Biaya servis besar Mio karbu

Spesifikasi, Kelebihan dan Kekurangan Mio Sporty Karbu

Motorisblog.com – Kelebihan dan Kekurangan Mio Sporty – Secara spesifikasi teknis, Mio Sporty masih termasuk dalam generasi pertama. Hanya beberapa perbedaan pada design lampu sein dan lampu senja yang berbentuk smiley (tersenyum) atau bentuk huruf “U”.

Selain itu stripingnya juga di buat lebih agresif agar sesuai dengan namanya.

Kelebihan dan Kekurangan Mio Sporty

Kelebihan Yamaha Mio Sporty

Isi silinder lebih besar

Volume silinder Mio adalah 113,7cc, lebih besar dari kompetitor yang hanya 108,2cc saja.

Design ramping dan sporty

Mio generasi pertaman yang di buat sebagai proyek lanjutan dari Yamaha Nouvo, mengusung desain yang sama sekali berbeda. Mio di buat ramping sesuai dengan target awalnya sebagai motor kaum hawa.

Yamaha Mio Sporty karbu 2010 Smiley
Mio Sporty Karbu 2010

Dan hasilnya memang tidak mengecewakan, Mio berhasil membantu Vega menjadi tulang punggung penjualan Yamaha pada saat itu.

Sudah di lengkapi rak barang di depan

Kalau pada Mio generasi pertama banget, dia belum di lengkapi rak barang di dashboard. Tapi untuk tipe sporty ini sudah memiliki rak barang untuk menyimpan sesuatu yang kecil semisal botol minuman.

Pilihan pijakan kaki boncenger

Urusan footstep buat boncenger, Mio memberikan dua pilihan sesuai dengan kenyamanan boncengers. Mau pijakan tinggi, tinggal pijak dek atas. Mau pijakan rendah, tinggal buka footstep yang terlipat di bawahnya.

Rem lebih pakem dari kompetitor

Sudah menjadi rahasia umum bahwa Yamaha selalu memiliki rem yang lebih pakem dari pada kompetitornya. Kepakeman rem tersebut tentunya memberikan efek aman dalam penggunaan sehari-hari.

Honda vs Yamaha Bagus Mana? Inilah 7 Perbedaan, Kekurangan dan Kelebihan Keduanya

Jok lebih empuk dari kompetitor

Jok Mio di buat tebal dan empuk untuk kenyamanan penunggangnya…

Kekurangan Yamaha Mio Sporty

Konsumsi bahan bakar boros

Pada generasi pertama ini, kelemahan Mio yang paling terasa adalah borosnya konsumsi bahan bakar.

Sistem transmisi otomatis yang menuntut rpm tinggi serta sistem karburasi (pengabutan karburator) di sinyalir menjadi biang kerok borosnya konsumsi BBM Mio.

Tapi memang saat itu belum populer teknologi injeksi pada motor komersil.

Standar samping belum di lengkapi sekring pengaman

Padahal saat itu kompetitor (Honda) sudah menerapkan sekring pangaman pada standar sampingnya. Tapi Yamaha belum berminat membuat fitur serupa pada saat itu.

Fitur ini paling terasa pada saat Om Bro lupa menikkan standar samping… Om Bro di jamin tidak akan lupa jika ada fitur ini… karena mesin tidak akan menyala pada saat standar samping diturunkan.

Kunci kontak model lama, tidak aman

Walaupun penutup kunci kontak tidak menjamin keamanan penuh dari tindak kejahatan, tapi paling tidak dapat meminimalisir potensinya.

Suspensi dan getaran mesin keras

Bagi Mtb inilah kelemahan terbesar Yamaha pada tipe matic dan dan bebek low end-nya. Suspensi tipe stiff membuatnya kurang bisa meredam getaran dari mesin dan guncangan dari permukaan jalan.

Namun suspensi tipe stiff seperti ini memiliki keuntungan pada saat bermanuver dan melaju dengan kecepatan tinggi.

Tuas chooke (cuk) manual

Sistem auto chooke yang sudah umum sekarang belum di terapkan pada Mio Sporty di masa itu. Padahal bagi orang yang mengerti, cuk adalah fitur penting untuk prosedur menghidupkan mesin yang baik dan benar.

Starter elektrik tidak auto off

Saat itu kompetitor sudah menerapkan starter yang otomatis akan mati sendiri setelah mesin hidup. Sayangnya Mio Sporty masih menggunakan sistem starter konvensional.

Perbedaannya adalah, tombol elektrik starter akan tetap dapat di tekan (dan menyala) meski mesin dalam kondisi menyala.

Model filter udara di atas mesin membuat bagasi sempit

Saat itu memang belum populer model bagasi besar, jadi Mio masih memasang filter udaranya di atas mesin alias di bawah bagasi.

Desain seperti itu tentu jadi mengurangi ukuran (volume) bagasi.

Velg roda gampag peyang, ukuran ban relatif kecil

Kelemahan ini sampai sekarang masih jadi rahasia. Entah apa sebabnya yang membuat Yamaha terlambat melakukan perbaikan di bagian velg ini.

Perkara ukuran ban sebenarnya bukanlah suatu kelemahan mutlak. Hanya saja, kompetitor terlihat lebih kokoh kaki-kakinya dengan ukuran ban yang lebih besar.

Rasio kompresi terlalu rendah

Rasio kompresi 8,8:1 secara teori sangat aman untuk penggunaan bahan bakar beroktan rendah (premium). Namun hal itu membuat tenaganya kurang mantap, terutama pada kecepatan atas dengan berboncengan.

Komstir cepat oblak

Sepertinya ini konsekuensi dari rem yang pakem. Bantalan peluru kemudi (komstir) motor-motor low-end Yamaha jadi mudah koplak.

Biaya Servis Besar Motor Matic Yamaha Mio Karbu

Spesifikasi Mio Sporty Karbu

  • Tipe mesin: 4-stroke SOHC 2 valve berpendingin udara (kipas) silinder tunggal 113,7cc
  • Diameter × langkah: 50 × 57,9mm
  • Rasio kompresi: 8,8:1
  • Power maksimum: 7,14 kW/8000 rpm
  • Torsi maksimum: 7,84 Nm (0,88 kgf.m)/7000 rpm
  • Sistem Bahan Bakar: Karburator – KEIHIN NCV24×1
  • Sistem Pengapian: DC-CDI
  • Battery (accu / aki): GM5Z-3B / 4B5L-B
  • Busi: NGK-C7HSA / DENSO U22FS-U
  • Sistem Transmisi / Kopling: V-belt otomatis sentrifugal tipe kering
  • Sistem Starter: Elektrik dan kick starter
  • Dimensi (panjang × lebar × tinggi): 182 × 67,5 × 105 cm
  • Jarak sumbu roda: 124 cm
  • Jarak terendah ke tanah: 12,5 cm
  • Tinggi tempat duduk: 74,5 cm
  • Kapasitas oli mesin: 800 ml
  • Kapasitas tangki bahan bakar: 3,7 liter
  • Berat kendaraan: 92 kg (SW); 94 kg (CW)
  • Suspensi depan: Teleskopik
  • Suspensi belakang: swingarm dengan peredam kejut tunggal (belakang)
  • Ukuran ban depan: 70/90-14
  • Ukuran ban belakang: 80/90-14
  • Rem depan: Cakram hirolik
  • Rem belakang: Drum / tromol

(Mtb).

Tinggalkan komentar