suzuki satria ru120

Suzuki Satria RU 120 Spesifikasi dan Kilas Balik Sejarahnya

Advertisement

Motorisblog.com – Suzuki Satria RU 120 Spesifikasi – Om Bro…!! Di tahun 1997, Suzuki telah melakukan suatu gebrakan teknologi dunia persilatan motor dengan produk Satria 120 S. Mengusung spesifikasi mesin berjenis 2 tak dengan transmisi 5 speed, yang menjadikannya sebagai motor bebek dengan kapasitas silinder paling besar di kelasnya, di jamannya.

Advertisement

Juga punya gigi transmisi paling banyak dikelas bebek, kala itu.

Ingat serial Wiro Sableng yang di tayangkan di RCTI??

Tentunya hanya anak 1990-an saja yang tahu bahwa Mtb mirip dengan Wiro Sableng. Wakakakkakk…

Salah. Bukan itu maksudnua…

Ken Sukendo, pemeran Wiro dalam serial tersebut (versi layar lebarnya di perankan oleh Toni Hidayat) adalah juga merupakan bintang iklan untuk motor Suzuki Satria 120 2 tak.

suzuki satria ru120
Suzuki Satria RU120

Disitu Mtb salut pada Suzuki di masa itu. Produk yang powerfull di iklankan oleh orang yang tengah populer di layar kaca, pastinya membuat si motor jadi lebih cepat populer juga.

Yup. Saat itu strategi promosi Suzuki Indonesia masih sangat ampuh, bahkan Suzuki masih menjadi runner up dalam jumlah penjualan sepeda motor di Indonesia, meninggalkan Yamaha di urutan ke-3.

SILSILAH SUZUKI SATRIA 120

1. Suzuki Satria 120S

Suzuki Satria 2tak 120S (disebut juga satria hiu) adalah motor bebek Pertama di Indonesia yang mengaplikasikan model Mesin tegak.

Model 120S itu terus di pertahankan oleh Suzuki hingga tahun 2002.

2. Suzuki Satria 120R

Pada tahun 1998, Suzuki menangkap kekurang puasan dari para konsumen setianya. Pasalnya, meski berkubikasi besar dan bermesin 2tak, Satria 120S di nilai kurang responsif. Perkaranya adalah karena dia menggunakan kopling berjenis semi otomatis.

Menyadari hal itu, maka Suzuki Indonesia segera melahirkan Satria 120 R atau yang biasa di sebut Satria RU. Dan adik dari 120S tersebut akhirnya dijejali dengan kopling manual demi menjawab tantangan akan motor bebek yang kencang dan agresif. Namun karena sistem kopling manual itu, Satria RU terkesan menjadi motor laki banget, bukan seperti umumnya motor bebek.

Atas dasar itu pulalah Suzuki mencabut starter elektrik dan hanya memberikan Kick starter pada 120R.

Sekedar informasi, di jaman tersebut (era 90-an) belum populer motor jenis skuter matic. Karenanya, motor bebek masih dianggap sebagai motornya kaum hawa. Hal itulah yang menjadi dasar kala itu starter elektrik hanya ada pada motor tipe bebek saja.

Mengingat keperkasaan Suzuki Satria RU, sungguh disayangkan sekarang sudah tidak diproduksi lagi. Tapi sih bukan hanya Suzuki saja yang harus kehilangan jagoannya. Yamaha RX King dan Kawasaki Ninja 150 series pun harus berhanti produksi karena peraturan pemerintah yang melarang produksi motor 2 tak. Alasannya jelas, perkara emisi (polusi udara) motor 2 tak yang lebih kotor dibanding motor 4 tak.

Namun begitu, Satria RU masih bertahan diproduksi hingga tahun 2005

3. Suzuki Satria 120RU

Setahun setelah Satria 120S discontinue, Suzuki Indonesia mengimpor varian lain dari Suzuki Lion, Malaysia. Varian modelnya adalah RU120 LSCM.

RU120 discontinue bersama dengan 120R pada tahun 2005.

Di Malaysia sendiri, Satria RU120 adalah Pengembangan dari Suzuki RG Sport 110.

Suzuki Satria RU 120 Spesifikasi (Tipe S & Tipe R)

  • Mesin: 2 langkah (2 tak), katup buluh
  • Sistem pendinginan: Udara (Jet Cooled)

Dulu Mtb heran melihat blok mesin motor Suzuki bebek 2 tak yang selalu ada tulisan “Jet Cooled”.

Mtb lebih bingung lagi karena orang-orang di kampung Mtb selalu membacanya dengan ejaan Bahasa Indonesia yang menjadi “jet kol”.

Saat itu Mtb hanya berasumsi bahwa jet cooled hanyalah mesin turunan semacam Honda Astrea. Mtb baru faham jet cooled setelah Mtb masuk SMP dan tahu Bahasa Inggris sedikit-sedikit (sekolah SD di era 1990-an belum ada pelajaran Bahasa Inggris).

Di baca dari “kata-nya”, jet cooled mengandung makna / filosofi “cepat dingin”. Artinya di masa itu Suzuki mengklaim bahwa mesin-mesin motornya memiliki sistem pendinginan yang efektif. Hal itu (sepertinya) untuk menepis anggapan bahwa motor 2 tak mudah mengalami overheat.

Advertisement
  • Jumlah silinder: Tunggal, tegak

Seperti yang Mtb sebutkan di atas, bahwa Suzuki Satria 120 adalah pelopor mesin tegak pada motor bebek di Indonesia.

  • Isi silinder: 120 cc

Disaat Honda dan Yamaha masih sibuk dengan mesin 100 cc untuk motor-motor bebeknya, Suzuki sudah mendahului dengan kubikasi yang lebih besar.

  • Sistem bahan bakar: Karburator, MIKUNI VM 20 SS
  • Diameter × langkah (bore × stroke): 56 × 49 mm

Dari perbandingan diameter dan langkah pistonnya, terlihat bahwa Suzuki mengedepankan pencapaian top speed ketimbang akselerasi di putaran bawah. Tapi hal itu tidak berarti Suzuki Satria 120 lemot di awal lho ya.

Meski langkah pistonnya pendek, motor-motor bermesin 2 tak memiliki akselerasi spontan di putaran bawah.

  • Rasio kompresi: 7,0:1

Dijaman itu, rata-rata motor 2tak memang berkompresi rendah. Jadi nyaman di kantong.

Tapi rasio kompresi yang rendah tidak serta merta menurunkan power mesin.

Seperti yang Mtb sebutkan di atas, secara dasar mesin 2tak memiliki akselerasi kencang dan spontan.

  • Power maksimum: 13,5 PS / 8000 rpm (120RU), 15,5 PS / 8000 (RGV120)
  • Torsi maksimum: 1,5 kgf.m / 7000 rpm
  • Kopling: Otomatis, plat majemuk (120S), Manual, plat majemuk (120R)
  • Transmisi: Manual, 5 speed, sistem rotari (120S), Manual 6 speed, return (R + LSCM)

Pada versi semi otomatis, Suzuki menerapkan sistem rotari (N-1-2-3-4-5-N), sedangkan pada tipe kopling manual, Suzuki menggunakan sistem return (1-N-2-3-4-5-6)

  • Kapasitas tangki bahan bakar: 5,2 liter

Untuk ukuran motor bebek, volume tangki 5,2 liter tergolong besar saat itum Rupanya Suzuki sudah mempersiapkannya demi mendukung konsumsi bahan bakar sang pendekar yang relatif boros.

Maklum, 2tak.

  • Kapasitas oli mesin: 1,05 liter (berkala); 1,15 (total)

Mtb tidak faham, apakah saat itu Suzuki menyediakan oli mesin dengan kemasan yang di sesuaikan atau tidak??

Tapi kalau melihat kemasan oli yang beredar sekarang, kapasitas oli Satria 120 cukup merepotkan. Pasalnya Om Bro jadi harus membeli 2 botol oli, namun salah satunya hanya untuk di ambil sebanyak 50 ml saja.

  • Dimensi (panjang × lebar × tinggi): 196 × 71 × 104 cm
  • Jarak sumbu roda: 124,4 cm
  • Berat kendaraan: 101 kg (kosong)
  • Rangka: Dual crandle box

Suzuki Computerized analyzed frame (SCAF) memberikan jaminan kestabilan motor pada semua kecepatan.

Ini merupakan salah satu inovasi motor komersil yang luar biasa dari Suzuki. Jauh-jauh hari sebelum Yamaha punya rangka deltabox dan Honda belum punya rangka teralis, Suzuki sudah punya duluan.

  • Suspensi depan: Teleskopik
  • Suspensi belakang: Unit swing dengan peredam kejut tunggal

Pun dengan ini. Saat Honda dan Yamaha masih menggunakan dual shock pada semua varian bebeknya, Suzuki Satria 120 sudah duluan memakai monoshock.

  • Ukuran ban depan: 2,50-17 (70/90-17)
  • Ukuran ban belakang: 2,75-17 (80/90-17)
  • Rem depan: Disc brake, dual piston
  • Rem belakang: Tromol (spoke), disc brake, dual piston (Cast Wheel)

Ini juga merupakan kelebihan tersendiri dari Satria. Pasalnya, di tahun-tahun itu merk lain baru menggunakan hanya satu cakram saja pada roda depan. Itu pun kebanyakan hanya single piston kaliper.

  • Sistem pengapian: CDI
  • Busi: NGK BP7ES
  • Starter: Electric starter dan kick starter (120S), kick starter (120R)
  • Konsumsi bahan bakar: 25-35 km/liter

Seperti umumnya motor-motor 2tak, Satria juga gampang haus. Konsumsi bahan bakarnya hanya di kisaran 25-35 km / liter.

Perkara stang kemudi, Suzuki Satria 120 memiliki Radius putar 45 derajat Kiri dan kanan. (Mtb – Suzuki Satria RU 120 Spesifikasi).

Jumlah Recall Suzuki Satria Injeksi Hingga 4.189 Unit, Ini Masalahnya…

Advertisement

1 komentar untuk “Suzuki Satria RU 120 Spesifikasi dan Kilas Balik Sejarahnya”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *