yamaha rx king

Spesifikasi RX King: Riview Legenda Fighting Sport Yamaha

Advertisement

Motorisblog.com – Spesifikasi RX King – Om Bro…!! Seperti biasa, setiap Lebaran, salah satu kakak ipar Mtb selalu mudik menggunakan motor Yamaha RX King kesayangannya, lansiran tahun 1995…

Advertisement

Mtb perhatikan motor tersebut sambil ngobrol-ngobrol ringan bareng kakak, si empunya motor.

Usia si motor sudah 22 tahun, tapi dia masih segar bugar… bahkan ketika ditunggangi untuk kendaraan mudik dari Tangerang ke Ciamis dan sebaliknya.

Review Detail Yamaha RX King

Beberapa titik yang menjadi perhatian Mtb diantaranya:

yamaha rx king
Yamaha RX King 1993

Lampu utama

Lampu utama kotak model lama dengan mika buram…

Saat itu, model ini sudah keren…

Iya tentunya jangan dibandingkan dengan lampu motor jaman sekarang yang umumnya sudah sporty dan menggunakan jenis LED.

Tangki bahan bakar

Tangki bahan bakarnya juga model konvensional, jadul banget. Tapi dimasa itu memang model seperti ini sudah keren dan sporty.

Blok silinder

Melihat blok silinder bersirip Yamaha RX King, ukurannya cukup besar. Terlihat begitu kuat dan tangguh.

Meski kapasitas silindernya cuma 132cc, tapi jangan di tanya soal performa / tenaga. Dijaman itu, motor ini sulit dicari tandingannya dikelas motor harian.

Spakbor

Aplikasi spakbor depan sudah menggunakan bahan plastik seperti umumnya motor jaman sekarang… namun spakbor belakang masih menggunakan bahan logam.

RX King sudah mengalami pembaruan dari RX K… dimana RX K menggunakan bahan logam untuk spakbor depan dan belakang.

Footstep

Dijaman itu, footstep model gantung belum menjadi tren. Rata-rata motor masih menggunakan footstep yang sejajar dengan unit swing (arm).

Tapi untungnya, meski sejajar, RX King sudah memisahkan footstep dengan arm sehingga pijakan kaki pembonceng tidak terlalu bergejolak.

Wkwkwkwk… Maksudnya tidak terlalu bergetar saat berkendara di jalanan jelek.

Knalpot model konvensional

Dijaman itu, model knalpot juga belum neko-neko… Masih lurus polos begitu saja, seolah mengatakan, “Lebih penting performa dari pada penampilan”.

Kadang ada sih yang modif pakai knalpot kolong, tapi kalau melihat jumlahnya, masih lebih banyak yang menggunakan model standar.

Hanya saja yang sering terlihat melintas dijalanan adalah model knalpot standar yang sudah di bobok… yang suaranya bikin kuping sakit.

Rangka double cradle

Mtb tidak yakin sih… tapi mungkin ini awal dari teknologi rangka deltabox milik Yamaha…

Yup… Om Bro dapat melihat dengan jelas ada 2 batang pipa yang memanjang dari lokasi dudukan stang hingga melingkar ke bawah mesin Yamaha RX King.

Sekilas Sejarah Yamaha RX King

Pengganti RX K

RX King adalah salah satu produk sepeda motor 2 tak dari pabrikan Yamaha sejak 1983 hingga 2008… yang artinya dia berusia 25 tahun masa produksi. Cukup lama, bahkan lebih lama dari Honda Tiger yang menjadi legenda dari pabrikan Honda di Indonesia.

RX King adalah motor tercepat di jamannya. Saking cepatnya, dia sampai mendapat julukan “motor jambret” karena sering di pakai oleh para pelaku kejahatan.

RX King adalah proyek lanjutan dari RX K yang sudah diproduksi sejak tahun 1980.

RX K di produksi di Jepang dan di datangkan ke Indonesia dengan cara impor utuh alias CBU (complete built up)… berbeda dengan RX King yang walaupun mesinnya masih utuh dari Jepang, namun body sudah di buat dan di rakit di Indonesia.

Yamaha tidak serta merta menghentikan penjualan RX K dan menggantinya RX King…

Yup… RX King lahir melalui tahapan survey panjang Yamaha.

Survey tersebut dilakukan setidaknya di pulau Jawa dan Sumatera…

Melalui Motoaki Hyodo, Chikao Kimata dan Nobou Aoshima, survey tersebut menghasilkan permintaan akan sepeda motor yang cepat dan kuat namun irit bahan bakar.

Advertisement

Menindak lanjuti hasil survey itu, maka lahirlah RX King dengan teknologi Yamaha Energy Induction System (YEIS) dan Yamaha Computerized Lubrication System. Dengan teknologi ini, RX King mampu berhemat bahan bakar sebesar 15% dibanding RX K, saudara tuanya.

King Cobra

Yamaha rx king cobra 1994
Yamaha RX King 1994

Awal produksi Yamaha RX King dimulai dari generasi King Cobra (1983-1991).

Nama (panggilan) King Cobra dicetuskan karena motor ini menggunakan stang dengan model leher ular kobra. Dan seperti yang Mtb sebutkan di atas, RX King Cobra ini masih menggunakan mesin yang masih di import dari Jepang, namun dengan body yang di buat dan di rakit di Indonesia.

King Master

Selesai sesi King Cobra, Yamaha melanjutkannya dengan King Master (1992-2001).

RX King 1997

Pada tahun 1997, Yamaha melakukan perubahan, yaitu menggunakan footstep yang tidak lagi menempel pada arm.

RX King 2002

Dan pada tahun 2002, Yamaha mulai mengaplikasikan model rem cakram dengan dua piston untuk roda depan RX King.

RX King 2006

Perubahan terakhir terjadi pada tahun 2006 (generasi New King)… dimana Yamaha menggunakan catalic converter demi memenuhi standar emisi Euro. Hal itu tentunya memberikan efek positif karena knalpot RX King menjadi tidak berasap (mengurangi polusi), tapi ya secara power New King menjadi kurang bertenaga.

Pada generasi New King ini pula lah, Yamaha mengaplikasikan lampu utama dengan model bulat hingga discontinue pada tahun 2008.

Kelemahan RX King

Dari hasil obrolan dengn kakak dan sharing dengan teman, (katanya) RX King punya satu kelemahan… yaitu mesin yang mudah panas. Akibatnya, penunggang RX King harus sering-sering istirahat pada perjalanan jarak jauh, semisal touring atau pun mudik Lebaran. Karena jika di paksakan, resikonya bisa terjadi over heat yang dapat berakibat piston macet dan mesin mati dalam perjalanan.

Spesifikasi RX King Yamaha

Yamaha rx king
Yamaha RX King Gold 2003 (20th Aniversary Gold Edition)
  • Tipe Mesin: 2 langkah berpendingin udara, silinder tunggal tegak 132cc
  • Sistem bahan bakar: Karburator, Mikuni VM 26 ×1
  • Diameter × langkah (bore × stroke): 58 × 50 mm
  • Rasio kompresi: 6,9:1
  • Power masksimum: 18,5 ps/9000 rpm
  • Torsi maksimum: 1,54 kgf.m/8000 rpm
  • Tipe Kopling: Manual, multiplat, tipe basah
  • Transmisi: Manual, 5 percepatan (1-N-2-3-4-5)
  • Kapasitas tangki bahan bakar: 9,5 liter
  • Kapasitas oli: 1 liter oli samping
  • Dimensi (panjang × lebar × tinggi): 197 × 73,5 x 106,5 cm
  • Jarak sumbu roda: 124,5 cm
  • Jarak terendah ke tanah: 16 cm
  • Tinggi tempat duduk: 77 cm
  • Berat kendaraan: 100 kg
  • Tipe Rangka: Double cradle
  • Tipe Suspensi: Teleskopik (depan), Unit swing dengan shock breaker ganda (belakang)
  • Ukuran ban: 2.75-18 4PR (depan); 3.00-18 4PR (belakang)
  • Rem: Cakram dengan piston ganda (depan), tromol (belakang)
  • Sistem pengapian: AC-CDI
  • Battery (accu / aki): GM 3-3B / 12.3
  • Busi: BP8HS-10
  • Sistem Starter: Kick starter

(Mtb – Spesifikasi Rx King Yamaha).

Spesifikasi Yamaha RX 125 Twin, RX 100, RX 125 Engkel, RX K, RX S 125 dan RX Special

Yamaha RX King 1997 Original, Benarkah Made in Japan?

Advertisement

5 komentar untuk “Spesifikasi RX King: Riview Legenda Fighting Sport Yamaha”

  1. Mohon maaf atas kesalahan saya, dan terima kasih atas koreksinya.

    Sudah saya perbaiki.

    Saya tidak menguasai penuh mengenai riwayar RX King. Data tersebut dari hasil ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang yang (mungkin juga) mendapat informasi yang kurang tepat dari sumbernya masing-masing.

    Terima kasih, Om Bro. Salam satu aspal…

  2. Aduh tentang remnya bro salah besar tu! Hehe. Yang bebar adalah sejak generasi Rx K sampai Rx King Master cakram depan selalu single piston. Sejak generasi Rx King Facelift (2002) baru menggunakan double piston

  3. Yayak Agus Subiyantoro

    King kobra itu diproduksi sampai th 1994 boss..!! Kemudian selanjutnya adalah king Master dan dilanjut new king lalu generasi yang terakhir king peredam.

    Kode RX king rakitan jepang bisa dilihat dari Blok mesin berkode Y-1 sd Y-4. Adapun generasi selanjutkan memakai kode YP-1 sd YP-74.

    Istilah YP ini ada yang menyebut Yamaha Pulo gadung sbg guyonanya. Yang dimaksud dg YP adalah Yamaha Part.

    Intinya senua RX king pancen jossss…..!! Cuman aku pribadi sampai sekarang masih memburu King cobra tahun buatan 1993 kebawah.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *