Stang Motor Goyang Saat Jalan?? Periksa 6 Bagian Ini…

Motorisblog.com – Om Bro…!! Seiring usia, ada kalanya stang motor goyang saat jalan. Atau jika pun usia motornya masih relatif muda, mungkin saja motor tersebut pernah jatuh sehingga terjadi kerusakan pada beberapa bagian.

Dari pengalaman dan hasil sharing Mtb, Mtb menciduk setidaknya ada 6 hal yang bisa menyebabkan stang goyang saat kecepatan tinggi atau pun di kecepatan rendah.

Apa sajakah itu??

Kita cekidot bae Om…

1. Kondisi Ban

Salah satu penyebab stang motor goyang goyang ialah jika ada benjolan pada permukaan ban. Penyebabnya rupa-rupa, bisa benjol karena pernah menghantam lubang jalanan, karena bekas tambalan yang kurang baik, atau pun karena profil ban yang telah menipis.

Selain benjolan pada permukaan ban, periksa juga tekanan anginnya. Ban yang kurang angin (kempes) akan membuat motor menjadi limbung sehingga memberikan feel goyang pada stang.

2. Kondisi Velg

Selain ban, kondisi velg yang tidak beres pun akan menimbulkan goyangan pada stang. Periksa velg roda, barangkali ada bagian yang bengkok dan retak. Gunakan standar dua (standar utama), putar ban dan lihat gerakan rodanya… Apakah lurus atau berkelok-kelok??

3. Bearing (Laher) Roda

Bearing atau yang biasa disebut laher (klaher) pun bisa menimbulkan efek goyangan jika telah rusak. Periksa dengan menggoyangkan roda ke sisi kiri-kanan, barangkali laher telah rusak, misale ada bantalan peluru yang pecah, dan sebagainya.

4. Segitiga Dudukan Stang

Fungsinya ialah untuk menghubungkan stang dengan shockbreaker.

Biasanya, kerusakan segitiga dudukan stang timbul akibat motor pernah terjatuh. Jatuh dengan keras yang menyebabkan terjadinya ketidaksejajaran antara garpu kiri dan garpu kanan.

Jika kondisinya seperti itu, maka sebaiknya bawa motor ke tukan press segitiga supaya kondisi motor kembali normal.

5. Shockbreaker

Shockbreaker mati sebelah atau bahkan mati dua-duanya pun dapat menimbulkan ketidakseimbangan pada pengendalian motor. Biasanya kebocoran oli shock yang menjadi penyebab utama shock mati.

Seperti Om Bro sekalian tahu, fungsi shockbreaker adalah untuk meredam kejut dari permukaan jalan. Dengan shockbreaker yang layak, berkendara jadi terasa nyaman. Sebaliknya, shockbreaker yang rusak akan menimbulkan ketidaknyamanan karena adanya goncangan dari permukaan jalan.

Selain hanya keras, goyang dan tidak nyaman, daya cengkeram ban ke permukaan jalan pun jadi berkurang.

Iya Om… Selain hanya meredam kejutan dari permukaan jalan, shockbreaker juga berfungsi untuk meningkatkan daya cengkram ban roda ke permukaan jalan.

Selain karena mati, shockbreaker yang bengkok pun membuat pengendalian motor menjadi goyang. Misale saja bengkok (tidak presisi) karena motor pernah jatuh, atau pun karena karet bantalan shockbreaker tidak solid (tidak rapat).

6. Komstir

Naahh… Komponen inilah yang paling bisa membuat stang motor goyang goyang. Posisinya ada pada sumbu di antara segitiga garpu depan dengan rangka motor.

Komstir punya peran penting dalam pengendalian motor. Bila komstir telah rusak / oblak, maka setelan kekencangan stang tidak akan bisa di setting dengan baik. Jika setelan sedikit kendor, maka stang akan terasa goyang saat motor di kendarai. Sedangkan jika setelannya sedikit terlalu erat, maka gerakan stang akan terasa kasar dan seret.

Komstir terdiri dari mangkuk dan bola-bola besi… Cara kerjanya hampir seperti laher roda, hanya berbeda fungsi dan penempatannya saja.

Kerusakan komstir dapat disebabkan oleh beberapa hal… Salah tiganya ialah karena usia udzur dan/atau karena motor sering dikendarai di jalanan usak, atau juga karena Om Bro sering melakukan hard breaking menggunakan rem depan.

Om Bro…!! Getar / goyang pada stang dapat menimbulkan bahaya saat berkendara. Karenanya, jika terasa ada gejala atang motor goyang goyang, sebaiknya jangan memaksakan diri untuk tetap melanjutkan perjalanan. Periksa dan perbaiki / ganti dahulu bagian yang rusaknya. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: