Pilih Motor Manual Bebek atau Matic?? Ini Perbandingannya

Motorisblog.com – Pilih Motor Manual Bebek atau Matic?? – Om Bro…!! Di penghujung tahun 2013 lalu Mtb sempat bingung dalam memilih motor matic vs bebek vs kopling manual (sport). Pasalnya, antara keinginan (selera) dan kebutuhan serta kemampuan finansial Mtb ngga klop saat itu…

Jadi Mtb pengennya motor laki (sport), tapi menilik dari kondisi finansial saat itu sepertinya tidak memungkinkan…

Selain itu Mtb juga membutuhkan motor harian yang simple dan praktis untuk transportasi keluarga.

Ya sudahlah, akhirnya Mtb ambil motor matic Honda Spacy FI.

Keputusan Mtb memilih motor matic bukanlah tanpa pertimbangan. Semua itu hasil perbandingan dengan Honda Fit X dan Yamaha Vega R milik Mtb sebelumnya… serta ditambah lagi dengan perbandingan Yamaha Vixion, Yamaha Scorpio, Bajaj Pulsar 135 LS (milik teman sekerja) dan Honda Vario 125 milik kakak.

Pilih Motor Manual Bebek atau Matic??

Dan dari membandingkan beberapa motor tersebut, hasilnya (versi Mtb) adalah:

1. Kemudahan pemakaian

Motor matic

Secara kasar mata pun sudah terlihat, motor matic yang paling mudah di kendarai. Hanya perlu gas dan rem tanpa harus repot-repot ganti gigi apa lagi menekan tuas kopling.

Saking mudahnya mengendarai motor matic, maka jenis ini pula yang paling mudah di pakai untuk belajar.

Namun demikian, ada kerugiannya jika Om Bro belajar mengendarai sepeda motor menggunakan motor matic… yaitu Om Bro jadi harus belajar lagi ketika akan menggunakan motor semi otomatis (bebek) atau motor dengan kopling manual (jenis sport).

Belajar Motor untuk Pemula, Sebaiknya Gunakan Motor Bebek, Kenapa…??

Motor cub (bebek / semi otomatis)

Dalam hal transmisi (gigi transmisi) motor bebek memakai cara manual dengan pedal gigi di sebelah kiri blok mesin. Namun begitu, motor bebek menggunakan kopling otomatis sehingga tidak terlalu sulit untuk orang yang baru belajar.

Motor sport (kopling manual)

Secara keseluruhan motor manual adalah yang tersulit dalam hal penggunaan. Namun kesulitan tersebut hanya berlaku untuk orang yang baru belajar.

Jika Om Bro sudah terbiasa, semuanya akan terasa mudah.

Dan dibalik kesulitan itu Om Bro justru mendapatkan keuntungan ganda…

Om Bro yang sudah terbiasa mengendarai motor manual pasti bisa juga mengendarai 2 jenis lainnya di atas.

2. Ketersediaan spare part dan accesories

Motor matic

Menurut hukum rata-rata (wkwkwkwk… hukum dari mana itu), ketersediaan spare part akan cenderung lebih banyak pada motor dengan populasi yang banyak pula.

Nah, berhubung di jaman ini populasi motor matic adalah yang terbanyak, maka (hampir) dapat di pastikan ketersediaan spare part motor matic lebih banyak.

Namun demikian, pada tipe tertentu (yang kurang banyak populasinya), spare part motor matic bisa juga sulit di dapat.

Jadi, jika Om Bro hendak membeli motor matic, sebaiknya pilihlah model yang banyak beredar.

Lebih baik menggunakan motor yang “pasaran” dari pada motor unik tapi sulit mendapatkan spare partnya.

Motor bebek

Sebelum motor matic merajai jalanan di Indonesia, motor bebek sudah terlebih dahulu menjadi mayoritas di masa lalu. Jadi secara keseluruhan, hingga saat ini spare part motor bebek juga banyak tersedia di pasaran.

Motor manual

Karena harganya yang relatif mahal, populasi motor sport tidaklah sebanyak motor matic.

Dan karena jumlah peredarannya yang sedikit, maka ketersediaan spare partnya pun tidak sebanyak motor matic.

3. Kemudahan pemeliharaan, harga spare part dan biaya servis

Motor matic

Lagi-lagi soal populasi…

Karena jumlahnya yang banyak, maka montir-montir bengkel (khususnya bengkel resmi) sudah sangat menguasai aturan service motor matic.

Namun sayangnya untuk biaya jasa servis motor matic tergolong lebih mahal dibanding motor bebek.

Sebagai gambaran, biaya servis ringan untuk motor matic entry level pada beberapa waktu lalu ada di kisaran Rp60,000 (di bengkel resmi Honda Banjar – Ciamis). Sedangkan motor bebek masih di kisaran Rp40,000-50,000 untuk kelas yang setara.

Motor bebek

Seperti yang Mtb sebutkan di atas, biaya pemeliharaan motor bebek relatif lebih murah, bahkan paling murah dibanding 2 tipe yang lain.

Motor sport

Sesuai dengan harga motornya, maka biaya pemeliharaan motor sport pun lebih mahal dibanding motor matic dan bebek (cub).

4. Desain

Menurut Mtb, perkara desain hanya berkaitan dengan selera. Artinya, tidak ada yang lebih bagus di antara ketiganya.

Iya dong… Seorang yang suka dengan motor laki (motor sport) pasti akan menganggap motor sport yang terbaik. Demikian juga dengan penggemar motor bebek dan skutik.

5. Kenyamanan

Perkara kenyamanan haruslah di lihat dari faktor kebutuhannya.

Maksudnya begini… Seseorang yang membutuhkan motor untuk transportasi jarak jauh (misalnya jarak ke tempat kerja lebih dari 40 km) maka motor sport bisa jadi pilihan paling nyaman. Desain body dan kapasitas mesin serta akseleasi kopling manual membuat motor sport lebih nyaman untuk jarak jauh.

Sebaliknya, jika Om Bro membutuhkan motor hanya untuk jarak dekat di dalam kota (apa lagi kota besar yang macet), maka motor matic yang paling nyaman. Om Bro tidak perlu repot mengutak-atik kopling dan gigi transmisi pada kemacetan atau saat di lampu merah.

Lalu bagimana dengan motor bebek??

Anggap saja motor bebek status kenyamanannya sedang-sedang saja di antara motor sport dan matic.

6. Kapasitas mesin dan performa / akselerasi motor

Seperti yang Mtb sebutkan di atas, motor sport cenderung memiliki kapasitas silinder (cc) yang lebih besar.

Dan karena sistem koplingnya manual, maka performa dan akselerasinya pun lebih cepat.

Sedangkan untuk akselerasi jarak pendek (misalnya di dalam kota besar) akselerasi motor matic lebih mumpuni. Hanya dengan sekali betot, motor matic mampu meninggalkan motor bebek dan sport yang sedang sibuk mengganti gigi.

7. Konsumsi BBM

Sejak jaman motor karburator, motor matic memiliki image (kecenderungan) lebih boros dalam hal konsumsi BBM.

Wajar sih… mengingat putaran mesin (rpm) motor matic lebih tinggi dari pada motor manual.

Tapi setelah masuk ke era injeksi, motor matic tidak lagi di vonis “boros” (walaupun masih tetap relatif boros).

Namun jika Om Bro menginginkan motor yang lebih irit lagi, maka pilihan Om Bro adalah motor tipe cub (bebek).

Perpaduan antara sistem percepatan (gigi) manual dengan kopling semi otomatis dan kapasitas silinder yang relatif kecil adalah hal yang membuatnya menjadi motor yang paling irit.

Sebenarnya motor sport juga tidak bisa di sebut boros sih Om… Pasalnya, status boros pada motor sport semata-mata karena kubikasi (volume mesin) yang lebih besar, sehingga power yang di hasilkan pun setimpal. Namun secara ekonomis memang lebih boros karena jumlah uang (bensin) yang di keluarkan lebih banyak dibanding motor bebek.

8. Harga

Secara umum, motor bebek menduduki level harga paling murah, kemudian di susul oleh motor matic dan motor sport.

Tapi semua itu tetap kembali pada kelasnya, entry level alias low end atau kelas Premium?

9. Varian (pilihan model)

Motor Matic

Seiring dengan tingginya minat masyarakat pada motor jenis matic, maka pabrikan pun menyediakan banyak varian pada segmen ini.

Motor bebek

Dalam beberapa tahun belakangan ini, Mtb lihat jumlah motor bebek yang berseliweran di jalanan sudah sangat berkurang. Jadi, walaupun pabrikan masih menyediakan banyak varian, tapi tidak mustahil di masa depan variannya akan semakin berkurang.

Motor sport

Selain motor matic, motor sport saat ini adalah segmen yang sedang naik daun. Bisa Om Bro lihat secara kasat mata, saat ini motor sport banyak yang berseliweran di jalanan kota ataupun desa… terutama untuk kelas 150cc.

10. Tangki BBM

Secara umum motor sport unggul di poin ini… karena selain posisinya yang memudahkan pengisian bahan bakar, kapasitas yang besar juga membuatnya tidak perlu sering-sering mampir ke SPBU (pom bensin).

11. Sistem pengereman

Pernahkah Om Bro dengar orang bilang, “rem motor matic nyelonong”?? Seolah motor matic itu di anggap tidak memiliki engine brake sama sekali.

Banyak lho orang yang berpendapat demikian, baik di dunia nyata atau pun di alam gaib.

Wkwkwkwk… Maksudnya di dunia maya.

Tapi sebentar, Mtb luruskan dulu…

Memang benar, motor bebek dan manual lebih baik dalam hal engine brake. Dan itu merupakan pilihan tepat jika Om Bro menginginkan motor dengan pengereman yang baik.

Tapi perkara rem dari motor matic janganlah di telan mentah-mentah itu opini.

Maksudnya begini…

Pada kecepatan rendah (terutama di turunan jalan) engine brake motor matic akan loss jika Om Bro sempat melaju dengan kecepatan yang sangat rendah… Tapi pada kecepatan yang memadai, motor matic juga punya engine brake.

Hal itu terjadi karena engine brake hanya terjadi pada kondisi transmisi masuk. Sedangkan masuknya transmisi motor matic adalah tergantung dari rpm (putaran mesin / kecepatan motor).

Nah, di sinilah letak perbedaannya. Motor bebek dan motor sport menggunakan cara manual dalam sistem gigi transmisinya, sehingga engine brake dapat bekerja pada semua kecepatan bahkan sampai motor berhenti.

Jadi efek loss engine brake pada motor matic itu seperti efek pada motor manual ketika Om Bro menekan tuas kopling.

Jadi mesimpulannya… engine brake (pengereman mesin) pada motor matic itu tetap ada… namun secara keseluruhan memang lebih baik pada motor manual.

12. Daya guna

Sebenarnya, sepeda motor tipe apa pun di desain hanya untuk mengangkut seorang pengemudi dan seorang penumpang…

Namun pada penggunaannya di alam nyata tidaklah selalu seperti itu.

Motor matic

Karena dek bagian depan yang datar, maka motor matic lebih mudah untuk membawa barang apa pun. Bahkan Om Bro tidak akan mengalami kesulitan jika harus membonceng anak kecil di bagian dek.

Selain itu, kapasitas bagasi motor matic juga cenderung lebih besar. Beberapa tipe di antaranya bahkan bisa muat helm full face.

So… Motor skutik lebih mudah untuk urusan muat-memuat.

Motor bebek

Walaupun tidak seleluasa skutik, struktur rangka motor bebek masih memungkinkan untuk membawa sedikit barang di bagian depan.

Selain itu, bagasinya juga cukup untuk memuat setidaknya 5kg barang… Jadi masih lumayan lah untuk urusan angkut mengangkut.

Motor sport

Dalam hal muat-memuat, motor jenis inilah yang paling rempong… karena selain tidak dilengkapi dengan bagasi, bagian depan motor sport juga tidak dapat memuat apa pun karena di penuhi oleh tangki BBM.

Mtb pernah kesulitan membawa barang saat mengantar istri ke pasar menggunakan Bajaj Pulsar 135LS. Mtb harus repot mengaitkan kantong plastik di kiri kanan stang. Sementara itu istri Mtb juga harus menjinjing barang-barang lain di tangan kanan dan kirinya.

Begitu juga pada saat Mtb menggunakan Yamaha Scorpio 225… Hanya untuk membawa kantong keresek saja Mtb kesulitan lantaran tangan kiri harus bekerja mengendalikan tuas kopling, sementara tidak ada dek atau pengait barang di posisi lain.

Atah karena dua motor itu motor pinjaman ya?? Wkwkwkwk…

Mungkin juga. Kalau sudah sehari-harinya menggunakan motor sport mungkin sudah tahu triknya.

Tapi tetap saja sih motor tipe sport tidak sepraktis skutik dan bebek untuk bawa-bawaan.

Jadi mau pilih motor manual bebek atau matic??

Sesuaikan dengan kebutuhan Om Bro sekalian… Apakah nantinya motor tersebut bakal Om Bro gunakan untuk angkut-mengangkut atau tidak…

13. Kestabilan pada kecepatan tinggi dan jarak jauh

Urusan kestabilan pada kecepatan tinggi dan jarak jauh, sudah mutlak motor laki juaranya. Bobot yang lebih berat, kapasitas mesin lebih besar, rangka yang kompak dan ukuran ban lebih lebarlah yang menjamin hal itu. Berbeda dengan motor bebek dan matic yang mudah limbung pada kecepatan tinggi (kecuali matic premium dengan cc besar.

Jadi mau pilih motor manual bebek atau matic??

Faktor jarak berkendara harian pun menjadi salah satu bahan pertimbangan.

14. Ketangguhan melibas banjir

Motor matic injeksi kena banjir

Ada kalanya, di daerah-daerah rawan banjir, perkara ini perlu diperhitungkan juga.

Secara kasat mata, jelas terlihat bahwa motor tipe sport akan lebih tangguh dalam hal melalui genangan banjir.

Maksudnya dengan ketinggian air yang masih memungkinkan untuk dilalui, misalnya setinggi setengah ban motor.

Mtb pernah membandingkan 6 motor berbeda dalam waktu yang berbeda pula.

Dulu… pada rentang tahun 2008 hingga 2014, Mtb pernah mecoba melalui banjir (yang tidak terlalu ekstrim) menggunakan Yamaha Scorpio, Yamaha Vixion, Honda Spacy 2013, Honda Vario 125 2012, Yamaha Vega R 2008 dan Honda Fit X 2008.

Dan seperti yang Mtb sebutkan diatas, semua itu Mtb lakukan dalam waktu dan ketinggian banjir yang berbeda.

Artinya, saat itu Mtb tidak memiliki tujuan untuk “test banjir”, melainkan perjalanan biasa yang sekarang Mtb coba ingat kembali untuk Mtb share pada Om Bro sekalian.

Motor Matic Injeksi Kena Banjir, Justru Lebih Handal Dibanding Karbu

Analisa yang Mtb lakukan setidaknya menghasilkan 4 poin penting yang menjadi kelebihan motor laki dibanding bebek dan skutik. Keempat faktor tersebut adalah perkara ground clearance (kolong motor), posisi busi, bobot kendaraan dan posisi filter udara.

Mari kita olah di TKP…

Ketinggian kolong

Secara desain rangka, motor tipe sport menempatkan tangki bahan bakar dibagian depan sebelah atas. Hal itu tentu menghasilkan ground clearance yang lebih tinggi karena fisik mesin dapat dipasang ditempat yang lebih tinggi dibanding motor bebek dan skutik.

Dengan posisi seperti itu, secara otomatis mesin motor sport relatif lebih aman dari banjir ketimbang dua tipe lainnya.

Berbeda dengan tipe sport, motor bebek dan skutik menggunakan rangka model under bone dan posisi silinder mendatar sehingga mesin dan hasil ketinggian kolong pun menjadi lebih rendah dibanding motor laki.

Posisi pemasangan busi

Selain hanya desain rangkanya yang lebih tinggi, silinder motor tipe sport dipasang dengan posisi tegak sehingga lubang pemasangan busi pun menjadi lebih tinggi dibanding bebek dan skutik.

Seperti kita semua ketahui, salah satu penyebab motor mogok dalam banjir adalah jika busi terendam air…

Memang hal itu tidak akan terjadi jika topi busi masih dalam keadaan baik… namun seiring waktu tentu topi busi pun akan mengalami kerusakan… dan kerusakan tersebutlah yang menyebabkan busi kemasukan air.

Nah, pada saat melalui genangan air dengan ketinggian tertentu, dengan asumsi kondisi topi busi yang sama, maka jelas motor tipe sport lebih tangguh dibanding bebek dan skutik.

Bobot kendaraan

Pada umumnya, motor tipe sport memiliki kapasitas silinder yang lebih  besar ketimbang bebek dan matic. Hal itu tentunya juga disesuaikan dengan bobot body yang lebih berat.

Semakin berat bobot kendaraannya, maka ban rodanya akan lebih menapak kuat pada permukaan jalan yang digenangi air.

Sebaliknya, bobot yang ringan akan menyebabkan kendaraan jadi mengambang sehingga menjadi limbung dan sulit dikendalikan pada saat melibas banjir.

Posisi penempatan filter udara (khususnya mesin motor berpendingin udara)

Hal yang paling dominan menjadi penyebab kemogokan motor pada saat banjir adalah masuknya air melalui knalpot.

Tapi tidak hanya itu, filter udara juga bisa menjadi salah satu jalan masuk air menuju ruang mesin.

Nah, umumnya motor tipe sport memiliki posisi pemasangan filter udara yang lebih tinggi dibanding motor bebek dan skutik.

Demikianlah empat faktor yang menjadi kelebihan motor sport ketika melahap jalanan banjir.

Namun begitu, faktor utamanya tetap berada pada cara si pengendara dalam menjalankan motornya.

Faktor utamanya ditentukan oleh, bagaimana seseorang mempertahankan kecepatan konstan dan putaran mesin agar knalpot motor tidak kemasukan air. Mtb sudah pernah bahas pada tulisan sebelum ini…

15 Cara Aman Bermotor Saat Turun Hujan…

Nah… Om Bro sekalian. Dari pemaparan Mtb di atas, monggo Om Bro tentukan saja yang sesuai untuk Om Bro masing-masing. Mau pilih motor manual bebek atau matic… semua kembali pada selera dan kebutuhan. (Mtb).

6 pemikiran pada “Pilih Motor Manual Bebek atau Matic?? Ini Perbandingannya”

  1. Om bro, kalo buat perjalanan kerja naik turun gunung sekitar 50an km tiap hari mending pakai yang mana?

    Balas
    • Pilihannya antara bebek atau sport. Paling enak motor laki, tapi kalo ngga mungkin ya motor bebek. Saya sangat tidak menganjurkan motor skutik dimedan pegunungan.

      Asli Om… Saya 2 tahun lebih jadi motoris naik turun gunung, remuk motor saya Om. Temen saya juga dia nyerah dan akhirnya ganti pake motor bebek.

      Iya sih memang saya bawa muatan tiap hari, tapi saya banding-bandingkan sama temen yang pake bebek, mereka lebih awet motornya. Lah saya & temen lain yang pake matic, sering jajan ke bengkel.

      Ganti CVT lah, ganti roller lah, ganti kanvas kopling lah… Pokoke part-part fast moving rasanya lebih cepat habis.

      Intinya motor skutik juga kuat dipegunungan, tapi ya itu, biaya perawatannya jadi ekstra.

      Segitu dari saya. Monggo kalo ada Om Bro pembaca lain yang mau sharing pengalaman disini.

      Balas
      • Ass..
        Kira kira klo Vixion old tahun 2010 , mesin masih kuat tahan lama buat naik turun gunung gk om,dan klo jajan ke bengkel kena brpa om,di bandingkan motor matic lebih bagus yg mna?
        Trimm..

        #Ask

        Balas
        • Buat naik turun gunung ya jelas enakan motor laki dibanding matic. Soal jajan tergantung apa yang diganti. Kalo secara garis besar sih ya jelas jajannya lebih mahal dibanding skutik harian 110-115cc. Ya setimpal lah sama performa-nya Om…

          Kalo soal keawetan, untuk ukuran motor yang umurnya sudah 9 tahun, itu kembali pada perawatannya sejak baru hingga sekarang. Kalo perawatannya bagus, oli ngga pernah telat, rajin ganti part yang memang sudah waktunya ganti, jelas umur 9 tahun sih masih segar bugar Om.

          Sebaliknya, kalo rawatannya sejak awal jorok, ya bisa jadi motornya udah ngga enak dipake. Udah remuk. Misalnya sering telat ganti oli… Kalo ada trouble tidak segera ditangani… Shock mati di antepin, rantai gear set udah aus ngga di ganti malah rantainya di potong…

          Ada masalah kelistrikan bukan di benerin malah di akal-akalin cuma asal jalan doang, dan lain-lain…

          Kalo gitu kondisinya ya jelas motor udah ngga bakal awet lagi. Sebentar juga ngadat melulu.

          Itu cuma contoh… Cuma misal kalo ada yang sejorok itu…

          Intinya kembali pada perawatan sejak motor baru turun dari dealer.

          Balas

Tinggalkan komentar