suzuki spin spesifikasi

Suzuki Spin Spesifikasi serta Review Kelebihan dan Kekurangannya

Motorisblog.com – Suzuki Spin spesifikasi. Namanya Fahrudin tapi biasa dipanggil Ayul. Dia teman Mtb waktu kerja di Komalas Restaurant, Jakarta. Dia bilang suspensi motor Mtb empuk. Tidak seperti Suzuki Spin 125 miliknya yang punya suspensi keras.

Saat itu Mtb tengah memiliki Honda Fit X 2008. Dia menceritakan keluhan saat membonceng istrinya yang tengah hamil menggunakan Spin-nya.

Sebenarnya Suzuki Spin 125 memiliki berbagai keunggulan dibanding Vario dan Mio yang menjadi rivalnya. Dia telah memiliki kapasitas mesin 124 cc ketika Mio masih 113 cc dan Vario masih 108 cc.

Ini merupakan kebiasaan Suzuki dimana dia selalu menonjolkan inovasi disektor mesin. Seperti pula Suzuki Satria RU 2 tak aka Satria Hiu yang barkapasitas 120 cc… meninggalkan Honda dan Yamaha dengan kapasitas mesin dibawahnya. Pun dengan Shogun 125 yang sudah muncul saat Honda dan Yamaha masih asyik dengan 100 cc dan 110 cc. Tapi, ya… pasar berkata lain. Inovasi Suzuki yang selalu menerapkan teknologi baru pada varian motor barunya justru menjadi boomerang. Akibatnya ketersediaan spare part jadi kurang terjamin. Penjualan semakin merosot. Satu persatu jaringan dealer dan bengkel resmi mulai berguguran. Hingga sekarang, jumlah penjualan motor Suzuki bahkan telah terlampaui oleh Kawasaki.

suzuki spin spesifikasi

Kembali ke Spin…

Suzuki meluncurkan varian matik pertamanya, yakni Spin 125 pada bulan Agustus 2006. Lokasi peluncurannya di pabrik perakitan Suzuki di Tambun, Bekasi.

Suzuki merilis Spin 125 hanya selang satu minggu setelah Honda meluncurkan Vario seri pertama.

Diawal kelahirannya, Suzuki memasang banderol yang cukup murah untuk Spin 125. Nominalnya ialah Rp10,7 juta. Padahal dia memiliki kapasitas mesin yang lebih besar dibanding Vario dan Mio.

Paduan warna Spin 125

Generasi awal Suzuki Spin ditawarkan dalam 2 versi, yakni Spin 125 (standar) dan Spin 125R.

Spin 125 didesain dengan warna kasual, yakni satu kelir saja. Target marketnya jelas kaum hawa. Sementara itu, Spin 125R menggunakan jok two tone yang tampak lebih sporty.

Warna bagian bawah jok juga berbeda. Spin 125 diberikan warna hitam, sementara Spin 125R diwarnai abu-abu. Bahkan kaliper rem pun dibedakan untuk keduanya. Tidak cukup, anak kunci Spin 125R pun dibuat tampak lebih eksklusif.

Sein dan lampu belakang

Keduanya diberikan pembeda. Mika lampu belakang Spin 125 tampak bening, sementara Spin 125R bernuansa smoke.

Spin 125 SR

Beberapa bulan kemudian Suzuki segera merilis Spin 125 SR yang telah dibekali dengan velg CW aka pelek racing. Varian warna tetap duo tone.

Spin 125 Night Rider (Spin 125 NR)

Diluncurkan sekitar Agustus 2007 dengan perpaduan warna hitam polos dan gold.

New Spin 125

Pada awal tahun 2008 Suzuki merefresh tampilan Spin. Desain cover lampu jadi berlekuk dan mika lampunya pun berbeda. Warna juga turut dimainkan dengan grafis tribal untuk Spin 125 SR edisi cowok dan motif bunga untuk kaum feminim. Selanjutnya leher knalpot pun sudah diganti dengan material yang lebih kuat. Teromolnya pun sudah berbeda. Spin 125 versi lama punya gigi as 18, sedangkan Spin 125 new diberikan 20 gigi. Akibatnya, teromol versi lama tidak bisa subtitusi dengan versi baru. Namun begitu, teromol New Spin 125 justru bisa saling tukar pakai dengan Skywave dan Skydrive.

Kelemahan Suzuki Spin

Pada dasarnya, Suzuki Spin 125 memiliki akselerasi yang cukup mumpuni. Dia mampu menyalip kendaraan lain bahkan dengan kecepatan tinggi di jalan perbukitan. Mesinnya pun tergolong bandel. Namun kelebihan tersebut nyatanya harus ditebus dengan kelemahan-kelemahan berikut ini,

Konsumsi bahan bakar boros

Tidak ada keterangan pasti berapa angka konsumsinya. Namun menurut salah satu pemiliknya, konsumsi Spin 125 mendekati Mio versi awal.

Suspensi keras

Seperti pula Kak Ayul, teman Mtb, admin blog mojok.co pun mengaku sama. Bahkan ibunda sang admin sampai tidak mau dibonceng dengan motor Spin karenanya.

Jok motor tidak nyaman

Bagian depan joknya lancip sehingga tidak nyaman.

Spare part mahal

Seperti yang sering Mtb bilang, sangat jarang ada spare part KW untuk motor Suzuki. Akibatnya, pemilik motor Suzuki harus selalu menggunakan part original.

Memang… part original memiliki mutu yang lebih bagus dibanding part KW ataupun part aftermarket. Namun kadang kita jadi kesulitan saat keuangan kurang mendukung. Betul?

Jaringan bengkel resmi dan dealer motor Suzuki terus menyusut

Efek dari penjualannya yang terus merosot, maka banyak jaringan Suzuki motor yang berguguran. Akibatnya tentu jadi makin mempersulit perawatan Spin 125.

Harga jual kembali (rasale value) anjlok drastis

Menurut sang admin blog, setelah tujuh tahun dia memiliki Spin 125, resale valuenya hanya Rp1,5-Rp3 juta. Ya… hal itu merupakan imbas dari kurangnya jumlah jaringan dan spare part yang tersedia dipasaran.

Footstep tidak nyaman

Kala itu, posisi footstep untuk pembonceng memang rata-rata tinggi bagi motor skutik. Demikian pula pada merk kompetitor seperti Mio, Vario dan Beat. Namun, Suzuki Spin 125 memiliki kelemahan dibanding kompetitor. Pasalnya, footstep Spin terpisah dari dek dan tidak dilapisi karet sehingga terasa licin saat diinjak. Berbeda dengan Vario yang dilapisi karet serta Mio dan Beat lama yang pijakan kaki pemboncengnya menyatu dengan dek depan.

Tapi ya sudahlah… toh sekarang Suzuki sudah tidak lagi memproduksi Spin 125.

Suzuki Spin spesifikasi

* Tahun Produksi
2006–2011

* Mesin
124 cc, ilinder tunggal, 4-langkah, berpendingin udara, SOHC, 2-katup

* Bore x Stroke
53,5 × 55,2 mm

* Kompresi
9,6:1

* Pengapian
CDI (digital)

* Sistem transmisi
CVT

* Suspensi Depan
Teleskopik

* Belakang
Peredam kejut tunggal

* Rem Depan
Cakram tunggal dengan piston tunggal

* Belakang
Tromol

* Ban Depan
70/90-14

* Belakang
80/90-14

* Panjang x lebar x tinggi
185,9 x 65,4 x 104,6 cm

* Berat
93 kg (dry)

* Kapasitas Tangki
3,7 liter

* Jarak terendah ke tanah
14,5 cm

* Daya kuda
9.5 bhp/7,500 rpm

* Torsi
9.5 Nm (1.0 kgf-m)/6,500 rpm

* Sistem starter
Elektrik dan Engkol

Suzuki Spin spesifikasi. (Mtb)
Sumber: Grid.id, Wikipedia.org, Mojok.co dan lain-lain

Tinggalkan Komentar