lexi yamaha 125

Review Yamaha Lexi 125, Konsumsi Bahan Bakarnya Irit atau Boros?

Motorisblog.com – Review Yamaha Lexi. Om Bro…!! Lagi, Mang Kby (kobayogas.com) membuat review motor skutik maxi Yamaha dengan mesin paling kecil, Lexi 125. Ada beberapa bagian yang dibahas oleh Mang Kby, hanya saja, fokus bahasan yang Mtb ciduk disini hanya pada lampu utama dan konsumsi BBM saja, disamping sedikit gambaran bagian lain.

REVIEW YAMAHA LEXI 125, HEADLIGHT

Om Bro…!! Bahasan pertama masuk pada bagian sorot sinar lampu depan (lampu utama).

Seperti Om Bro ketahui, Yamaha Lexi mengusung lampu jenis LED dengan ukuran yang lumayan besar. Tentu… mengimbangi desain bodinya yang bergenre maxi skutik.

Unit yang digunakan untuk test oleh Mang Kby adalah Yamaha Lexi tipe S yang berfitur smart key alias keyless. Pengujian dilakukan pada malam hari, mulai dari pekarangan rumah dan berlanjut ke jalanan umum.

Hasilnya?

Lampu LED dari motor bermesin 125 cc berbadan bongsor plus teknologi VVA tersebut menunjukkan sorot lampu yang cukup lebar. Sesuai dengan reflektornya yang berukuran besar.

Lampu LED Lexi memberikan sorot warna putih yang kuat meski levelnya sedikit di bawah sorot lampu NMax.

Yang menarik disini adalah, pada sorot lampu jauh, biasanya lampu warna putih akan kalah kuat oleh lampu jenis merkuri berwarna kuning, semisal lampu lalu lintas penerangan jalan. Tapi tidak demikian dengan lampu Lexi S. Sorotnya masih sedikit lebih kuat dari lampu jalanan.

REVIEW YAMAHA LEXI 125, TOP SPEED

Pada review kali ini, Mang Kby tidak mendapatkan performa puncak secara maksimal karena tidak mendapati trek yang memadai. Sempat menyentuh angka 101 km/jam… tapi itu belum maksimal. Putaran gas belum habis, jadi pasti yang seharusnya masih bisa lebih.

REVIEW YAMAHA LEXI 125, KONSUMSI BAHAN BAKAR

Review berikutnya dari Mang Kby adalah uji konsumsi bahan bakar bensin. Koridor pengujian adalah rute harian Mang Kby dari rumah ke kantor (Durensawit – Pancoran via Casablanca) dan beberapa tempat lainnya dengan jarak tempuh total 54 km selama 3 hari.

Arus lalu-lintas lebih sering macet dari pada lancarnya. Riding style apa adanya, saat lancar ya di gasss, saat mau santai ya selow, saat macet ya begitu. Intinya, riding style natural, tidak di buat-buat agar mendapatkan hasil angka konsumsi tertentu.

Volume tangki bensin Lexi adalah 4.2 liter.

Metode pengujian dengan perhitungan AVG yang tertera pada speedometer si Lexi. Tidak menggunakan metode manual full to full karena keterbatasan waktu yang diberikan oleh Yamaha kepada Mang Kby.

Kondisi unit test dalam keadaan sehat, baik mesin, kaki-kaki dan tekanan angin ban.

Angka odometer menunjukkan 1.128 km.

Hasilnya dilihat setelah 4 hari…

AVG pada panel meter Lexi S 125 menunjukkan angka 38.4 km/liter. Namun pada 1 hari sebelum terkena macet parah, angka konsumsinya sempat menyentuh 45 km/liter.

REVIEW YAMAHA LEXI 125, KELEBIHAN DAN KEKURANGANNYA

Beberapa kelebihan dan kekurangan dari Yamaha Lexi S menurut penilaian Mang Kby adalah berikut ini,

. Punya fitur smart key (keyless)

. Speedometer sudah full digital

. Power outlet

. Punya lampu hazard

. Sorot lampu utama terang dan luas

. Tenaga tengah dan atas merata berkat teknologi VVA

. Suara putaran mesin lebih halus dari mesin NMax

. Jok empuk dan nyaman, khas jok Yamaha

. Dimensi jok panjang dan lega

. Dek depan (ruang pijak kaki) luas

. Handling cukup lincah meski bodi gambot

. Shock sub tank, tingkat peredaman sedang

. Konsumsi bahan bakar terbilang boros menurut hasil test Mang Kby, tapi itu dalam situasi lalu-lintas macet

. Tempat duduk (jok) terlalu tinggi untuk rata rata orang Indonesia, terutama jika segmentasinya kaum hawa

. Jarak antara mika speedometer dengan display terlalu jauh

. Panelmeter tidak tampak jelas jika di bawah terik matahari

. Fitur panelmeter kalah lengkap dibanding produk kompetitor di kelas yang sama

. Bagasi terlalu kecil dibanding ukuran bodinya yang gambot

. Jok terlalu panjang, handling bisa kurang stabil jika penumpang duduk terlalu jauh ke belakang

. Suspensi belakang mentok saat berboncengan

. Ada vibrasi pada akselerasi awal

. Ada kasus smart key error (kemungkinan baterai remote lemah

. Lampu belakang (lampu rem) belum LED

. Perlu waktu untuk menilai kesesuaian antara kapasitas mesin dengan desain bodi

. Selisih harga tipe S dan tipe standar mencapai Rp2,8 jutaan sehingga perlu penjelasan oleh sales kepada konsumen. (Mtb – Review Yamaha Lexi).

Tinggalkan Komentar