suzuki nex 2

Review Suzuki Nex II: Kejujuran Kadang Menyakitkan

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Penggemar otomotif roda dua yang suka baca blog tentu tahu dengan nama EA’s Blog, admin enoanderson.com. So, berikut ini Mtb sajikan bahasan review Suzuki Nex II versi Kang Eno.

Advertisement

Kang Eno memang fenomenal dengan cara pembahasannya yang liar. Jujur apa adanya. Tanpa tedeng aling-aling.

Yup. Seperti salah satunya bahasan tentang Suzuki Nex II yang menurut Kang Eno tidak seperti harapan sebagian orang.

Loh, ko’?

suzuki nex 2
Suzuki NEX II Fancy Dynamic Brilliant White

Betul Om. Beberapa review menyebutkan seolah Suzuki Nex II merupakan yang terbaik pada kategori low end. Paling valuable dan paling murah, tapi ngga murahan serta riding quality’nya terbaik ketimbang produk kompetitor.

Tapi apa kata Kang Eno?

Review Suzuki Nex II 2018

Review dari Kang Eno mengandung pandangan yang hampir sebaliknya. Begini selengkapnya.

1. Bobot kendaraan sangat ringan

Suzuki Nex II punya bobot yang super ringan ketimbang kompetitor terdekat secara spek, yakni Honda Beat eSP.

Lantas, apakah bobot yang lebih ringan berarti gerakannya jadi lebih lincah?

Penjelasan detailnya begini.

Feel ringan tentunya bisa memberikan kontrol kemudi yang baik. Tapi itu jika berat badan pengendaranya sesuai.

Lain cerita ketika berat badan pengendara mencapai 75 kg seperti Kang Eno. Suzuki Nex II jadi terlalu ringan.

Tapi benar sih Om. Untuk meliuk-liuk melalui rintangan safety riding (cone selayaknya ujian SIM), memang motor ini sangat lincah.

2. Performa rem kurang mantap

Ketara berbeda antara rem Suzuki Nex II dengan remnya Suzuki Address Playful. Cengkraman remnya lebih rendah dan ada indikasi setang melawan saat late braking.

Jadi jelas beda kelas ya Om. Jelas bahwa Nex II berbeda kelas dari Address Playful.

Ya wajar sih. Secara harga saja Nex II memang lebih murah dari Address.

3. Suspensi belakang terlalu mantul

Ketika sumber lain menyebutkan bahwa suspensi belakang Nex II serupa dengan Suzuki Address Playful, Kang Eno menyebutkan hal yang berbeda.

Benar memang sama empuk, tapi suspensi Suzuki Nex II punya rebound yang lebih cepat. Efeknya pengendara jadi mudah mantul dari jok ketika melindas jalanan berlubang pada kecepatan 30-40 km/jam.

So, mungkin benar suspensi Nex II serupa atau satu tipe dengan punya Address Playful. Tapi serupa bukan berarti sama persis.

4. Performa kurang dari harapan

Advertisement

Ada yang mengatakan bahwa mesin Suzuki Nex II identik dengan Address Playful.

Jika pernyataan itu memang benar, secara teori sederhana seharusnya akselerasi Nex II lebih cepat dari Address.

Kenapa?

Karena bobot Nex II lebih ringan.

Tapi sekali lagi, identik bukan berarti sama persis.

Address Playful memang rada lambat untuk akselerasi dari kondisi diam. Tapi selepas itu, pada kecepatan menengah dan tinggi, Address cukup baik.

Sementara itu Suzuki Nex II akselerasinya lebih lambat. Bahkan top speed’nya pun mentok pada angka 80 km/jam (versi speedometer).

Itu menurut Kang Eno yang berat badannya 75 kg.

Kalau soal akselerasi, ingatan Kang Eno pada generasi Suzuki Spin 125 pun sama dengan ingatan Mtb. Karakternya sama. Buka putaran gas banyak, mesin menderu, tapi putaran roda lambat.

Bahkan bukan hanya Spin. Suzuki Smash yang bertransmisi manual pun seperti itu. Tarikannya tertinggal oleh deru mesinnya.

Itu Smash generasi lama. Kalau tidak salah, rakitan tahun 2005 yang dulu pernah Mtb jajal.

Kalau melihat dari Spin dan Smash, Mtb menduga Suzuki memang sengaja menciptakan karakter seperti itu.

Mtb tidak begitu yakin sih. Tapi mestinya dengan karakter seperti itu, top speednya bisa lebih optimal.

Tapi ini nyatanya tidak.

5. Kualitas finishing cat dan bahan plastik lebih baik dari kompetitor

Nah. Sejauh ini bagian ini yang Kang Eno tunjukkan sebagai kelebihan Suzuki Nex II.

Secara bahan plastik dan finishing cat, Suzuki Nex II masih lebih baik dari produk tandingan dari brand lain.

6. Handle rem belakang longgar

Maksud dari ‘longgar’ ini adalah adanya bunyi pada handle rem saat motor melindas lubang jalan. Jadi seperti ada yang kurang presisi gitu.

Atau mungkin efek dari tidak adanya parking brake lock seperti produk-produk skutik lain?

Entahlah.

Itu review dari Kang Eno. Jika Om Bro ada tambahan atau koreksi, silahkan sampaikan pada kolom komentar. (Mtb).

Advertisement

7 komentar untuk “Review Suzuki Nex II: Kejujuran Kadang Menyakitkan”

    1. Kemaren Di INDRAMAYU NEXII STANDART SAYA DENGAN BERAT SAYA 90KG BERAT 60KG BERAT BARANG BAWAAN 50 KG MASIH BISA MENTOK 100KPJ CUMAN BEDA DI SETINGAN INJECTION SAMA SARINGAN UDARA BUATAN SENDIRI

  1. Jual beat untuk beli nex II, bobot 85 kg, cuman review diatas gak cocok sama sekali dengan yang saya alami…pengguna Nex II juga loh…bukan reviewer abal2 yang cuman hanya test ride sebentar saja lalu buat kesimpulan seolah sudah menempuh ribuan kilometer.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *