Review Aerox 155 2018, Satu-satunya Pilihan Bagi yang Jenuh Pada Model Vario 150

Motorisblog.com – Review Aerox 155 2018 – Om Bro…!! Di awal kemunculannya, Yamaha Aerox 155 VVA sempat di daulat sebagai “Vario Killer” oleh beberapa media. Namun sayang… Harapan hanya tinggal harapan… Kenyataan di pasaran, Vario 150 tetap jauh meninggalkan angka penjualan Aerox. So… sepertinya desain nan ganteng, sporty, fitur lengkap dan performa yahud dari Yamaha Aerox tidak cukup mengakomodir selera masyarakat Indonesia.

Entah karena brand image atau gegara dek rata Vario yang dinilai lebih fungsional…?? Atau gegara Aerox pada awalnya punya suspensi keras khas Yamaha?? Atau karena review beberapa orang (salah satunya Mtb baca dari Kobayogas.com) yang mengatakan bahwa si maxi tetap menganut komstir koplak khas Yamaha?

Entahlah… Tapi yang jelas, setelah Yamaha memberikan pilihan shock tabung (sub-tank suspension) pada Aerox 155 VVA, Mtb jadi suka menghayal untuk membelinya sebanyak 6 unit sekaligus. Wkwkwwkkwk….!!

suspensi tabung aerox 155 vva subtank rear suspension

Kenapa?

Karena Mtb suka kenyamanan. Mtb tidak suka suspensi keras dan vibrasi dari mesin yang berlebihan… Karena itulah hingga saat ini Mtb masih jadi Fansboy Honda (secara umum) meskipun (konon) body plastiknya ringkih, mesin klotok-klotok bla bla bla…

Tapi bukan Fansboy Honda juga sih… Mtb suka melihat produk-perproduk, tidak peduli apa pun merknya. Contohnya ini… Mtb jelas lebih suka Aerox ketimbang Vario 150 (meskipun cuma suka doang tanpa membelinya. Wkwkwkwkwk…!!)

Review Aerox 155 2018

Perbedaan desain Aerox dibanding Vario 150

Pada dasarnya sih memang tidak sebanding. Jauh lah ya… Kedua motor ini mengusung konsep yang sama sekali berbeda. Tapi, di akui atau tidak, Aerox masih sering dibanding-bandingkan dengan Vario 150.

Nah, bicara perkara perbandingan tersebut, untuk kelas skutik 150cc selain model santai ala PCX dan Nmax, Aerox 155 menjadi satu-satunya pilihan bagi Om Bro yang telah merasa jenuh dengan model Vario yang tetap menganut model skutik harian biasa.

Meskipun keduanya melakukan pendekatan yang sama-sama sporty, tapi jelas Aerox masih jauh lebih sporty.

Ergonomi Aerox 155 VVA

Nah… disinilah poin yang bertolak belakang, dimana Vario 150 meskipun diberikan garis body yang serba tajam, tapi ergonominya tetap tegak. Tetap santai dan nyaman. Jadi, sporty-nya Vario benar-benar hanya pada lekuk-lekuk tubuhnya saja. Berbeda dengan Aerox yang desain sportynya full hingga ke posisi riding.

Mesin Aerox 155 VVA

Aerox 155 menggunakan 4 katup dengan teknologi VVA. Ditambah lagi kapasitas silindernya yang lebih besar, maka jelas performa Aerox lebih ngacir di putaran atas. Begitu menurut review dari Mang Kobayogas.

Sementara Vario 150 jelas lebih menekankan efisiensi dengan mesin konvensional 2 katup dan teknologi eSP yang diusungnya. Namun begitu, pada Versi 2018, Vario juga telah mengalami kenaikan performa dibanding versi lama-nya.

Fitur?

Perkara ini bisa dikatakan sebanding lah ya…

Kenyamanan Aerox 155 VVA

Seperti yang sudah Mtb sebutkan di atas, Aerox 155 tipe R telah dilengkapi dengan shock tabung sehingga lebih nyaman dibanding pendahulunya. Bahkan (masih dari reviewnya Mang Kobayogas), shock Aerox 155 tipe R lebih nyaman ketimbang shock Vario 150. (Apa iya ya…?)

Ayunan shock tabung Aerox lembut namun tetap stabil, bahkan pada jalanan jelek sekalipun. Goncangan dari jalanam jelek dapat diredam dengan sangat baik, bahkan kadang terasa terlalu lembut. (Apa iya “terlalu lembut”? Iya begitu hasil review Mang Kby).

Joknya…??

Kita semua tahu lah ya… Jok Yamaha selalu lebih empuk dibanding jok Honda. Andai riding position setegak & senyaman Honda Vario 150, pasti feel-nya sempurna.

Handling Yamaha Aerox 155 VVA

Dijalanan padat, jelas handling Aerox tidak bisa selincah Vario 150. Selain karena dimensinya yang lebih besar Aerox, katup VVA-nya juga lebih mantap di putaran atas ketimbang di putaran bawah. Namun untuk kecepatan tinggi di atas 100 km/jam, Aerox jelas lebih stabil, meskipun ayunan shock tabung standar bawaan pabrikan agak limbung.

Kemungkinan karena ground clearance-nya yang relatif tinggi.

Tapi Mtb pikir sih itu sudah lebih dari cukup ya…

Untuk aktifitas harian, kita ngga butuh kecepatan lebih dari 100 km/jam. Selain berbahaya bagi diri sendiri juga membahayakan pengguna jalan lain. Membahayakan orang lain…

Kita mbeli mongtor buat ngedukung aktifitas sehari-hari… Bukan buat balapan. Betul?

Pilihan varian Aerox 155 VVA

Yamaha menyediakan Aerox 155 dalam 3 varian, yaitu Aerox 155 VVA tipe standar, tipe R dan Aerox S.

Pada tipe standar, segala fiturnya ya serba standar, termasuk dalam hal shockbreaker dan rumah kunci. Sementara untuk tipe R suspensi belakang menggunakan shock tipe tabung (sub-tank) berwarna emas yang lembut dan nyaman. Dan terakhir, Aerox 155 tipe S dengan keyless alias Smart Key System dan SSS (Stop & Start System).

Pilihan warna Aerox tipe R tersedia dalam varian Movistar, Racing Yellow dan Matte Silver.

Aerox 155 VVA 2018 ditawarkan dengan harga mulai Rp23.350.000 (tipe standar) hingga Rp27.450.000 (tipe S). (Mtb – Review Aerox 155 2018).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: