Servis Motor Kena Banjir: Periksa 7 Bagian Ini

Motorisblog.com – Om Bro! Musim penghujan telah tiba. Banyak genangan air jalanan yang rentan membuat motor mogok. Dan jika hal itu sudah terlanjur terjadi, maka ada beberapa bagian penting yang musti Om Bro perhatikan dalam hal servis motor kena banjir.

Yup. Ada kalanya kita terpaksa harus menerobos genangan air yang cukup dalam meski ada resiko mogok yang mengintai.

Om Bro. Dari yang pernah Mtb alami dulu-dulu, faktor yang paling dominan yang membuat motor mogok ketika menerobos banjir ialah masuknya air ke busi, knalpot dan filter udara, yang pada akhirnya bermuara pada ruang bakar dan ruang mesin.

Yup. Jika topi busi sudah tidak bagus lagi, air bisa membasahi busi dan mematikan kerja busi. Sedangkan masuknya air dari knalpot dan filter udara jelas akan mengarah pada ruang bakar mesin.

Bahkan Mtb pernah mengalami air masuk sampai ke ruang mesin dan mengkontaminasi oli. Warna oli jadi bernoda putih seperti susu, yang sudah pasti tidak dapat melumasi mesin dengan baik.

Nah, setelah itu Mtb jadi tahu bagian-bagian penting dalam hal servis motor akibat banjir, baik motor manual, bebek atau matic.

Servis Motor Kena Banjir

1. Saluran Udara dan Filter Udara
Roda Belakang Yamaha FreeGo

Jika air masuk melalui filter udara, maka sudah pasti filter udara rusak lantaran komponennya terbuat dari bahan kertas. Maka gantilah filter udara

2. Komponen dan Saluran Bahan Bakar

Jika motor Om Bro menggunakan karburator; bongkar, bersihkan dan setting ulang.

Jika Om Bro tidak memiliki keahlian mekanis, bawa ke bengkel terpercaya, utamanya jika motornya sudah menggunakan sistem injeksi.

3. Periksa Oli Mesin dan Oli Transmisi
CVT Box Honda Spacy FI 2013

Jika air dapat masuk melalui filter udara atau knalpot, maka hampir pasti oli mesin pun telah terkontaminasi air. Jadi untuk lebih amannya, langsung ganti oli saja.

Atau jika Om Bro penasaran, coba keluarkan oli dari dalam mesin. Oli yang terkontaminasi air biasanya berbusa atau berubah warna menjadi putih susu.

Kadang perubahan warnanya tidak total. Bisa saja hanya berupa noda-noda putih saja.

Bagi motor matic, sebaiknya ganti juga oli gardan alias oli gear alias oli transmisi.

4. Kampas Rem
Rem Depan Yamaha Mio M3

Periksa dan bersihkan kampas rem.

Motor yang menerobos banjir biasanya kampas remnya pun kotor berlebih sehingga dapat mengurangi kinerja rem

5. Busi
Busi

Bagian ini paling gampang ketahuan, karena jika busi terganggu oleh air, biasanya mesin akan langsung mati. Maka sebaiknya bersihkan busi bersama dengan pemeriksaan bagian-bagian lain tersebut tadi.

Atau sekalian ganti busi saja jika Om Bro merasa tidak yakin dengan kondisi busi motor Om Bro.

6. Periksa Kelistrikan

Bagian kelistrikan juga harus mendapat pemeriksaan. Caranya ialah dengan membongkar sebagian cover body, kemudian periksa semua komponen kelistrikan yang sempat terendam banjir, utamanya aki dan relay atau saklar-saklar.

Pastikan dan keringkan bagian-bagian tersebut.

7. CVT Box

Untuk motor matic, pastikan perangkat dalam area CVT tidak ada masalah dan dapat berfungsi dengan baik.

Singkatnya, jika ketujuh bagian tersebut belum pasti amam, sebaiknya jangan dulu menghidupkan mesin karena berpotensi menimbulkan kerusakan akibat air dalam mesin dan bagian-bagian lainnya.

Sebagian orang ada yang mengangkat ban depan tinggi-tinggi sesaat setelah motornya terkena banjir. Iya boleh saja sih, tidak salah. Hanya saja cara itu tidak cukup efektif.

Mengangkat ban depan tinggi-tinggi hanya akan mengeluarkan air dari knalpot saja. Sementara itu air yang sudah terlanjur masuk ke dalam mesin atau saringan udara masih tetap ada di sana. So, jika memungkinkan, segera bawa motor ke bengkel terdekat untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Atau yang paling minimal setidaknya ganti oli mesin, karena oli yang sudah terkontaminasi air akan membuat mesin tersendat dan dapat menyebabkan kerusakan pada komponen dalam mesin.

Selain 7 komponen tersebut, ada baiknya periksa juga bagian-bagian lain.

Pada bagian lain, periksa jika Om Bro merasakan ada kelainan pada kinerja motor.

Namun jika tidak ada gejala-gejala yang aneh, maka berarti motor Om Bro sudah oke. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *