biaya perpanjangan sim c

Tes Psikologi SIM, Syarat Tambahan Untuk Mendapatkan Surat Izin Mengemudi

Motorisblog.com – Tes psikologi SIM. Om Bro…!! Prosedur pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di wilayah Polda Metro kini mendapat syarat tambahan ujian, yakni tes psikologi. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pemohon SIM berada dalam kondisi sehat jasmani dan sehat rohani, yang pada akhirnya bertujuan untuk menjaga ketertiban lalu lintas dan mengurangi potensi kecelakaan di jalan raya / jalan umum.

Diberitakan viva.co.id dari Kepala Seksi SIM Direktorat Lalu Lintas Polda Metro, Komisaris Polisi Fahri Siregar, tes psikologi SIM berlaku untuk pengajuan SIM mobil maupun SIM motor. Juga berlaku untuk pembuatan SIM baru, peningkatan golongan SIM dan perpanjangan SIM.

Tes psikologi SIM secara menyeluruh ini merupakan lanjutan dari langkah yang sebelumnya telah diterapkan pada penerbitan SIM umum.

Jadi, Om Bro… sekarang pemeriksaan kesehatan bukan hanya jasmani saja, yaitu pendengaran, penglihatan dan perawakan. Tapi juga kesehatan rohani alias psikologis.

Dasar hukum yang menjadi landasan di adakannya tes psikologi SIM adalah pasal 81 ayat (4) UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAAJ) serta pasal 36 Peraturan Kapolri No.9 tahun 2012 tentang Surat Izin Mengemudi. Di dalam dua dasar hukum tersebut memang telah tertuang bahwa syarat pembuatan SIM harus memenuhi kriteria sehat jasmani dan rohani.

Secara menyeluruh, selain tes psikologi, ujian SIM juga mencakup beberapa aspek, yaitu kemampuan konsentrasi, kecermatan, pengendalian diri, kemampuan penyesuaian diri, stabilitas emosi dan ketahanan kerja.

Om Bro…!! Meski rangkaian tes psikologi SIM di adakan oleh Kepolisian, namun pelaksanaanya dilakukan oleh lembaga lain yang secara teknis berada di luar Polri.

Jadi istilahnya kerjasama, gitu lah ya…

Lembaga yang di tunjuk oleh Kepolisian untuk menangani ujian ini adalah Biro Psikologi Andi Arta. Fasilitasnya tersedia di 30 titik lokasi di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan setiap lokasi ujian berada tidak jauh dari fasilitas kepolisian. Bahkan di antaranya ada yang bertempat di Satpasnya langsung.

Prosedur tes psikologi SIM adalah dengan menjawab beberapa pertanyaan soal ujian.

Soal ujian dibagi ke dalam dua golongan, yaitu golongan SIM baru dan golongam SIM perpanjangan.

Bagi golongan SIM perpanjangan, Om Bro akan di suguhi dengan 18 pertanyaan. Sementara untuk pemohon SIM baru, ada 24 soal.

Estimasi waktu pengerjaan untuk 24 soal tersebut adalah selama 15 menit. Rinciannya, satu soal di berikan waktu 30 detik sehingga estimasi waktu ujian secara bersih adalah 12 menit. Sisanya, ada toleransi 3 menit, jadi total waktunya 15 menit.

Biayanya?

Dari informasi yang Mtb dapat, biaya ujian psikologi tidak ditentukan oleh Kepolisian, namun lembaga terkait, yakni sebesar Rp35 ribu.

Bagaimana dengan tanggapan para ahli?

Psikolog Lia Sutisna Latif dari Asosiasi psikologi Forensik Indonesia mengatakan, mengemudi adalah tingkah laku kompleks. Mengemudi harus memiliki sikap aman dan bertanggung jawab (safe and responsible driving) dan bukan mengemudi yang berisiko bahaya (risky driving behaviour).

Mengemudi tidaklah cukup hanya menggunakan keterampilan teknis (hard skills) saja, namun harus di barengi dengan kesehatan psikologis sebagai soft skills yang menunjang persepsi terhadap risiko dan stabilitas emosi. (Mtb – Tes psikologi SIM).

Tinggalkan Komentar