Review PCX 2018, Perkara Kelemahan dan Hasil Test Ride

Motorisblog.com – Review PCX 2018… Om Bro…!! Mumpung masih hangat, Mtb bahas motor yang satu ini lagi. Soal kehangatan produknya, kita belum tahu pasti karena butuh waktu untuk melihat performa pasar. Tapi yang sudah pasti itu kehangatan, bahkan panasnya fbh dan fby yang pada cakar-cakaran di warungnya Lek Iwb dan blognya Wak Haji Taufik. Wkwkwkwkwkwk…!! Untung saja blog ini masih kecil, jadi ngga ada yang cakar-cakaran. Wkwkwkwkwk…!!

Begini, Om Bro…!! Mtb nggak ada maksud menjatuhkan salah satu produk. Ini cuma mengingatkan saja bahwa segala ciptaan manusia itu kan tidak ada yang sempurna. Betul?

Diblog ini, Mtb sudah membuat beberapa artikel tentang Honda PCX lokal 2018 serta komparasinya dengan NMax dan bahkan dengan Vario 150. Jadi tidak ada alasan untuk Mtb mensugesti Om Bro sekalian. Ini murni cuma berbagi buah fikiran saja. Entah itu murni buah fikiran Mtb atau pun pemikiran orang lain yang kebetulan sama dengan cara pandang Mtb.

Halaaahhh… banyak amat basa-basinya. Hahahahay…!!

Kekurangan PCX lokal 2018

Mtb dapatkan review berikut ini dari blognya kang Kby, yakni Kobayogas.com…

– Behel All New Honda PCX lokal berbahan plastik

Sejatinya, kualitas plastik dan catnya sudah selevel CBU Vietnam. Kesannya mewah dan uwow… tapi, kenapa harus berbahan plastik?

Behel All New Honda PCX 150 lokal terbuat dari bahan plastik tebal dengan cat yang menyatu seperti warna bodi tengah. Nah, perkaranya, jika Om Bro sering berboncengan dan kebetulan si boncenger sering bawa tas, maka lapisan catnya akan cepat menipis.

– Panel meter tidak lengkap

Meskipun PCX lokal 2018 telah menggunakan panel meter full digital, namun didalamnya hanya memuat informasi MID, tripmeter, odometer dan jam digital saja. Tidak ada trip B, average real time, fuel meter real time, tidak ada reminder jadwal ganti oli dan jadwal ganti V-Belt. Hal itu tentu menjadi poin minus ketika disandingkan dengan sang kompetitor, Yamaha NMax 155 VVA.

– Pass beam

Sepatutnya, motor skuter matic premium sekelas PCX harus sudah pantas memiliki lampu tembak. Jika pun kompetitor belum pakai, maka PCX akan menjadi yang pertama.

– Rem ABS hanya pada roda depan saja

Meskipun Honda mengklaim bahwa sistem ABS punya PCX bekerja lebih baik, namun kesannya tanggung. Pasalnya, NMax sudah menggunakan di kedua rodanya.

– Basis mesin

Isu ini lagi hangat sekarang. Dan memang benar, basis mesin PCX lokal itu diambil dari Vario 150. Tapi jika Om Bro menengok ke belakang, Vario 150 itu sendiri basis mesinnya berasal dari PCX CBU versi lama, yakni 2014 dan sebelumnya.

– Power kalah dari NMax

Ini lagu lama sih ya… Yamaha ngaku kencang, ya wajar, lah wong kapasitas mesinnya juga lebih besar. Sementara Honda ngaku irit, ya wajar juga, lah wong kapasitas silindernya lebih kecil. Wkwkwkwk…!! Jadi, siapa yang bodoh?

Review test ride PCX lokal 2018

– Suspensi

Shock All New Honda PCX 150 lokal 2018 masih kalah lembut dari versi CBU. Namun demikian masih lebih lembut dibanding NMax.

– Tinggi tempat duduk

Sebenarnya jok PCX tidaklah tinggi, tapi karena dimensinya lebar, jadi kaki rada mengangkang. Karenanya, untuk tinggi badan kurang dari 170 cm akan rada jinjit saat kaki menapak ke tanah.

– Jok

Joknya pun sepertinya mengadopsi jok Vario. Keras…!! Masih kalah empuk dibanding versi CBU. Apalagi dibanding NMax, jauh lebih empuk punya NMax.

– Ergonomi

Posisi berkendara tidak jauh berbeda. Posisinya tetap senyaman PCX 150 versi CBU.

– Akselerasi

Seperti versi CBU, PCX lokal meluncur hening dan halus, hampir tanpa getaran. Akselerasinya termasuk cepat meski tak secepat motor sport 150 cc.

– Kinerja rem ABS

Sepertinya disini klaim Honda bukanlah omong kosong. Menurut Kang Kby, remnya lebih pakem dari pada versi CBU. Selain itu, sistem ABSnya bekerja responsif, smooth dan baru bekerja ketika benar benar ditarik keras (panic braking). Tidak seperti milik kompetitor yang sudah terasa ndut-ndutan dengan sedikit tekanan agak keras.

– Handling

Pada kecepatan tinggi dijalan lurus, kedua versi (lokal dan CBU) sama-sama anteng. Namun ketika diajak bermanuver dan zig-zag, PCX lokal 2018 lebih mantap dibanding versi CBU. Lebih ringan dan lincah yang lokal, Om Bro…!! Tapi ya jangan disamakan dengan motor matic kecil. Yang namanya body bongsor jelas tetap ada gejala ngebuang. (Mtb – Review PCX 2018)

3 tanggapan untuk “Review PCX 2018, Perkara Kelemahan dan Hasil Test Ride

  • 25 Maret 2018 pada 00:22
    Permalink

    Normally I don’t read article on blogs, however I would like to say that this write-up very
    forced me to take a look at and do so! Your writing taste has
    been surprised me. Thank you, quite nice article.

    Balas
  • 26 Maret 2018 pada 20:44
    Permalink

    Every weekend i used to go to see this web page, for the reason that i want enjoyment,
    as this this web page conations truly good funny information too.

    Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: