tarif ojek online 2018

Tarif Ojek Online 2018, Grab vs KlikQuick di Priangan Timur

Advertisement

Motorisblog.com – Tarif ojek online 2018. Om Bro…!! Persaingan di dunia ojek online semakin ketat. Saking ketatnya hingga timbullah persaingan tidak sehat, yakni dengan cara banting harga. Saking dibantingnya harga, di kampung Mtb, tarif Grab gila-gilaan hingga Rp4,000 untuk jarak dekat.

Advertisement

Strategi banting harga seperti itu sekilas tentu menguntungkan konsumen. Tapi apa kata driver…?

Rupa-rupa tanggapannya. Ada yang jengkel di belakang, ada yang marah-marah pada kolom komentar di play store, tapi ada juga yang adem ayem. Nah, Mtb termasuk yang cuek. Masa bodo. Mtb pikir mah, ngapain protes…? Nggak bakalan di dengar sama pihak management. Betul?

Dan seperti yang pernah Mtb tulis dalam artikel sebelumnya, bahwa di Priangan Timur (Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, Pangandaran), ada salah satu merk ojek online yang bernama KlikQuick. Mtb pernah mencoba jadi penumpangnya sehingga tahu tarifnya.

tarif ojek online 2018

Bicara perkara brand, KlikQuick tentu tidak sebanding dengan Gojek, Grab dan Uber. Namun begitu, karena di Banjar ini belum ada Gojek dan Uber (baru ada Grab saja), maka KlikQuick bisa menjadi alternatif bagi pelanggan ojek online.

Sebagai konsumen, tentu sangatlah wajar jika Om Bro / Sista membandingkan tarif setiap ojol dalam menentukan pilihan. Meskipun perkara tarif bukanlah satu-satunya tolok ukur, tapi hal itu tetap masih menjadi pertimbangan utama bagi konsumen.

PERBANDINGAN TARIF OJEK ONLINE 2018, GRAB VS KLIKQUICK

Sebelumnya Mtb sudah pernah membuat dua artikel tentang tarif Grab dan KlikQuick. Namun disana Mtb tidak membuat perbandingan secara langsung dalam satu artikel. Jadi sekarang Mtb akan buat perbandingannya,

Mtb buat contoh dengan cara membuat pesanan dari Jl.KH.Mustofa, Banjar Patroman ke Tasikmalaya. Dan dari hasil perhitungan kedua aplikasi (Grab dan KlikQuick), ada sedikit perbedaan jarak sekira 1 km. Pada aplikasi KlikQuick, tampak jelas bahwa jaraknya adalah lebih dari 42 km. Sementara untuk Grab, Mtb lihat dari harga yang tampil, perhitungannya adalah 41 km.

Advertisement

Tarif Grab adalah Rp4,000/2 km pertama, Rp2,000/km untuk km ke 3-10 dan Rp2,500 untuk km ke 11 dan seterusnya. Sedangkan tarif KlikQuick adalah Rp6,000 untuk 3 km pertama dan Rp1,500/km untuk km ke 4 dan seterusnya.

Dari jarak dan harga diatas, maka hasilnya adalah,

– Grab
. 2 km pertama = Rp4,000
. 8 km x Rp2,000 = Rp16,000
. 31 km x Rp2,500 = Rp77,500
. Pembulatan Rp500
. Total 41 km = Rp98,000

– KlikQuick
. 3 km pertama = Rp6,000
. 39 km x Rp1,500 = Rp58,500
. Pembulatan Rp500
. Total 42 km = Rp65,000

Melihat data diatas, sudah jelas kalau untuk konsumen adalah…

– untuk jarak dekat kurang dari 2 km, Grab lebih murah,
– untuk jarak 3 km, keduanya sama,
– untuk jarak lebih dari 3 km, KlikQuick lebih murah.

Lalu bagaimana keuntungan jika dipandang dari sisi driver / rider?

Seperti kita tahu, untuk driver grab bike, itu ada potongan aplikasi sebesar 20%. Jadi, untuk nominal diatas, maka uang yang sebenarnya diterima dari Grab oleh driver adalah Rp98,000 – 20% (Rp19,600) = Rp78,400. Artinya, meskipun sudah dipotong 20%, tarif Grab masih lebih menguntungkan bagi driver (jika jarak jauh). Kemudian… Grab juga memberikan insentif kepada mitra drivernya, meski dengan segudang aturan yang terkesan menjebak.

Sebagai informasi, rider KlikQuick tidak dikenakan potongan aplikasi. Jadi seluruh ongkos yang diberikan oleh konsumen itu mutlak menjadi milik rider. Om Bro / Sista bisa baca artikel saya sebelumnya tentang KlikQuick di blog ini.

Melihat kenyataan itu, sepertinya KlikQuick harus berbenah diri jika ingin lebih kuat dalam persaingan. Nggak usah lah ikut-ikutan kasih insentif ke rider. Cukup dengan menaikkan tarif jarak jauhnya saja. So… pilihan tetap ada di tangan konsumen. Kita sebagai driver mah hanya mengikuti kemauan konsumen dan pihak aplikator. (Mtb – Tarif ojek online 2018).

Advertisement

8 komentar untuk “Tarif Ojek Online 2018, Grab vs KlikQuick di Priangan Timur”

    1. Maksudnya Grab atau Klikquick nih, Om Bro? Kalo Grab memang ada potongan 20%. Makanya ada dompet kredit itu salah satu fungsinya untuk potongan biaya perjalanan tersebut, juga untuk potongan atribut jaket & helm.

          1. Pd intinya semua perusahaan jasa berbasis aplikasi …sama semua….memeras…para raider brow…..

          2. Iya. Saya setuju itu. Perusahaan ya tetap saja perusahaan. Apapun dalihnya, tetap saja tujuan akhir dari suatu perusahaan adalah mendapatkan keuntungan. Dan sayangnya lagi, untuk bidang ojek online polemiknya lebih pelik. Basisnya aplikasi, tapi operasionalnya transportasi. Payung hukumnya ada di Kominfo, tapi operasionalnya di wilayah Dishub. Ditambah lagi soal transportasi roda dua memang tidak ada regulasinya. Akhirnya… pada saat ada sekian banyak keluhan dari para driver/rider dilapangan, kita sulit sekali untuk menuntut keadilan. Lah status hukumnya saja rancu, ngga jelas… jadi bagaimana kita mau memperjelasnya?…

  1. Setahu saya, klik quick ada 2 jenis, yaitu lisensi dan non lisensi. Lisensi, ongkos tarif 100% hak mitra sedangkan non lisensi pembagian 80%-20%.
    Lisensi biaya daftar 350.000
    Non lisensi free biaya daftar
    Mohon koreksi jika saya salah..

    1. Pada awal tahun 2018 lalu, hanya ada satu ketentuan, yaitu lisensi dengan biaya pendaftaran Rp250 ribu. Mungkin sekarang sudah ada ketentuan baru…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *