Review Tampilan dan Spesifikasi Vega R Lama 100cc Lansiran 2003

Motorisblog.com – Om Bro…!! Sungguh sulit mendapatkan data spesifikasi Vega R lama versi 100cc. Padahal motor tersebut terbilang belum tua-tua amat, tapi informasi detail yang beredar benar-benar langka.

Mtb tertarik membahas motor bebek entry level Yamaha ini ketika tadi melihat unit lansiran 2003 yang terparkir di depan bascamp Trojan. Yaitu komunitas Transportasi Online Banjar Patroman yang menjadi salah satu wadah para driver online di kota Banjar.

Mulanya Mtb kira unit tersebut adalah New Vega R 110cc… Tapi setelah Mtb dekati, eehh ternyata cuma stripingnya doang yang New Vega R. Aslinya itu unit Vega R lama yang bermesin 101,8cc.yamaha vega r 100 2003

Sesaat setelah mengambil beberapa gambar unitnya, bergegas Mtb mencari informasi review dan data apesifikasi Vega R 2002 / 2003 dari berbagai sumber. Namun seperti yang telah Mtb singgung diatas, hanya sedikit sekali sumber detail review Vega R 100cc yang berhasil Mtb ciduk. Tapi ngga apa-apa… Mtb memang hanya bermaksud untuk membahas tampilannya saja.

Nah, sebelum kita bahas detail tampilannya, silahkan Om Bro pantau dulu sedikit data spesifikasi teknis yang berhasil Mtb himpun, berikut ini,

Spesifikasi Vega R lama

Dimensi
. Panjang 187 cm
. Lebar 68 cm
. Tinggi 102,9 cm
. Tinggi tempat duduk 74,8 cm
. Jarak sumbu roda 119 cm
. Jarak terendah ke tanah 13 cm

Sudut Caster
. 26,2°

Trail
. 7,4 cm

Kapasitas silinder
. 101,8cc

Diameter × Langkah
. 49 × 54 mm

Rasio Kompresi
. 9,0:1

Power Maksimum
. 8,3 HP/8.000 rpm

Torsi Maksimum
. 0,87 kgf.m/6.500 rpm

Langkah Suspensi Depan
. 8 cm

Langkah Suspensi Belakang
. 6,5 cm

Diameter Kampas Rem Belakang
. 11 cm

Sistem Pengapian
. AC CDI

Sekilas Riwayat Vega R 100cc

Vega R lama mengusung desain bodi sama dengan Yamaha F1ZR. Hampir sama persis, kecuali perbedaan mesinnya dimana Vega R bermesin 4 tak, sedangkan F1ZR bermesin 2 tak.

Mesin Vega R di set irit demi menggantikan posisi Crypton…, si motor bebek 4 tak pertama dari Yamaha untuk pasar Indonesia yang kurang sukses penjualannya.

Yamaha pertama kali merilis Vega pada tahun 1999, dua tahun setelah krisis ekonomi dan krisis moneter yang sangat hebat kala itu.

Awalnya PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menempatkan Vega sebagai bebek standar premium di masanya. Namun hingga tahun 2003, Vega tidak berhasil mengangkat angka penjualan Yamaha secara signifikan. Bahkan Yamaha masih megap-megap untuk saling kejar dengan Suzuki dalam rangka memperebutkan posisi kedua dalam jumlah penjualan motor di tanah air kita tercinta ini.

Yup… Kala itu taring Suzuki Shogun 110 memang masih cukup kuat di dunia persilatan roda dua Indonesia. Tapi Yamaha tidak putus asa… Di tahun 2003, Vega diberi label “R” dan kelasnya di down-grade menjadi bebek entry level. Hasilnya…?? Manjur Om… Penjualan Vega R moncer hingga akhirnya ia naik ke kelas 110cc pada tahun 2006.

Keputusan Yamaha menurunkan kelas Vega R ke entry-level memang bukan tanpa alasan. Pasalnya, serangan dari motor-motor Cina yang murah meriah pada menjelang hingga awal dekade 2000-an memang telah memaksa brand-brand Jepang untuk mengubah strateginya.

Bukan hanya Yamaha dengan Vega R-nya… Honda pun merilis Legenda dan Supra Fit, Suzuki melahirkan Smash, dan Kawasaki pun punya Blitz sebagai versi hematnya Kaze R.

Kala itu perkara data penjualan motor belum banyak di publikasi secara angka. Namun begitu, meskipun secara kasat mata tampak brand Honda yang menguasai jalanan, tapi Vega R justru yang paling fenomenal. Utamanya dalam hal iklannya yang amat mengena di hati pecinta roda dua tanah air.

Yup… Bagi Om Bro sekalian yang di era Vega R sudah usia remaja, pasti Om Bro tahu bagaimana kocaknya iklan Vega R yang dibintangi oleh Didi Petet dan Deddy Mizwar.

Lantas dengan diturunkannya kelas Vega R, apakah Yamaha tidak punya lagi bebek premium…??

Tentu punya Om… Yamaha menempatkan Jupiter series di atas Vega R, yang dikemudian hari menjadi Jupiter Z1. Selain itu, nama Jupiter pun terbelah menjadi Jupiter MX yang dimasa kini berevolusi menjadi MX King.

Review Tampilan Vega R 2003

Pada versi 100cc 2003, Vega R masih mengadopsi lampu sein bermika kuning buram. Bentuk sein depan menyerupai ketupat, sementara sein belakang menyatu dengan stoplamp.lampu belakang yamaha vega r 100 2003

Mtb tidak begitu ingat saat itu Vega R ada berapa varian. Tapi untuk unit yang Mtb ciduk ini, remnya masih tromol depan-belakang.rem tromol depan yamaha vega r 100 2003

Bentuk lampu depannya kecil rada mengkotak… Sementara sayapnya tampak ramping, khas motor bebek millenium dimana desain ramping amat digemari komsumen Indonesia. Berbanding terbalik dengan jaman now, dimana motor-motor skutik berlomba-lomba memperbesar volume bagasi dan ukuran tangki bahan bakar.lampu depan yamaha vega r 100 2003

Blok mesinnya juga tampak mungil, sesuai dengan kapasitas silindernya yang memang hanya 101,8cc. Sedangkan saluran gas buang alias knalpotnya bermodel lurus dengan tabung besar dari pertengahan hingga ujung belakang. Belum jamannya knalpot sporty untuk motor-motor bebek kala itu.knalpot yamaha vega r 100 2003

Motor (dinamo) starter ditempatkan di bawah blok mesin, khas Yamaha jaman itu…

Speedometernya tentu saja masih analog, mengingat saat itu belum musim panel meter yang serba digital seperti jaman now. Dilengkapi dengan fuelmeter yang juga masih analog, serta indikator lampu jauh, lampu sein, dan penujuk posisi gigi netral & top gear. Yup… belum ada tuh penunjuk posisi gigi 1, 2 dan 3.panel speedometer yamaha vega r 100 2003

Saklar-saklar kelistrikannya khas motor non-AHO, dimana ada saklar ON/OFF Lights dan tombol starter di stang kanan. Sedangkan di area stang kiri, ada saklar lampu jauh-dekat (dim), saklar sein, tombol klakson dan tuas chooke (cuk).stang yamaha vega r 100 2003

Bener pisan Om… Saat itu masih musimnya cuk manual. Sementara untuk saklar ON/OFF Lights, tidak ada pilihan untuk menyalakan lampu senja tanpa lampu besar seperti model saklar Honda Astrea series.

Kunci kontaknya jelas masih konvensional dengan anak kunci bermata pendek…

Beralih ke footstep boncenger, dudukannya masih model lurus hampir sejajar dengan arm… Namun sudah terpisah dari arm. Tidak seperti motor-motor jadul pisan yang masih menempelkan footstep pada arm.

Dan pamungkasnya… Spakbor belakang masih bermodel klasik dengan tudung topi di bagian ujungnya… Tapi pun begitu, tudung topinya sudah cetakan menyatu… Bukan model sambungan seperti motor-motor yang jadul pisan. (Mtb – Review Tampilan dan Spesifikasi Vega R Lama 100cc).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: