Suzuki Thunder 125

Spesifikasi Suzuki Thunder 125 dan 250: Gagah Tapi Gagal??

Advertisement

Motorisblog.com – Thunder 125 dan 250 – Suzuki Thunder 125 adalah proyek lanjutan dari varian 250 cc yang merupakan motor komersil berkapasitas mesin terbesar di era 2000-an.

Advertisement

Jika dilihat dari spesifikasi teknisnya, Suzuki Thunder 250 sebenarnya nyaris tanpa kelemahan. Namun harga yang relatif mahal membuatnya kurang tangguh dalam pertarungan melawan Honda Tiger dan Yamaha Scorpio.

Harga yang cukup tinggi pada kondisi baru itu berbanding terbalik dengan harga pada kondisi bekas (second), yang tentunya hal itu dipengaruhi oleh minimnya jaringan aftersales motor Suzuki pada masa sekarang.

Suzuki Thunder 250
Suzuki Thunder 250 (Sumber: bukalapak.com)

Bagi penggemar setia Suzuki Thunder, baik 125 atau pun 250 cc, pada umumnya suka melakukan modifikasi untuk menjaga penampilannya tetap gagah.

Suzuki Thunder 125
Suzuki Thunder 125

Suzuki Thunder 125

Varian ini di kembangkan oleh Suzuki sejak tahun 2005 sebagai jawaban atas kebutuhan motor sport dengan harga terjangkau.

Thunder 125 mendapat sambutan yang cukup baik dari masyarakat Indonesia. Dapat dilihat dari banyaknya unit ini yang lalu-lalang pada kisaran tahun 2007 – 2008. Namun sayang, seiring perkembangan dunia persilatan motor yang lebih ramai pada kelas sport 150 cc, Suzuki harus mendiscontinue Thunder 125 pada tahun 2016 lalu. (Sumber: viva.co.id (17/2/2016).

Pasca di “matikannya” Thunder 125, Suzuki melanjutkan produksi sepeda motornya dengan fokus pada New Satria F 150 FI. Dan hingga saat ini, varian fokus Suzuki telah bertambah dengan GSX-S150 dengan model naked dan GSX-R150 yang mengusung desain sport fairing.

Suzuki Thunder 250

Kilas balik ke belakang…

Thunder 250 pertama kali di brojolkan oleh Suzuki pada akhir tahun 1999. Dia mengusung model sport touring seperti kompetitornya, Honda Tiger dan Yamaha Scorpio.

Sejak tahun 1999 hingga tahun 2002, Thunder 250 didatangkan ke Indonesia dengan cara CBU (Complete Built Up). Barulah pada tahun 2003 hingga 2005, Thunder di datangkan dengan sistem CKD, alias di rakit di Indonesia.

Thunder 250 hadir dengan di bekali sistem Twin Swirl Chombustion Chamber (TSCC), yaitu dua pembakaran kembar yang membuat pengabutan menjadi lebih sempurna. Teorinya, dengan baiknya pengabutan, maka akan menghasilkan pembakaran yang cepat dan menyebabkan muntahan tenaga menjadi lebih besar.

Suzuki Thunder 250 mengusung mesin SOHC satu silinder dengan 4 katup. Power yang di keluarkan mencapai 22 hp / 7500 rpm.

Advertisement

Meski penjualan Suzuki Thunder 250 terbilang kurang berhasil, namun untuk varian 125 cc, pada tanggal 17 hingga 19 Agustus 2007, Thunder mampu memecahkan rekor parkiran motor sejenis terpanjang di Indonesia. Rekor tersebut di catat pada acara Jambore Nasional Suzuki Thunder 125 yang di hadiri oleh ribuan unit dari 150 club di bawah Asosiasi Suzuki Thunder Indonesia.

Spesifikasi Suzuki Thunder 125 dan 250

Mesin

  • Thunder 125: 4 langkah, SOHC, 2 katup
  • Thunder 250: 4 langkah, SOHC, 4 katup, TSCC

Sistem pendinginan

  • Thunder 125: Udara
  • Thunder 250: Udara

Jumlah silinder

  • Thunder 125: Tunggal, tegak
  • Thunder 250: Tunggal, tegak

Isi silinder

  • Thunder 125: 125 cc
  • Thunder 250: 249 cc

Sistem bahan bakar

  • Thunder 125: Karburator
  • Thunder 250: Karburator, Mikuni BSR 32 mm

Diameter × langkah (bore × stroke)

  • Thunder 125: 57 × 48,8 mm
  • Thunder 250: 72 × 61,2 mm

Rasio kompresi

  • Thunder 250: 9,0:1

Power maksimum

  • Thunder 125: 11,8 PS / 9000 rpm
  • Thunder 250: 22 DK / 7500 rpm

Torsi maksimum

  • Thunder 125: 9,4 Nm / 7500 rpm
  • Thunder 250: 2,1 kgf.m / 6000 rpm

Kopling

  • Thunder 125: Manual, tipe basah
  • Thunder 250: Manual, tipe basah

Transmisi

  • Thunder 125: Manual, 5 percepatan, sistem return
  • Thunder 250: Manual, 5 percepatan, sistem return

Kapasitas tangki bahan bakar

  • Thunder 125: 15 liter
  • Thunder 250: 15 liter

Kedua varian Suzuki Thunder memiliki kapasitas tangki bahan bakar yang cukup besar jika dibandingkan dengan motor-motor sport 150 cc jaman sekarang yang rerata hanya 11-12 liter saja.

Dimensi (panjang × lebar × tinggi)

  • Thunder 125: 197 × 74,5 × 104,5 cm
  • Thunder 250: 197,5 × 76,5 × 107,5 cm

Jarak sumbu roda

  • Thunder 125: 127 cm
  • Thunder 250: 131 cm

Jarak terendah ke tanah

  • Thunder 125: 16,5 cm
  • Thunder 250: 27 cm

Berat kendaraan

  • Thunder 125: 130 kg (kosong)
  • Thunder 250: 145 kg (kosong)

Dilihat dari bobotnya, Suzuki Thunder 250 adalah motor yang cukup stabil pada kecepatan tinggi.

Rangka

  • Thunder 125: Pola berlian
  • Thunder 250: Pola berlian

Suspensi depan

  • Thunder 125: Teleskopik
  • Thunder 250: Teleskopik 37 mm

Suspensi belakang

  • Thunder 125: Lengan ayun dengan peredam kejut ganda
  • Thunder 250: Lengan ayun dengan peredam kejut ganda (Showa Standart)

Ukuran ban depan

  • Thunder 125: 80/90/18 M/C 45P

Ukuran ban belakang

  • Thunder 125: 90/90-18 M/C 51P
  • Thunder 250: Dunlop TT800, 120/70-17 58P

Rem depan

  • Thunder 125: Cakram hidrolik
  • Thunder 250: Cakram hidrolik 260 mm

Rem belakang

  • Thunder 125: Drum (tromol)
  • Thunder 250: Drum (tromol)

Sistem pengapian

  • Thunder 125: CDI
  • Thunder 250: CDI

Starter

  • Thunder 125: Elektrik dan kick starter
  • Thunder 250: Elektrik dan kick starter

(Mtb).

Bengkel Ini Menyediakan Spare Part Thunder 250 cc Lengkap, Bahkan Bisa Restorasi

Modif Thunder 250 cc ala Japstyle Berlabur Warna Merah

Advertisement

2 komentar untuk “Spesifikasi Suzuki Thunder 125 dan 250: Gagah Tapi Gagal??”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *