Sejarah Ninja 250cc Sejak 1983 Hingga 2018

Motorisblog.com – Sejarah Ninja 250cc bukanlah perkara sebulan dua bulan, Om Bro… Kuatnya taring Ninja yang menancap di bumi pertiwi ini merupakan hasil perjuangan Kawasaki selama puluhan tahun. Jadi wajar saja jika hingga saat ini nama besar Honda dan Yamaha tetap tidak mampu menggulingkan kedigdayaan Ninja.

Sejatinya sudah banyak blogger lain yang membahas perkara ini. Tapi Mtb tetap tertarik menuliskannya saat melihat data penjualan Ninja 250 pada bulan Februari 2018 kemarin ini. Pasalnya, angka penjualan Si Ijo melonjak jauh meninggalkan Honda CBR250RR dan Yamaha YZF-R25.

Jika Om Bro tinggal di perkotaan, tentu Om Bro sudah tidak asing lagi dengan Honda CBR series dan Yamaha YZF series. Tapi tidak semua orang tahu, terutama di daerah-daerah yang jauh dari kota-kota besar. Bagi mereka, yang keren ya Ninja. Yang gede ya Ninja. Yang Ya Ninja. Bahkan sampai ada istilah, “nggak ninja nggak cinta”.

Pertanyaannya… kenapa nama “ninja” sampai begitu kuat dalam mewakili motor sport fairing 250cc?

Setelah Mtb berkeliling, akhirnya Mtb mendapati bahasan tersebut di kobayogas.com, macantua.com dan beberapa situs lainnya. Rupanya, generasi Ninja 250 series (EX Series) memang memiliki perjalanan panjang dalam membangun image besarnya…

Hokeh… kita olah TKP sekarang…

GPZ250 (EX250C) 1983

Dari sinilah awal mulanya mesin Kawasaki 250cc melegenda di dunia, khususnya di tanah Indonesia.

sejarah ninja 250cc

GPZ250 dilahirkan pada tahun 1983 dan merupakan Ninja 250 generasi pertama. Tapi masyarakat Indonesia tentu tidak banyak yang tahu karena dia hanya dirilis dan dijual untuk pasar Jepang, negeri asalnya.

GPZ250 menggunakan mesin 250 cc dengan dua silinder dan berpendingin udara. Tapi Om Bro jangan membayangkan power gahar dimasa itu karena ternyata, bakal evolusi Ninja ini hanya punya tenaga sebesar 17 DK saja. Angka yang hampir sama dengan Suzuki GSX-R150 dan Yamaha New R15 VVA di zaman now.

Wajar… saat itu teknologi di dunia persilatan motor sama sekali masih jauh dari kata modern.

Kemudian perkara desain bodi pun GPZ250 belum dilengkapi dengan seperti zaman now.

Nah ini yang heboh, Om Bro… ternyata motor ini di saat itu tidak menggunakan rantai sebagai penggerak rodanya, melainkan menggunakan belt. Kebayang, Om Bro…? Kayak mesin diesel menggerakkan generator. Atau kayak motor matic jaman sekarang ya…?

GPZ250R (EX250E) 1986

Tiga tahun kemudian lahirlah GPZ250R. Konon dinasti Ninja 250 sebenarnya justru di awali dari sini. Soale menurut keterangan, basis mesin GPZ250R (EX250E) inilah yang terus digunakan oleh Ninja 250 2 silinder hingga kini. Namun tentunya tidak polos begitu saja. Jelas ada banyak pengembangan sejak itu hingga sekarang.

sejarah ninja 250cc

GPZ250R menggendong mesin DOHC 250cc dengan 2 silinder dan empat klep di tiap-tiap silindernya. Dan dari sini pula lah awalnya Ninja 250 menggunakan pendingin cairan (radiator). Power pun sudah cukup ideal dengan 37,4 DK dan torsi maksimum sebesar 24,5 Nm.

Dengan segala spesifikasi tersebut GPZ250R memiliki berat badan 138kg.

Bagian desain body, GPZ250R masih half fairing. Yaaa… jaman itu belum lumrah motor full fairing pecicilan di jalan raya sih ya…

Nah trus ini ada yang unik, dimana GPZ250R tenyata menggunakan pelek berdianeter 16 inchi. Tidak pakai aplikasi 17 inchi seperti yang sudah umum sekarang. Jadi kesannya tampak kontet gitu. Tapi jangan ditanya, urusan warna dia punya 35 pilihan. Muehehehehe…!! Luar biasa, Om Brooo….!! Sampai sekarang ngga ada motor yang menawarkan pilihan warna sebanyak itu untuk satu varian.

GPX250R (EX250F) 1987

Hanya selang 1 tahun kemudian, Kawasaki meng-upgrade lagi Ninja 250 silinder menjadi full fairing. Pada generasi ini, Kawasaki menamainya sebagai GPX250R.

sejarah ninja 250cc

Seperti generasi terdahulu, sektor mesin masih tetap sama. Power maksimal tetap 37,4 DK, namun torsinya turun menjadi 24 Nm dengan top speed 141,3 km/jam.

Menurut sumber yang Mtb baca, faktor yang menyunat bagian torsi adalah karena karburator yang digunakan lebih kecil dari versi sebelumnya. Konon karburator yang di gunakan adalah venturi 30mm.

Sedangkan urusan power, Kawasaki mampu mempertahankannya dengan rasio kompresi yang lebih tinggi. Yaitu 12,4:1, lebih tinggi dari sebelumnya yang hanya 12,0:1.

GPX250R-II (EX250G) 1988

Pada versi kali ini, Kawasaki membuat beberapa perbedaan, salah satunya di bagian knalpotnya yang warnanya menjadi hitam. Selain itu, bagian roda depan pun sudah gagah dengan aplikasi dual disc brake. Tidak ketinggalan didukung pula dengan pelek dan ban yanglebih lebar. Namun sayangya, si kekar tersebut pun hanya dijual di Jepang.

sejarah ninja 250cc

ZZR-250 (EX250H) 1991

Secara spesifikasi mesin, ZZR-250 memilik power 37,4 DK dan torsi 24 Nm. Artinya sama dengan Ninja GPX250R EX250F yang di atas tadi.

sejarah ninja 250cc

Pada bagian striping ada tulisan ‘twin cam’ di fairing depan dan buntut belakang. Mungkin sebagai penegasan bahwa motor tersebut telah dibekali dua noken aka double overhead camshaft (DOHC).

NINJA 250R (EX250J) 2008

Dari sinilah dimulainya generasi Ninja modern atau yang biasa disebut Ninja 250 karbu. Dia merupakan pionir motor fairing 250cc dua silinder di pasar Indonesia. Popularitasnya begitu cepat naik, seiring dengan Ninja 150 2 tak.

sejarah ninja 250cc

Pada awal rilisnya, Ninja 250 karbu ditawarkan seharga hampir 40jutaan. Harga yang amat mahal kala itu… Tapi memang pantas untuk motor yang belum punya tandingan.

Desain moge banget… suara khas dua silinder… Pokoknya pantas disebut moge entry level.

Sayangnya… sektor mesin pada generasi ini mengalami penurunan performa. Power maksimalnya hanya di angka 30 DK dengan torsi 20 Nm.

NINJA 250 FI (EX250L – EX250M) 2013

Disini Ninja mulai memasuki era baru… era dimana teknologi karburator mulai di tinggalkan dan diganti dengan injeksi.

Pada generasi ini, selain hanya injeksi, modelnya pun berubah mengikuti garis desain saudara mogenya yang lebih besar, ialah ZX-6R aka Ninja ZX636.

NEW NINJA 250 2017 – 2018

Dan yang terbaru adalah All New Ninja 250 FI yang telah resmi diluncurkan oleh PT.Kawasaki Motor Indonesia pada 18 November 2017 lalu dan mulai di distribusikan awal tahun 2018 ini.

Pada periode ini, Kawasaki mengusung desain totally fresh. Di jejali dengan banyak fitur baru serta lampu depan LED.

Perubahan juga terjadi pada mesin dimana powernya naik tajam hingga 38,4 DK serta memiliki torsi sebesar 23.5 Nm. Pencapaian tersebut di dapat dari mesin yang 100% baru.

Fitur lain yang tidak kalah uwow adalah throttle body down draft berdiameter 32 mm, air box yang lebih besar serta kopling assist dan slipper clutch. Bahkan sasis pun berubah menjadi mirip dengan desain H2. Pun dengan swing-arm yang berubah menjadi lebih ringan.

Hingga saat ini, kedigdayaan Ninja 250 masih tetap sulit digeser meski oleh produk berfitur super lengkap sekalipun. (Mtb – Sejarah Ninja 250cc).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: