Review Vario 150 2018, Biar Model Konvensional, Performa Bisa Sporty

Motorisblog.com – Review Vario 150 2018 – Om Bro…!! Pada pertengahan dekade millenium baru lalu, yaitu tahun 2006 dan beberapa tahun berikutnya, Honda Vario sempat tergopoh-gopoh dan gagal menggulingkan tahta Yamaha Mio. Iya… dengan desain yang lebih gambot, footstep model konvensional dan spek mesin lebih tinggi (akibatnya harga lebih mahal), Mio tetap semakin di depan. Secara, saat itu model body ramping masih sangat digandrungi bikers skutik.

Ma’lum, judul dari motor skutik ketika itu ialah buat kaum hawa… jadi, body gambot tidak disukai.

Namun siapa sangka bahwa Vario 110 karbu saat itu hanyalah produk “mata-mata”. Setelahnya, pada tahun 2018, Honda segera meluncurkan Beat yang bahkan lebih ramping dari Mio…

Apakah Honda sukses seketika???

Tentu tidak…!!

Di tahun 2010, Yamaha bahkan berhasil mencapai puncak kejayaannya dengan penjualan total sebanyak 4,3 juta unit. Hanya beda seuprit dari Honda yang saat itu punya angka penjualan sebanyak 4,4 jutaan unit…

Namun… waktu terus berlanjut. Perlahan tapi pasti, kolaborasi Vario dan Beat telah berhasil menggerogoti pangsa pasa Mio, hingga sekarang, Beat selalu memuncaki jumlah penjualan semua motor di Indonesia.

Vario?

Sama…!! Dia pun selalu memuncaki pasar dikelasnya…

Yamaha terlambat menyadari bahwa fitur “sepele” semisal pengunci rem belakang, Side Stand Switch dan penutup kunci bermagnet telah menjadi daya tarik bagi konsumen Indonesia. Yamaha juga terlambat menyadari bahwa perkara keiritan konsumsi bahan bakar masih menjadi salah satu pertimbangan utama bagi masyarakat Indonesia.

Hingga saat Yamaha bermaksud untuk berbenah diri, segalanya telah berlalu… Para konsumen skutik sudah terlanjur melihat banyaknya produk-produk sayap yang berceceran di jalanan… Mereka telah enggan untuk kembali pada Sang Pelopor Skutik Brand Jepang yang hingga saat ini tetap bersikukuh dengan suspensi stiff yang keras dan hanya mengandalkan busa jok yang empuk…

Yamaha masih tidak sadar bahwa kelebihan mereka dengan body plastik dan finishing cat yang lebih tebal hanyalah dilirik oleh segelintir orang saja…

Konon, Yamaha tetap tidak mau menjadi “peniru”… Dia tetap ingin jadi “pelopor”…

Hokeh… sudah cukup kilas balik sejarahnya…

Review Vario 150 K59J 2018

Om Bro… Sebagai blogger papan atas, Mang Kobayogas sering Mtb jadikan sebagai salah satu referensi. Termasuk dalam hal review Honda All New Vario 150 ini.

Mang Kby membuat reviewnya dari 2 unit sekaligus… Satu dipakai di Bandung dengan unit pinjaman dari Honda Daya Adicipta Motora, dan satu lagi di pakai di Jakarta dengan unit test dari Wahana Honda, Gunung Sahari.

Ergonomi dan kenyamanan

Sudah menjadi pakem Honda untuk skutik dan bebek entry-medium-level dengan posisi berkendara yang tegak dan santai. Termasuk pula pada Honda Vario 150 seharga Rp22.5 juta OTR DKI ini…

Dan sudah menjadi pakem Honda ketika Om Bro merasakan busa jok yang lebih keras dibanding tetangganya… namun sekaligus punya suspensi yang lembut untuk pengimbang jok yang keras itu.

So… jika Om Bro merasa suspensi Vario 150 rada keras, maka coba cek tekanan ban. Mtb sudah mengalami setidaknya 3 kali dimana motor-motor Honda ketika baru keluar dari dealer, tekanan bannya terlalu tinggi (secara feel. Kemungkinan sih pas secara pengukur tekanan angin yang dianjurkan pabrikan).

Perkara jok… untunglah model lekukan jok Vario 150 terbilang baik, sehingga untuk menempuh pertjalanan setidaknya sejauh 25km, kulit tunggir tidak berasa kebas. Hal lain yang cukup membantu adalah motif dotted pada kulit jok yang membuatnya tidak terasa licin.

Bahaya kalo joknya licin… takutnya, saat berkendara, Om Bro merosot dari jok, Om Bro jatuh tapi motornya jalan terus. Wkwkwkwk….!!

Mesin dan performa

Meski All New Honda Vario 150 2018 tetap menggunakan mesin konvensional tanpa pengaturan katup variabel selaiknya jajaran maxi Yamaha, namun sepertinya Honda sudah merubah setting tertentu untuk mesin eSP (Enhance Smart Power) 2 katup SOHC ini. Pasalnya, power dan torsi Vario 150 naik dibanding versi sebelumnya.

Tenaga maksimal Vario 150 2018 mencapai 13.1 PS, dan torsi maksimumnya menjadi 13.4Nm.

Karakter mesinnya merata dari rpm bawah, tengah dan atas. Performa baru terasa melambat ketika kecepatan telah mencapai lebih dari 110km/jam.

Tapi itu tidak penting (bagi Mtb). Ini motor harian, bukan motor balap…

Di awal akselerasi serasa ada jeda… namun kemudian powernya terasa padat setelah putaran mesin mencapai sekita 4000 rpm.

Karena putarannya yang merata, maka Vario 150 2018 ini pun terasa enteng ketika menyalip kendaraan lain. Kecuali jika harus menyalip kereta api, tentu ngga bisa. Vario jalan di aspal, sedangkan kereta api jalan di rel. Ekwkwkwk…!!

Menurut feel Mang Kby, untuk jarak 500-800 meter, Vario 150 bahkan masih unggul dibanding Aerox 155 dan Nmax yang notabene memiliki kapasitas silinder yang lebih besar dan berteknologi VVA. Vario baru bisa di taklukkan pada trek panjang…

So… secara teori, Vario 150 bakal enak untuk riding di dalam kota yang padat dan berperilaku berkendara Stop&Go.

Rem, handling dan kestabilan motor

All New Vario 150 sudah dijejali rem cakram wavy pada roda depannya. Jadi jelas, sektor rem terasa lebih baik dari sebelumnya. Lebih responsif dan lebih pakem.wavy disc rem cakram depan honda vario 150 2018

Handlingnya cukup mudah meski tidak seringan skutik-skutik yang lebih kecil secara dimensi bodi. Dan rangkanya pun lebih stabil dibanding Aerox.

Kemungkinan efek dari ground clearance yang lebih rendah…

Vario 150 hanya kalah stabil dari Aerox ketika dipakai rebah di tikungan… Pastinya karena Aerox punya ban lebih besar dan menganut dual shock.

Konsumsi bahan bakar

Untuk penggunaan di Bandung dan Jakarta, angka konsumsinya tidak jauh berbeda, yakni dikisaran 40-48 km/liter. (Mtb – Review Vario 150 2018).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: