17 Panduan Rute Mudik Motor Jakarta / Tangerang – Ciamis

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Seiring waktu, tidak dapat dipungkiri bahwa setiap tahun jumlah pemudik motor semakin meningkat. So, kali ini Mtb bakal share perkara rute mudik motor jalur selatan asal Jakarta / Tangerang ke Tasikmalaya, Ciamis, Banjar Patroman dan Pangandaran.

Advertisement

Sementara itu sebagian yang lain adalah dari Bandung menuju Jogja / Jawa Tengah.

Bagi Om Bro yang mudik naik mobil, tentunya sekarang sudah bisa lewat Tol Cipali. Tapi tidak bagi pemudik motor.

Selain peta jalur mudik, Om Bro pun harus faham jalur / rute mudik motor secara detail. Hal itu diperlukan supaya waktu tempuh Om Bro tidak menjadi lambat karena harus banyak bertanya selama dalam perjalanan.

Sebetulnya sepeda motor sangat tidak di sarankan untuk berkendara jarak jauh. Tapi karena berbagai alasan, banyak orang (termasuk Mtb) yang memilih mudik pakai motor.

Khususnya bagi pemudik motor pemula, ada baiknya Om Bo tahu dulu hal-hal penting yang harus di persiapkan sebelum berangkat. Nah, jika semuanya sudah siap dan matang, berikut ini rutenya:

Jalur Utama Rute Mudik Motor Jakarta – Ciamis

Rekomendasi rute mudik motor Jakarta – Ciamis yang pertama Mtb buat adalah melalui jalur yang menurut Mtb paling gampang difahami.

1. Jakata – Pulogadung

Titik pemberangkatan dari Jakarta bisa berbeda-beda, tergantung tempat tinggal Om Bro masing-masing.

Namun untuk lebih mudahnya, Mtb menggunakan patokan Monas, Jakarta Pusat sebagai titik nol kilometer.

Dari monas, Om Bro menuju Kwitang, Atrium Senen, lalu menuju Galur ke arah Pulogadung.

Di jembatan layang Galur (jika Om Bro belum tahu), sepeda motor di larang melalui flyover. Jadi Om Bro harus belok kiri untuk memutar balik dulu sebelum menuju Cempaka Putih.

Saat Om Bro mencapai kolong flyover Kelapa Gading (Cempaka Mas), pastikan Om Bro ambil arah lurus.

Di situ persimpangannya agak mengecoh, jadi jangan sampai salah ambil arah kiri. Karena jika Om Bro ke kiri, maka Om Bro akan naik ke flyover dan menuju Cawang, Jakarta Timur.

2. Bekasi – Cikarang

Selepas Pulogadung, Om Bro akan segera memasuki Bekasi Kota.

Ikuti saja jalan raya utama. Atau kalau kebetulan Om Bro mudik di hari padat (arus puncak mudik), ikuti mayoritas pemotor lain yang juga sedang dalam perjalanan mudik.

Mudah ko’ membedakan pemotor mudik dan yang bukan. Om Bro lihat saja pakaian dan barang-barang bawaan si pemotor, pasti tampak perbedaannya.

Memasuki wilayah Cikarang, biasanya ada pengalihan arus khusus motor, yaitu menyusuri jalanan kecil ke perkampungan.

Ikuti saja instruksi dari petugas (Polisi) yang sedang berjaga.

Perhatikan rambu-rambu tambahan yang di buat khusus untuk pemudik (terutama rambu pengalihan arah).

3. Karawang

Pengalihan jalur khusus sepeda motor tersebut akan menyusuri Karawang agak ke sisi Utara (tidak melalui Karawang Kota).

Perhatikanlah! Jangan mengikuti arus mayoritas motor yang menuju jalur Pantura.

Sekiranya Om Bro ragu, tanyakanlah arah jalur selatan kepada petugas. Masalahnya, arah yang menuju jalur selatan relatif lebih sepi sehingga di situ Om Bro berpotensi terbawa arus pemudik Pantura.

Jika Om Bro sudah menemukan arah yang benar, Om Bro akan menuju Cikampek.

4. Cikampek

Di Cikampek pun Om Bro berpotensi terbawa arus pemudik pantura, karena pemudik selatan jarang sekali di sini.

Saat mencapai flyover Cikampek, Om Bro jangan naik, melainkan ambil sisi kiri untuk memutar ke arah kanan di kolong flyover.

Di sini jalannya agak rancu. Jalur yang benar seharusnya Om Bro putar balik dan belok kiri menyusuri jalan pasar Cikampek. Tapi kenyataannya jalanan itu sudah di penuhi oleh pedagang kaki lima. Om Bro akan sangat kesulitan jika melalui jalan ini.

Solusinya?

Pada saat di kolong flyover Cikampek itu Om Bro bisa langsung belok kiri (sedikit melawan arah). Ngga apa-apa Om, karena di musim mudik biasanya justru Petugas Polisi yang mengarahkan kita ke situ.

Maka lanjut lurus ke arah Purwakarta.

Di jalur Purwakarta ini biasanya jalanan akan di penuhi oleh mobil-mobil yang berlawanan arah dengan Om Bro, sehingga sekilas tampak seperti jalan satu arah.

Tapi jangan khawatir, lanjutkan saja perlahan di sisi kiri.

Mobil-mobil tersebut adalah pemudik yang keluar dari pintu Tol Kopo (Jomin/Cikampek) dan menuju ke jalur Pantura. Karena saking banyak dan macet, maka mobil-mobil tersebut sampai memenuhi jalur yang berlawanan sehingga terlihat seperti jalan satu arah.

Tapi sekarang sudah ada Tol Cipali, mudah-mudahan tingkat kemacetan di ruas jalan Cikampek – Purwakarta tidak separah dulu lagi.

Selepas pintu Tol Kopo, Om Bro akan menemukan jalanan yang lebar dan lurus, ditambah dengan pepohonan yang tinggi dan rindang sehingga membuat udara segar selama Om Bro melaluinya.

Di sinilah tempat yang ideal untuk Om Bro beristirahat setelah beberapa jam menempuh perjalanan dari Jakarta.

Perlu di ketahui, waktu yang ideal untuk istirahat pemudik motor adalah setiap 2 jam perjalanan. Namun itu tidaklah mutlak. Om Bro bisa menyesuaikannya dengan kemampuan dan stamina Om Bro sendiri.

Mtb jika berkendara sendiri bisa sampai 4 jam perjalanan baru istirahat, tapi kalau berboncengan, Mtb istirahat setiap 2 jam.

Ketahui juga bahwa pembonceng lebih cepat merasa lelah dibanding pengemudi. Jadi jangan hanya melulu tancap gas tanpa mempertimbangkan stamina boncenger.

Di ruas jalan ini situasi lalu lintas relatif lancar. Hal itulah yang membuat Mtb lebih menyukai rute ini dibanding rute Puncak Bogor.

5. Purwakarta – Cikalong Wetan

Di hari biasa, Om Bro akan mentok di Purwakarta Kota untuk kemudian belok ke arah kanan menuju Bandung.

Di musim mudik, biasanya di sini tidak pernah ada pengalihan arus yang berarti. Hampir sama dengan rute hari biasa. Namun begitu, tetap perhatikan rambu-rambu tambahan yang dibuat oleh petugas polisi selama musim mudik.

Dari Purwakarta Om Bro akan melalui Cikalong Wetan menuju ke arah Padalarang.

6. Padalarang – Cimahi

Ketika memasuki Padalarang, Om Bro akan mendapati jalanan sempit di antara stasiun kereta api (kiri) dan pasar (kanan). Terus saja susuri jalan itu sampai ke Kota Cimahi.

Di dalam kota Cimahi, Om Bro lanjut terus mengarah ke Kota Bandung. Jalurnya cukup mudah, tidak ada persimpangan yang membingungkan. Lurus saja di jalur utama.

7. Bandung Kota

Memasuki Kota Bandung, Om Bro harus waspada. Jangan sampai Om Bro kebablasan ke dalam kota, karena jalanan kota Bandung cukup membingungkan untuk orang yang baru melaluinya.

Pada saat Om Bro mulai keluar dari wilayah Cimahi, perhatikan papan penunjuk arah. Cari arah yang menuju jalan Soekarno Hatta.

Di sini dulu Mtb pernah keder nih Om. Jadi, arah jalan Soekarno Hatta itu satu arah dengan ke Bandara Husien Sastranegara, Bandung.

Yang salah di papan arah jalan adalah penulisannya yang begini:

  • ‘Bandara’
  • ‘Soekarno Hatta’

Tidak ada keterangan nama ‘Jalan’ ataupun nama ‘Husein Sastranegara’. Sehingga Mtb menafsirkannya sebagai ‘Bandara Soekarno-Hatta’ seperti airport internasional di Tangerang. Maka saat itu Mtb berasumsi bahwa itu adalah jalan khusus menuju Bandara. Mtb lurus ke arah pusat kota dan akhirnya tersesat selama 1 jam.

Oke, kembali ke benang merah.

Setelah Om Bro menemukan arah Jalan Soekarno Hatta, di situ sudah ada petunjuk ke arah Garut dan Tasikmalaya (satu arah). Ikuti arah itu yang akan membawa Om Bro melalui Bypass Soekarno Hatta yang lurus dan lebar.

Tapi jalan Bypass ini sedikit menyebalkan buat Mtb. Banyak banget lampu merah, dan sekali merah lampunya lama banget. Mtb bisa sampai menghabiskan tiga gelas kopi untuk menunggu lampu hijau di ruas jalan ini. (Maksudnya tiga gelas kecil kopi dingin. Wkwkwkwk).

Di samping itu, Jalan Soekarno Hatta ini selalu macet parah pada musim mudik di siang hari.

Tapi santai saja. Kalau nggak macet ya bukan Lebaran namanya.

8. Cibiru – Cileunyi

Di ujung jalan Soekarno Hatta, Om Bro akan menemukan bundaran Cibiru yang tidak kalah besar dengan Bundaran HI di Jakarta. Hanya saja bedanya di Cibiru bundarannya di isi tanaman, bukan air mancur seperti di HI.

Pastikan Om Bro menuju ke arah Cileunyi. Jangan sampai salah menuju arah Cicaheum karena di arah itu Om Bro akan kembali ke dalam Kota Bandung. Dan kalau Om Bro sampai salah masuk arah Cicaheum, kapan Om Bro akan sampai Tasik? Wkwkwkwk. Malah muter-muter aja di Bandung.

Advertisement

Begitu memasuki daerah Cileunyi, Om Bro akan menemukan persimpangan jalan bercabang yang bisa mengecoh Om Bro lagi.

Jadi, walaupun di situ arah yang ke kanan sudah si beri tanda perboden, tapi banyak pemotor yang melanggarnya (mungkin mereka warga setempat).

Jangan ikuti mereka. Ambil arah kiri-lurus yang benar. Nanti Om Bro akan menemukan persimpangan arah Sumedang dan ambillah arah kanan yang menuju Tasikmalaya (ada petunjuk arah yang cukup besar di situ).

9. Rancaekek – Nagrek – Malangbong

Selepas dari Cileunyi, Om Bro akan segera memasuki Rancaekek dan menuju Nagrek. Jalanannya cukup simple sehingga Om Bro tidak perlu khawatir tersesat di sana.

Sampai di Nagrek, istirahatlah sejenak. Banyak posko mudik yang memberikan fasilitas gratis di sana. Jika perlu, periksakan kondisi motor Om Bro. Setiap tahun selalu ada posko mudik dari ATPM besar seperti Honda, Yamaha, Suzuki dan lain-lain, yang memberikan service gratis bagi pemudik.

Selain itu biasanya selalu ada fasilitas pijat elektrik secara gratis di posko Nagrek ini. Manfaatkanlah agar Om Bro kembali bugar untuk melanjutkan perjalanan.

Selepas Nagreg, Om Bro akan memasuki Malangbong. Di situ Om Bro akan mentok di pertigaan.

Pastikan Om Bro memilih arah ke kanan. Jangan belok ke kiri karena itu arah menuju Wado dan Sumedang.

10. Garut – Limbangan – Gentong – Tasikmalaya – Rajapolah

Dari Malangbong Om Bro akan banyak menemukan petunjuk arah Garut dan Tasikmalaya. Ikuti arah itu, namun ketika ada arah yang berbeda (misalnya Garut ke kanan dan Tasikmalaya lurus) Anda ambil arah Tasikmalaya.

Di pertigaan Ciawi, Om Bro arahkan motor Om Bro ke kiri, terus ke arah Tasikmalaya.

Memasuki Limbangan dan Tasikmalaya, petunjuk arahnya akan berubah. Om Bro akan menemukan arah Tasikmalaya (ke kanan) dan arah Ciamis – Jawa Tengah (lurus). Maka ambilllah arah Ciamis karena arah Tasikmalaya itu menuju ke pusat kota, bukan ke jalur mudik.

Begitupun saat Om Bro melalui flyover (jembatan layang) Rajapolah. Pastikan Om Bro menuju ke arah Ciamis yaitu naik ke flyover. Jangan masuk ke kolong yang akan membawa Om Bro ke Tasik Kota.

11. Ciamis – Banjar Partoman – Ke arah Jogja / Jawa Tengah atau Pangandaran

Di Ciamis Om Bro tidak akan menemukan kesulitan arah. Om Bro tinggal lurus saja menuju Banjar Patroman.

Jika Om Bro lelah, istirahatlah di alun-alun kota Ciamis atau di situs wisata Ciungwanara – Karangkamulyan.

Hanya beberapa kilometer dari Ciamis, Om Bro akan segera sampai di Cisaga. Di situ lah kampung Mtb sekarang. Tapi Om Bro tidak usah mampir ke rumah Mtb karena tidak akan Mtb suguhi kue. Wkwkwkwk. Kuenya khusus buat lebaran.

Lanjut.

Setelah mencapai Banjar (Patroman), Om Bro yang bertujuan ke Jogja / Jawa Tengah langsung lurus saja. Sementara bagi pemudik Pangandaran, Om Bro belok kanan di lampu merah jembatan baru (arah terminal Banjar).

Sampai lampu merah Taman Kota Lapang Bakti, Om Bro belok kiri sedikit, kemudian di lampu merah berikutnya belok kanan memasuki Jalan Baru (pada musim mudik biasanya ada petunjuk arah tambahan).

Ikuti saja terus arah Tanjungsukur – Batulawang – Banjarsari – Padaherang – Kalipucang – Emplak – Pangandaran.

Jika Om Bro pemudik asli Pangandaran, Mtb yakin dari Banjar pun Om Bro sudah faham jalannya.

Sedangkan untuk rute dari Banjar ke Jogja / Jateng, Mtb kurang faham. Om Bro bisa mencari referensi lain dengan cara searching di internet atau melalui Google Maps.

Jalur alternatif 1 Purwakarta – Subang – Majalengka – Cikijing – Rajadesa – Rancah – Cisaga – Banjar

Selain rute mudik motor via jalur selatan di atas, Mtb juga pernah menjajal jalur ini.

Mtb pernah mencoba rute ini pada tahun 2009. Tapi saat itu kondisi jalannya masih kurang bagus.

Selain itu, di rute ini Om Bro akan melalui hutan jati yang cukup rimbun. Artinya kurang aman jika Om Bro mengendarai motor di malam hari, kecuali jika Om Bro berkendara secara konvoi.

Yang perlu diperhatikan di rute ini adalah, kurang tersedia petunjuk arah permanen. Yang banyak hanyalah rambu sementara yang di sediakan selama musim mudik.

Dan petunjuk arahnya di dominasi oleh arah Cirebon. Sama sekali tidak ada petunjuk arah Ciamis. Tapi Om Bro tidak perlu khawatir. Om Bro terus saja ikuti arah Cirebon itu sampai Om Bro mencapai Cikijing.

Di persimpangan Cikijing inilah Om Bro akan menemukan arah Ciamis, yaitu dengan berbelok ke arah kanan. Sedangkan jalan yang lurus itu menuju Kuningan, Cirebon dan masuk ke jalur Pantura.

Jalur Alternatif 2 Rute Mudik Motor Jakarta – Ciamis – Banjar Patroman

Selain melalui Cikampek dan Purwakarta, Om Bro pemudik asal Jakarta juga bisa melalui rute mudik motor via jalur Puncak Bogor.

12. Jakarta – Kampung Melayu – Cililitan – Kramat Jati

Seperti yang Mtb sebutkan di awal tadi, titik nol kilometer kita ambil dari Monas.

Jika dari Atrium Senen, Om Bro susuri jalan Matraman Raya menuju Jatinegara kemudian ke Kampung Melayu. Lanjut melalui PGC dan pasar Kramat Jati, terus ikuti petunjuk arah Bogor.

13. Cibinong – Bogor

Di rute ini Om Bro akan melalui Cibinong yang kemudian akan masuk ke Kota Bogor. Nah, selepas Tugu Kujang, Om Bro akan di putarkan ke gerbang tol untuk memutar balik ke dalam Kota Bogor.

14. Jalan Tajur – Puncak Bogor

Di Kota Bogor, tujuan Om Bro adalah Jalan Tajur. Dari Jalan Tajur inilah Om Bro akan di arahkan menuju Puncak Bogor.

Pada umumnya di jalur ini Om Bro tidak akan menemukan kesulitan arah. Hanya saja sering terjadi tutup buka arus lalu lintas.

Tapi Om Bro tidak perlu khawatir karena sepeda motor tetap bisa melaju perlahan di sisi kiri.

Beristirahatlah sejenak untuk memulihkan stamina. Setidaknya minum dan selfie di puncak.

15. Cianjur – Cikalong Kulon

Turun dari puncak, Om Bro akan masuk ke Cianjur dan melalui Cikalong Kulon.

Nah, disini Mtb merasa heran. Mtb sudah beberapa kali melalui rute ini, tapi entah kenapa Mtb sulit menjelaskannya dengan teks.

Yang intinya, Mtb tidak menguasai rute ini se’lancar jalur Purwakarta. Yang artinya juga, Mtb hafal jalannya ketika melaluinya, tapi sulit mengingatnya dengan cara membayangkan.

Yang gampang itu kalau membayangkan hal-hal yang “basah”, seperti es cendol dan es kelapa muda.

Ya sudahlah. Secara singkat, dari Cianjur Om Bro menuju Padalarang, Bandung dan seterusnya.

Jalur 3 dari Tangerang

Pamungkasnya adalah rute mudik motor dari Tangerang menuju Ciamis atau Banjar Patroman dan Pangandaran.

Daerah yang pernah Mtb tinggali selama 3 kali puasa dan 3 kali lebaran adalah Tigaraksa.

Ini bukan kisah Bang Toyib loh ya. Cuma kebetulan saja 3 kalinya sama.

Kalau dari Tangerang, sangat tidak disarankan melalui Jakarta, Cikampek dan Purwakarta. Hal itu karena jarak tempuhnya justru semakin jauh. Maka satu-satunya rute adalah melalui Puncak Bogor.

Coba lihat peta di google maps, terlihat di situ perbedaan jaraknya.

16. Tigaraksa – Cikupa – Jatake – Cimone – Jatiuwung – Tangerang Kota

Dari Tigaraksa Om Bro menuju Cikupa. Terus saja di jalan raya itu hingga Om Bro melalui Jatake dan Jatiuwung. Jalurnya mudah, hanya satu rute sampai Om Bro melewati Cimone.

Selepas Cimone, Om Bro harus jeli saat memasuki Tangerang Kota. Pastikan Om Bro mengikuti arah Jakarta hingga masuk ke Jalan Daan Mogot.

17. Serpong – Parung – Bogor

Setelah masuk Jalan Daan Mogot, jangan bablas menuju Jakarta. Om Bro ambil arah kanan, ke Serpong. Dari situ Om Bro akan melalui Cikokol, Bundaran Alam Sutera, dan terus sampai ujung jalan Bypass. Selanjutnya Om Bro menuju arah Parung terus ke Bogor. (Mtb – Rute Mudik Motor Jakarta / Tangerang ke Ciamis / Banjar Patroman).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *