aerox vs vario 150

Vario 150 vs Aerox 155 VVA tipe R: Komparasi Top Speed

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Jika kita kembalikan pada kodratnya, sejatinya motor jenis skutik pada kategori entry level semata-mata untuk kepraktisan berkendara. Singkatnya, motor yang multiguna dan fungsional. Terlihat dari adanya beragam fitur akomodasi semisal bagasi barang, rak depan, gantungan barang dan lain-lain. Tapi meskipun begitu, tidak ada salahnya jika sekarang kita bahas komparasi top speed Honda Vario 150 vs Aerox 155.

Advertisement

Yup. Bener pisan Om. Meskipun kita tahu bahwa motor skutik standar pabrikan tidak mendapat rancangan untuk balapan, tapi kadang ada saja orang yang tidak merasa puas. Begitulah hingga pada akhirnya pabrikan saling berlomba menawarkan skutik yang fungsional sekaligus lengkap secara fitur dan menarik secara desain. Juga pilihan kapasitas mesin yang semakin besar yang pada klimaksnya mampu menyuguhkan power dan kecepatan tinggi.

Seberapa pentingkah kecepatan motor skutik?

Om Bro! Seperti yang Mtb sebutkan barusan, meskipun kodrat skutik entry level & mid end tidaklah mengandalkan performa mesin, namun kenyataannya bagian ini sering menjadi pertibangan bagi calon konsumen.

Sebenarnya kalau menurut hemat Mtb sih, untuk ukuran motor yang sekelas kapasitas mesinnya, dalam penggunaan harian tidak akan sampai berselisih waktu tempuh hingga berjam-jam hanya untuk mencapai jarak 10-20 km. Jadi faktor ini hampir tidak pernah menjadi bahan pertimbangan bagi Mtb.

Tapi, beda kepala beda pula pemikirannya.

Jika perkara performa menjadi salah satu pertimbangan Om Bro, sepertinya artikel ini akan menjadi penting. Namun sekali lagi Mtb ingatkan, sebenarnya tidak fair alias tidak head to head ketika kita membandingkan Vario 150 vs Aerox 155.

Itulah yang sebenarnya.

Jadi artikel ini sifatnya hanya sementara sampai kedua pabrikan menciptakan produk yang sebanding.

Atau mungkin juga jadi komparasi abadi jika keduanya tidak pernah menciptakan produk yang benar-benar head to head.

Komparasi Top Speed Honda Vario 150 vs Aerox 155

Meskipun Honda Vario 150 dan Yamaha Aerox 155 VVA tercipta bukan sebagai motor sport, tapi performa keduanya cukup mumpuni.

Berdasarkan hasil test oleh Mang Kobay (kobayogas.com), top speed kedua motor ini mampu mencapai lebih dari 110 km/jam, menurut speedometernya masing-masing.

Tepatnya, top speed Vario 150 ialah 115 km/jam, sedangkan top speed Aerox 155 VVA adalah 116 km/jam.

Top speed New Honda Vario 150 eSP
Top Speed New Honda Vario 150 eSP

What? Cuma beda tipis ya! Padahal secara teknis, keduanya beda jauh!

Nah, itu dia yang akan kita bahas kali sini.

Terus itu respon kagetnya juga biasa aja Om. Ngga usah kaget banget gitu. Wkwkwkwk.

Satu catatan penting bahwa test tersebut hanya berpatokan pada speedometer masing-masing motor. Bukan menggunakan alat pengukur kecepatan GPS, layaknya pada ajang balapan.

Dan, berikut ini hasil review dari Mang Kobay:

Akselerasi

Secara feel, Honda Vario 150 torsi dan powernya merata dari putaran bawah hingga putaran atas. Namun saat rpm sudah tinggi, mesin Vario yang hanya menggunakan 2 katup terasa megap-megap sejak kecepatan 110 km/jam.

Sementara itu mesin VVA Aerox 155 versi R yang mendapat test Mang Kobay, akselerasi dari bawah biasa saja hingga kitiran mesin mencapai 4000 rpm.

Kemudian setelah mencapai rpm 6000, mulailah terasa efek maksimal dari teknologi VVA yang tersemat pada Aerox.

Kejanggalan hasil test top speed Vario 150 vs Aerox 155 VVA

Advertisement

Tadi Mtb sudah sebutkan bahwa selisih top speed keduanya hanya sedikit. Ini rada janggal mengingat secara spesifikasi teknis, seharusnya Yamaha Aerox 155 jauh lebih unggul dari Honda Vario 150.

Mang Kobay menyebutkan, saat test di Thailand yang jalan rayanya lancar dan lebar namun anginnya kencang, top speed Aerox 155 tipe S mampu mencapai 119 km/jam. Hanya saja karena penempatan kamera yang kurang pas, top speed yang terekam kamera saat itu hanya sampai angka 117 km/jam.

Top speed Yamaha Aerox 155 tipe S
Top Speed Yamaha Aerox 155 tipe S di Thailand

Kemudian secara feel Mang Kobay, rasa-rasanya sebenarnya kecepatan Aerox VVA jauh lebih tinggi dari Vario 150. Jadi kemungkinannya, speedometer Vario 150 memiliki angka deviasi yang cukup besar. Bisa jadi jika pengukurannya menggunakan GPS, kecepatan Vario 150 yang sesungguhnya hanya berada pada angka 110 km/jam, bahkan mungkin kurang.

Lah, berarti Honda “ngibul” dong Om?

Ngga juga sih. Itu memang sudah standar motor komersil yang selalu ada angka safety untuk memanipulasi kecepatan sebenarnya. Tujuannya ialah untuk mengendalikan psikologi si pengendara agar tidak terlalu gas pol saat melintasi jalan raya umum. Alasannya jelas, karena berbahaya bagi dirinya dan pengguna jalan lain.

Dan tidak hanya Honda. Semua pabrikan pun seperti itu. Hanya saja berapa angka pengurangan speedometernya, itu yang oleh pabrikan tidak pernah diungkap untuk umum.

Faktor lain

Selain dugaan deviasi yang lebih besar Vario, ada juga faktor lain yang cukup berpengaruh, yakni ukuran, desain, dan bobot Aerox 155.

Melihat dari segi desain, secara teknis performa Aerox 155 sangat mungkin tertahan oleh kaki-kaki yang lebih gambot, ban dan velg yang lebih lebar serta model bodinya yang relatif tinggi.

Dengan semua catatan itu, laju Aerox jadi lebih berat serta tertahan oleh tiupan angin.

Faktor teknis Vario 150 vs Aerox 155 VVA

Dari teknologi mesin, keduanya pun memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Vario masih menggunakan mesin konvensional eSP (enhanced Smart Power), sementara Aerox telah menggunakan teknologi pengkatupan khusus yang mereka sebut VVA (Variable Valve Actuation).

Teknologi eSP pada Honda memiliki taget meminimalisir friksi (gesekan) sehingga dapat menciptakan power maksimal dengan konsumsi bahan bakar yang tetap efisien. Sementara VVA fokus pada performa (torsi) yang intinya mengejar performa dan kecepatan.

Maka tadi Mtb sebutkan, kemungkinan ada angka penyimpangan yang cukup besar dari speedometer Vario 150.

Tapi itu hanya dugaan. Tidak ada bukti mutlak. Maka ada kemungkinan lain yang berpengaruh dari komparasi tersebut. Kemungkinan tersebut bisa menjadi sebuah pertanyaan:

Apakah VVA menemukan kegagalan seperti era YM-JET FI yang diganti oleh Blue Core?

Nah, ini fenomena lama. Ada pertarungan kepercayaan diri yangmana Honda tetap pede dengan teknologi PGM-FI, sementara Yamaha minder dengan YM-JET FI dan menggantinya menggunakan judul “Blue Core”.

Ini bisa jadi gambaran bahwa sangat mungkin Yamaha dengan Diasil Silinder, Forged Piston dan teknologi VVA’nya pun masih “minder” dalam pertarungan melawan “teknologi jadul” Honda yang disebut ‘eSP’.

Kita lihat saja nanti. Biar waktu yang akan menjawabnya.

Spesifikasi Yamaha Aerox vs Vario 150

Berat kendaraan

  • Aerox: 117 kg (tipe R)
  • Vario: 112 kg

Diameter × Langkah piston

  • Aerox: 58 × 58.7 mm
  • Vario: 57.3 × 57.9 mm

Rasio kompresi

  • Aerox: 10.5±0.4:1
  • Vario: 10.6:1

Kapasitas silinder

  • Aerox: 155.1cc
  • Vario: 149.3cc

Power maksimum

  • Aerox: 11.0 kW (14.95 ps)/8000 rpm
  • Vario: 9.7 kW (13.1 ps)/8500 rpm

Torsi maksimum

  • Aerox: 13.8 Nm/6250 rpm
  • Vario: 13.4 Nm (1.37 kgf.m)/5000 rpm

(Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *