Beranda » Komparasi » Strategi Yamaha dan Honda: Licik Tapi Cerdas

Strategi Yamaha dan Honda: Licik Tapi Cerdas

Motorisblog.com – Om Bro! Bicara soal strategi Yamaha dan Honda memang seru. Dua pabrikan ini pernah susul menyusul pada rentang waktu 2008 hingga 2010.

Yup. Penjualan motor Honda vs Yamaha vs Suzuki pernah diwarnai dengan ketatnya persaingan antara Honda vs Yamaha selama tiga tahun tersebut.

Bahkan iklan dari dua merk ini dulunya kerap saling sindir sehingga sangat mengena ke hati masyarakat Indonesia.

Tapi itu dulu. Khususnya sebelum tahun 2010.

Strategi Yamaha dan Honda yang “Licik”

Ada hal yang sangat menarik hati Mtb, namun hal ini kemungkinan hanya menjadi perhatian sebagian orang saja. Tidak semua konsumen tahu.

Yup. Selama ini Honda selalu mengklaim irit dan Yamaha mengklaim kencang.

Tahukah Om Bro sekalian bahwa klaim mereka itu sudah tampak jelas dari kapasitas silindernya?

Betul Om! Tanpa perlu kita bicara detail mengenai karakter mesin, setting klep, susunan komponen, rasio gear dan lain-lain pun kita sudah bisa tahu bahwa motor Honda lebih irit dan motor Yamaha lebih kencang.

New Honda Mega Pro vs Yamaha Byson

Yamaha Byson dan Honda New Mega pro 150 sama-sama mereka klaim memiliki volume silinder sebesar 150cc. Tapi jika Om Bro perhatikan baik-baik data teknisnya, sebenarnya volume silinder keduanya berbeda lumayan banyak.

Yamaha Byson versi karburator memiliki kapasitas asli mesin 153cc, sementara itu New Honda Mega Pro karbu hanya memiliki volume silinder sebesar 149.5cc saja. Jadi wa yajar saja jika Honda lebih irit dan Yamaha lebih kencang. Lah wong kapasitas silindernya juga berbeda.

Itu baru bicara kapasitas silinder saja. Belum lagi kalau kita bicara lebih detail mengenai setting dan susunan konstruksi mesin dari keduanya.

Artinya, kubikasi mesin itu saja sudah menjadi pondasi dari klaim mereka masing-masing.

Honda Beat Series vs Yamaha Mio Series

Contoh lainnya lagi saat sekarang skutik entry level Honda masih menggunakan mesin 110cc, Yamaha sudah sejak lama menggunakan mesin 125cc. Maka hasil akhirnya ya tetap pada klaim irit vs kencang.

Honda Astrea Series vs Yamaha Crypton

Sejak awal karirnya memasuki dunia bebek 4-tak, Yamaha telah menggunakan mesin berkapasitas 101.8cc untuk model Crypton, bahkan kemudian naik menjadi 102cc. Sedangkan Honda pada saat itu masih menggunakan mesin berkubikasi 97.1cc untuk Astrea Series miliknya, antara lain Honda Astrea GrandAstrea ImpressaSupra X 100 dan Supra Fit series. Maka iya wajar saja jika Crypton dan Vega R lebih agresif dan jajaran bebek Honda lebih irit.

Yamaha Crypton

Honda Revo 110 vs New Yamaha Vega R 110

  • Honda Revo: 109.1cc
  • New Yamaha Vega R: 110.3cc
  • Honda Vario 124,8cc
  • Yamaha Xeon RC 124,86cc

Dan masih banyak lagi contoh-contoh lain dari lini produk mereka.

Nah Om. Jadi jelas ya. (Mtb).

15 tanggapan pada “Strategi Yamaha dan Honda: Licik Tapi Cerdas”

    1. Iya… padahal itu faham 4-tak vs 2-tak… tapi masih kebawa sampe sekarang udah jaman 4-tak vs 4-tak.

      Selain itu tergantung kelas motornya juga sih mungkin. Nyatanya motor sy Honda Spacy kalo jarak jauh mesinnya udah panas terus kena macet, lama-lama mesinnya malah mati. Bukan malah kenceng. Hi hi hi hi…

    2. WarungBiker.Com

      namanya juga bahasa marketing,. jadi sebisa mungkin membuat image produk yang pas dan mudah diingat konsumen,

    1. Nah itu Om… Kita lihat value per-model-nya aja… jangan liat merk-nya.

      Apalagi sampe jadi fansboy… Waduh…

  1. Wah ini sudah ranah marketing sebenarnya. Masing-masing memang berusaha membangun image sendiri-sendiri. Ketika Honda sudah mengklaim sebagai motor irit, mau gak mau Yamaha harus klaim image yang lain. Kadang-kadang fakta dan faktor teknis tidak begitu penting.

    1. Yup… Fakta di lapangan memang seringkali branding lebih punya pengaruh ketimbang faktor teknis.

    1. Iya Om… Sampe sekarang di sekitaran sy masih ada anggapan kayak gitu. Padahal sy bilang sih beda iritnya paling satu sendok teh, terus beda kencengnya juga paling beberapa meter aja.

      Ngga akan signifikan untuk motor yang sekelas dan untuk penggunaan harian.

      Untuk urusan motor harian, faktor manusia & cara berkendara-nya yang lebih punya pengaruh pada irit atau kencengnya motor.

      Meski motornya kenceng tapi kalo bangun tidur kesiangan ya telat masuk kerja.

      Meski motornya irit tapi kalo bawa-nya seruntulan ya jadi boros.

      Pokoke ya pilih motor sesuai budget dan kebutuhan dan value yang ditawarkan. Ngga peduli merk-nya ‘H’ atau pun ‘Y’.

  2. Saudara sesama jepun yg mencoba mengelabui rakyat Indonesia lewat seakan2 mereka bersaing, padahal mereka berbagi kue market share.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *