Tarif Ojek Online Naik 2019, Berikut ini Detailnya…

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Kabar baik bagi driver ojol sekalian, bahwa tarif ojek online naik 2019 menjadi Rp2.000 – Rp2.500, dengan argo minimum Rp8.000 – Rp10.000.

Advertisement

Betul Om… Kementrian Perhubungan (Kemenhub) telah mengumumkan ketentuan tarif ojek online 2019 untuk area Jabodetabek dengan ketentuan batas atas (tarif maksimal) dan batas bawah (tarif minimal).

Batas atas di patok pada Rp2.500/km, dan batas bawahnya ialah Rp2.000/km. Yang artinya, pihak aplikator boleh menetapkan sendiri tarifnya, berdasarkan pertimbangannya sendiri, sepanjang masih berada pada rentang angka tersebut.

Tarif ojek online baru itu rencananya akan mulai diberlakukan pada bulan Mei 2019 nanti.

Presidium Nasional Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia, Igun Wicaksono mengatakan bahwa para driver ojol memberi apresiasi terhadap perubahan tarif ojek online lama menuju tarif baru, meskipun besarannya tidak persis dengan angka yang mereka tuntut.

Awalnya pihak aplikator mengajukan tarif Rp1.600/km. Sedangkan pihak driver mangajukan harga Rp3.000/km. Namun karena pertimbangan kesiapan konsumen, akhirnya pihak driver menurunkan negosiasinya ke angka Rp2.400/km. Hingga akhirnya jatuh angka Rp2.000/km – Rp2.500/km, dengan wacana Rp2.000/km tanpa potongan.

Advertisement

Sementara itu, penetapan tarif minimal Rp8.000 – Rp10.000 berlaku untuk jarak sama dengan atau kurang dari 4 km.

Pengajuan kenaikan tarif diajukan oleh driver dilakukan atas harapan untuk terwujudnya kesejahteraan ekonomi driver. Dasarnya ialah dengan pertimbangan naiknya nilai ekonomi, biaya servis kendaraan, cicilan kendaraan, kesehatan driver, serta kebutuhan lainnya.

Kebutuhan lain yang dimaksud ialah semisal pembelian perlengkapan alat pendukung safety seperti sepatu dan jas hujan. Juga mencakup pembelian spare part dalam perawatan kendaraan, kebutuhan bahan bakar kendaraan, pembelian pulsa, dan lain-lain. Jadi intinya, penentuan tarif baru dilakukan atas dua sisi, yakni sisi bisnis dari pihak aplikator dan sisi kesejahteraan dari pihak para driver.

Aturan ojol tersebut telah tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 12 Tahun 2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat. Regulasi itu memuat banyak aspek, termasuk ketentuan tarif yang Mtb sebutkan di atas. (Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi – DetikOto, 25/3/2019). (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *