Salah Satu Penyebab Motor Listrik Cepat Rusak (Baterai Cepat Mati)

Motorisblog.com – Om Bro…!! Meski judul di atas memuat kata “penyebab motor listrik cepat rusak”, namun fokus bahasan Mtb disini bukanlah pada keseluruhan rangkaian motor. Fokus Mtb disini adalah pada sisi baterainya saja.

Kenapa?? Karena baterai dalam motor listrik memiliki peran yang sangat vital. Tanpa baterai, motor listrik tidak akan dapat melaju. Betul??

Nah, mengingat betapa vitalnya peran baterai pada motor listrik, maka perkara usia pemakaian baterai pun menjadi salah satu bahasan penting pada topik ini. Jadi tidak hanya bahasan kapasitas baterainya saja yang menjadi penting.

Sebagai contoh misale Honda PCX Electric, dimana pabrikan mengklaim bahwa baterainya mampu bertahan hingga dua tahun lamanya… Angka tersebut bisa berkurang drastis jika cara pemakaian atau gaya berkendaranya tidak baik.

Menurut isi buku “Sepeda Motor Listrik”, karya Drs Buntaro,M.pd, salah satu faktor yang menjadi penyebab berkurangnya usia pakai baterai ialah jika motor listrik sering dipacu hingga batas maksimal (top speed). (Kompas, 10/6/2019).

Penjelasannya begini:

Pada motor bermesin bakar konvensional, efek yang paling terasa jika motor kerap di kebut ialah hanya boros bensin saja. Jika pun ada resiko keausan berlebih pada komponen dalam mesin, hal itu baru akan terjadi pada jangka waktu yang relatif lama. Umumnya bisa mencapai 5 tahun pemakaian.

Namun berbeda dengan motor listrik… Saat motor listrik dipacu dengan kecepatan tinggi, baterai yang menjadi media penyimpanan energinya akan mengeluarkan energi maksimum, dan hal itu akan mempengaruhi usia pakai baterai.

Tingkat pengeluaran daya pada baterai biasa disebut Deep of Discharger (DOD). Ukuran isinya biasa diwujudkan dalam hitungan persen. Contohnya baterai yang berkapasitas 12Ah, maka status isinya ialah 100% ketika daya terisi penuh sebesar 12A. Dan menjadi 50% saat dayanya tinggal 6A.

Ketika sisa dayanya adalah 6A, maka artinya daya yang telah terpakai (DOD)-nya adalah 50%. Demikian jika sisa baterainya tinggal 30%, artinya DOD-nya adalah 70% (daya yang telah terpakai). Sementara menurut Drs Buntaro, rekomendasi DOD aki kering hanyalah 30% saja. Karenanya jika motor listrik terlalu sering dipacu hingga top speed, maka besar kemungkinan life cycle-nya akan jadi lebih pendek.

Bagaimana Om?? Setujukan Om Bro dengan Drs Buntaro??

Mtb sendiri untuk saat ini setuju. Namun Mtb kira ke depan nanti bisa saja pandangan tersebut tidak lagi relevan.

Kenapa?? Karena teknologi terus berkembang Om… Para ilmuwan pasti akan terus meningkatkan kemampuan dan daya tahan baterai motor listrik. Nantinya baterai motor listrik tidak akan lagi cepat mati meskipun motor selalu dipacu dengan kecepatan tinggi.

Contoh kecilnya Om Bro bisa ingat di masa awal perkembangan telepon seluler di akhir 1990-an… Saat itu untuk mengisi (charging) baterai ponsel membutuhkan waktu hingga sekira 6 jam. Sekarang 2-3 jam saja baterai ponsel sudah terisi penuh. Begitu pula dengan motor listrik… Suatu saat nanti kemampuan baterainya pasti akan jauh berkembang dibanding sekarang. Dengan catatan bahwa motor listrik terus diminati dan berkembang pesat dimasa yang akan datang…

Loh ko gitu??

Iya Om… Kita juga tidak bisa sekonyong-konyong mengambil kesimpulan dari jaman yang belum terjadi. Kita belum tahu apakah teknologi kendaraan listrik akan terus berkembang atau justru tumbang ditengah jalan?? Pasalnya saat ini energi listrik baru menjadi teknologi alternatif saja. Di luaran sana masih ada kontroversi perkara limbah baterainya yang sama sekali tidak ramah lingkungan. So… Tidak tertutup kemungkinan jika kelak manusia menemukan energi lain yang lebih ramah dan lebih baik dibanding mesin bakar dan mesin listrik.

Kita ingat bagaimana masa transisi video kaset ke teknologi DVD… Di antara kedua masa itu ada laser disc dan VCD yang hanya seumur jagung. Nah, siapa tahu nasib kendaraan listrik pun akan seperti laser disc dan VCD??

Berbeda dengan video kaset yang mampu bertahan puluhan tahun lamanya… Juga dengan DVD yang hingga saat ini masih punya banyak peminat meski perangkat digital dan jalur streaming sudah berserakan dimana-mana.

Hokeh… Kita kembali ke motor listrik…

viar q1 pemprov dki jakarta

Saat ini di Indonesia sudah ada beberapa motor listrik. Namun dari semuanya yang paling populer dalam pemberitaan baru Viar Q1, Gesits, dan Honda PCX Electric saja.

motor listrik gesits di iims 2019

Sebagai contoh perbandingan, Honda PCX Electric menggunakan 2 baterai lithium-ion. Masing-masing baterai berkapasitas 50,4V, yang artinya total menjadi 100,8V. Menariknya kedua baterai tersebut bisa diisi ulang dengan dua cara, yaitu dengan cara swap (ganti baterai) atau pun diisi ulang secara manual melalui arus listrik di rumah.

Untuk baterai Honda PCX Electric, Makoto Mitsukawa, Honda R&D Co.Ltd mengklaim bahwa usia pakainya bisa mencapai dua tahun. Daya jelajahnya sendiri dikatakan mampu menempuh jarak hingga 69 km dalam kondisi full dengan kecepatan rata-rata 40 km/jam secara konstan. (Kompas, 10/6/2016).

honda pcx electric 2019

Disisi lain, Gesits yang merupakan karya anak bangsa, menggunakan baterai WIKA BATT, hasil produksi WIKA energy. Jenis baterainya Lithium Ion NMC (nickel-manganese-cobalt) berkapasitas 72V 20A. Dalam kondisi baterai penuh, Gesits diklaim mampu melaju hingga jarak 70 km. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: