Biaya servis besar Mio karbu

Review Yamaha Mio Sporty: 8 Tahun Tetap Kencang

Advertisement

Review Yamaha Mio Sporty – Motorisblog.com – Bagi pecinta otomotif roda dua, jika kita feedback ke belakang yang tepatnya 7 tahun yang lalu, kita akan ingat masa kejayaan penjualan motor Yamaha di tanah air tercinta ini. Kala itu penjualan Yamaha mampu menembus angka 4,3 juta unit. Hanya selisih 100 ribuan unit saja dari Honda yang menjadi market leader kala itu.

Advertisement

Dan produk yang menyumbang angka terbesar adalah Mio Series termasuk varian Sporty yang sejatinya adalah motor matic dengan spesifikasi low end market.

Bicara perkara Mio Sporty, sudah banyak sekali artikel yang mengulas perihal kelebihan dan kekurangan motor ini. Artinya, Mtb tidak perlu menceritakan secara rinci mengenai poin-poin tersebut.

Servis yamaha mio karbu sporty smile

Namun ada hal yang paling menarik bagi Mtb, bahwa ternyata motor matic besutan Yamaha ini masih memiliki tenaga yang cukup galak bahkan pada usianya yang telah menginjak 8 tahun.

Mtb baru saja membuktikannya pada hari Minggu, 6 Agustus 2017 ini (meski tidak full test ride).

Singkatnya, karena kesibukan acara syukuran anak ketiga, Mtb harus meminjam motor Yamaha Mio Sporty warna merah milik sepupu dari istri saya. (Sayang… ngga ada fotonya).

Spesifikasi, Kelebihan dan Kekurangan Mio Sporty, Produk yang Mengantarkan Yamaha ke Puncak Penjualan

Dan kesan pertama yang Mtb rasakan dengan motor ini adalah tarikannya yang responsif untuk ukuran matic 113,7cc.

Selain itu, ketika Mtb tarik gas dalam-dalam, terdengar deru mesin yang meraung garang seiring akselerasinya.

Pokoknya secara feeling sanga jauh berbeda dengan motor mertua Mtb yang sama-sama Mio Sporty (lansiran 2010). Apalagi jika dibanding Honda Spacy FI milik Mtb. Jauh pisan perbedaan akselerasinya.

Sayangnya jalanan di kampung Mtb tidak memungkinkan untuk test top speed. Lagi pula speedometer motor yang Mtb jajal ini dalam keadaan metong alias mate…

Selain hanya akselerasi di jalan datar, Mio Sporty merah ini juga terasa ringan di jalanan menanjak (Cisaga – Lemahneundeut). Padahal pada beberapa artikel Mtb menemukan banyak keluhan bahwa Mio Karbu terasa berat di tanjakan.

Advertisement

Dan memang Mtb sendiri juga pernah mendapati Mio karbu punya kawan yang ngedrop di tanjakan saat mudik bareng Mtb di tahun 2013 lalu…

Motor Matic Tidak Kuat Nanjak? Lakukan Analisa Mendalam Agar Tak di Bodohi Montir Abal-Abal

Merasa Mio merah punya A Dian tersebut enak akselerasinya, Mtb tanyakan pada sang pemilik… “bagian mana sih yang di oprek supaya tarikan jadi mantap?”

Tapi katanya itu motor masih standar ting-ting. Tidak ada perubahan apa pun (baik mesin atau pun karburator) aka masih standar pabrikan.

Dan perkara perawatan juga tidak ada yang istimewa, biasa-biasa saja.

Kemudian… hal lain yang sering di keluhkan oleh pemilik Mio adalah perkara komstir dan velg roda yang gampang koplak.

Tapi hal itu juga tidak Mtb temukan pada motor sepupu. Bagian-bagian itu normal semua.

Menurut A Dian, tidak ada rahasia apa pun selain hanya pemakaian yang baik dan penggantian oli mesin secara teratur.

Mantap kan ya…??

Tapi ya… tak ada gading martin yang tak retak (wkwkwkwk…!!). Pada usia yang menginjak tahun ke 9, tentunya si miauw juga sudah tidak sempurna lagi.

Permasalahan yang paling ketara adalah perkara kelistrikan. Intinya (mungkin) si kiprok (atau komponen lain) telah tewas. Pasalnya, semua sistem kelistrikan seperti starter elektrik, lampu sein dan klakson tidak berfungsi bahkan dalam kondisi aki masih baru.

Selain itu, lampu utama pun sangat sangat redup laksana cahaya lilin putih nan meleleh terbakar api di kegelapan malam…

Permasalahan lain juga terjadi pada standar utama (standar tengah) dimana dia sudah tidak bisa berdiri tegak lagi.

Selain itu sih Mtb rasa motor ini masih sangat tangguh tenaganya. (Mtb – Review Yamaha Mio Sporty).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *