safety riding tips aman berkendara di jalan raya ala grab

Safety Riding Tips, Aman Berkendara di Jalan Raya ala Grab

Motorisblog.com – Safety riding tips, aman berkendara di jalan raya. Om Bro…!! Salah satu penyebab kecelakaan di jalan raya adalah karena kurangnya kesadaran terhadap bahaya di sekitar. Nah, singkat saja… kali ini Mtb akan berikan beberapa tips untuk menghindari/memininalisir resiko tersebut.

Om Bro… Setidaknya ada 5 tips yang harus kita perhatikan untuk dapat aman berkendara di jalan raya. Dan poin-poin safety riding tips ini Mtb dapatkan dari notifikasi aplikasi Grab Driver yang muncul saat Mtb on bid.

1. Fokus pada kondisi jalan

Safety riding tips yang pertama, kita harus fokus pada jalan kondisi jalan, utamanya saat kita hendak menyalip kendaraan lain. Pastikan bahwa tidak ada kendaraan lain yang menghalangi di depan sebelum berpindah jalur dan tidak juga ada kendaraan lain dari belakang yang sama-sama hendak menyalip kita.

2. Atur Spion dengan posisi yang pas sebelum mulai berkendara

Salah satu cara untuk dapat memantau kendaraan dibelakang kita adalah melalui kaca spion. Maka dari itu, pastikan kita dapat melihat lalu lintas di belakang dengan baik sebelum berpindah jalur. Pastikan kita berpindah jalur tanpa menghalangi kendaraan lain di belakang kita.

Ingat juga, Om Bro… Jangan menggunakan spion segede upil dengan alasan style. Tetap gunakan spion standar pabrikan. Atau jika pun Om Bro ingin menggantinya dengan spion aftermarket, pastikan ukuran dan kecembungan cerminnya sama dengan standar pabrikan.

Perhatikan, Om Bro… Ukuran spion segede upil itu hanya cocok untuk mengintip jerawat. Sama sekali tidak efektif untuk melihat kendaraan di belakang kita. Jadi, jangan gunakan spion kecil kecuali jika Om Bro banyak jerawat. Wkwkwkwk…!!

3. Perhatikan kendaraan lain yang berada di belakang kita

Meskipun tidak hendak menyalip, tetap perlu untuk kita sesekali melihat ke belakang dari spion. Hal itu untuk mengantisipasi jika ada kendaraan lain yang melaju dengan cara yang membahayakan. Misalnya saja jika ada kendaraan lain yang akan menyalip kita dengan kecepatan tinggi dan laju yang tidak stabil, zig-zag dan sebagainya.

Dengan memperhatikan kendaraan di belakang, kita dapat meminimalisir resiko kecelakaan akibat kesalahan orang lain. Setidaknya kita dapat menghindari dengan menepi jika ada kendaraan lain yang menyalip kita dengan cara yang tidak aman.

Tapi tetap, fokus kita lebih besar karena kendaraan melaju ke arah depan.

4. Gunakan Klakson jika diperlukan

Sesekali kita juga perlu menggunakan klakson apabila berada dalam situasi urgent. Suara klakson dapat menyadarkan pengendara lain akan keberadaan kita. Juga dapat membantu membangunkan pengemudi lain jika sedang mengantuk.

Contohnya… jika kita hendak menyalip truk, bus, truk container atau mobil-mobil besar lainnya.

Pengemudi mobil-mobil besar memiliki keterbatasan pandangan sehingga kita perlu memberitahukan mereka akan keberadaan kita dengan menggunakan suara klakson.

Tapi ingat juga, Om Bro… Jangan menggunakan klakson untuk mengintimidasi orang lain. Jangan menggunakan klakson semata-mata karena kita kesal kepada orang/pengendara lain.

5. Melaju di lajur kiri untuk kecepatan rendah dan di lajur kanan untuk mendahului

Terutama di jalan tol, bagi mobil, biasakan melaju di lajur kiri dan jangan ngebut. Patuhi batas kecepatan yang ada di jalan tol tersebut, misalnya batas bawah minimal 60 km/jam dan batas atas 80 km/jam.

Tetap melaju di lajur kiri tapi bukan di bahu jalan. Berikan ruang bagi kendaraan yang hendak mendahului kita melalui jalur kanan dan tengah, sehingga pengemudi lain tidak akan terkejit akibat terhalang oleh keberadaan kita di lajur tengah.

Begitu pun jika Om Bro hendak mendahului kendaraan lain, maka lakukanlah dengan melalui lajur tengah/kanan.

Hal ini juga berlaku untuk pengendara sepeda motor di jalan raya umum. Patuhi pemisah jalur lambat dan jalur cepat, jika ada. Tetap berada di lajur kiri kecuali hendak mendahului.

6. Selalu nyalakan lampu utama bagi sepeda motor

Hal ini sudah ditetapkan menjadi peraturan resmi sejak beberapa tahun lalu, yakni menyalakan lampu utama motor bahkan di siang hari.

Menyalakan lampu utama motor dapat membantu memperlihatkan keberadaan kita dimata pengemudi lain. Jangan khawatir aki tekor dan boros bohlam/lampu karena aturan tersebut, karena pabrikan pun sudah menyesuaikan setiap produknya dengan peraturan tersebut. Mtb sudah membuktikannya, setidaknya selama 10 tahun.

Sedikit tips, Om Bro dapat menyiasati keawetan lampu motor dengan cara menyalakan lampu jarak jauh di siang hari dan lampu jarak dekat dimalam hari. Dengan cara itu, lampu motor akan lebih awet karena pemakaian jauh-dekat menjadi seimbang. Ini untuk menyiasati kecenderungan lampu jarak dekat lebih cepat mati dibanding lampu jarak jauh. Cara ini juga sudah Mtb gunakan dan terbukti efektif. (Mtb – Safety riding tips, aman berkendara di jalan raya).

Tinggalkan komentar