Review Yamaha FreeGo 2019, Detailnya Memang Patut Menduduki Kasta Tertinggi

Motorisblog.com – Om Bro…!! Sedih memang kalau urusan update motor baru. Mtb jauh dari ibukota,… jadi selalu ketinggalan setiap ada rilis produk baru. Seperti Yamaha FreeGo 2019 ini misalnya… Saat blogger lain sudah punya review sejak produknya baru brojol, Mtb harus menunggu sebulan kemudian ketika unitnya sampai di dealer area Banjar Patroman.

Tapi ngga apa-apa… Mtb puas bisa melihat & ambil foto langsung dari display di Yamaha Harapan Motor, Banjar Patoman, …karena setelah Mtb perhatikan, ternyata ada beberapa detail yang luput dari pembahasan media lain.

Awalnya Mtb menuju Pameran Banjar Expo yang kebetulan di gelar tanggal 3-6 Desember 2018. Namun sayangnya stand Yamaha disana ngga ada display FreeGo. Tapi sales yang jaga stand mengatakan bahwa di dealer sudah ada unit displaynya. Yo wiss… langsung cuss aja Mtb meluncur ke Harapan Motor, Jalan Tentara Pelajar No 18 Banjar.

Sampai lokasi, permisi dulu sama si Teteh SPG, lanjut Mtb korek-korek detail FreeGo warna hitam yang terpajang disana. Yup… hanya satu unit warna hitam, yang artinya tipe standar. Karena warna hitam untuk FreeGo saat ini hanya tersedia pada tipe standar saja.

Eehh,… sayangnya lagi Mtb lupa ambil brosur price list pas mau pulang. Jadi we ngga tau berapa harga FreeGo untuk area Banjar Patroman dan sekitarnya., …utamanya harga kreditnya, karena di jaman now kebanyakan pembelian motor dilakukan secara kredit.

Tapi untuk ukuran motor 125cc, biasanya sih tidak berselisih jauh dibanding harga OTR DKI Jakarta yang di patok Rp18,5 juta (FreeGo 125 standar), Rp19,7 juta (tipe S), dan Rp22,5 juta (tipe S ABS).

Hal lain yang disayangkan lagi ialah bahwa belum ada unit test ride-nya disana… Padahal kata si Teteh SPG, untuk motor-motor skutik entry level, biasanya Yamaha Harapan Motor selalu menyediakan unit test ride.

Yaahh… jadi we Mtb ngga bisa jajal tunggangin langsung.

Yup… Review Mtb kali ini baru sebatas review visual saja. Untuk rasa saat ditunggangi, Mtb masih menunggu kesempatan. Yaa, lagi… harap maklum Mtb tinggal di kota kecil yang jauh dari lokasi biasa APM mengadakan sesi test ride.

Lagi pula kalau Mtb tinggal di dekat ibukota pun belum tentu di undang oleh APM. Blog ini masih kecil, Mtb mainnya masih kurang jauh, …jadi belum dikenal oleh mereka-meraka. Hiks hiks hiks…

Yo wiss… sekarang kita cekidot bae review detail skutik terbaru kasta tertinggi entry level dari Yamaha Indonesia ini…

Desain
Om Bro…!! Kalau kita bicara perkara desain, maka jelas urusannya dengan selera. Dan jika menggunakan selera Mtb, maka Mtb berani katakan bahwa desain Freego jauh lebih baik dibanding Mio M3/Mio Z dan Soul GT. Asli lah yaa… melihat FreeGo secara langsung sama sekali berbeda dengan melihat gambarnya.yamaha freego

FreeGo jauh lebih proporsional… desain dari dada (depan) hingga buritan tampak seimbang. Gambot tapi patut.

Kalau dalam pandangan mata Mtb, lekuk tubuh FreeGo merupakan gabungan dari desain Aerox 155, Mio S dan Yamaha Lexi.yamaha freego

Yup… Dari depan tampak gagah dengan posisi lampu sein condong ke bawah seperti Aerox, dari samping tampak proporsional seperti Mio S namun keker membulat, sedangkan dari belakang tampak elegan seperti Lexi.

Amat jauh dibanding Mio Z/Mio M3 yang ramping dari depan dan gendut ngga jelas dari samping dan belakang… Juga jauh berbeda dengan Soul GT yang kekarnya tampak berat ke depan dan belakang dengan kopong di tengah (area dek).

Tangki dan Lubang Pengisian BBM
Yamaha menyebutnya dengan nama ‘Smart Front Refuel’. Yaitu posisi tangki berada di bawah dek (diinjak), dengan lubang pengisian bahan bakar dibawah stang sebelah kiri, sayap bagian dalam.yamaha freego

Fitur ini memiliki dua keuntungan dan satu kerugian… ,keuntungannya ialah karena Om Bro jadi lebih mudah ketika mengisi bahan bakar., dan tidak harus turun dari tempat duduk.

Selain itu, penempatan tangki di area dek juga amat menguntungkan lantaran bagasi jadi lebih lega.

Tapi sayangnya… dua hal menguntungkan tersebut jadi harus dibayar dengan absennya rak samping. Padahal untuk motor skutik, rak samping sudah biasa menjadi fitur wajib. Memudahkan Om Bro sekalian ketika hendak menyimpan botol air minum atau semacamnya.

Ban Tubeless 12 Inch
Hingga saat ini skutik dari brand Jepang di Indonesia baru ada Honda Scoopy dan Yamaha FreeGo ini yang menggunakan velg 12 inch.yamaha freego

Meskipun diameternya hanya 12 inch, tapi FreeGo tidak lantas menjadi rendah. Lah iya,… ukuran bannya tapak lebar dan tebal membulat sehingga tampak kekar dan patutnya stabil ketika berakselerasi & bermanuver.

Mesin
Sayangnya belum dilengkapi teknologi VVA, …tapi memang sepertinya teknologi VVA masih ditempatkan pada kasta premium Maxi oleh YIMM. Jadi pada FreeGo, Yamaha lebih menitik beratkan pada fitur-fitur lainnya yang lebih fungsional.

Disamping itu, jika teknologi VVA dibenamkan pada FreeGo, sudah barang tentu banderolnya bakal membengkak, utamanya pada tipe S ABS.

Digital Speedometer & Eco Indicatoryamaha freego
Mtb boleh sih menyalakan mesin, tapi yaa itu… Ini unit display, bukan unit test ride. Jadi Mtb belum bisa memberikan testimoni perkara fungsionalitas panel meter FreeGo. Soale secara ukuran layar, tampaknya terlalu kecil kali yaa…??

Jok dan Dek
Bagi fansboy Yamaha, Mtb yakin mereka akan menolak keras jika Mtb bandingkan FreeGo dengan Honda Spacy milik Mtb yang notabene ngga laku dipasaran. Tapi Mtb maksa Om… karena dalam pandangan Mtb, urusan jok dan dek FreeGo mirip-mirip seperti Honda Spacy, …yakni jok panjang dan lebar, namun dek jadi sempit.yamaha freego

Yup… Jok FreeGo lebih lega dibanding Mio S, Xride, dan Mio Z. Dan sebaliknya, dek Freego lebih kecil dibanding ketiganya.yamaha freego

Yaa itu konsekuensi yaa Om… Itu pilihan Kalau Om Bro pengen jok lega dan dek lega, lah mau seberapa panjangnya itu motor…?? Lagi pula, meskipun sempit dek Freego masih terbilang lega karena menggunakan model datar (dek rata).

Mesin dan CVT
Seperti klaim Yamaha bahwa mesin Freego berbeda dengan mesin Mio series, maka memang demikian lah adanya. Ketika Mtb intip ke kolong, tampak visualnya lebih seperti mesin Aerox, meskipun sudah tentu berbeda. Tapi setidaknya memang berbeda dari Mio.

Ketika Mtb hidupkan mesinnya, pun suaranya ada perbedaan. Suara mesin sih identik dengan jajaran Mio series, tapi suara knalpotnya ada mengarah ke suara trable,… beraroma sporty,… mirip suara knalpot Yamaha Vega R 110cc.

Box CVT juga berbeda Om… lebih pipih dibanding CVT Box Mio series yang ada tonjolan menggembung di area kopling.

Power Charger
Dibagian ini Freego masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan. Lah iya… Yamaha memberikan shocket power charger tapi tidak ada rak yang tersedia. Jadi belum diketahui nih…, apakah nantinya akan ada aksesoris tambahan…??yamaha freego

Yang pasti sih untuk sementara jika Om Bro hendak charging ponsel ketika dalam perjalanan, sepertinya Om Bro harus menggunakan kabel panjang supaya ponsel bisa disimpan di dalam tas.

Kunci Kontak
Karena kebetulan display yang Mtb review adanya tipe standar, maka model kontaknya pun kunci mekanis biasa. Tapi pun begitu, lubang kuncinya telah dilengkapi tutup pelindung, …serta dilengkapi integrasi pembuka jok dan pembuka tutup tangki bahan bakar.

Bagasi
Naahh… ,ini yang paling Mtb suka. Kapasitas bagasinya 25 liter. Jelas muat helm full face plus barang-barang lainnya semisal tas kecil atau pun jas hujan.yamaha freego

Model bagasinya berbeda dengan Aerox 155, meskipun volumenya sama. Bagasi Aerox lebih cekung di area depan, sementara bagasi Freego lebih datar dari depan hingga belakang.

Suspensi
Disini Mtb belum bisa berkomentar banyak lantaran harus test ride dulu untuk bisa menilainya. Namun jika dilihat dari visualnya, tampaknya suspensi Freego masih menganut tipe stiff seperti pakem motor-motor Yamaha. Yang artinya secara feel akan terasa keras, namun enak untuk berakselerasi dan bermanuver.yamaha freego

Dan memang seperti itu juga ulasan dari beberapa blogger yang sudah pernah menjajal motor ini.

Leher Renggangyamaha freego
Sangat disayangkan,… entah karena alasan apa motor-motor skutik Yamaha cover dibagian lehernya selalu renggang. Yaitu sambungan dari cover stang dengan cover body di bawahnya.

Spesifikasi Yamaha Freego
Dimensi
. Panjang: 190,5 cm
. Lebar: 69 cm
. Tinggi: 110 cm

Jarak sumbu roda
. 127,5 cm

Jarak terendah ke tanah
. 13,5 cm

Tinggi tempat duduk
. 77,8 cm

Berat isi
. Standar: 100 kg
. ABS: 102 kg

Kapasitas tangki bahan bakar
. 4,2 Liter

Tipe mesin
. SOHC, silinder tunggal

Diameter x langkah
. 52,4 x 57,9 mm

Rasio kompresi
. 9.5:1

Volume silinder
. 124,96 cc

Power maksimum
. 7,0 kW/8000 rpm

Torsi maksimum
. 9,5 Nm/5500 rpm

Sistem starter
. Standar: Kick & Electric starter
. Tipe S & ABS: Electric starter

Sistem pelumas
. Wet Sump

Kapasitas oli mesin
. Total: 84 ml
. Berkala: 80 ml

Sistem bahan bakar
. Injeksi

Tipe kopling
. Single Dry Clutch

Tipe transmisi
. Full Automatic

Tipe rangka
. Underbone

Tipe suspensi depan
. Telescopic Fork

Tipe suspensi belakang
. Unit Swing

Ukuran ban depan
. 100/90-12 59J

Ukuran ban belakang
. 110/90-12 64L

Tipe rem depan
. Disc

Tipe rem belakang
. Drum

Sistem pengapian
. TCI/Transistor

Battery
. Standar: YTZ4V
. Tipe S: YTZ6V
. Tipe ABS: YTZ7V

Busi
. CR6HSA

Nah Om… Sebelum ini Mtb pernah dimintai pandangan dari seorang kawan ketika hendak memilih Yamaha Freego tau Lexi…?? Nah,… barangkali Om Bro pun tengah memiliki pertanyaan yang sama, maka Mtb jawab bahwa Mtb tidak bisa memberikan sugesti secara mutlak ke salah satunya.

Mtb hanya bisa katakan bahwa Lexi punya desain maxi, sedangkan Freego punya bagasi besar dan rem ABS. Selebihnya silahkan Om Bro pilih yang sesuai dengan kebutuhan Om Bro sekalian. (Mtb – Yamaha FreeGo 2019).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: