Kereta api pangandaran

Review Kereta Api Pangandaran: Nyaman Pisan Om…

Motorisblog.com – Om Bro…!! Akhirnya, setelah 13 tahun lamanya tidak pernah naik kereta… sekarang Mtb bahkan bisa menulis review kereta api Pangandaran. Salah satu rangkaian KA yang (saat artikel ini ditulis) usia ‘trayek’-nya belum genap 1 tahun.

Betul Om… KA Pangandaran baru diresmikan pada 2 Januari 2019 lalu. Jadi saat Mtb menulis artikel ini, rute KA Pangandaran baru menginjak 11 bulan.

Kereta api Pangandaran Ekonomi Premium dan Executive memiliki trayek Banjar – Gambir (Banjar Patroman – Jakarta).

Tapi disini Mtb tidak akan mereview perjalanan Banjar Jakarta… melainkan perjalanan Bandung Banjar saja…

Perbandingan Kereta Api Jaman Now dan Tempo Dulu

Om Bro…!! Asli Mtb ketinggalan pisan perkara perkembangan dunia persilatan kereta api…

Sebelum ini, Mtb terakhir kali naik kereta di pertengahan tahun 2006 dari stasiun Langensari (Banjar Patroman) ke Jakarta.

Saat itu, kereta yang Mtb tumpangi adalah KA Serayu. Dan Om Bro sekalian juga pastinya tahu bahwa Serayu itu KA kelas ekonomi.

Hal yang menjengkelkan dari KA ekonomi dikala itu ialah kesemrawutannya… Berisik, panas, banyak pedagang asongan, pengamen dan sebagainya… termasuk copet juga.

Sebenarnya tidak ada yang salah dari pedagang asongan… Mereka mencari nafkah… Kita penumpang kelas ekonomi juga butuh jajan / makanan yang murah.

Jadi tidak patut jika kita menghujat pedagang asongan.

Tapi yang jadi masalah adalah… banyak oknum pedagang asongan yang berjualan sambil “maksa”. Juga banyak oknum pengamen yang meminta sambil “maksa”.

Tapi, meski semrawut… pada tahun 2006 dan sebelumnya, KA Serayu selalu menjadi moda transportasi favorit Mtb dan keluarga… khususnya saat hendak berkunjung ke rumah saudara di Jakarta.

Ada 4 alasan yang membuat KA Serayu menjadi favorit Mtb dan keluarga kala itu… yaitu:

  • Harga tiketnya yang jauh lebih murah dibanding bus
  • Ketepatan waktunya yang lebih akurat dibanding bus… karena tidak ada judul macet
  • Mtb gampang mabuk darat kalau naik bus (wkwkwkwk… memalukan) makanya suka naik kereta api
  • Tidak ada kereta kelas lain (Bisnis atau Eksekutif) di jalur selatan yang rutenya melintasi Banjar hingga Jakarta

Betul Om… Kereta api kelas bisnis dan executive yang melintasi Banjar Patroman, hanya ada sampai Bandung saja. Tidak ada yang tembus ke Jakarta saat itu.

Berbeda dengan sekarang…

Selanjutnya, meski gampang mabuk darat… setelah tahun 2006 Mtb beralih menjadi pelanggan bus untuk perjalanan Banjar – Jakarta. Alasannya karena lama-kelamaan Mtb tidak tahan dengan kesemrawutan kereta api kelas ekonomi.

Hingga saat Mtb bisa beli motor sendiri di Jakarta… sejak tahun 2009 hingga 2017 Mtb selalu riding untuk mudik-balik Jakarta – Banjar.

Yang Mtb ingat, selama rentang waktu tersebut, Mtb hanya sekali PP absen riding dan memilih naik bus… yaitu pada bulan Juni 2012 saat Mtb menikah.

Sisanya Mtb selalu riding…

Ada 3 model motor yang telah berkali-kali menjadi tunggangan mudik-balik Mtb… yaitu:

  • Honda Fit X (2009-2011)
  • Yamaha New Vega R (2011-2013)
  • Honda Spacy FI (2014 hingga sekarang saat Mtb menulis artikel ini)

Pokoke intinya, sudah 13 tahun lamannya Mtb tidak naik kereta api.

Rangkaian kereta api pangandaran

Review Kereta Api Pangandaran (Banjar – Bandung)

Hingga akhirnya pada tanggal 23 November 2019… atas kesepakatan Mtb dengan Mbah Darmo Imotorium.com dan Mang Asep Warungasep.net …Mtb menjajal kembali menumpak kereta api,

… dari Banjar ke Bandung… dalam rangka menghadiri undangan dari Daya Adicipta Motora … untuk meliput langsung event Honda Dream Cup (HDC) 2019 putaran final di sirkuit Brigif Cimahi.

Hasil HDC 2019 Putaran Final (Juara Umum)

Disinilah Mtb merasa ketinggalan pisan perkembangan armada PT KAI…

Betul Om… Kondisi kereta api kelas ekonomi, sekarang sudah sangat jauh berbeda… menjadi jauh lebih nyaman.

Tidak ada lagi pedagang asongan, pengamen dan sebagainya.

Kabin kereta api pangandaran

Sekarang kereta api kelas ekonomi pun sudah pakai AC. Tidak ada lagi kepanasan dan kegerahan di siang hari. Semuanya nyaman…

Kursi Kereta Api Pangandaran Ekonomi

Mtb tidak menyempatkan untuk mengambil foto gerbong eksekutif. Jadi Mtb hanya memperhatikan susunan tempat duduk di kelas Premium saja.

Kereta api pangandaran

Lah iya Om… Sekarang Mtb baru tahu bahwa ada istilah ‘Premium’ untuk KA kelas ekonomi. Artinya mungkin karena level kenyamanannya yang telah ditingkatkan… sehingga namanya bukan lagi ‘Ekonomi’ tapi berubah menjadi ‘Premium’.

Kereta api pangandaran

Di gerbong kelas premium, posisi duduknya tidak lagi seperti kereta ekonomi jaman old.

Dulu, tempat duduk kereta ekonomi saling berhadapan tiap 4 kursi.

Sekarang, tempat duduk kelas premium seperti ini:

  • Dari belakang hingga tengah, kursinya menghadap ke depan
  • Dari depan ke tengah, kursinya menghadap ke belakang

Jadi hanya ada 4 kursi saja yang berhadapan di satu sisi… yang artinya ada total 8 kursi yang berhadapan.

Kursi kereta api pangandaran

Mushola

Saat perjalanan berangkat ke Bandung, Mtb sampai di stasiun Banjar sekira pukul 13:00. Langsung menuju area cetak boarding pass untuk mencetak tiket.

Cetak tiket kereta api

Jadwal KA Pangandaran yang Mtb tumpangi adalah jam 13:55… dan sampai ke stasiun Bandung sekira pukul 18:34.

Artinya dalam perjalanan tersebut, kita melewatkan waktu sholat ‘Ashar dan Maghrib.

Tapi tidak perlu khawatir… Karena di gerbong restoran KA Pangandaran, ada mushola kecil untuk menunaikan sholat.

Mushola kereta api pangandaran

Restoran kereta api pangandaran

Terus arah kiblatnya gimana??

Kita menggunakan tata cara sholat dalam perjalanan. Monggo Om/Sist tanya tata cara selengkapnya ke Ustadz atau Kyai yang berkompeten.

Toilet

Tidak seperti KA ekonomi jaman old yang toiletnya kotor bau dan tidak tersedia air… Saat ini KA Premium alias kelas ekonomi sudah dilengkapi dengan toilet yang bersih dan nyaman… dengan ketersediaan air.

Ada dua toilet di salah satu ujung gerbong. Satu kloset duduk dan satu lagi kloset jongkok.

Di dalam kedua toilet itu telah disediakan washtafel serta tissue.

Toilet kereta api pangandaran

Pokoke kereta api ekonomi jaman now sudah lebih nyaman dibanding bus kelas ekonomi.

Bebas Asap Rokok

Jujur saja… Untuk Mtb yang seorang perokok, naik kereta api jadi kurang menguntungkan.

Iya Om… Kereta api sekarang menerapkan aturan dilarang merokok, bahkan sejak dari stasiun-nya.

Larangan di kereta api

Dan Om Bro jangan coba-coba nyolong-nyolong merokok di bordes atau pun di toilet. Karena jika tertangkap, Om Bro bakal diturunkan di stasiun terdekat.

Jika memang Om Bro tidak kuat-kuat amat, bersabar dan tunggu sampai stasiun pemberhentian yang menjadi lokasi kontrol kereta. Disana biasanya kereta akan berhenti lama, sehingga Om Bro bisa merokok diluar kereta.

Tapi itu pun Om Bro jangan merokok di sembarang tempat. Pilih area yang diperbolehkan untuk merokok.

Di jalur Banjar – Tasikmalaya – Bandung, stasiun tempat kontrol KA Pangandaran adalah stasiun Cipeundeuy.

Kondektur

Yang menarik lagi dijaman now, nama dan nomor ponsel kondektur kereta, terpampang di ujung gerbong. Dengan begitu, kita mudah meminta bantuan jika pada suatu kondisi kita membutuhkan bantuan kondektur.

Papan nama kondektur kereta api

Bagasi Kabin

Entah apa nama yang sebenarnya… Mtb menyebutnya bagasi kabin.

Bagasi kabin kereta api

Bagasi kabin KA Pangandaran kelas Premium tampak lebih lega dan lebih rapi… dibanding kereta ekonomi jaman old.

Jumlah Penumpang

Nah, dibagian inilah perubahan terbesar kereta kelas ekonomi.

Karena sistem pembelian tiketnya yang secara online, jadi lebih mudah mengontrol jumlah penumpang.

Di kereta api ekonomi jaman now, jumlah penumpangnya hanya akan sejumlah kursi saja. Tidak seperti kereta api ekonomi jaman old… dimana jumlah penumpangnya bisa membludak hingga melebihi kapasitas kursi.

Kapasitas gerbong kereta api pangandaran

Maka tak heran jika jaman dulu banyak yang menumpang kereta di bordes… di depan pintu, bahkan ada yang di atap gerbong dan di sisi lokomotif.

KA Pangandaran kelas Premium berkapasitas 80 penumpang… yang dengan setting kursi seperti tersebut di atas, maka ada 40 kursi yang menghadap ke depan… dan ada 40 kursi yang menghadap ke belakang.

Socket Listrik dan Kantong Jok

Mengikuti perkembangan jaman, kereta api jaman now juga telah dilengkapi dengan colokan listrik disetiap bangku-nya. Dengan begitu, Om/Sist tidak perlu takut kehabisan baterai gadget selama dalam perjalanan.

Socket listrik kereta api

Pada bagian belakang kursi, ada kantong yang dapat kita manfaatkan untuk menyimpan sesuatu agar tidak berceceran.

Kantong jok kereta api

Misale saja untuk menyimpan botol air minum… jika meja kecil disamping kaca dalam kondisi penuh oleh barang-barang lainnya.

Tapi sebaiknya Om/Sist jangan menyimpan barang-barang penting di kantong tersebut. Dikhawatirkan nanti Om/Sist lupa meninggalkannya pada saat turun dari kereta.

Yo wis… Pokoke… singkat cerita… Kereta api jaman now sudah nyaman pisan Om… Tidak hanya kelas Bisnis dan Executive saja, kereta ekonomi pun sudah nyaman. (Mtb).

2 pemikiran pada “Review Kereta Api Pangandaran: Nyaman Pisan Om…”

    • Wkwkwkwk… Iya nih… Keasikan riding kemana-mana… Sampe ngga tau ada moda transportasi umum yang nyaman.

      Balas

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: