Pertamax Turbo Untuk Motor Apa? Ini Hasil Testingnya

Motorisblog.com – Pertamax turbo untuk motor apa? Pertanyaan itu yang pertama kali muncul dalam benak Mtb saat masuk ke SPBU pada tahun 2017 lalu.

Mtb lupa-lupa ingat lokasinya, yang pasti dalam perjalanan dari Simprug menuju Manggarai melalui Palmerah.

Harap maklum ya Om, karena sejak meninggalkan Jakarta pada akhir 2014 lalu, Mtb baru ke Jakarta lagi pada menjelang akhir 2017. Itupun hanya untuk beberapa bulan saja. Jadi rada lupa-lupa ingat jalanannya.

Pernah sih Mtb riding ke Tangerang pada akhir 2016, tapi Mtb tidak sempat main dulu ke Jakarta. Jadi judulnya sudah 3 tahun baru ke Jakarta lagi.

Pada tahun 2017 itu Mtb tidak lama tinggal di Jakarta. Hanya selama 2 bulan + 12 hari saja.

Nah. selama waktu yang singkat itu Mtb baru tahu bahwa saat itu sudah ada bahan bakar baru dari Pertamina, namanya Pertamax Turbo.

Iya maklum Om. Di kampung Mtb ngga masuk Pertamax Turbo. Paling tinggi Pertamax RON 92.

Nah. Selama masa perantauan Mtb sejak 2007 hingga 2014, saat itu yang Mtb tahu adalah Pertamax 92 dan Pertamax Plus 95. Jadi saat Mtb melihat Pertamax Turbo yang punya RON 98, Mtb bergumam, “Uwow!” dan langsung penasaran ingin tahu lebih banyak tentang bahan bakar ini, utamanya dalam hal segmentasi pasar.

Pertamax Turbo untuk Motor Apa?

SPBU Pertamina

Pertanyaannya ya itu tadi… Pertamax turbo untuk motor apa? Apakah cocok untuk mesin 150cc? Sesuaikah dengan rasio kompresi Honda Vario 150 eSP dan Vario 125? Apakah aman untuk mesin berkompresi rendah seperti Honda Beat ataupun motor-motor matic entry level lainnya?

Terus, berapa harganya?

Selanjutnya apa kekurangan dan kelebihan untuk motor sport entry level semisal Yamaha Vixion dan yang sekelas?

Sekilas Tentang Pertamax Turbo

Dalam sebuah pencarian, Mtb menemukan informasi bahwa Pertamax Turbo lahir pada hari Kamis, 11/8/2016 pada ajang GIIAS 2016.

Oh. Pantesan pada tahun 2014 belum ada.

Memiliki angka RON 98, Pertamax Turbo menduduki kasta tertinggi jenis bahan bakar dari brand Pertamina yang mereka jual secara umum.

Maksudnya secara komersil ya Om. Soale Pertamina juga punya varian Pertamax Racing dengan RON 100. Tapi sesuai dengan namanya, jenis tersebut hanya untuk keperluan khusus terutama untuk balapan.

Oktan 98 pada Pertamax Turbo jelas mengungguli jenis Pertamax Plus yang pada masa lalu hanya memiliki angka RON 95.

Dan kabarnya, varian Pertamax Turbo ini memang telah mereka siapkan untuk menggantikan Pertamax Plus yang sebelumnya telah menduduki kasta tertinggi selama bertahun-tahun lamanya.

Sedikit kilas balik. Pertamax adalah pengganti Premix yang pada masa lalu yang membawa masalah kandungan timbal. Sedangkan Pertamax Plus adalah pengganti varian Super TT yang pernah jaya pada dekade 2000’an.

Dan sekarang telah muncul pula Pertalite yang konon akan menggantikan Premium, selain pula Pertamax Turbo yang siap menggantikan Pertamax Plus.

Pertamax Turbo merupakan jenis bahan bakar khusus yang mereka produksi dari Kilang Balongan.

Produk andalan baru Pertamina ini menggandeng mobil berkelas mewah, Lamborghini, sebagai icon sekaligus partner kerjasama dalam event balap International.

Kerjasama antara Pertamax Turbo dengan Lamborghini tersebut menghasilkan tagline ‘Pakai Pertamax Turbo, serasa naik Lambo’. Dan karenanya, bahan bakar jenis ini telah menyiratkan karakteristik dan dan peruntukkan bagi kendaraan dengan spesifikasi tinggi.

Pertamax Turbo untuk Motor Berkompersi Berapa?

Nah, pada bagian inilah muncul kebimbangan dalam hati Mtb, mengingat adanya hubungan garis lurus antara rasio kompresi mesin dengan RON bahan bakar.

Maka perlu kita kaji secara teliti sebulum Om Bro memutuskan untuk menggunakannya.

Hubungan Antara Rasio Kompresi Mesin dengan RON Bahan Bakar

Seperti yang sudah Mtb sebutkan tadi bahwa angka oktan Pertamax Turbo adalah 98. Maka secara logika, penggunaannya hanya cocok untuk mesin kendaraan berkompresi tinggi saja.

Lantas bagaimana jika mesin kendaraan berkompresi rendah tapi menggunakan bahan bakar RON tinggi?

Jawaban yang paling simple adalah ‘pemborosan’.

Boros dalam arti kata bukan hanya karena harganya yang relatif mahal, namun juga karena teori teknis lain.

Petamax Turbo = Boros

Secara teori teknis, bahan bakar dengan RON tinggi justru tidak dapat terbakar dengan optimal oleh mesin berkompresi rendah. Yang karenanya bukan menghasilkan power yang lebih baik, malah keluaran tenaga dari mesin akan menurun dan justru berpotensi menambah jumlah polusi.

Bahan bakar dengan RON rendah memiliki sifat yang lebih mudah menguap. Maka ia akan terbakar maksimal pada mesin berkompesi rendah.

Sebaliknya, bahan bakar dengan RON rendah akan mengalami pembakaran dini jika Om Bro gunakan pada mesin berkompresi tinggi. Akibatnya, mesin menjadi ‘ngelitik’ dan power menjadi berkurang.

Lalu bagaimana cara mengetahui rasio kompresi pada mesin motor?

Cara yang paling tepat adalah dengan membuka buku panduan manual motor Om Bro masing-masing.

Atau Om Bro juga bisa mencari tahu melalui media internet.

Dan jika Om Bro mengalami kesulitan pada kedua cara tersebut, maka gunakanlah cara yang paling mudah, yaitu dengan melihat, apa sistem pendinginan motor Om Bro? Berpendingin udara atau berpendingin cairan pakai radiator?

Jika berpendingin udara, maka mesin motor Om Bro memiliki rasio kompresi rendah (kurang dari 10.0:1). Tapi jika motor Om Bro berpendingin cairan (radiator) maka motor Om Bro pasti berkompresi tinggi, setidaknya lebih dari 10.0:1.

Perbedaan Rasio Kompresi

Mesin berkompresi tinggi secara otomatis akan menghasilkan suhu mesin yang lebih tinggi pula. Karenanya pabrikan selalu melengkapi motor tersebut dengan radiator demi mendapatkan pendinginan yang optimal.

Namun cara terakhir dengan hanya melihat sistem pendinginan tersebut memiliki kelemahan, yakni, Om Bro jadi tidak tahu pasti berapa angka rasio kompresinya. Jadi kurang akurat lah ya Om.

Rekomendasi Mesin yang Cocok untuk Pertamax Turbo

Secara umum, mesin dengan sistem bahan bakar karburator dan berkompersi rendah justru tidak baik menggunakan Pertamax Turbo. Hal itu karena rasio kompresi dan suhu mesin tidak cukup mampu untuk membakar bensin beroktan tinggi.

Namun begitu, ada juga motor-motor karburator yang berkompresi tinggi seperti Honda Vario 110 Karbu dan Yamaha Jupiter MX 135.

Bahan bakar jenis Pertamax Turbo sangat recomended untuk mesin dengan sistem injeksi dan turbocharger. Namun begitu, mesin tanpa turbocharger atau supercharger pun baik untuk menggunakan Pertamax Turbo jika sistem pengkabutannya menggunakan teknologi injeksi langsung (direct injection).

Teknologi injeksi pada mesin-mesin motor zaman now akan membuat bensin yang masuk kedalam ruang bakar mesin sudah dalam bentuk butiran yang amat halus (atomisasi). Karenanya, meski si mesin menganut rasio kompresi rendah, bensin akan tetap terbakar sempurna. Begitu teorinya.

Sementara itu turbocharger dan supercharger adalah teknologi yang berfungsi untuk memperkaya jumlah udara ke dalam ruang bakar. Teknologi ini bekerja menyesuaikan tekanan (kompresi), suhu, kualitas campuran udara + BBM, efisiensi BBM, peningkatan power dan mengurangi emisi gas buang.

Jadi kembali lagi ke pertanyaan, Pertamax Turbo untuk motor apa?

Review Penggunaan Pertamax Turbo pada 5 Motor

Hasil review ini Mtb ciduk dari blognya Lek Iwb (Iwanbanaran.com) dalam artikel berjudul ‘Testing Pertamax Turbo pada 5 Motor’

Dalam artikel tersebut ada review pemakaian bahan bakar Pertamax Turbo pada 5 motor berikut:

  1. Suzuki Satria FU
  2. Yamaha X-ride
  3. Honda Vario 150
  4. Yamaha Vixion
  5. Honda CB150R

Kelima motor tersebut menjalani test dalam waktu dan lokasi yang berbeda oleh orang yang berbeda pula.

Landasan dari pengujian itu ialah karena rasa penasaran dari masing-masing biker atas kinerja Pertamax Turbo yang konon mengandung Ignition Boost Formula (IBF). Mereka penasaran atas kelebihan Pertamax Turbo yang “katanya” mampu meningkatkan driveability sehingga kendaraan menjadi lebih responsif.

Rata-rata dari testing mereka menghasilkan testimoni yang hampir sama, yakni akselerasi lebih kencang dan top speed bertambah karena pembakaran sempurna. Yang pada klimaksnya menghasilkan torsi lebih besar.

Hokeh. Berikut ini feeling para biker saat menjajal Pertamax Turbo.

Testing pada Honda Vario 150 eSP ISS
Honda Vario 150 2018
  • Isi BBM full tank ketika sisa bensin sekira 0.5 liter
  • Feelnya mesin terasa ataubterdengar halus
  • Akselerasi ringan dan cepat, mesin responsif terhadap putaran gas
  • Pada saat lalu lintas relatif sepi, top speed tembus 125 km / jam, padahal biasanya hanya mentok pada angka 110 km / jam (versi speedometer)
Testing pada Yamaha Vixion 2013
New Yamaha Vixion Advance
  • Kondisi mesin standar
  • Angka odometer saat pengujian adalah 16.000 km
  • Oli Yamalube Supersport
  • Kondisi mesin belum service selama 2 bulan
  • Isi full tank hingga menelan 9.2 liter pertamax turbo
  • Perubahan “rasa” mulai terjadi setelah 10 menit berkendara
  • Perubahan sangat terasa setelah berkendara selama 2 jam, yakni getaran mesin jadi sangat halus
  • Akselerasi ringan seperti motor yang baru service
Testing pada Yamaha XRide
Yamaha X-ride Modif
  • Roller dan CVT sudah ada sedikit ubahan
  • BBM isi full tank
  • Rute harian Dramaga – Semplak dengan kecepatan dominan lebih dari 60 km / jam
  • Konsumsi bahan bakar jadi lebih irit ketimbang Pertamax Plus
  • Akselerasi ringan
Testing pada Honda CB150R
Honda CB150R
  • Isi full tank ketika sisa BBM tinggal satu strip dan indikator sudah berkedip-kedip
  • Perubahan akselerasi terasa sejak jarak pemakaian 1-2 km’an
  • Akselerasi jauh meningkat, sangat responsif
  • Top speed meningkat tajam, kecepatan 120 km / jam dapat ia raih dengan cepat
  • Mantap untuk explore power
  • Vibrasi mesin terasa lebih halus
Testing pada Suzuki Satria F150 2007
Suzuki Satria F150
  • Rute test adalah Bintaro – Jl Medan Merdeka Selatan
  • Motor sudah naik kompresinya dan sudah porting polish
  • Untuk stop & go dengan Pertamax Turbo terasa lebih ringan
  • Kecepatan 0-100 km / jam dapat ia raih dengan cepat

Nah Om. Terlepas dari apakah hasil testing tersebut real atau hanya sugesti, tapi setidaknya semua review tersebut sudah dapat sedikit memberikan gambaran.

Meski Mtb tidak berkesempatan mengujinya pada beberapa motor sekaligus, tapi secara pribadi “rada” percaya dengan review-review tersebut. Pasalnya, kelima motor itu memang memenuhi standar pemakaian Pertamax Turbo.

Hampir semuanya menggunakan mesin dengan rasio kompresi lebih dari 10.0:1.

Adapun Yamaha X-ride yang berkompresi relatif rendah, namun ia sudah bersistem injeksi. Sedangkan Satria FU 2007 yang bersistem karburator, tapi rasio kompresinya tinggi.

Jadi sekarang seharusnya sudah tidak ada lagi pertanyaan, apakah Pertamax Turbo cocok untuk motor? Karena barusan sudah ada jawabannya. (Mtb).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *