Segini Ancaman Denda Tilang Motor Tidak Pakai Helm

Motorisblog.com – Om Bro…!! Sudah banyak orang,, sudah banyak media yang sering men-sosialisasikan tentang denda tilang motor tidak pakai helm. Tapi Mtb tidak bosan… Mtb terus ikut meng-kampanyekan aturan tersebut,, baik secara off-line pada sanak keluarga, atau pun secara online melalui blog ini.

Om Bro…!! Mtb yakin semua orang pasti tahu bahwa kepala adalah salah satu bagian tubuh yang paling penting untuk dilindungi. Karena itulah dalam aturan berlalu lintas, setiap pengendara motor dan boncengernya wajib mengenakan pelindung kepala,, alias helm.

Kenapa??

Karena dalam berkendara,, selalu ada resiko kecelakaan. Yup… Entah besar atau kecil, resiko kecelakaan selalu ada Om…

Bahayanya,, banyak diantara peristiwa kecelakaan yang akibatnya menjadi fatal gegara luka parah di bagian kepala. Tapi amat disayangkan masih banyak orang yang menganggap penggunaan helm hanyalah sebatas aturan. Masih banyak orang yang menganggap bahwa penggunaan helm tidaklah diperlukan ketika di suatu perjalanan tidak melalui polisi yang tengah berjaga atau pun yang tengah me-razia kendaraan bermotor.

Iya Om… Mtb kerap kali mendengar orang yang berkata, “Aahh,, deket ini, ngga ada polisi”. Atau ada juga yang berkilah, “Saya kalo pake helm, kepala suka pusing…”.

Mtb tidak tahu apakah alasan “kepala pusing” itu hanya sekedar alasan doang atau memang betulan. Tapi yang jelas,, yang Mtb rasakan,, dalam hal apa pun kita tidak akan lagi merasa risih dan sebagainya ketika hal tersebut telah menjadi sebuah kebiasaan.

Artinya,, jika memang ada seseorang yang merasa pusing saat mengenakan helm,, Mtb yakin rasa pusing tersebut akan berlalu dengan sendirinya jika Om Bro/Sista telah terbiasa.

Ada pepatah mengatakan,, “Keikhlasan akan datang setelah berlalunya sebuah keterpaksaan”. Artinya adalah,, bahwa kita memang perlu memaksakan sesuatu hal yang memang baik dan wajib. Toh pada akhirnya nanti,, setelah sesuatu tersebut menjadi sebuah kebiasaan,, maka kita tidak akan lagi merasa terpaksa. Kita sudah terbiasa… ,,sudah terbiasa memakai helm.

Baiknya lagi,, setelah kita terbiasa mengenakan helm,, perasaan kita justru akan terbalik. Betul Om… Orang yang sudah terbiasa menggunakan helm,, dia justru akan merasa tidak nyaman dan tidak aman saat bermotor tanpa helm. Bahkan ketika tujuan berkendaranya hanya jarak dekat sekalipun.

Iya Om… Mtb merasakannya sendiri… Dan kebetulan mertua Mtb juga sama seperti Mtb. Bapak Mertua selalu menggunakan helm meskipun hanya berkendara jarak dekat. Kalo ditanya,, “Deket aja pake helm Pak?”,, biasanya Bapak menjawab,, “Ah, teu enakeun. Geus biasa dihelm, mun teu dihelm asa teu enakeun”. (Ah,, ngga enak. Udah biasa pake helm,, kalo ngga pake helm rasanya ngga enak – ngga nyaman).

Nah,, itu bukti nyata Om… Bahwa setelah kita terbiasa melakukan hal-hal baik,, maka kita akan merasa ada sesuatu yang kurang ketika kita meninggalkan kebiasaan baik tersebut.

Balik lagi ke helm…

Dalam hal aturan helm motor,, syarat minimal untuk negara kita ialah sertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia). Jadi,, jika pun di dunia persilatan helm ada standarisasi DOT dan sebagainya,, itu tidak wajib bagi pengendara sepeda motor di Indonesia. Lebih bagus iya,, tapi tidak wajib. Yang wajibnya hanya SNI saja.

Kenapa harus SNI??

Karena helm yang tidak memenuhi Standar Nasional Indonesia (atau standar lainnya secara global),, artinya mutu helm tersebut tidak terjamin. Tidak terjamin dalam hal perlindungan terhadap kepala yang memakainya.

Dalam hal siapa yang wajib menggunakan helm motor,, di atas tadi sudah Mtb sebutkan bahwa menggunakan helm adalah wajib bagi pengendara dan penumpang. Jadi bukan hanya pengendaranya saja Om… Boncenger pun wajib.

Lah iya Om… Keduanya harus dilindungi. Bukan hanya salah satunya saja. Toh tidak ada jaminan bahwa salah satunya pasti tidak akan terluka. Ngga mungkin kan,, pengendaranya jatuh sedangkan penumpangnya jalan terus. Wkwkwkwk…!!

Lantas,, dasar apa sih yang menjadi landasan hukum wajibnya menggunakan helm bagi pemotor??

Aturannya ada pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 8 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,,

“Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor dan Penumpang Sepeda Motor wajib mengenakan helm yang memenuhi Standar Nasional Indonesia,”

Terus,, bagaimana hukumannya bagi pengendara yang tidak mematuhi aturan tersebut??

Ketentuan sanksinya ada pada Pasal 291 Ayat 1 dan 2,,

“(1) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor tidak mengenakan helm Standar Nasional Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

(2) Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor yang membiarkan penumpangnya tidak mengenakan helm sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (8) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah),”

Nah,, begitu Om… Jadi supaya tidak kena denda tilang,, pakailah helm setiap kali Om Bro/Sista berkendara motor. Dan pahami juga bahwa menggunakan helm bukanlah semata-mata hanya untuk melindungi diri dari tilang saja,, tapi lebih pada melindungi diri dari resiko kecelakaan. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: