mio s

Segini Konsumsi Bensin Yamaha Mio S versi BYMS

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Mtb yakin sudah banyak orang yang tahu bahwa konsumsi bensin Yamaha Mio S irit pisan. Tidak seperti Mio jaman old saat masih menggunakan karburator,, dimana angka konsumsi bahan bakarnya konon sering tidak sampai 30 km/liter.

Advertisement

Iya Om… Untuk ukuran motor harian bermesin kecil,, konsumsi bahan bakar 30-an km/liter tentu terbilang boros.

Tapi sekarang tidak lagi Om… Jajaran skutik Yamaha kini telah dilengkapi dengan teknologi Blue Core yang diklaim jauh lebih irit dibanding teknologi skutik Yamaha jaman old.

Terus,, berapa sih angka konsumsi bensin Mio S??

Menurut pengujian pada acara Blue Core Yamaha Motor Show (BYMS) 2019 di Lapangan Merdeka, Kota Binjai, Sumatera Utara,, berikut ini hasilnya:

uji konsumsi yamaha mio s blue core yamaha motor show byms 2019 binjai sumatera utara

. Dari demo yang dilakukan menggunakan alat Fuel Consumption Tester yang dihubungkan ke tangki bahan bakar,, hasilnya ialah 54 km/liter. Pengujian dilakukan dengan asumsi putaran gas stabil / konstan dijalanan mulus dan datar tanpa berboncengan

. Pengujian dengan putaran gas ugal-ugalan (stop & go),, dihasilkan angka 43 km/liter (Arif Budiono, Technical Demo Irit BYMS Binjai – DetikOto, 14/7/2019)

. Pengujian di jalanan sejumlah kabupaten di Aceh Utara dengan kontur jalan datar,, hasilnya bisa tembus 70 km/liter dengan putaran gas stabil dan konstan

. Pengujian di jalanan Aceh Barat menuju Meulaboh dengan kontur jalan naik turun bukit,, hasilnya 53 km/liter

Om Bro…!! Seperti yang kita ketahui bersama,, perkara konsumsi bahan bakar dalam satuan jarak sangatlah terpengaruh oleh situasi dan kondisi jalan, serta gaya berkendara. Singkatnya,, berkendara pada situasi jalanan yang lengang pasti akan lebih irit bahan bakar dibanding berkendara di jalanan kota yang padat dan macet. Selain itu,, berkendara di jalanan datar dan mulus pasti lebih irit dibanding berkendara di jalanan rusak dan berbukit.

Satu hal lagi,, berkendara secara smooth dengan mengurut putaran gas dan menjaga kecepatan konstan pun lebih irit dibanding yang membetot-betot gas secara kasar.

Om Bro… Motor-motor Yamaha jaman now sudah tidak lagi seperti jaman old. Iya Om… Dulu,, Yamaha identik dengan image “motor boros”. Utamanya saat teknologi dunia persilatan masih marak menggunakan karburator,, bahkan saat masih marak motor Yamaha bermesin 2 tak.

Sekarang,, Yamaha sudah mencapai teknologi Blue Core yang terbukti mampu menekan jumlah konsumsi bahan bakar secara efektif. Apa lagi sekarang skutik-skutik Yamaha telah dilengkapi pula dengan indikator eco riding. Yaitu lampu indikator yang akan menyala pada saat Om Bro berkendara dalam mode paling irit.

Menurut informasi yang Mtb ciduk,, indikator eco riding pada skutik-skutik Yamaha akan menyala pada kisaran kecepatan 40-60 km/jam dengan putaran gas yang stabil. Di luar itu,, kecepatan kendaraan tidak masuk dalam kategori eco riding… So,, konsumsi bahan bakarnya agak lebih boros.

Advertisement

Kenapa??

Karena di luar itu,, tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkan motor akan lebih besar. Maka patutlah jika konsumsi bensinnya pun jadi lebih boros.

Bukan hanya kecepatan berkendara saja,, kondisi cuaca pun dikatakan dapat mempengaruhi banyaknya penggunaan bahan bakar. Konon,, cuaca panas dapat membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros lantaran penguapan yang terjadi pada bahan bakarnya itu sendiri.

Terus,, apa yang membuat teknologi Blue Core jadi lebih irit dibanding teknologi lama Yamaha??

Ternyata ada beberapa perubahan penting pada konstruksi mesin Yamaha Om… Misale saja pada ruang bakar,, dimana ruang bakar pen floor yang berbentuk seperti atap rumah,, diubah menjadi bentuk hemispherical (combustion chamber),, yaitu bentuk setengah lingkaran.

Selain perubahan bentuk ruang bakar,, bahan pembuat dan proses pembuatan piston serta silinder pun berganti… Proses pembuatan pistonnya ditempa,, bukan di cetak biasa,, sedangkan silindernya menggunakan bahan alumunium silikon. Konon lagi Om,, teknologi piston dan silinder ini merupakan turunan dari teknologi motor balap Yamaha. Keduanya dinamakan Diasil Cylinder & Forged Piston…

Pemilihan bahan alumunium untuk silinder mesin motor Yamaha tentunya bukan tanpa alasan. Iya Om… Salah satu alasannya ialah karena alumunium mempu melepaskan panas secara lebih baik… Juga mampu meminimalisir gesekan saat dipasangkan dengan forged piston.

Kelebihan lain yang juga di usung oleh teknologi Blue Core Yamaha ialah kipas pendingin mesin yang lebih besar. Juga sirip-sirip pendingin pada blok silinder yang dibuat lebih tipis dengan jumlah sirip yang lebih banyak. Dengan begitu, proses pelepasan panas pun jadi lebih optimal.

Tidak hanya sampai disitu,, mesin Blue Core Yamaha menggunakan jalur oli dibagian bawah piston. Dari situlah oli menyemprot ke atas,, yang hasilnya menambah pula efektifitas pendinginan mesin.

Om Bro…!! Teknologi Blue Core sebenarnya telah lama digunakan oleh Yamaha. Mtb yakin sebagian dari Om Bro sudah ada yang tahu detail teknologi Blue Core seperti yang Mtb sebutkan barusan di atas. Tapi pun begitu,, Mtb kira sebagian dari Om Bro yang lain ada juga yang belum tahu detailnya. Karena itulah di atas sekilas Mtb bahas lagi. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *