Shock PCX Bengkok? Ini Jawaban Astra Honda Motor

Motorisblog.com – Shock PCX bengkok. Om Bro…!! Belum lagi mampu mengejar angka penjualan NMax dan menghapus isu knalpot palsu, Honda All New PCX lokal telah diterpa isu baru lagi. Kali ini masalahnya pada shock breaker alias suspensi belakang dimana shock kanan tampak asimetris dengan shock bagian kiri.

Honda PCX lokal dirilis pada akhir tahun 2017 lalu dan mulai distribusi di bulan Februari 2018.

Kehadiran All New PCX alias PCX lokal mendapat sambutan baik dari peminat skutik maxi di Indonesia. Jumlah indent terus mengular, bahkan dari beberapa komentar di blog ini, ada sebagian pembaca sekaligus pemesan PCX yang tampak kesal dan mengemukakan kemungkinan untuk pindah ke merk sebelah akibat lamanya waktu tunggu.

Om Bro… Pada saat perilisan, All New PCX lokal telah tertimpa masalah knalpot palsu pada versi modifikasinya. Memang hal itu terjadi pada versi modifikasi, bukan pada versi resmi pabrikan. Tapi setidaknya agak sedikit mencoreng, lah begitu kira-kira.

Kemudian, baru saja mulai mereda pemberitaan miring perkara knalpot tersebut, kali ini muncul lagi isu shock PCX bengkok sebelah. Atau lebih tepatnya shock dibagian kanan, yang jika dilepas dari dudukannya, ketinggian shock tampak jadi panjang sebelah.

shock pcx bengkok

Banyak asumsi yang muncul, salah satunya adalah isu bahwa dudukan sok pada sasis tidak simetris. Uwow…!!

Benarkah seperti itu?

Yang jelas efek dari kekuatan media social yang justru lebih berperan dalam mempercepat pemberitaan, khususnya dikalangan penggemar otomotif roda dua. Dan memang terbukti… ada anomali yang secara visual memperlihatkan bahwa posisi spring pada suspensi tampak abnormal, bahkan berbeda antara sok kiri dan kanan.

Visualnya, yakni bagian ulir pada shock PCX bengkok alias melengkung, khususnya sebelah kanan.

Menanggapi masalah tersebut, PT.Astra Honda Motor (AHM) pada hari Rabu, 16 Mei 2018 lalu mengajak para Jurnais Otomotif serta Blogger dan Vlogger untuk berdiskusi sekaligus mengikuti workshop dan bedah teknologi Honda All New PCX. Puncaknya adalah sesi tanya jawab yang di isi oleh Divisi HC3, Nyoman Kesawa, Divisi Technical, Kiswinar dan Hendro Sutarno serta bagian plan produksi AHM, Hendrik.

Pada kesempatan ini Hendrik membantah bahwa shock PCX bengkok merupakan sebuah ketidak normalan.

Pada event tersebut, Lek Iwb (owner iwanbanaran.com) pun menanyakan perihal adanya video yang menunjukan bahwa sesorang telah mengukur kepresisian dudukan frame body PCX menggunakan waterpass yang ternyata tidak simetris. Namun Hendrik kembali membantahnya, bahwa untuk melakukan pengukuran tersebut, seseorang harus punya referensi tepat untuk titik nol. Dan di pabrikan AHM, hal itu dilakukan menggunakan alat tersendiri untuk memastikan kepresisian produk.

Alat tersebut adalah 3D Gom scanning. Dari situ dilakukan checking dan kalibrasi rutin pada setiap sample yang dibuat. Maka jika ada kecacatan, produk bersangkutan akan dibuang dari proses produksi.

Checking dan kalibrasi pun tidak sembarangan. Terus dilakukan sepanjang proses perakitan rangka, mulai dari bahan mentahan berupa pipa-pipa besi, diukur presisinya hingga terbentuk rangka dan dilas menggunakan teknologi robotik. Siangkatnya, dari awal hingga akhir terus dilakukan pengecekan sehingga hampir mustahil ada part yang cacat dan lolos ke tahapan produksi berikutnya.

Kemudian untuk kasus shock PCX bengkok, Hendro Sutarno menegaskan bahwa semua shock pun sudah lulus uji. Jadi mengenai beberapa foto dan video yang beredar di sosmed tersebut hanyalah masalah visual saja yang tampak miring. Pada dasarnya semua normal dan tidak ada masalah sepanjang tidak mengurangi fungsinya. Yang penting as tengah tetap lurus dan berfungsi naik-turun dengan baik. Alasannya, shock PCX itu menggunakan model Triple rate spring alias 3 tingkat kekerasan yang memiliki feel riding yang lebih baik serta nyaman digunakan, baik sendirian, berboncengan, bahkan ketika berkendara di jalan yang tidak rata sekalipun.

Tapi bagaimana jika konsumen tetap tidak puas?

Nanti akan ada perubahan atau improvemen untuk memperbaiki masalah itu.

Lah… Katanya normal, tapi akan ada perbaikan?

Lantas, jika ada konsumen yang merasa tidak puas dengan kondisi visual tersebut?

Jawaban dari pihak AHM adalah, jika ada kebocoran atau bagian rod atau as tengahnya bengkok, barulah bisa dilakukan pergantian karena hal tersebut tentunya menggangu fungsi dan performa suspensi. Dan untuk menangani masalah tersebut, Om Bro bisa tanyakan langsung ke call center AHM atau mendatangi dealer AHASS terdekat.

Jadi, kesimpulannya, AHM menganggap bahwa perihal visual tersebut bukanlah masalah selama tidak mengganggu fungsi suspensi.

Kemudian, apa pandangan Mtb?

Kalau bagi Mtb sih, kita ini konsumen ya… punya hak untuk mendapatkan produk yang terbaik. Jadi semua kembali pada diri Om Bro masing-masing. Sekiranya Om Bro dapat memahami dan menerima klarifikasi dari AHM, ya sudah. Tidak ada masalah. Namun jika Om Bro merasa tidak puas, ya silahkan ditindak lanjuti melalui dealer atau pun customer service Honda pusat. Isu apa pun yang beredar di dunia maya, seyogyanya kita sikapi secara positif. Jadikan semua itu sebagai cara untuk menjadi lebih baik. Harapannya, semoga ke depan jadi lebih baik lagi. Adem kan? (Mtb – Shock PCX bengkok). Sumber: warungasep.net, iwanbanaran.com

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: