yamaha lexi std

Review Yamaha Lexi Standar, Test Ride, Spesifikasi & Fiturnya

Motorisblog.com – Om Bro…!! Sejujurnya Mtb antara terkejut dan tidak saat test ride singkat untuk membuat tulisan review Yamaha Lexi Standar ini… Kaget lantaran performanya tidak seperti yang Mtb bayangkan… Namun tidak terkejut juga lantaran kapasitas mesinnya memang hanya 125cc.

Om Bro…!! Jangan tertawakan Mtb gegara artikel review yang luar biasa telat ini… Lah iya Om… Blogger-blogger senior mah udah dari setahun lalu punya review lengkap Yamaha Lexi. Beda dengan Mtb yang harus nunggu ada teman/kerabat yang punya/beli, baru deh Mtb nebeng/pinjam untuk test ride. Hix hix hix…

Yo wisss lah… Apa pun dan dari mana pun asalnya, Mtb bersyukur lantaran di pinjami unit Lexi standar berwarna merah doff oleh Kang Aga, Ketua Komunitas Transportasi Online Banjar Patroman (Trojan). …kemarin pada tanggal 24 Januari 2019. Dari situlah setidaknya Mtb dapat menuangkan apa yang Mtb rasakan akan kekurangan dan kelebihan Lexi tipe standar…

Begini Om… Sebelum kita melangkah ke hasil test ride singkatnya, ada baiknya Om Bro lihat dulu deh data spesifikasi Lexi STD dan fitur Lexi Standar ini, …supaya nanti pada pembahasan dibawahnya, kita sudah punya gambaran yang gamblang.

charger & kontak yamaha lexi std

Fitur Lexi Standar
. Desain Maxi Yamaha namun bobotnya lebih ringan
. Headlamp LED berukuran besar
. Panelmeter full digital
. Pijakan kaki dua posisi
. Dek rata
. Jok panjang dan lebar
. Bagasi lumayan besar
. Ban tubeless
. Ada socket power charger
. Starter senyap
. Lampu hazard
. Stop & start system

saklar stang kanan yamaha lexi std

Spesifikasi Lexi STD
Tipe Mesin
. Liquid Cooled 4-stroke, SOHC, Single Cylinder

Tipe Transmisi
. V-belt automatic

Tipe Kopling
. Dry, Centrifugal Automatic

Sistem Bahan Bakar
. Fuel Injection

Kapasitas Oli Mesin
. Total 1 liter
. Berkala 0,9 liter

Sistem Pelumasan
. Wet Sump

Sistem Starter
. Electric starter

Torsi Maksimum
. 11,3 Nm/7000 rpm

Daya Maksimum
. 8,75 kW/8000 rpm

Volume Silinder
. 124,7cc

Perbandingan Kompresi
. 11,2+/-0,4:1

Diameter x Langkah
. 52 x 58,7 mm

Dimensi
. Panjang 197 cm
. Lebar 72 cm
. Tinggi 113,5 cm
. Jarak sumbu roda 135 cm
. Jarak terendah ke tanah 13,3 cm
. Tinggi tempat duduk 78,5 cm
. Berat isi 112 kg
. Kapasitas tangki bahan bakar 4,2 liter

Tipe Rangka
. Underbone

Suspensi Depan
. Telescopic Fork

Tipe Suspensi Belakang
. Unit Swing

Ukuran Ban
. Depan 90/90-14 M/C 46P
. Belakang 100/90-14 M/C 57P

Rem Depan
. Disc

Rem Belakang
. Drum

Sistem Pengapian
. TCI

Tipe Battery
. YTZ7V

Tipe Busi
. CPR8EA-9
. U24EPR-9

Nah, demikian itu data fitur dan spesifikasi Lexi biasa alias Lexi Standar. Selanjutnya kita ke,

yamaha lexi std

Review Lexi 125 VVA

Performa & Kenyamanan
Begitu Mtb duduk di joknya, trus putar kunci kontak ke posisi ON, tekan tombol starter, asiikkk… Senyap Om… Tidak ada suara “cekekekekek…”, tau-tau langsung “guurrrr…”, suara mesin berbunyi…

yamaha lexi std

Tapi selanjutnya… Aduuhhh… Ini getaraannn…!!

“Kenapa sih Yamaha ngga pernah mau bikin motor yang lembut?”, bisik hati Mtb…

Tapi ya begitulah karakter Yamaha. Judulnya dia mengejar akselerasi dengan menganut prinsip mesin long-stroke (over-stroke). Coba bandingkan dengan mesin milik kompetitor yang sekelasnya,

Honda Vario 125: diameter x langkah piston: 52,4 x 57,9 mm

Sedangkan Yamaha Lexi: diameter x langkah piston: 52 x 58,7 mm

Gamblang kan Om…?? Diameter piston Lexi lebih kecil, namun langkahnya lebih panjang. Dan menurut teori teknis dalam dunia persilatan permesinan, model mesin Yamaha ini lebih responsif diputaran bawah, namun mengandung konsekuensi getaran yang lebih besar.

Oohh… Berarti tarikan awalnya kencang dong ya…??

Seharusnya iya… Tapi kenapa ketika Mtb tarik putaran gas Lexi, lah, ko biasa aja ya…?? Seperti layaknya mesin matic 125cc biasa lah gitu…

Trus kemana efek teknologi Blue Core, Forged Piston, dan pengaturan katup VVA…?? Kemana torsinya…?? Ko ngga ada efek signifikan dari teknologi VVA yang katanya mebuat torsi merata…?? Masa iya sih gabungan 3 teknologi Yamaha ini hanya mampu setara dengan satu teknologi punya kompetitor yang diberi judul eSP…??

Tarikan awalnya jauh pisan dibanding Aerox 155 VVA.

Lah iya… Aerox kan kubikasi mesinnya lebih besar.

Oh iya, lupa…!! Wkwkwkw…!!

Tapi kenapa dibanding Vario 125 pun feelnya lebih enak tarikan Vario ya…??

Entahlah… Mtb masih setengah melamun, hingga pas nemu jalan yang rada memadai, Mtb tarik lagi gasnya…

Oohh… Ini rupanya. Ternyata berasanya efek VVA justru pada putaran menengah keatas. Tenaga dan torsinya terasa lebih menggigit…

Tapi sayangnya lagi… Ini kebetulan Mtb test ride dijalanan pegunungan yang sebagian diantaranya berbatu. Jadi pas Mtb jajal suspensinya… Aduh… Menggubrak Om… Jadi sepertinya disini memang perkara getaran dari tipe mesin over-stroke dan model suspensi stiff masih menjadi pakem Yamaha yang tidak bisa ditawar. Aslinya Yamaha masih keukeuh ingin mempertahankan image “motor kencang”.

Ya tidak salah juga sih… Tiap pabrikan memang patut punya ciri khas masing-masing. Hanya saja resikonya ya jadi membatasi potensi pasar. Soale Mtb yakin masih lebih banyak orang yang suka lembut & nyaman ketimbang motor yang kencang tapi keras.

Tapi pun begitu, handling Lexi memang harus Mtb akui, lincah Om. …untuk ukuran desain maxi, Lexi ringan dan lincah untuk meliuk-liuk dijalanan berbatu. Yang pastinya pun cukup ringan untuk selap-selip dikemacetan lalu lintas.

yamaha lexi std

Kemudian perkara suspensi, ada potensi lebih lembut di tipe S. Soale Lexi S pakai shock tabung. Beda dengan Lexi Standar yang Mtb jajal, dimana shock belakang model biasa.

Desain
Bicara perkara desain, Mtb rasa Yamaha sudah cukup jeli. Mereka benar, …membuka pasar baru, memberikan pilihan baru untuk model ala Maxi namun dengan dimensi dan harga yang relatif terjangkau. Jadi disini sih Mtb tidak punya komentar, soale perkara desain, itu urusannya dengan selera.

…jadi misale ada sebagian dari Om Bro yang tidak suka, yaa… itu hak Om Bro sekalian. Mtb bilang sih suka dengan desain Lexi.

Lampu-lampu
Lampu depan sudah LED. Sudah sesuai dengan standar selera konsumen Indonesia. Sayangnya lampu belakang belum LED…

lampu yamaha lexi std

…tapi itu bukan masalah. Mtb kira sih maksud Yamaha ialah demi menekan cost produksi sehingga banderolnya bisa di set cukup terjangkau.

Panelmeter Full Digital
Sayangnya jarak antara mika dengan LCDnya terlalu jauh. Jadi tampak kurang jelas disiang hari. Apalagi kebetulan speedometer motor punya Kang Aga ini sudah dilapisi dengan kaca film berwarna gelap… Jadi makin tidak terlihat panel meternya…

Dek Rata dengan Dua Posisi Pijakan Kaki
Dibanding skutik-skutik Maxi lain semisal Aerox 155, Nmax dan Honda PCX, Lexi punya kelebihan ruang pijak yang lebih luas. Soale dia bermodel dek rata. Jadi lebih multiguna… Mudah untuk bebawaan barang.

dek yamaha lexi std

Tapi sayangnya Mtb kurang mendapatkan kenyamanan pada posisi pijak yang depan. Feel “selonjorannya” ngga dapet. Tidak seperti Nmax yang berasa lebih relax…

Jok Lega
Busa jok nyaman pisan. Khas Yamaha lah ya… Tebal, lembut, empuk. Dimensi joknya panjang dan lebar, leluasa untuk berboncengan. Tapi Mtb yakin Yamaha tidak membidik kaum hawa untuk model Lexi ini. Soale, asli ini Mtb yang tinggi badannya cuma 168 cm jadi ngangkang dan jinjit pisan pas motor berhenti.

jok yamaha lexi std

Ketinggian jok Lexi berada ditengah-tengah antara Nmax dan Aerox…

Tinggi jok Nmax ialah 76,5 cm, Lexi 78,5 cm, dan Aerox 79 cm.

Mtb kira untuk Nmax dan Aerox, ketinggian joknya sudah pas, sesuai dengan desainnya masing-masing. Nah untuk Lexi, entah deh apa komentar Mtb. Hanya itu saja sih, …rada repot untuk tinggi badan kurang dari 170 cm.

Kapasitas Bagasi
Untuk motor-motor skutik model maxi, Lexi tergolong sempit bagasi dan tangki bensinnya. Tapi ini bukan suatu kekurangan karena memang sudah menjadi konsekuensi yang harus ditanggung untuk model dek rata.

bagasi yamaha lexi std

Lagi pun begitu, bagasi Lexi tidak kecil-kecil amat. Cukup muatlah untuk sekedar membawa jas hujan, tas dan seperangkat tools standar.

Ukuran Ban
Tipenya jenis tubeless, sudah standar kekinian. Disayangkan ukuran ban belakangnya hanya 100/90-14, jadi aura maxi-nya ngga keluar Om…

ban yamaha lexi std

Mtb kira sih pertimbangannya ialah penyesuaian antara bobot kendaraan dengan kapasitas mesin sih ya Om…?? Kalau bannya terlalu gambot, pastinya akselerasinya pun bakal melambat.

Kesimpulan
Om Bro…!! Andai ada orang yang bertanya pada Mtb soal apakah Lexi ini recomended, maka dengan berat hati Mtb harus mengarahkan orang itu pada Aerox 155 atau pun Nmax.

Kenapa…??

Nanggung Om… Harga Lexi Standar untuk OTR DKI Jakarta ialah Rp20,15 juta. Sedangkan Aerox Rp23,55 juta dan Nmax Rp26,9 juta. Itu perbandingan semua untuk tipe standar…

Iya Om… Kalu bicara dengan selera Mtb, Mtb kira dari pada Lexi mending sekalian nambah uang sedikit untuk mendapatkan Aerox 155 VVA. Sudah jelas performanya lebih bedass karena kapasitas silindernya yang lebih besar 30cc dibanding Lexi.

Atau jika Om Bro ingin desain selonjoran, tambahin lagi untuk mendapatkan Nmax. Kecuali jika Om Bro ingin desain maxi yang multifungsi dengan dek rata. Yaaa tidak ada pilihan lain selain meminang Lexi.

Bagaimana dengan Honda Vario 125…??

Itu sudah beda cerita Om… Vario punya desain konvensional yang “gitu-gitu aja”. Sementara kita disini tengah bicara desain maxi. (Mtb – Review Yamaha Lexi Standar).

Makasih udah singgah... Jika bermanfaat, monggo di share ke sosmed Om Bro masing-masing...

Tinggalkan komentar