Beranda » Tips » Tips Safety Riding (10 Pemeriksaan Sebelum Berkendara)

Tips Safety Riding (10 Pemeriksaan Sebelum Berkendara)

Motorisblog.com – Om Bro! Kali ini Mtb mau langsung bae ke pokok bahasan perkara tips safety riding.

Tips Safety Riding: Persiapan Sebelum Berkendara

1. Periksa Sisa BBM

Banyak orang yang beranggapan bahwa jika motor injeksi kehabisan bensin, maka injektornya akan cepat rusak. Alasannya karena pompa vacum (injektor) akan masuk angin. Maka dari itu kita harus mengisi bahan bakar ketika sisa bahan bakar dalam tangki hanya tinggal 1/4 dari kapasitas tangki, utamanya untuk motor bebek dan skutik yang kapasitas tangkinya kurang dari 5 liter.

Panelmeter Yamaha Mio S

Apakah anggapan itu benar?

Pertama yang perlu kita garis bawahi adalah bahwa injektor akan segera memompa ulang bahan bakar pada saat kunci kontak kita ON’kan. Jadi jikapun sebelumnya motor Om Bro kehabisan bensin, maka injektor tidak akan masuk angin, selama kondisi injektornya masih normal.

Tapi untuk keawetan injektor dalam jangka panjang, tetap sebaiknya Om Bro jangan sampai kehabisan bensin.

Kemudian yang kedua. Anjuran untuk mengisi bahan bakar pada saat sisa bahan bakar tinggal 1/4 tangki sebenarnya sudah ada sejak zaman motor masih umum menggunakan karburator. Malahan sudah ada sejak generasi Honda Astrea Star.

Intinya Om Bro tidak perlu paranoid dan terlalu takut injektor rusak jika sesekali kehabisan bensin. Tapi juga jangan jadi kebiasaan. Om Bro harus tetap menjaga agar tangki motor jangan sampai kering. Karena salah satu akibat motor sering kehabisan bensin, lama-kelamaan injektor akan rusak juga lantaran pompa bensin harus bekerja lebih berat sesaat setelah tangki kosong sama sekali.

Pompa bensin akan bekerja lebih berat untuk pertama kali setelah saluran bahan bakar kosong.

Selain itu, tangki yang sering kosong pun akan cepat keropos.

2. Periksa dan Stel Rem

Poin kedua dalam rangkaian tips safety riding adalah pemeriksaan fungsi rem.

Pada umumnya rem jenis cakram (disc brake) tidaklah memerlukan penyetelan apapun selama kampas dan minyak rem ada dalam kondisi layak.

Yamaha FreeGo

Sementara itu jika rem belakang motor Om Bro masih model tromol, Om Bro akan menemukan tanda ‘∆’ (segitiga) pada area drum rem tromol dan pada lengan rem.

Perhatikan. Jika kedua tanda ‘∆’ itu sudah bertemu, itu artinya kampas rem belakang motor Om Bro sudah habis dan harus segera ganti.

Jika tidak segera ganti, maka Mtb rasa kita semua sudah tahu bahaya dari rem blong.

3. Periksa Oli Mesin

Dalam kondisi normal, oli tidak akan sampai berbusa jika penggantian oli’nya Om Bro lakukan secara teratur sesuai dengan jadwal perawatan berkala. Namun dalam kondisi tidak normal (misalnya ada kebocoran pada box filter udara dan sebagainya) maka ada air yang bisa masuk ke dalam mesin saat Om Bro kehujanan atau saat Om Bro mencuci motor.

Oli Gear yang Terkontaminasi Air

Apalagi jika motor tersebut Om Bro gunakan untuk melalui genangan banjir, maka sangat besar memungkinan ada air yang masuk ke dalam bak mesin.

Pada kondisi seperti itu, sebaiknya oli segera ganti.

Jika volume oli dalam mesin surut banyak, sebaiknya tambahkan oli baru atau sekalian ganti jika sudah mendekati masa penggantian berkala.

Periksa volume oli melalui deepstick atau pen tutup oli. Pastikan volumenya ada antara batas atas dan batas bawah.

Stick Tutup Oli

Intinya sih rajin-rajin saja Om Bro periksa volume dan kondisi oli. Jika oli terlihat tidak normal, segera ganti. Jika oli terlihat normal, maka gantilah sesuai dengan jadwal perawatan berkala.

Begitupun dengan oli gear pada motor matic, harus Om Bro ganti secara berkala sesuai dengan jadwal perawatan.

4. Periksa Tekanan Angin dan Tapak Ban
Periksa Tekanan Angin

Pemeriksaan tapak ban dan tekanan angin ban motor juga menjadi bagian dari 10 tips safety riding versi Mtb.

Cara paling tepat untuk mengetahui tekanan angin ban adalah dengan menggunakan alat pengukur tekanan angin. Tapi kebanyakan orang tidak memiliki alat tersebut.

Untuk menyiasati keterbatasan itu, Mtb biasa menggunakan cara yang paling sederhana. Pertama, Mtb bawa motor Mtb ke bengkel saat jadwal servis rutin. Kemudian nanti selesai servis rutin, mekanik bengkel resmi akan menyesuaikan tekanan angin ban motor kita.

Setelah tekanannya tepat, Om Bro tekan itu ban menggunakan tangan dan rasakan serta rekam perkiraan tekanannya melalui memori otak Om Bro. Selanjutnya rekaman memori itulah yang akan menjadi patokan pengukuran tekanan angin ban tersebut jika sewaktu-waktu ban terasa kempes.

Meskipun cara ini sebenarnya tidak benar, tapi paling tidak itu lebih baik ketimbang tidak ada pemeriksaan sama sekali. Jadi, rajin-rajinlah memeriksa tekanan ban setiap kali Om Bro akan berkendara.

Pastikan tekanan angin ban ada dalam kondisi baik. Tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu kempes.

Akibat tekanan angin ban kurang akan membuat beban mesin menjadi berat dan feel berkendara jadi limbung alias tidak stabil sehingga membuat konsumsi bahan bakar jadi boros. Selain itu tapak ban juga akan jadi cepat retak, rusak dan sebagainya.

Selanjutnya kondisi ban yang kurang angin juga beresiko membuat velg roda cepat rusak jika menghantam lubang jalanan atau Om Bro sering melintasi jalanan jelek.

Periksa Tapak Ban

Selain tekanan angin, Om Bro juga perlu memeriksa tapak ban, apakah ban masih layak pakai atau tidak.

Periksa terhadap benjolan dan retakan serta benda-benda asing, misalnya benda tajam yang menancap pada permukaan ban.

Juga periksa ketebalan profil ban, apakah masih layak atau tidak.

5. Periksa Lampu dan Sein

Satu hal yang harus Om Bro sadari adalah bahwa berkendara tanpa menggunakan lampu dan sign itu bukan hanya membahayakan diri sendiri, tapi juga membahayakan orang lain.

6. Periksa Fungsi Stang Kemudi

Pastikan gerak stang mulus. Tidak berat dan tidak terlalu longgar.

Setelan komstir yang terlalu erat akan membuat putaran stang menjadi berat dan tidak mulus saat berbelok. Sedangkan jika setelan komstrir kurang erat, maka feel berkendara akan terasa limbung dan tidak stabil.

7. Periksa Kekencangan Rantai Roda

Rantai roda (bagi motor manual) juga tidak boleh luput dari perhatian. Pastikan kekencangan rantai sesuai dengan yang seharusnya.

Umumnya jarak main bebas rantai roda adalah 1.5 – 2.5 cm (tergantung tipe motor dan anjuran dari pabrikan).

Jarak Main Bebas Rantai Motor

Jika setelan rantai terlalu kencang, akibatnya roda sulit berputar dan rantai beresiko putus saat Om Bro sedang dalam perjalanan. Sedangkan jika setelan rantai terlalu kendor, resikonya ialah rantai bisa lepas dari gir.

Resiko terburuk saat rantai lepas adalah, rantai bisa terjepit di antara tromol dan arm, yang akibatnya putaran roda akan terkunci sekaligus.

Pada kondisi seperti itu motor bisa sliding Om Bro hilang keseimbangan. Dan jika motor terpelanting, praktis Om Bro juga bakal jatuh. Karena tidak mungkin motor jatuh sendirian sedangkan Om Bro tetap melaju seperti dalam film kartun.

8. Periksa fungsi kaca spion

Poin pentingnya adalah, periksa arah kaca spion agar tepat untuk melihat ke belakang.

Selain itu ukuran kaca spion juga harus ideal. Jangaan menggunakan kaca spion berukuran kecil yang hanya cukup untuk mengintip jerawat saja. Ingatlah bahwa fungsi kaca spion adalah untuk melihat ke belakang agar Om Bro aman saat hendak berbelok atau menyalip kendaraan lain. Jadi bukan hanya semata-mata untuk menghindari tilang polisi saja.

9. Periksa Kelancaran Handle Gas

Pastikan putaran grip gas terasa lancar dan tidak tersendat. Karena grip gas yang macet dapat membahayakan pada saat Om Bro berkendara dengan kecepatan tinggi.

10. Periksa Kekencangan Poros Roda

Pada motor-motor zaman old, poros roda biasanya memiliki pin pengaman agar mur tidak langsung lepas jika ia kendor. Namun motor-motor zaman old justru tidak lagi memiliki pin pengaman as roda. Jadi jangan bosan untuk memeriksa kekencangan mur as roda untuk memastikan keamanan Om Bro saat berkendara.

Nah Om, demikianlah 10 tips safety riding dalam hal persiapan sebelum berkendara.

Dengan selalu memperhatikan 10 poin tersebut, Insya Alloh aktivitas riding akan selalu aman tanpa mogok dalam jalan. Dengan catatan, Om Bro juga harus melakukan perawatan alias servis rutin sehingga mesin motor selalu ada dalam kondisi baik. (Mtb).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *