Rasio Kompresi vs Oktan Bahan Bakar, Berikut Ini Panduannya…

Motorisblog.com – Bagi Om Bro sekalian yang gemar membaca hal-hal yang berhubungan dengan dunia persilatan otomotif, perkara rasio kompresi vs oktan bensin tentunya bukanlah hal asing lagi. Tapi bagi mereka yang malas membaca, seringkali keluar asumsi-asumsi ngawur perkara penggunaan bahan bakar kendaraannya.

Iya Om… Mtb pernah dengar orang bilang, “Pakai Pertamax tarikan jadi enteng, bensinnya irit…”. Ada juga yang bilang, “Pakai pertamax sebulan sekali untuk membersihkan ruang bakar”. Padahal kan Pertamax itu “cuma” bersih saja, tapi tidak memiliki additif pembersih. Kecuali dijaman Pertamax Plus, dulu… kalau Pertamax Plus memang mengandung additif pembersih.

Jadi singkatnya, Pertamax memang menjaga kebersihan, tapi dia tidak membersihkan kerak yang sudah terlanjur ada.

Kemudian soal irit, banyak pakar yang menyebutkan bawa rasio kompresi dan oktan bensin punya kesesuaian yang sejajar. Artinya, semakin tinggi rasio kompresi mesin, maka semakin tinggi pula oktan yang diminta. Demikian juga kalau rasio kompresi mesinnya rendah, maka bahan bakar yang diminta pun bahan bakar beroktan rendah.

Jadi, jika mesin berkompresi rendah diberikan minum bahan bakar beroktan tinggi, misalnya Pertamax Turbo yang punya RON 98, hasilnya bukannya kendaraan jadi ngacir tapi justru malah jadi loyo. Konsumsi BBM pun bukannya makin irit tapi justru malah jadi boros.

Hal itu disebabkan karena timing pengapian tidak sesuai dengan spesifikasi BBM yang digunakan. Begitu kira-kira menurut situs Wahana Honda.

Belum lagi jika kita hitung secara ekonomi… Harga Pertamax berapa? Pertamax Turbo berapa? Pertalite berapa? Premium berapa? Silahkan saja Om Bro hitung berapa konsumsi motor / mobil Om Bro untuk tiap-tiap jenis BBM, kemudian dikonversi dengan harga BBMnya masing-masing. Apa iya memakai Pertamax Plus lebih irit dibanding menggunakan Pertalite?

Mtb yakin tidak. Jika pun misalnya menggunakan Pertamax Plus lebih irit secara takaran liter, tapi pasti dia akan tetap lebih boros secara takaran uang.

Itu gambaran jika spesifikasi kendaraan Om Bro punya rasio kompresi rendah. Lain cerita jika kendaraan Om Bro punya rasio kompresi tinggi, ya memang sudah seharusnya menggunakan BBM dengan oktan tinggi.

Jadi begitu Om… Perbandingan kompresi dengan oktan bensin itu sejajar… Rasio kompresi rendah, pakai bahan bakar oktan rendah. Sebaliknya, rasio kompresi tinggi, pakai BBM dengan oktan tinggi.

Sebagai panduan, berikut ini anjuran kesesuaian rasio kompresi dan nilai oktan yang Mtb ciduk dari beberapa sumber kemudian Mtb simpulkan lagi,

. Rasio kompresi 7:1 – 9:1 RON 88 / 90
. Rasio kompresi 9:1 – 10:1 RON 90 / 92
. Rasio kompresi 10:1 – 11:1 RON 92 / 95
. Rasio kompresi 11:1 – 12:1 RON 95 / 98
. Rasio kompresi 12:1 atau lebih tinggi, pakai RON 98

Selanjutnya sebagai pedoman, berikut ini Mtb sajikan daftar bensin yang ada di Indonesia beserta harga saat ini,

Pertamina
1. Pertalite (RON 90) Rp7.650/liter
2. Pertamax (RON 92) Rp9.850/liter
3. Pertamax Turbo (RON 98) Rp11.200/liter

Shell
1. Reguler (RON 90) Rp9.300/liter
2. Super (RON 92) Rp9.900/liter
3. V-Power (RON 95) Rp10.950/liter

Vivo
1. Mogas 90 (RON 90) Rp9.750/liter
2. Mogas 92 (RON 92) 9.800/liter
3. Mogas 95 (RON 95) Rp10.850/liter

Total
1. Performance 90 (RON 90) Rp9.300/liter
2. Performance 92 (RON 92) Rp9.900/liter
3. Performance 95 (RON 95) Rp10.950/liter

Nah, yang jadi masalah adalah, kadang ada saja orang yang “tergoda” untuk gonta-ganti bahan bakar seiring dengan naik-turunnya harga BBM. Padahal jika ia tahu bahwa ada hubungan rasio kompresi dengan nilai oktan bensin, semestinya hal itu tidak perlu terjadi. Om Bro hanya harus setia pada jenis bahan bakar yang sesuai sepesifikasi mesin.

Lantas, bagaimana cara mencari tahu rasio kompresi motor dan jenis bahan bakar yang punya Research Octane Number (RON) sesuai…??

Om Bro lihat data spesifikasi di buku panduan motor / mobil Om Bro sekalian. Atau jika Om Bro tidak memilikinya (misalnya) karena beli kendaraan second, maka Om Bro bisa mencari informasinya di web resmi pabrikan. Jika di web pabrikan tidak ada informasinya karena sudah tak lagi diproduksi, coba Om Bro searching di mesin pencari (Google / Bing / Yandex / Yahoo, dan lain-lain). (Mtb).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *