Ban tubeless bocor

Kelebihan & Kekurangan Tambal Ban Tubeless dari Dalam

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Asli Mtb baru tahu jika ternyata di jaman now ini sudah ada metode tambal ban tubeless dari dalam. Soale sejak awal Mtb selalu menggunakan cairan anti-bocor.

Advertisement

Karena penggunaan cairan anti-bocor itu, Mtb sejak lebih dari 5 tahun terakhir ini baru sekali mengalami menambal ban tubeless. Itu pun Mtb menggunakan metode string, yakni cara disumpal dari luar… Cara yang telah ada sejak dulu. So… Mtb tidak tahu bahwa sekarang telah ada metode tambal ban tubeless tip top, yaitu cara penambalan dari sisi dalam ban.

Om Bro…!! Penggunaan ban tubeless memang Mtb rasa lebih aman. Karena ketika ban tertusuk benda tajam, tekanan angin dalam ban tidak akan langsung lolos keluar secara sekaligus. Apa lagi jika kita menggunakan cairan anti-bocor, tekanan angin ban jadi lebih terjaga.

ban tubeless motor matic

Malahan menurut pengalaman Mtb selama menggunakan cairan anti-bocor, tekanan angin ban tidak keluar meski telah 2 hari lamanya ban tertusuk skrup roofing berkepala baut 8 mm. Namun begitu, untuk menghindari resiko ban robek, akhirnya Mtb membawa motor ke tukang tambal ban. Roofing dicabut, dan lubang kebocoran ditambal.

Paku roofing 8 mm

Nah Om… Belum lama ini Mtb baru tahu bahwa sekarang ada dua metode tambal ban tubeless yang biasa digunakan, yaitu metode string dan metode tip top.

Metode string ialah teknik menambal ban tubeless dari luar dengan cara menusuk dan menyumpalkan benang penambal pada lubang kebocoran. Sedangkan metode tip top ialah teknik menambal ban tubeless dari dalam, yaitu dengan menempelkan tire patch.

Nah, dari kedua metode tambal itu, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.

Menurut Jimmy Handoyo, Technical Service & Development Dept. Head PT Suryaraya Rubberindo Industries (produsen ban FDR), metode tip top lebih aman karena tidak merusak konstruksi ban. Demikian juga menurut Rudi, teknisi Planet Ban di Condet, Jakarta Timur, bahwa metode tip top lebih aman meski waktu pengerjaannya lebih lama. (Kompas, 14/4/2019).

Betul Om… Tambal ban tubeless di Planet Ban telah menggunakan metode tip top…

Kelebihan dan Kekurangan Tambal Ban Tubeless Metode String

Kelebihan
  • Harga jasanya relatif lebih murah
  • Waktu pengerjaan relatif lebih cepat
  • Pengerjaannya lebih mudah dan praktis karena tidak perlu membongkar ban
  • Mudah ditemukan, kebanyakan tukang tambal ban menggunakan metode ini
Kekurangan
  • Benang penambal (penyumpal lubang kebocoran) dapat terlepas saat kendaraan melaju
  • Ada resiko bocor halus di area bekas penambalan
  • Ada resiko ban benjol setelah ditambal jika tusukannya tidak pas dan memutuskan komponen nylon di dalam ban

Kelebihan dan Kekurangan Tambal Ban Tubeless Metode Tip Top

Kelebihan
  • Bisa menjadi cara tambal ban tubeless sobek samping, tidak hanya di permukaan tengah saja
  • Hasil tambal lebih kuat dan lebih awet karena berada di sisi bagian dalam ban
Kekurangan
  • Harga jasanya mahal, berkisar Rp40 ribu hingga Rp120 ribu/lubang, tergantung besarnya lubang kebocoran
  • Waktu pengerjaannya lebih lama dan tidak praktis karena harus membongkar ban
  • Tidak semua tukang tambal ban menggunakan metode ini, rata-rata baru toko-toko tertentu saja

Om Bro…!! Susunan konstruksi ban tubeless memang lebih kuat. Bahkan ketika terjadi kebocoran pun, angin dalam ban tidak keluar sekaligus habis, tapi sedikit demi sedikit. Dengan begitu kita masih akan sempat mengendarai kendaraan, setidaknya untuk mencapai bengkel tambal terdekat.

Ada dua metode yang umum digunakan dalam tambal ban tubeless, yaitu metode string alias tusuk-sumpal, dan metode tip top.

Metode tip top dianggap lebih baik dan lebih aman dibanding metode string. Namun belum banyak bengkel yang menggunakan teknik ini. Baru toko-toko tertentu saja semisal Planet Ban atau pun Vidici Tire Shop.

Meski lebih aman dan lebih baik, cara tambal ban tubeless dengan metode tip top masih jarang diminati. Pasalnya, selain waktu pengerjaan yang lebih lama, metode tip top juga jauh lebih mahal dibanding metode string.

Sebagai gambaran, ketika itu Mtb menambal ban tubeless dengan metode string di SPBU Cisaga – Ciamis – Jabar, cuma Rp18 ribu untuk ban motor dengan lubang kebocoran dari skrup roofing 8 mm.

Sumber lain bahkan ada yang mengatakan bahwa harga tambal string hanya berkisar Rp10 ribu hingga Rp15 ribu saja.

Bandingkan dengan harga tambal tip top…

Menurut Ucok Marbun dari Vidici Tire Shop (Kompas, 14/4/2019), tarif tambal tip top di tokonya ialahRp80 ribu/lubang untuk kebocoran kecil, dan Rp120 ribu/lubang untuk kebocoran besar.

Naahh… Jauh pisan selisihnya dengan cara string kan Om…?? (Mtb).

Mengatasi Ban Tubeless Kempes Terus Padahal Tidak Bocor

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *