motor listrik gesits di iims 2019

Harga dan Spesifikasi Motor Gesits, Plus Riwayatnya…

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Setelah rilis resminya pada tanggal 25 April 2019 kemarin, berikut ini Mtb share harga dan spesifikasi motor Gesits 2019 yang Mtb ciduk dari beberapa sumber.

Advertisement

Yup… Harga motor Gesits 2019 yang merupakan motor listrik buatan anak bangsa telah resmi di rilis pada tanggal 25 April kemarin ini di ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019.

Betul Om… Setelah beberapa kali molor dari rencana jadwal rilisnya, akhirnya motor nasional Gesits muncul pada hari Kamis, 25 April 2019. Banyak spekulasi yang muncul akan rencana launching motor Gesits… Mulai dari isu politik, hingga pandangan pesimis bahwa orang Indonesia tak akan mampu membuat kendaraan nasional sendiri.

Namun pihak Gesits menyangkalnya dengan argumentasi beberapa kesulitan dalam membangun industri otomotif di tanah air. Misale saja dalam hal uji kendaraan untuk mendapatkan STNK, juga sulitnya membangun pakem sendiri untuk tiap komponen motor.

Iya Om… Harus di akui bahwa hingga saat ini, pakem otomotif nasional memang masih condong berkiblat pada gaya Jepang. Sehingga untuk dapat memiliki pakem sendiri di Indonesia, tentu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Pihak Gesits sendiri mengakui bahwa hingga saat ini, mereka belum 100% berpakem Indonesia. Namun Gesits tetap diluncurkan, karena jika ingin pure menggunakan pakem sendiri, kemungkinan rilis Gesits baru akan bisa dilakukan dalam kurun waktu 10 tahun yang akan datang. Maka itu, Gesits diluncurkan dari sekarang, dan akan terus dikembangkan pakemnya secara bertahap.

Lantas, berapa sih harga motor Gesits Indonesia??

motor listrik gesits di iims 2019

Harga Motor Listrik Gesits 2019

Ternyata banderolnya Rp24.950.000 off the road. Yang artinya, akan lebih mahal lagi setelah berstatus on the road nanti.

Laahh… Mahal yaa??

Yup… Jika dibanding dengan harga sesama motor listrik yang telah lebih dulu hadir di Indonesia, harga Gesits memang terbilang mahal. Sebut saja Viar Q1… Dia punya banderol hanya Rp17,15 juta pada Mei 2018 lalu. Juga dibanding motor listrik ‘Lincah’ yang hanya Rp18 jutaan saja.

Iya Om… Meskipun ‘Lincah’ belum resmi dirilis, namun PT Fresindo Utama (distributor ‘Lincah’) telah berani menyebutkan banderolnya.

Tapi h arga Gesits yang lebih mahal itu bukan tanpa kompensasi. Katakan saja dari waktu cas yang dibutuhkan, serta dari performa yang diberikan. Gesits mengklaim bahwa motornya hanya membutuhkan waktu sekira 3 jam sekali cas penuh, dan punya top speed hingga 100 km/jam. Selain itu, Gesits juga telah menjalin kerja sama dengan Pertamina untuk membangun stasiun layanan swap baterai.

Sementara Viar Q1, ia membutuhkan waktu 6 jam sekali cas, dan top speednya hanya 60 km/jam. Begitu menurut informasi yang Mtb ciduk dari berbagai sumber. So… Gesits memang pantas memiliki banderol yang lebih mahal, karena kompensasi yang diberikannya.

Kemudian jika membandingkan harga Gesits dengan rata-rata harga motor listrik di negara lain… pun Gesits masih terbilang murah pisan Om… Kabarnya, di Eropa, motor listrik yang sekelas dengan Gesits, punya banderol hingga US$ 4.000 atau sekira Rp56 jutaan. Jadi hingga saat ini teknologi motor listrik memang masih lebih mahal dibanding mesin bakar konvensional.

Naahh… itu dia… Perkara harga, bagaimana cara Gesits bersaing dengan motor bermesin konvensional?? Lihat saja jajaran Honda Vario series yang punya kisaran banderol dari Rp17,3-Rp23,4 jutaan…?? Apalagi jika melihat harga Honda Beat, Honda Scoopy, Yamaha Mio series, dan lain-lain??

Disini memang perlu edukasi yang dalam Om… Masyarakat akan bisa mengerti jika mereka memahami bahwa cost motor listrik jauh lebih hemat dibanding mesin bakar. Kita buat contoh melalui gambaran sederhana Om…

Misale dalam sehari Om Bro menempuh jarak 80 km (umpamanya jarak rumah ke tempat kerja cukup jauh). Asumsi penggunaan bensin adalah 1,5 liter × Rp7.600 (harga Pertalite), maka uang yang Om Bro keluarkan untuk membeli bensin adalah Rp11.400/hari.

Jika dalam setahun Om Bro berkendara selama 300 hari saja (misale dipotong hari libur nasional), maka cost bensin Om Bro ialah Rp11.400 × 300 = Rp3.420.000.

Belum ditambah biaya ganti oli…

Sedangkan cost motor listrik (khususnya Gesits) untuk 1 liter bensin mesin konvensional ialah setara dengan 1,2 kWh listrik. Maka untuk 1,5 liter bensin adalah setara dengan 1,8 kWh.

Kita ambil contoh dari tarif listrik non-subsidi 1300VA, tarifnya ialah Rp1600-an/kWh. Artinya ialah Rp2.880/1,8 kWh. Sekarang kita hitung:

Advertisement

Rp2.880 × 300 = Rp864.000

Naahh… Jauh pisan bedanya kan Om…?? Dan itu tidak ada biaya ganti oli mesin, karena mesin listrik tidak menggunakan oli.

Lantas, bagaimana dengan mutu dan durabilitas produknya??

Kalo perkara ini Mtb belum bisa berkomentar Om… Dalam hal mutu dan durabilitas, kita tidak bisa dengan hanya mendengar klaim pabrikan saja. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membuktikannya secara nyata di lapangan. Namun Mtb punya teori sederhana yang Mtb kira sangat logis. Yaitu tergantung dari seberapa besar dukungan nyata pemerintah pada industri otomotif nasional…

Maksudnya begini Om… Jika pemerintah memberikan dukungan nyata, (minimal) dengan cara memborong banyak-banyak motor listrik Gesits untuk dijadikan kendaraan dinas semua instansi dari pusat hingga daerah (hingga ke tingkat kelurahan / desa), maka sudah dapat dipastikan Gesits akan meraih banyak keuntungan. Nah, dari keuntungan yang banyak itu, Gesits akan punya cukup dana untuk riset dan pengembangan / penyempurnaan produknya. Termasuk juga untuk memperluas jaringan layanan purna-jual.

Kemudian, jika motor listrik Gesits tampak banyak digunakan oleh instansi-instansi pemerintah sebagai kendaraan inventaris, maka dengan sendirinya masyarakat pun akan tertarik untuk membelinya. Apa lagi setelah tampak banyak bertebaran jaringan penjualan dan layanan aftersalesnya…

Jadi pemerintah harus memberikan contoh dengan aksi nyata. Bukan hanya sekedar koar-koar kampanye cinta produk dalam negeri, sementara kendaraan dinas mereka dominan merk asing.

motor listrik gesits di iims 2019

Spesifikasi Motor Listrik Gesits

Dimensi
. Panjang 191 cm
. Lebar 69,5 cm
. Tinggi 111 cm

Tipe Suspensi Depan
. Telescopic

Tipe Suspensi Belakang
. Swing Arm, Peredam kejut tunggal

Ukuran Ban
. Depan 80/90-14
. Belakang 90/90-14

Rem Depan
. Cakram hidrolik, piston tunggal

Rem Belakang
. Tromol

Berat Kosong
. 120 kg

Motor Penggerak
. 10kW 96VDC, Brushless Permanent Magnet pendingin udara

Baterai
. Li-ion 1,98 kWh – 97,2VDC

Top Speed
. 100 km/jam

Torsi Maksimum
. 15 Nm

Transmisi
. Chain/Belt

Jarak tempuh
. 80-100 km/charge

Motor listrik Gesits merupakan karya PT Gesits Technologies Indo (GTI) bersama beberapa perguruan tinggi dan beberapa BUMN. Saat ini GTI mengklaim bahwa mereka telah mengantongi sebanyak 30.000 unit pesanan secara personal dan perusahaan (fleet), yaitu dari Pemda Bali, PT PLN, dan lain-lain. Rencananya, bulan Juli 2019 nanti telah akan dimulai pengiriman unitnya ke para pemesan.

PT GTI bersama PT Wijaya Industry Manufacture (PT Wima) Cileungsi, PT Wijaya Karya (PT Wika), dan PT Wikon mengklaim bahwa mereka telah memiliki kapasitas produksi hingga 50.000 unit pertahun. Dengan dua shift line, maka menjadi 100.000 unit pertahun.

Awalnya Gesits dikembangkan oleh Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Jawa Timur. Nama Gesits merupakan gabungan dan singkatan dari Garansindo dan ITS, yaitu Garansindo Electric Scooter ITS. Namun seiring waktu, dengan banyaknya campur tangan BUMN, kini Gesits tak lagi hanya Garansindo dan ITS, melainkan sudah menjadi sebuah brand.

Kini ada banyak pisan institusi yang turut berkecimpung dalam pengembangan Gesits, diantaranya Kemenristekdikti, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS), PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi (WIKON), PT Pindad (Persero), PT Len Industri (Persero), PT Pertamina (Persero), dan PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Gesits mengadopsi teknologi Adaptive Digital Display (ADD) pada dashboard dengan smartphone 5,8 inch dan aplikasi yang didukung PT Telkomsel. Display tersebut memuat berbagai informasi, diantaranya speedometer, jarak tempuh, level baterai, serta info lokasi gerai-gerai pertukaran baterai.

Semula Gesits dijadwalkan untuk bisa brojol pada pertengahan 2018… Namun baru pada April 2019 ini dapat terealisasikan.

Menariknya Om, Gesits menjadikan kalangan pelaku ojek online (ojol) sebagai salah satu target marketnya. (CEO PT Gesits Technologies Indo, Harun Sjech – 29/4/2019).

Kenapa ojol??

Karena seperti yang telah Mtb bahas detail di atas, yaitu cost operasional motor listrik yang dinilai lebih hemat dibanding motor bermesin bakar konvensional. Dengan semakin rendahnya biaya operasional, maka pendapatan bersih driver ojek online pun akan meningkat.

Iya Om… Gesits bertenaga baterai lithium ion yang dapat menempuh jarak 80-100 km dengan sekali cas selama 3 jam. Sedangkan top speednya di klaim setara dengan motor bermesin bakar dengan kapasitas silinder 120-125cc, yakni hingga 100 km/jam. (Mtb – Spesifikasi motor Gesits 2018).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *