Upaya Konsolidasi PGB dengan Pelaku Transportasi Offline di Kota Banjar

Motorisblog.com – Upaya konsolidasi PGB dengan pelaku transportasi offline di Kota Banjar. Om Bro…!! Kehadiran transportasi berbasis jaringan nyatanya telah melahirkan berbagai polemik di kalangan pelaku jasa transportasi. Pro dan kontra bermunculan hingga tak jarang berakhir dengan bentrokan fisik. Namun, lambat laun semuanya mulai membaik. Setidaknya di beberapa wilayah, kehadiran transportasi online talah banyak diterima dengan baik oleh berbagai lapisan masyarakat, meski di sebagian yang lain harus timbul kesepakatan dalam hal batasan wilayah penjemputan konsumen.

Lain padang lain ilalang… Lain daerah, lain pula cara sosialisasinya. Seperti di Kota Banjar Patroman, misalnya… Komunitas Persaudaraan Grab Kota Banjar (PGB) selalu mengupayakan cara-cara diplomasi dalam upaya pemersatuan antara ojek pangkalan dengan ojek / taksi online.

basecamp pgb
Kang Agra (Wa.Ketua URC PGB) di depan Basecamp PGB

Berbagai langkah pendekatan telah di tempuh oleh PGB, mulai dari silatuahmi dengan Kapolres, Kadishub, wakil pemerintahan Kota Banjar, hingga menggelar pertemuan dengan perwakilan ojek pangkalan serta Ketua Gabungan Ojek Kamtibmas Kota Banjar (Gokkab), yakni H.Yoyo.

pendekatan pgb opang
Kang Agra (Wa.Ketua URC PGB) dalam pendekatan kepada sesepuh ojek pangkalan stasiun Banjar

Dari beberapa pertemuan yang telah digelar oleh pengurus PGB, dua diantaranya digelar antara perwakilan PGB dengan perwakilan Komunitas Gokkab.

pertemuan pgb gokkab
(Kiri ke kanan), Bintang (Staff Grab), Angga (Staff Grab), H.Yoyo (Ketua Gokkab), Giffi (Staff Grab), Araz (Ketua PGB) pada pertemuan di Aula Dinas Kebersihan Kota Banjar, 10 Juni 2018

Pertemuan terbaru hingga saat artikel ini dibuat diadakan di Aula Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjar pada Senin malam, 4 Juni 2018. Dihadiri oleh beberapa Staff Grab Priangan Timur, diantaranya Pak Angga, Ibu Bintang, Pak Giffi, pengurus PGB yakni Kang Araz (Ketua), Kang Indra (Wakil Ketua), Kang Dodi (Koordinator Grab Bike PGB), Kang Agra (Wakil Ketua URC PGB) dan lainnya. Sementara dari pihak Gokkab di hadiri oleh Ketua Gokkab, Pak H.Yoyo, Pak Albert serta Korwil dan Ketua pangkalan ojek anggota Gokkab.

pertemuan pgb gokkab
Pertemuan PGB dengan Gokkab, 4 Juni 2018

Pertemuan berlangsung tertib meski ada suara penolakan dari beberapa perwakilan ojek.

pertemuan pgb gokkab
Pertemuan PGB dengan Gokkab, 4 Juni 2018

Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Gokkab, H.Yoyo. Dalam hal ini beliau menyampaikan pandangan mengenai adanya penolakan dari pelaku ojek pangkalan yang akan kehadiran Grab di kota Banjar yang diantaranya berbentuk spanduk penolakan. Beliau juga menyampaikan bahwa memang sebagai masyarakat tentu kehadiran Grab sangat diterima, namun untuk saat ini di wilayah Kota Banjar masih terjadi ketimpangan antara jumlah konsumen dibanding jumlah pengojek.

Sejatinya, Banjar adalah kota kecil yang menurut pandangan pihak perwakilan ojek pangkalan, belum saatnya menerima kehadiran armada transportasi online semisal Grab.

Pihak Gokkab juga memberikan gambaran, bahwa saat ini di Kota Banjar terdapat 40 pangkalan ojek dengan jumlah anggota di kisaran 1500 orang. Namun tidak semua armada ojek aktif. Sebagian armada aktif dan sebagian lagi pengojek musiman yang hanya beroperasi pada waktu-waktu tertentu, semisal pada musim mudik lebaran dan lain-lain.

Menurut keterangan dari perwakilan Gokkab, ada 800 orang pengojek aktif, sementara 700 orang di antaranya adalah pengojek musiman.

Pihak Gokkab menolak kehadiran Grab atas penilaian bahwa Banjar adalah kota kecil yang belum memiliki banyak konsumen ojek. Banjar belum memiliki banyak daya tarik seperti Kota Tasikmalaya dan kota-kota lain. Bahkan pusat-pusat perbelanjaan pun baru ada beberapa buah saja, semisal Toserba Yogya, Toserba Pajajaran dan Toserba Samudera.

Adapun tempat wisata air (Waterpark) di Kota Banjar pun, yang awalnya ramai, belakangan ini justru sepi pengunjung.

Intinya, perkembangannya Kota Banjar dinilai belum maksimal, menurut pandangan Gokkab.

Pak Haji Yoyo juga menceritakan kilas balik Walikota Banjar terdahulu, yakni dr.Herman yang telah menyetujui adanya Lembaga Pemasyarakatan (LP) di Kota Banjar. Harapannya, keberadaan LP tersebut supaya dapat menambah konsumen dibidang transportasi, yakni pembesuk LP serta menggairahkan penjualan para pedagang si Kota Banjar. Setidaknya, pembesuk LP akan berbelanja di Banjar untuk bekal membesuk.

H.Yoyo juga menyampaikan dan menyadari bahwa keberadaan Grab di Kota Banjar adalah bagian dari perkembangan teknologi yang tidak akan bisa dibendung secara tradisional. Namun, dalam hal ini beliau menyampaikan bahwa Gokkab dan masyarakat Banjar belum siap menerima keberadaan alat transportasi online.

Perwakilan Gokkab juga menyampaikan bahwa kehadiran Grab di Kota Banjar kurang melakukan pendekatan kepada pelaku trans offline, khususnya ojek pangkalan, sehinggi tidak ada pemahaman serta memicu reaksi penolakan.

Setelah sambutan dari Ketua Gokkab, selanjutnya dari Staff Grab Priangan Timur, Angga, memberikan gambaran penjelasan mengenai Grab.

Grab adalah perusahaan aplikasi, bukan perusahaan transportasi. Yang karenanya, jika ada pihak yang menolak keberadaan Grab, maka penolakan tersebut harus disampaikan kepada Kominfo, bukan pada Dinas Perhubungan.

Sebagai bahan pertimbangan, Angga juga mengajak para pelaku ojek pangkalan untuk bergabung bersama Grab. Angga juga menjelaskan bahwa pada sistem transportasi Online, pengojek (driver/mitra) mendapat benefit berupa insentif (bonus).

Kehadiran layanan transportasi Grab di Banjar bukanlah untuk mengusik ojek pangkalan, namun justru mengajak bergabung untuk bersama-sama menyongsong era teknologi. Bahkan, jika para ojek pangkalan mau bergabung, maka pangkalan yang sudah kurang layak pun akan di bangun kembali, di branding sehingga nyaman dan layak pakai.

Sistem Grab pun tidak memiliki jam kerja tertentu, artinya siapa pun bebas mengatur waktu kerja. Kita bebas menentukan, kapan akan on dan kapan akan off.

Bagi pelaku ojek pangkalan, sistem Grab juga tidak mengharuskan driver untuk selalu on bid. Artinya, jika ada penumpang langganan yang tidak menggunakan aplikasi, ya silahkan saja di tarik tanpa aplikasi. Intinya, seorang pengojek pangkalan akan mendapat penumpang dari 2 sumber, yakni offline (dari pangkalan) dan online (dari order via aplikasi).

Bukan hanya iming-iming bonus, Angga pun menawarkan pinjaman 1 unit ponsel perpangkalan untuk pengojek mempelajari dan menilai sendiri kelebihan dan kekurangan ojek online.

Namun… Hasil pertemuan malam tersebut belum membuahkan hasil seperti apa yang di harapkan. Perwakilan dari Gokkab yang malam itu hadir masih sangat sulit menerima penjelasan sumber bonus bagi mitra driver. Bahkan mereka seolah menganggap bahwa bonus tersebut adalah hal yang tidak mungkin. Pihak Gokkab tetap memandang bahwa tidak seimbang antara jumlah pengojek dengan jumlah penumpang yang ada. Mereka bersikeras bahwa konsumen ojek, becak dan angkot banyak yang beralih ke Grab. Gokkab tetap menuntut supaya Grab tidak beroperasi di Kota Banjar. Tapi perwakilan dari Grab pun tetap menegaskan bahwa perizinan Grab dan layanan ojek online lainnya berada di Kominfo sehingga siapa pun tidak ada wewenang untuk menutup Grab di Kota Banjar.

Selain itu juga, jika para pelaku ojek pangkalan mau menyadarinya, sebenarnya lebih banyak konsumen baru ketimbang konsumen lama yang beralih dari menggunakan jasa ojek pangkalan ke ojek online.

Dalam hal ini, perwakilan Grab Kota Banjar juga menyampaikan permintaan maaf atas kurangnya komunikasi terhadap pelaku ojek pangkalan sehingga menimbulkan ketegangan.

Salah satu usulan dari Wakil Ketua URC PGB, Kang Agra untuk kesepakatan zonasi / pembatasan area jemput pun tidak diterima oleh perwakilan Gokkab.

pertemuan staff grab dan pgb
Staff Grab Priangan Timur bersama pengurus PGB di Basecamp, 10 Juni 2018

Kesimpulannya, untuk sementara waktu, Grab Kota Banjar tetap akan beroperasi tanpa atribut. Sesuai dengan himbauan dari Kapolres, Danramil dan Kadisub pada pertemuan sebelumnya. Semoga tidak lama lagi akan terbuka hati dan fikiran mereka akan berubahnya jaman. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: