Yamaha F1Z 1996

Sejarah Yamaha F1ZR: Spesifikasi, Kelebihan dan Kelemahan

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Sejarah Yamaha F1ZR bermula dari rilisnya Yamaha Force 1 sebagai pengganti seri Alfa.

Advertisement

Jadi urutannya:

  • F1ZR menggantikan F1Z
  • F1Z menggantikan Force 1
  • Force 1 menggantikan Alfa

Sejarah Yamaha F1ZR

Dari Yamaha Alfa ke Force 1 (Force One)

Sejarah Yamaha F1ZR diawali dari Force 1.

Yamaha memproduksi Force 1 dari tahun 1992 hingga 2004.

Alfa bermesin 105cc, sedangkan F1ZR bermesin 110cc.

Yamaha memperkenalkan Alfa sejak akhir dekade 1980’an.

Pada tahun 1992, untuk pertama kalinya Yamaha meluncurkan Force 1 dengan masih menggunakan rem tromol pada kedua rodanya.

Teknologi YPCS

Untuk pertama kalinya pula Yamaha menerapkan sistem pendingin YPCS (Yamaha Performance Cooling System) pada Force 1.

YPCS merupakan sistem pendingin mesin dengan kipas agar suhu mesin tetap terjaga. Tujuannya ialah supaya kinerja mesin tetap optimal.

YPCS Yamaha F1Z 1996
YPCS Yamaha F1Z 1996

Sebenarnya Suzuki telah lebih dahulu menggunakan teknologi sejenis pada Suzuki RC series. Namanya Suzuki Jet Cooled.

Tapi ada perbedaan dari keduanya. Suzuki melengkapi teknologi Jet Cooled dengan tambahan berupa nozzle yang menyemprotkan oli ke blok mesin.

Yamaha F1Z

Pada tahun 1994 Yamaha Force 1 mendapat facelift dan berganti nama menjadi F1Z.

Yamaha F1Z 1996
Yamaha F1Z 1996

Secara bentuk, F1Z tidak mengalami banyak perubahan. Perubahan yang mencolok hanya pada sektor pengereman saja, yaitu penggunaan rem cakram pada roda depan.

Yamaha F1Z 1995 – 1996 menjadi varian terakhir sebelum lahirnya F1ZR.

Lampu Yamaha F1Z 1996
Lampu Yamaha F1Z 1996

Model F1Z masih bertahan hingga tahun 1996.

Panelmeter Yamaha F1Z 1996
Panelmeter Yamaha F1Z 1996

Sempat ada model Yamaha F1Z Special Edition, tapi perbedaannya tidak banyak. Hanya penambahan lampu pada behel, serta penambahan krom pada beberapa komponennya.

Saklar stang kiri Yamaha F1Z 1996
Saklar stang kiri Yamaha F1Z 1996

Yamaha F1ZR

F1ZR Generasi 1

Yamaha merilis varian F1ZR dengan aplikasi kopling manual pada tahun 1997. Namun sistem kopling manualnya itu sendiri masih semi otomatis.

Artinya Om Bro masih bisa memindahkan gigi percepatan, meski tanpa menekan tuas kopling.

“Kopling banci”. Begitu sebutan kebanyakan orang pada kopling F1ZR varian tersebut.

F1ZR Generasi 2

Pada tahun 2000, Yamaha melakukan perombakan besar terhadap F1ZR. Desainnya jadi lebih modern dengan dukungan velg palang alias pelek racing.

Selain itu, model ini juga mengaplikasi full clutch alias kopling manual konvensional full.

Yamaha menghentikan produksi F1ZR pada tahun 2004. Vega R yang menjadi penggantinya.

Begitulah akhir sejarah Yamaha F1ZR.

Performa

Yamaha F1Z dan F1ZR bukan saja menarik karena desainnya yang sporty. Mesinnya juga powerful dan terkenal bandel.

Kala itu, F1ZR sempat berjaya pada ajang balap nasional. Faktanya, banyak pembalap top Indonesia yang populer menggunakan Yamaha F1Z. Antara lain Ahmad Jayadi, Harlan Fadhillah, dan Hendriansyah yang dikenal sebagai dewa road race.

Reinkarnasi

Yamaha mengumumkan nama ‘Force’ untuk dilahirkan kembali pada penghujung tahun 2014. Segmentasinya ialah untuk menggantikan Vega R atau Yamaha Vega ZR.

Selang 6 bulan kemudian, yaitu pada pertengahan tahun 2015, lahirlah Yamaha Vega Force.

Yup. Reinkarnasi desain Force 1 ini menggantikan posisi Vega.

Mesin Vega Force berkubikasi 115cc. Sistem pengabutannya sudah injeksi. Teknologi dan fiturnya sudah standar bebek zaman now.

Vega Force bersaing langsung dengan Honda Revo FI yang menggunakan mesin 110 cc.

(Sumber: id.wikipedia.org)

Spesifikasi F1Z R tahun 1996 – 1997

  • Tipe mesin: 2-stroke, silinder tunggal 110.4cc
  • Bore × Stroke: 52.0 × 52.0 mm
  • Rasio Kompresi: 7.1:1
  • Tipe transmisi: Manual, wet multi-plate clutch, 4 speed
  • Pola pemindahan gigi: N-1-2-3-4
  • Sistem suplai bahan bakar: Karburator; VM 20 × 1 MIKUNI
  • Kapasitas Oli: 1.2 liter
  • Sistem Pelumasan 2-Tak: Yamaha AutoLube
  • Baterai (Aki): GM5Z-3B / YB5L-B / 12V5AH
  • Busi: BP7HS-10 / W22FP-10
  • Sistem Pengapian: CDI
  • Berat Kosong: 95 kg
  • Tipe Sasis: Pipa underbond
  • Kapasitas tangki bahan bakar: 4.5 liter
  • Jarak sumbu roda (Wheelbase): 119 cm
  • Jarak terendah ke tanah (Ground Clearance): 13.5 cm
  • Tinggi tempat duduk: 75 cm
  • Suspensi depan: Teleskopik
  • Ukuran Ban Depan: 2.50-17-4 PR
  • Ukuran Ban Belakang: 2.75-17-4 PR
  • Dimensi (Panjang × Lebar × Tinggi): 187 × 67 × 104 cm
  • Sistem Starter: Kick & Electric starter
  • Advertisement
  • Power maksimum: 11.8 dk / 7500 rpm
  • Torsi maksimum:: 10.79 Nm (1.10 kgf.m) / 6500 rpm
  • Rem Depan: cakram
  • Rem Belakang: Tromol

Yamaha terkenal dengan produk-produknya yang bermesin 2-tak pada dekade 1990’an. Salah satu dari yang populer tersebut adalah F1ZR. Produk ini merupakan transisi model moped atau bebek dari Alfa menuju ke F1ZR.

Secara tampilan F1ZR masih mirip dengan Force 1. Tapi Yamaha melengkapi F1ZR dengan knalpot sporty dan rem cakram pada roda depan.

Kapasitas mesin 110cc yang terpasang juga lebih besar dari generasi Alfa dan telah dilengkapi dengan kipas untuk mendinginkan bagian silindernya.

Betul Om. Mesin Alfa hanya 105cc.

Yamaha F1ZR versi Restorasi

Menariknya, bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 tahun, ada pemandangan tidak lazim terlihat di Yamaha Flagship Shop Bali. Yaitu 1 unit F1Z warna putih lansiran tahun 1996 (F1Z 96).

Varian warna putih F1Z pada masanya tidak terlalu banyak peminatnya sehingga jumlah populasinya sedikit. Namun justru hal inilah yang membuat F1Z warna putih menjadi motor langka.

Unit yang dipajang itu merupakan koleksi dari komunitas ‘2 Tak Menolak Punah’ Bali. Mereka display di bulan Agustus, tepat saat peringatan kemerdekaan RI ke-75. Juga sebagai salah satu sarana untuk mengenang sejarah Yamaha di Indonesia. (Andri Fistulariyanto, Promosi DDS Bali – via press release (21/8/2020)).

Setelah menjalani proses restorasi dimana beberapa komponen part diganti dengan yang baru, tampilan motor legendaris ini berubah menjadi seperti baru keluar dari dealer.

Ternyata bukan hanya varian F1Z saja yang dipajang di sana. Di sampingnya terlihat ada RX King dan Yamaha Champ.

Yamaha RX King, F1Z 1996 dan Yamaha Champ
Yamaha RX King, F1Z 1996 dan Yamaha Champ

Akhir Produksi Mesin 2-Tak

Sayangnya, seiring tuntutan emisi gas buang, produk 2 tak perlahan digantikan dengan motor 4 tak.

Sebagai bebek pengganti F1Z, pada awalnya ada Crypton. Kemudian muncul Vega, Vega R, Vega ZR, dan Vega Force.

Selain Vega Force, pilihan lainnya ada Jupiter Z1 yang merupakan pengembangan dari Yamaha Jupiter Z.

Varian terbarunya telah menggunakan teknologi injeksi dan forged piston.

Kelebihan dan Kelemahan Yamaha F1ZR

Kelebihan Yamaha F1ZR

  • Desain sporty
  • Body ramping
  • Rem cakram pada roda depan
  • Bobot ringan
  • Akselerasi cepat dan responsif
  • Performa mantap

Di masa sekarang, aplikasi rem cakram pada roda depan sudah menjadi hal yang lazim. Tapi di masa itu, rem cakram depan masih merupakan suatu kelebihan.

Kelemahan Yamaha F1ZR

  • Rem belakang masih tromol
  • Bobot terlalu ringan untuk melaju dengan kecepatan tinggi
  • Konsumsi bahan bakar boros
  • Suara knalpot bising

Meskipun aplikasi rem belakang tromol masih lumrah, namun untuk F1ZR yang sporty patutnya sudah menggunakan disc brake depan-belakang.

Selain itu, pada varian F1ZR kopling banci, ada satu kelemahan lagi, yaitu adanya feel power ngedrop pada perpindahan dari gigi-2 ke gigi-3.

Beda dengan varian kopling full yang performanya lebih stabil.

Perbedaannya ialah pada bagian kruk as yang tidak sama antara varian kopling banci dan varian kopling full.

Selain itu, skep pada karburator yang sudah lemah juga dapat menurunkan capaian power mesin. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *