honda vario 150 2018

Spesifikasi & Review Vario 125 2018 (Gen-3): Powernya??

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Pada bulan April lalu, Honda merilis Vario 125 terbaru yang secara desain bodi sama persis dengan versi 150cc-nya. Nah, pada hari Jum’at, 19 Oktober 2018 kemarin, Mtb baru berkesempatan menjajalnya ketika salah satu teman driver Grab membawa dan memarkirnya di shelter komunitas Trojan, Cimenyan, Banjar Patroman (Warung Mang Abas). So, inilah review Vario 125 2018:

Advertisement

Dengan ijin Pak Haji Muklis, si pemilik motor, Mtb melakukan test ride singkat untuk membuat review Vario 125 2018 ini…

Hokeh, tanpa berpanjang-panjang interlude, langsung saja Om Bro simak feel Mtb dari hasil test singkat Vario 125 gen 3 berikut ini:

Review Vario 125 2018

Rear Fender & Sein Belakang

Honda vario 125 2018

Kita muali review Vario 125 2018 dari sini…

Seluruh penerangan Vario 125 sudah menggunakan lampu LED, termasuk pula pada sein-nya.

Tampilan spatbor dan sein belakang dibuat model sporty dengan desain terpisah…

Spatbornya sih bagus… tapi seinnya, secara pribadi Mtb ngga prefer… kesannya jadi ringkih, mudah patah kalau kesenggol.

Secara ini motor skutik ya… bukan motor sporty… jadi, bagi Mtb sih ngga perlu tampilan sporty sampai memisahkan sein.

Tapi kembali lagi, itu cuma selera Mtb. Kenyataannya banyak orang yang suka desain ini… terbukti jumlah populasi Vario generasi ketiga bejibun di jalanan…

Ukuran Ban

Sayangnya, ukuran ban Vario 125 tidak dibuat lebar seperti versi 150cc. Maksudnya sih mungkin disesuaikan dengan kapasitas mesinnya sih yaa… Gede buat yang gede, kecil buat yang kecil…

Ukuran ban Vario 150 adalah 90/80-14M/C 43P (depan) dan 100/80-14M/C 48P (belakang)… Sedangkan ukuran ban Vario 125 masih sama dengan generasi kedua, bahkan sama dengan Honda Beat, yaitu 80/90-14M/C 40P (depan) dan 90/90-14M/C 46P (belakang).

Performa & Akselerasi Mesin

Akselerasinya khas mesin skutik Honda, dimana transmisi masuk saat rpm masih rendah… Timing masuknya gigi transmisi lebih awal dibanding mesin-mesin skutik Yamaha.

Untuk riding smooth dengan cara mengurut grip gas secara teratur, karakter mesin seperti ini sangat menguntungkan dalam hal konsumsi bahan bakar. Tapi untuk Om Bro yang suka kecepatan, akselerasi seperti ini tidak menyenangkan lantaran raungan mesin jadi lebih berat dan terasa lebih lambat dalam hal naiknya kecepatan.

Selain itu, data teknis Vario 125 generasi ketiga juga menunjukkan penurunan power dibanding generasi dua.

Power maksimum Vario 125 gen 3 ialah 8,2 kW (11,1 PS)/8.500 rpm, sementara power maksimum Vario 125 gen 2 ialah 8,3 kW (11.3 PS)/8500 rpm.

Hal ini bertolak belakang dengan Vario 150 yang pada versi 2018 justru punya power lebih tinggi dibanding generasi lawasnya.

Ergonomi

Riding position khas skutik & bebek Honda, yakni tegak & rileks… Pantesnya enak buat jarak jauh…

Posisi stangnya lebih tinggi dibanding skutik-skutik Yamaha yang pernah Mtb coba, termasuk Aerox 155 VVA, Xeon RC, Mio S, Mio M3, Mio J, dan Mio sporty versi karburator.

Suspensi & Sambungan Arm

Honda vario 125 2018

Ketika Mtb coba tekan suspensi depan dengan menahan rem depan, asli berasa lembut pisan… Ada sih efek mentok jika di tekan dengan cukup keras, tapi Mtb kira, dalam penggunaan harian dan di jalanan normal (jalanan yang ngga ancur-ancur amiirrr), yakin efek mentok itu akan jarang terjadi.

Begitu pula dengan suspensi belakangnya… lebih panjang dan lebih empuk dibanding produk kompetitor.

Kemudian jika mengintip ke bagian kolong, Om Bro bisa lihat sambungan double khas skutik Honda yang sudah diterapkan sejak jaman generasi Vario karbu pada tahun 2006 lalu.

Honda vario 125 2018

Disinilah terjadinya kolaborasi bagian yang secara ampuh mampu mereduksi getaran dari mesin dan dari jalanan. Om Bro sekalian pastinya tahu bahwa motor-motor skutik & bebek dari pabrikan sayap memang selalu punya karakter yang smooth. Sama sekali berbeda dengan karakter motor-motor Yamaha yang cenderung lebih terasa vibrasinya.

Iya sih… Yamaha menganut genre mesin overstroke untuk mengejar akselerasi.

Mesin jenis overstroke memang cenderung lebih terasa getarnya… belum lagi ditambah aplikasi suspensi stiff, jadi semakin besar vibrasinya…

Jadi disini bukan soal mana lebih baik, tapi tergantung pada selera Om Bro sekalian akan karakter seperti apa yang Om Bro suka.

Handling

Untuk dijalanan lurus, Vario 125 enak pisan. Keseimbangan antara power dengan bobot motor terasa pas. Larinya mantap, tidak ada efek limbung hingga kecepatan 80 km/jam. (Ngga tau juga sih kalo lebih dari itu, soale Mtb ngga punya trek yang memadai pada test singkat tersebut).

Namun dalam hal manuver, jelas ada perbedaan dengan motor-motor yang punya dimensi lebih kecil.

Bobot plus desain depan Vario 125 yang lebih besar dibanding Honda Beat/Yamaha Mio S menjadikannya kurang mantap saat bermanuver & zig zag dengan kecepatan lumayan.

Tapi hal itu Mtb rasa tidak mengganggu. Untuk ukuran penggunaan harian masih relatif nyaman meski digunakan dijalanan macet di perkotaan.

Lubang Pengisian Oli Transmisi

Honda vario 125 2018

Bagian lubang pengisian oli transmisi masih menjadi hal sepele yang Mtb soroti. Pasalnya, posisi lubang pengisian yang berada di bagian samping seperti itu kurang enak ketika kita mengganti oli.

Menurut hemat Mtb, akan lebih enak jika posisinya berada di atas seperti jajaran skutik Yamaha.

Kemungkinannya sih ada susunan konstruksi didalam gearbox yang membuat posisi lubang pengisian oli tidak bisa di aplikasikan di bagian atas.

Lubang Pengisian Oli Mesin

Honda vario 125 2018

Ini juga sebenarnya hal sepele… Hanya saja, bagi Om Bro yang suka mengganti oli sendiri dirumah, bagian ini bisa jadi bikin kurang nyaman.

Lubang pengisian oli mesin Vario 125 gen 3 (bahkan sejak gen 2) posisinya rada tenggelam. Jadi harus menggunakan corong pada saat pengisian (penggantian) oli mesin.

Pada Vario 125 generasi pertama, lubang pengisiannya masih mirip-mirip dengan Beat & Spacy. Posisinya muncul ke permukaan sehingga bisa mengisi oli mesin dengan mudah meski tidak menggunakan corong. Cukup dengan memiringkan motor menggunakan standar tengah dan standar samping secara bersamaan.

Minus Kick Starter

Naahh… Ini… Memang sih secara teknis, pabrikan tentunya sudah menyiapkan segala sesuatunya untuk si motor supaya bisa hidup normal tanpa kick starter. Namun begitu, untuk usia pakai jangka panjang, Mtb rasa hal ini jadi poin minus.

Sederhananya begini… Yang namanya ciptaan manusia kan ngga ada yang sempurna. Pada saatnya nanti, si motor bisa saja punya trouble dijalan yang membutuhkan peran kick starter untuk menghidupkan mesin.

Namun begitu, sejauh ini Mtb masih yakin bahwa keputusan Honda tersebut sudah melalui tahapan riset yang sangat matang. Apalagi sistem starter Vario 125 sudah menggunakan ACG yang tanpa motor (dinamo) starter.

Jok

Honda Vario 125 2018

Di bagian ini juga Honda masih bertahan dengan ciri khasnya dimana feel jok cenderung keras jika dibanding kepunyaan kompetitor.

Feel keras tersebut bisa membuat rasa tidak nyaman dalam perjalanan jauh. Namun begitu, untuk penggunaan harian dengan jarak kurang dari 50 km, Mtb rasa kerasnya jok Vario masih terbayar oleh kelembutan suspensinya.

Grafis Stiping & Cat

Seperti yang sudah Mtb singgung di atas, bahwa desain Vario 125 adalah sama persis dengan Vario 150. Namun begitu, banyak perbedaan di antara keduanya, yaitu kapasitas mesin, fitur keyless, ukuran ban, dan lain-lain… Termasuk juga jenis catnya, dimana Vario 150 menggunakan cat doff (matte), sedangkan Vario 125 catnya metalik berkilau.

Selain itu, pada Vario 150, terdapat emblem timbul pada bodi samping, sedangkan versi 125cc hanya menggunakan sticker biasa dan tanpa ada tulisan 125.

Mesin & Kolong

vario 125 2018

Bagian ini kok Mtb rasa ngga enak banget dilihatnya yaa…??! Tampilannya kopong berongga. Tidak padat seperti skutik-skutik entry level punya pabrikan garpu tala.

Kemunginan sih untuk mempermudah pengecekan komponen-komponen dibagian itu yang begitu berjubel lantaran banyaknya fitur-fitur baru.

Selain itu, ukuran shock belakang Vario juga memang lebih panjang dibanding kompetitor sehingga menambah kesan kopong disitu.

Tampilan Tebeng/Sayap Bagian Dalam

vario 125 2018

Ada yang aneh, unik dan menimbulkan banyak pertanyaan di hati Mtb. Pasalnya, pada Vario 125 gen 3 ini tidak tampak secara visual akan adanya mounting-mounting mur untuk merapatkan tebeng (sayap) bagian depan dan belakang.

Advertisement

Kemungkinannya sih menggunakan semacam pengait antar komponen yang bisa mengunci tanpa skrup (mur).

Ini kita jadi belum tahu nih… untuk model seperti ini, apakaha bisa bertahan lama kepresisiannya? Atau bakalan jadi longgar dan getar di kemudian hari??

Tentu butuh waktu lama untuk membuktikannya…

…tapi yang pasti, buat orang awam, model seperti ini jadi menyulitkan ketika (misalnya nanti) kita butuh untuk membuka sendiri bagian bodi sayap karena sesuatu hal.

Posisi Aki (Accu/Baterai) Pada Dek

vario 125 2018

Pada generasi pertama, Vario 125 masih menempatkan aki di bagian bodi depan, yaitu di dalam di belakang headlamp.

Kalau Mtb tidak salah ingat, posisi aki pada dek dimulai dari Honda Beat FI generasi pertama. Dan sekarang sudah diaplikasikan pula pada Vario 110 eSP serta tipe-tipe lainnya… termasuk Vario 125 sejak gen 2.

Disini, lagi… Mtb yakin pabrikan sudah punya perhitungan yang sangat matang. Tentu aki tetap aman meskipun motor digunakan kala hujan deras, bahkan kala dipakai melibas genangan banjir sekalipun.

Tapi…

…kira-kira sampai kapan keamanan tersebut terjamin?? Bagaimana setelah usia si motor telah uzur nanti?? Apakah tidak akan timbul kebocoran nantinya??

Yaa… lagi… perlu waktu lama untuk membuktikannya.

Rem

vario 125 2018

Fitur CBS-nya bekerja dengan cukup baik. Tingkat kepakemannya (secara feeling) setara dengan Yamaha Mio S dan Mio M3.

Tapi kalah jauh jika dibanding Aerox 155. Wajar yaa… kelasnya beda. Wkwkwkwk…

Namun begitu, kinerjanya cukup baik meski digunakan untuk semi-hard breaking. Masih aman untuk stop & go di perkotaan dengan traffik tinggi.

Kunci Kontak

Kunci kontak Vario 125 masih mengadopsi kunci mekanis, tidak seperti Vario 150 yang telah mengaplikasikan model keyless (kunci remote).

Headlamp

vario 125 2018

Jenisnya masih sama dengan generasi kedua, yaitu Dual Keen LED Headlight. Namun ada perbedaan desain dimana pada generasi ketiga ini ada aksen alis yang memancarkan kesan lebih tajam.

Panel Speedometer

vario 125 2018

Stang Vario 125 terbaru 2018 berkonsep Compact Steering Design yang dilengkapi dengan Advance Full Digital Panel Meter…

Informasi yang dimuat pada panel informasi ialah konsumsi BBM, tampilan jam digital, speedometer, tripmeter, indikator pengingat masa ganti oli mesin, informasi smart key, serta indikator baterai dan tegangan aki.

Knalpot

vario 125 2018

Bentuknya mengkotak. Honda menyebutnya sebagai ‘New Sporty Muffler’.

Secara daya guna sih sepertinya tidak ada perbedaan dengan model lama… hanya untuk mendukung tampilan sporty-nya saja.

ACG Starter & Idling Stop System (ISS)

Enak sih yaa… Model starter tanpa motor (dinamo). Senyap… ngga ada suaranya, tau-tau mesin udah idup.

Model starter seperti ini sangat mendukung fitur ISS…

Tentu ngga enak pisan jika setelah mesin mati di lampu merah, trus mesin hidup lagi dengan suara starter yang “cekekekekek…”…

Apalagi jika starternya menggelegar seperti generasi Vario karbu, Beat karbu, Beat FI Gen 1 dan Spacy…

Nah, pertanyaannya, jika suatu saat ada masalah, jadi sulit atau tidakkah bagi orang awam untuk mendeteksi masalahnya??

Ketika mesin sulit dihidupkan, kita jadi ngga tau apakah mesinnya atau starternya yang bermasalah.

Tapi Om Bro ngga usah pikirin juga perkara itu….

Sekarang, teknologi starter motor sudah bergerak ke arah situ, baik dari pabrikan Honda atau pun Yamaha. So, pastinya para mekanik bengkel resmi pun sudah di gembleng untuk bisa menangani masalah tersebut.

Masih ingat lah ya, ketika platina di tinggalkan untuk diganti dengan CDI… Juga ketika sekarang karburator telah ditinggalkan oleh mayoritas pabrikan. Nyatanya, tidak ada masalah…

…begitu pun dengan model starter senyap… suatu saat nanti bisa jadi semua motor starternya jadi senyap.

Konsumsi BBM

vario 125 2018

Mtb belum pernah ngetest sendiri. Hanya melihat klaim Honda yang menyebutkan bahwa konsumsi BBM Vario 125 berada di angka 51,7 km/Liter. Tapi itu kan hasil uji internal AHM dengan dengan metode Euro 3 – ECE R40 dan mengaktifkan fitur ISS.

Pada penggunaan harian, angkanya pasti akan berbeda dari hasil test tersebut.

Untuk penggunaan di kota-kota besar yang macet, angka konsumsinya sangat mungkin jadi lebih boros. Tapi untuk penggunaan di kota kecil/perkampungan yang tidak ada macet, angka konsumsinya justru lebih hemat.

Contohnya dari Vario 125 milik Pak Haji Muklis yang Mtb jajal, dari penggunaan harian Pak Haji, AVG di panel meter menunjukkan angka 53,1 km/liter.

vario 125 2018

Itu dari angka AVG yaa… Ngga tau juga kalo test pake metode full to full.

Anti Theft Alarm & Answer Back System

Udah pada tahu lah ya… fitur ini… Alarm anti maling & Answer Back System.

Double Inner Rack

Rak depan yang kiri datar dan lega, enak buat nyimpen barang-barang kecil, meskipun kedalamannya tidak sebagus Vario 125 gen 1.

Sedangkan rak kanannya terlalu dangkal… ngeri jatuh kalau menyimpan barang di rak kanan.

18 Litre U-Box Helm In

Ini sudah jadi fitur standar Vario 125 dan 150cc. Bagasinya lega, muat helm full-face.

Warna Vario 125 Terbaru

Setelah melakukan test ride singkat Vario 125 CBS milik Pak Haji, Mtb sempatkan cek data produknya di situs resmi AHM…

Saat ini Vario 125 generasi ketiga ditawarkan dalam 2 versi, yakni versi CBS dan versi CBS ISS. Sedangkan warnanya tersedia dalam 4 pilihan…

Berikut ini pilihan warna dengan gambar Vario 125

vario 125 2018

Advance Black (tersedia dalam versi CBS & CBS ISS)

vario 125 2018

Advance Red (tersedia dalam versi CBS ISS)

vario 125 2018

Advance White Blue (tersedia dalam versi CBS)

vario 125 2018

Advance White Red (tersedia dalam versi CBS ISS)

Perbedaan Vario 125 CBS dan ISS

Bagi Om Bro yang gemar membaca berita-berita otomotif, Mtb kira pasti sudah paham perbedaan dua versi Vario 125 ini. Tapi bagi Om Bro sekalian yang belum tahu, Mtb kasih sedikit gambarannya…

Antara Vario 125 terbaru 2018 versi CBS dan CBS ISS hanya berbeda pada satu fitur saja, yaitu fitur Idling Stop System (ISS). Selain itu, selebihnya sama persis…

ISS adalah fitur yang akan mematikan mesin secara otomatis saat motor berhenti selama 3 detik (misalnya saat berhenti di lampu merah). Tujuannya hanya satu, yaitu efisiensi bahan bakar. So… mesin tidak akan terus menyala saat motor sedang berhenti.

Lantas, bagaimana mesin akan hidup kembali…??

Mesin akan menyala kembali secara otomatis saat putaran gas dibuka. Jadi tidak harus menekan lagi tombol starter.

Harga Vario 125 terbaru 2018

Saat ini Vario 125 versi ketiga di banderol dengan harga Rp19,2 juta untuk tipe CBS dan Rp20 juta untuk tipe CBS-ISS.

Spesifikasi & Review Vario 125 2018

  • Tipe Mesin: 4-Langkah, SOHC, eSP, Pendinginan Cairan
  • Sistem Suplai Bahan Bakar: PGM-FI (Programmed Fuel Injection)
  • Diameter × Langkah: 52,4 × 57,9 mm
  • Tipe Tranmisi: Otomatic, V-Matic
  • Daya Maksimum: 8,2 kW (11,1 PS)/8.500 rpm
  • Torsi Maksimum: 10,8 Nm (1,1 kgf.m)/5.000 rpm
  • Tipe Starter: Elektrik
  • Tipe Kopling: Automatic Centrifugal Clutch Dry Type
  • Tipe Rangka: Underbone
  • Tipe Suspensi Depan: Telescopic
  • Tipe Suspensi Belakang: Swing Arm dengan suspensi Tunggal
  • Ukuran Ban Depan: 80/90-14M/C 40P Tubeless
  • Ukuran Ban Belakang: 90/90-14M/C 46P Tubeless
  • Rem Depan: Cakram Hidrolik, Piston Tunggal
  • Rem Belakang: Tromol
  • Dimensi (panjang × lebar × tinggi): 191,9 × 67,9 × 106,2 cm
  • Tinggi Tempat Duduk: 76,9 cm
  • Jarak Sumbu Roda: 128 cm
  • Jarak Terendah Ke Tanah: 13,2 cm
  • Curb Weight: 111 kg
  • Kapasitas Tangki Bahan Bakar: 5,5 liter
  • Kapasitas Minyak Pelumas: 0,8 liter pada Penggantian Periodik
  • Tipe Baterai (Aki): MF 12V-5Ah
  • Sistem Pengapian: Full transisterized
  • Tipe Busi: NGK CPR9EA-9 / Denso U27EPR9
  • Lampu Depan: LED 2,2W x2 (low); LED 4,4W x2 (high)

(Mtb – Review Vario 125 2018).

Review Vario 150 2018, Biar Model Konvensional, Performa Bisa Sporty

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *