Tilang Elektronik Jakarta: Sistem Kamera Tilang Jakarta Kini Lebih Canggih dan Detail

Motorisblog.com – Tilang Elektronik Jakarta – Om Bro…!! Kamera tilang Jakarta kini telah ditingkatkan menjadi lebih canggih dan mampu memberikan informasi yang lebih detail akan sebuah pelanggaran lalu lintas yang terjadi. So… Waspadalah Om… Selalu taat aturan dalam berkendara. Jangan sampi Om Bro menjadi pelanggar meskipun pelanggaran yang Om Bro lakukan bukanlah sebuah kesengajaan.

CCTV tilang Jakarta alias sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) telah diuji coba sejak November 2018 di ruas jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat-Jakarta Selatan. Namun dimasa uji coba tersebut, kemampuan kamera-nya baru pada perekaman pelanggaran marka jalan dan penerobosan lampu merah saja. Barulah kini setelah Polda Metro Jaya meresmikan penerapan sistem tersebut, kemampuan CCTV-nya pun ditingkatkan.

Iya Om… Sekarang kamera pengawas lalu lintas di Jakarta telah mampu merekam pelanggaran secara lebih detail. Saking detailnya bahkan sampai bisa melihat ke dalam mobil meski mobil tersebut menggunakan kaca gelap dan pada kondisi malam hari.

Dengan kemampuan seperti itu, maka otomatis pelanggaran menggunakan ponsel saat berkendara dan pelanggaran tidak memakai sabuk pengaman pun bisa tertangkap kamera. Termasuk juga pelanggaran sistem ganjil-genap, karena plat nomor kendaraan juga dapat tertangkap kamera dengan jelas dan detail. (Kombes Yusuf, Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya – Liputan6, 11/7/2019).

Betul Om… Menurut informasi yang berhasil Mtb ciduk, sistem ETLE di Jakarta saat ini telah cukup efektif dan efisien. Kamera Automatic Number Plate Recognition (ANPR) dapat mendeteksi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (plat nomor kendaraan). Setelah itu kamera akan secara otomatis merekam dan menyimpan bukti pelanggaran yang terjadi.

Selanjutnya, pelanggar yang tertangkap kamera ANPR akan langsung tercatat di server operator Regional Traffic Management Centre (RTMC) Polda Metro Jaya. Kemudian data tersebut akan langsung diolah oleh petugas, yaitu pemeriksaan identitas kendaraan di database Regident Ranmor.

Setelah identitas kendaraan didapat, petugas akan membuat surat konfirmasi dan verifikasi. Surat tersebut selanjutnya dikirim via Pos ke alamat yang sesuai dengan data kepemilikan kendaraan.

Sampai disini pemilik kendaraan dapat melakukan konfirmasi penerimaan melalui website www.etle-pmj.info atau dengan cara scan pada barcode yang ada di surat konfirmasi.

Pada langkah ini Om Bro juga dapat mengirimkan kembali blanko konfirmasi ke posko ETLE di Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya. Om Bro akan diberikan waktu selama 5 hari untuk melakukan konfirmasi.

Saat berada pada langkah metode konfirmasi ini, Om Bro dapat melakukan klarifikasi jika ternyata bukan Om Bro yang melakukan pelanggaran. Misale saja jika kendaraan yang menjadi subyek pelanggaran tersebut telah dijual pada orang lain,,… dan sebagainya.

Dalam hal penyelesaian sanksi, Om Bro akan diberikan lembar tilang biru sebagai bukti pelanggaran. Pada lembar tersebut akan ada kode Briva (kode BRI virtual account) sebagai nomor akun virtual untuk proses pembayaran denda tilang melalui Bank BRI.

Dalam hal toleransi waktu, Om Bro akan mendapat waktu selama 7 hari untuk melakukan pembayaran denda tilang. Dan jika dalam kurun waktu tersebut tidak dilakukan pembayaran denda, maka STNK Om Bro akan diblokir sementara sampai dendanya dibayarkan.

Uwow ya Om… Dengan sistem tilang elektronik tersebut, hampir semua langkah prosesnya berjalan secara murni digital IT… Jadi tidak melalui interaksi antara petugas kepolisian dengan pelanggar. Yang artinya potensi pungli oleh oknum kepolisian dan potensi suap oleh pelanggar pun jadi lebih sempit. Harapannya ke depan akan lebih meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya ketertiban lalu lintas.

Om Bro… Hingga saat ini telah ada 12 kamera yang terpasang di sepanjang ruas jalan Sudirman-MH Thamrin. Tapi tidak cukup hanya 12 kamera itu saja. Proyeksi kedepan akan terus ditambah hingga 81 kamera di 25 persimpangan jalan besar di Jakarta.

Kenapa Sudirman-Thamrin menjadi fokus untuk uji coba??

Karena Sudirman-Thamrin merupakan etalase Jakarta. Jadi memang patut ketika Sudirman-Thamrin menjadi pilot project dalam penerapan ETLE. Tentu dengan target seluruh wilayah Indonesia pada masa yang akan datang.

Menurut catatan Ditlantas Polda Metro jaya, tilang elektronik terbukti mampu menurunkan jumlah pelanggaran hingga 40% banyaknya. Jadi,,… ETLE memang patut menjadi langkah awal pengembangan smart city yang dimulai dari tertib lalu lintas di jalan raya. ETLE bisa menjadi pondasi dalam mempersiapkan diri menuju revolusi industri 4.0. ETLE juga menjadi langkah modernisasi sistem penegakan hukum lalu lintas. Lebih dari itu, ETLE pun menjadi salah satu langkah perbaikan pelayanan pemerintah yang lebih efektif dan efisien, sesuai dengan arah kebijakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, yakni program promoter dengan prioritas pada peningkatan pelayanan publik yang lebih mudah bagi masyarakat dan berbasis teknologi informasi serta penegakkan hukum yang lebih professional dan berkeadilan.

Pamungkasnya, ETLE menjadi kontribusi nyata dari Ditlantas Polda Metro Jaya dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran dalam berlalu lintas di DKI Jakarta. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: