, kali ini Viar memamerkan dua motor sport retro eksentrik berwarna hijau dan merah yang dinamakan Vintech.

Apa yang menarik dari Viar Vintech 250 dan 200cc?

Banderolnya, Om Bro…!! Yang 200cc diperkirakan harganya Rp20 jutaan, bahkan mungkin di bawah itu.

Ko bisa…?

Jangan pesimis dulu, Om Bro… Benar, memang… jika kita bicara secara rata-rata, motor merk lokal, ada kencenderungan kualitasnya di bawah merk Jepang. Tapi, murahnya banderol Viar Vintech 200 bukan berarti karena kualitasnya yang luar biasa buruk… Tapi, hal yang paling utama ialah karena Viar adalah merk asli Indonesia. Artinya, Viar tidak punya kewajiban membayar royalti pada pemilik merk seperti merk-merk Jepang yang di produksi di Indonesia.

viar vintech 250
Viar Vintech 250

Dengan demikian, jelas harga jual Viar bisa ditekan hingga serendah-rendahnya.

Mtb pernah membaca beberapa review dari pemilik motor Viar jaman dulu. Menurutnya, selama beberapa tahun (5 tahun kalau tidak salah), motor Viar tunggangannya hanya bermasalah pada bodi dan mika lampu yang mudah kusam. Sementara secara mesin dan komponen vital lainnya, motor Viar terbilang bandel.

Jika penasaran, silahkan Om Bro coba searching di gugel…

So… bukan perkara kualitas yang menjadi masalah utama dalam perkembangan Viar di Indonesia. Ada banyak hal lain yang lebih kompleks, terutama kebijakan pemerintah yang tidak mau meniru India dan Malaysia dalam mendukung kemajuan merk asli negeri ini.

Hokeh, kembali ke topik…

Viar menanggapi kembalinya popularitas motor jadul yang naik lagi belakangan ini… Sebut saja Yamaha Nouvo, RX King, Astrea Grand dan Astrea prima…

Viar menanggapi hal itu dengan memperkenalkan Viar Vintech 250 dam 200cc. Seperti Honda yang menanggapinya dengan Super Cub C125… Juga Kawasaki yang punya W175.

Untuk mendukung penampilannya yang retro, ban depan dan belakang pada Vintech juga menggunakan model retro dari merk Swallow. Sementara disektor panel meter, ada tiga cluster analog yang menunjukkan speedometer, fuel indicator dan takometer.

Spesifikasi Viar Vintech 200

. Sistem bahan bakar: karburator

. Tipe mesin: 4 langkah SOHC 198,8 cc silinder

. Bore x stroke: 65.5 x 59 mm

. Power maksimum: 11kW/7500rpm

. Torsi maksimum: 15N.m/6000rpm

. Suspensi: suspensi depan teleskopik, suspensi belakang ganda

. Velg: spoke wheel (jari jari)

. Lampu-lampu: lampu depan bulb (bohlam konvensional), lampu belakang LCD

. Model knalpot: megaphone

. Rem: depan cakram, belakang tromol

. Panel meter: 3 cluster analog

. Sistem starter: Electric dan kick stater

. Gigi Transmisi: 5 percepatan

. Kopling: Manual, Multiplate Wet Clutch

. Sistem Pengapian: DC CDI

Baik Viar Vintech 250 atau pun 200cc, keduanya diberikam setang bar yang di posisikan seperti model Cafe racer (desian klasik vintage). Area tangki berdesain teardrop dengan lekukan bodi rounded di semua bagian.

Secara fitur dan teknologi, motor-motor ini berkonsep sederhana. Sebut saja lampu depan yang masih menggunakan bohlamp biasa, speedometer model analog, rem belakang tromol, sistem pendinginan udara dan pengabutan karburator.

Salah satu alasan Viar tetap mempertahankan karburator adalah karena pasar Viar lebih besar diluar pulau Jawa. So… Viar masih memberikan karburator sebagai teknologi mesin yang mudah ditangani secara manual. Tidak harus menggunakan tool khusus dengan komputerisasi. (Mtb).

Tinggalkan Komentar