Saat Mengantuk Tidak Ada Larangan Berhenti di Bahu Jalan??

Motorisblog.com – Om Bro…!! Larangan berhenti di bahu jalan berlaku ketika tidak ada situasi darurat. Namun pada kondisi sebaliknya, larangan tersebut jelas tidak berlaku.

Yup… Bahu jalan memang dibuat khusus untuk berhenti dalam kondisi darurat. Misale karena ada trouble pada mobil, entah itu mogok atau pun ada kerusakan lainnya.

Lantas bagaimana dengan kondisi pengemudi yang mengantuk?? Apakah kondisi tersebut termasuk dalam status darurat dan boleh berhenti di bahu jalan atau tidak??

mengantuk tidur di mobil

Kalau menurut Mtb sih termasuk ya Om… Soale Mtb sudah merasakannya sendiri, betapa bahayanya ketika kita dipaksa mengemudi saat mengantuk…

Betul Om… Mengantuk memang kerap kali menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Kembali pada status mengantuk, apakah termasuk kondisi darurat atau bukan??

Menurut Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana, mengantuk termasuk ke dalam kondisi darurat. Maka boleh kita berhenti dibahu jalan untuk istirahat dan tidur beberapa saat. (Viva, 7/6/2019).

Namun ada resiko lain Om… Ada kalanya kendaraan lain melakukan pelanggaran dengan menggunakan bahu jalan untuk menyalip (mendahului). Apa tidak berbahaya untuk kita yang tengah berhenti??

Nah, untuk meminimalisir resiko tersebut, nyalakan lampu hazard. Tidak hanya itu, pasang juga segitiga pengaman pada jarak sekira 50 meter dari titik lokasi mobil berhenti. Dengan begitu pengguna jalan lain akan melihat keberadaan kita yang sedang berhenti.

berhenti darurat di bahu jalan

Mengenai aturan resminya sudah tertuang dalam Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Tentang parkir darurat ada pada pasal 121 ayat 1 dan 2:

“Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan berbahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau darurat di jalan. Aturan ini tidak berlaku bagi sepeda motor tanpa kereta samping.”

Om Bro…!! Kondisi lelah dan mengantuk kerap menyerang saat kita menempuh perjalanan jauh. Misale saja pada perjalanan mudik/balik seperti yang baru kita lewati kemarin-kemarin ini.

Utamanya pada perjalanan mudik/balik, biasanya waktu tempuh jadi lebih lama dibanding hari-hari biasa. Maka itu patutlah jika kita merasa lebih mudah lelah dan mengantuk dibanding perjalanan jauh yang bukan dimusim mudik.

Nah, dalam kondisi lelah dan mengantuk, lebih bijak jika Om Bro istirahat dan tidur sejenak. Jangan memaksakan diri (misale) karena ingin lebih cepat mencapai tujuan. Om Bro sekalian pun tahu bahwa rasa mengantuk kerap menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas. Maka jangan paksakan. Dikhawatirkan bukan cepat sampai tujuan malah kecelakaan… Kan amit-amit ya Om… (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: