Soal Larangan Penggunaan Strobo dan Sirine pada Kendaraan Pribadi, Ini Dasar Hukumnya

Motorisblog.com – Om Bro…!! Perkara larangan penggunaan strobo, Mtb yakin sebenarnya Om Bro sekalian sudah tahu. Tapi Mtb juga yakin bahwa tidak semua orang tahu dasar hukum dan ketentuan sanksinya. Bahkan menurut apa yang Mtb ciduk dari lapangan, tidak sedikit pengendara kendaraan pribadi yang melanggar peraturan tersebut.

Iya Om… Tak dapat dipungkiri bahwa penggunaan strobo dan sirine memang cukup menjengkelkan bagi sebagian pengguna jalan yang lain. Namun tak sedikit pula orang yang seolah acuh dan tetap melakukan pelanggaran tersebut. Entah tujuannya hanya sekedar untuk gaya-gayaan, atau dasar watak orangnya yang arogan, atau ingin supaya perjalanan mereka mendapat prioritas agar cepat sampai tujuan, atau mungkin juga alasan yang lainnya.

Tapi apapun alasannya, penggunaan strobo dan sirine pada kendaraan pribadi tetap saja tidak benar. Aksesoris strobo dan sirine ala “polisi-polisian” tidak dapat dibenarkan. Karena strobo dan sirine hanya boleh digunakan pada kendaraan yang memperoleh hak utama saja… bukan untuk kendaraan pribadi.

Apa dasar larangan memasang strobo pada kendaraan pribadi??

Ada beberapa Om…

1. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 59 Ayat 3

Disana disebutkan bahwa lampu isyarat warna merah atau biru serta sirene berfungsi sebagai tanda Kendaraan Bermotor yang memiliki hak utama.

. Lampu isyarat warna biru dan sirine untuk petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia

. Lampu isyarat warna merah dan sirine untuk kendaraan tahanan, pengawalan TNI, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah

2. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 134

Disana juga diterangkan bahwa kendaraan yang mendapat hak prioritas di jalan raya adalah:

. Pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas

. Ambulans yang mengangkut orang sakit

. Kendaraan untuk memberikan pertolongan pertama pada kecelakaan lalu lintas

. Kendaraan pimpinan Lembaga Negara Republik Indonesia

. Kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara

. Iring-iringan pengantar jenazah

. Konvoi dan/atau kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia

Lantas, apa sanksi bagi kendaraan pribadi yang menggunakan strobo dan/atau sirine??

Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 287 Ayat 4,

…menyebutkan bahwa pengemudi kendaraan bermotor yang melanggar ketentuan penggunaan atau hak utama bagi kendaraan bermotor yang menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000

Nah, ngeri kan Om… Jangan kira karena dendanya hanya Rp250 ribu lantas Om Bro abai… Takutlah jika di jalan ada orang yang kesal pada Om Bro, kemudian orang tersebut mengeluarkan sumpah serapah… Ngeri Om, kalau sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Selain peraturan-peraturan di atas, ada keterangan lain tentang lampu-lampu kendaraan yang semestinya. Yaitu,

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2012 Pasal 23

…yang isinya adalah bahwa:

. Lampu penunjuk arah berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip

. Lampu rem berwarna merah

. Lampu posisi depan berwarna putih atau kuning muda

. Lampu belakang berwarna merah

. Lampu mundur berwarna putih

. Lampu penerangan pelat nomor belakang berwarna putih

. Lampu isyarat peringatan bahaya berwarna kuning tua dengan sinar kelap-kelip

. Lampu tanda batas dimensi kendaraan bermotor berwarna putih atau kuning muda untuk kendaraan bermotor yang lebarnya lebih dari 2.100 (dua ribu seratus) milimeter untuk bagian depan dan berwarna merah untuk bagian belakang. Dan alat pemantul cahaya berwarna merah yang ditempatkan pada sisi kiri dan kanan bagian belakang kendaraan

Om Bro… Seperti yang telah Mtb singgung di atas, penggunaan sirene dan strobo pada kendaraan pribadi kerap meresahkan pengguna jalan lain. Namun tetap saja ada orang yang suka bandel gaya-gayaan main polisi-polisian. Entah untuk melakukan pengawalan, atau pun untuk kepentingan pribadinya sendiri.

Nah, jangan sampai kita menjadi salah satu pelanggar seperti itu. Malu kalau pas ketangkap dan di tilang polisi. Banyak orang yang (sebut saja) menertawakan… Katanya, “ada polisi-polisian di tilang polisi beneran”. Kan malu tuh Om… Dianggap anal kecil tengil yang gaya-gayaan main polisi-polisian. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: