Pertamax Turbo Untuk Motor Apa? Berikut ini Hasil Testingnya…

Motorisweb.com – Pertamax turbo untuk motor apa? Pertanyaan itu yang pertama kali muncul dalam benak Mtw saat masuk ke SPBU pada beberapa waktu yang lalu. Mtw agak lupa-lupa ingat lokasinya, yang pasti dalam perjalanan dari Simprug menuju Manggarai melalui Palmerah.

Harap dimaklum karena sudah 3 tahun lamanya Mtw meninggalkan Jakarta. Bahkan pada saat solo touring setahun lalu ke Tangerang pun Mtw tidak melalui jalanan Jakarta. Barulah pada awal bulan September tahun 2017 ini, Mtw berkesempatan untuk menginjakkan lagi kaki di Ibukota Indonesia tercinta.

Tujuan sebenarnya sih mencari penghidupan… tapi supaya tidak terasa menjadi beban, maka Mtw anggap sebagai touring panjang. Wkwkwkwk…!!

2 bulan + 12 hari di Jakarta, Mtw mudik kembali dengan tetap menunggang Honda Spacy FI tercinta…

Mtw rasa sudah cukup curhatnya. Wkwkwk…!! Sekarang kita kembali ke TKP…

pertamax turbo untuk motor apa

Dulu, 3 tahun yang lalu belum ada bahan bakar Pertamax Turbo ini. Hanya Pertamax Plus saja yang Mtw ingat. Maka itu Mtw sempat bergumam “uwow” dalam hati saat melihat angka oktannya yang mencapai 98. Penasaran, Mtw langsung mencari tahu.

Pertanyaannya ya itu tadi… Pertamax turbo untuk motor apa? Apakah cocok untuk mesin 150cc? Apakah sesuai dengan rasio kompresi Honda Vario 125? Apakah aman untuk mesin berkompresi rendah seperti Beat atau pun motor-motor matic entry level lainnya? Trus, berapa harganya? Selanjutnya… apa kekurangan dan kelebihan untuk motor sport mid level semisal Yamaha Vixion?

Dalam pencarian, Mtw menemukan informasi bahwa Pertamax Turbo baru berusia satu tahun lebih beberapa bulan. Tepatnya, dirilis pada hari Kamis, 11/8/2016 ketika ajang GIIAS 2016.

Memiliki angka RON 98, Pertamax Turbo menduduki kasta tertinggi jenis bahan bakar dari brand Pertamina. Maksudnya secara komersil. Soale, sejatinya Pertamina juga memiliki varian Pertamax Racing dengan RON 100. Tapi sesuai dengan namanya, jenis tersebut hanya untuk keperluan khusus terutama untuk balapan.

Oktan 98 pada Pertamax Turbo jelas mengungguli jenis Pertamax Plus yang notabene hanya memiliki angka RON 95. Dan kabarnya, varian Pertamax Turbo ini memang telah disiapkan oleh Pertamina untuk menggantikan kedudukan Pertamax Plus yang sebelunnya telah menduduki kasta tertinggi selama bertahun-tahun.

Sedikit kilas balik… Pertamax adalah pengganti Premix yang dimasa lalu telah dibumi hanguskan karena masalah kandungan timbal. Sedangkan Pertamax Plus adalah pengganti varian Super TT yang pernah jaya pada dekade 2000-an. Dan sekarang… telah muncul pula Pertalite untuk melenyapkan Premium, disamping Pertamax Turbo yang siap memusnahkan Pertamax Plus.

Pertamax Turbo merupakan jenis bahan bakar khusus yang diproduksi dari Kilang Balongan. Produk andalan baru Pertamina ini menggandeng mobil berkelas mewah, Lamborghini, sebagai icon sekaligus partner kerjasama di event balap International.

Kerjasama antara Pertamax Turbo dengan Lamborghini tersebut nyatanya telah menghasilkan tagline “Pakai Pertamax Turbo, serasa naik Lambo”. Dan karenanya, bahan bakar jenis ini telah menyiratkan karakteristik dan dan peruntukkan bagi kendaraan dengan spesifikasi tinggi.

Nah… disinilah muncul dilema bagi Mtw. Mengingat adanya hubungan garis lurus antara rasio kompresi mesin dengan RON bahan bakar, maka perlu dikaji secara teliti bagin Om Bro yang ingin mencobanya.

Seperti yang sudah Mtw sebutkan diatas, bahwa angka oktan Pertamax Turbo adalah 98. Maka secara logika, peruntukkannya hanya cocok digunakan pada mesin kendaraan dengan rasio kompresi dan suhu yang tinggi.

Lalu, bagaimana jika mesin kendaraan berkompresi rendah tapi menggunakan bahan bakar RON tinggi?

Jawaban yang paling simple adalah “pemborosan”. Boros dalam arti kata bukan hanya karena harganya yang relatif mahal, namun juga karena teori teknis lain.

Secara teori teknis, bahan bakar dengan RON tinggi justru tidak dapat terbakar dengan optimal oleh mesin berkompresi rendah. Yang karenanya, bukan menghasilkan power yang lebih baik, justru muntahan tenaga dari mesin malah akan menurun dan justru potensi polusinya malah jadi lebih tinggi.

Bahan bakar dengan RON rendah memiliki sifat yang lebih mudah menguap. Maka dia akan terbakar maksimal pada mesin berkompesi rendah. Sebaliknya, bahan bakar dengan RON rendah akan mengalami pembakaran dini jika digunakan pada mesin berkompresi tinggi. Akibatnya, mesin menjadi “ngelitik” dan power menjadi berkurang.

Lalu bagaimana cara mengetahui rasio kompresi pada mesin motor?

Cara yang paling tepat adalah dengan membuka buku panduan manual motor Om Bro / Tante Sis masing-masing. Atau Om Bro juga bisa mencari tahu melalui media internet.

Dan jika Om Bro mengalami kesulitan pada kedua cara tersebut, maka gunakanlah cara yang paling mudah. Perhatikan! Apa sistem pendinginan motor Om Bro? Jika berpendingin udara, maka mesin motor Om Bro memiliki rasio kompresi rendah (dibawah 10:1). Tapi jika motor Om Bro berpendingin cairan (radiator) maka motor Om Bro PASTI berkompresi tinggi.

Mesin berkompresi tinggi secara otomatis akan menghasilkan suhu mesin yang lebih tinggi pula. Karenanya, pabrikan melengkapi motor tersebut dengan radiator demi mendapatkan pendinginan yang optimal.

Namun… cara terakhir tersebut memiliki kelemahan, yakni, Om Bro tidak tahu pasti berapa angka rasio kompresinya.

REKOMENDASI MESIN YANG TEPAT UNTUK KONSUMSI PERTAMAX TURBO
Secara umum, mesin dengan sistem bahan bakar karburator dan berkompersi rendah justru tidak disarankan untuk menggunakan Pertamax Turbo. Hal itu karena rasio kompresi dan suhu mesin tidak cukup mampu untuk membakar bensin beroktan tinggi. Namun begitu, ada juga motor-motor karburator yang berkompresi tinggi seperti Honda Old Vario 110 dan Yamaha Old Jupiter MX 135.

Bahan bakar jenis Pertamax Turbo sangat disarankan untuk mesin dengan sistem injeksi dan turbocharger. Namun begitu, mesin tanpa turbocharger / supercharger pun baik untuk menggunakan Pertamax Turbo jika sistem pengkabutannya menggunakan teknologi injeksi langsung (direct injection).

Teknologi injeksi pada mesin-mesin motor jaman now akan membuat bensin yang masuk kedalam ruang bakar mesin sudah dalam bentuk butiran yang amat halus (atomisasi). Karenanya, meski si mesin menganut rasio kompresi rendah, bensin akan tetap mudah terbakar.

Sementara itu, turbocharger / supercharger adalah teknologi yang berfungsi untuk memperkaya jumlah udara kedalam ruang bakar. Teknologi ini bekerja menyesuaikan tekanan (kompresi), suhu, kualitas campuran udara + BBM, efisiensi BBM, peningkatan power dan mengurangi emisi gas buang.

REVIEW PENGGUNAAN PERTAMAX TURBO PADA MOTOR
Reviewnya Mtw ringkus dari TKP blognya Lek Iwb. Dimana disana ada review pemakaian bahan bakar Pertamax Turbo pada 5 motor berikut;
.Suzuki Satria FU,
.Yamaha X-Ride,
.Honda Vario 150,
.Yamaha Vixion,
.Honda CB150R,

Kelima motor tersebut ditest pada waktu dan lokasi yang berbeda oleh orang-orang yang berbeda pula.

Dasar dari pengetesan itu karena rasa penasaran dari masing-masing biker akan kinerja Pertamax Turbo yang konon telah dilengkapi dengan Ignition Boost Formula (IBF). Mereka penasaran atas kelebihan Pertamax Turbo yang “katanya” diciptakan untuk driveability sehingga kendaraan menjadi lebih responsif.

Rata-rata dari testing mereka menghasilkan testimoni yang hampir sama. Yakni akselerasi lebih kencang dan top speed bertambah karena pembakaran sempurna yang pada klimaksnya menghasilkan torsi yang lebih besar.

Okre… Berikut ini feeling para biker saat menjajal Pertamax Turbo yang dirilis iwanbanaran.com,

* Testing pada Honda Vario 150 eSP ISS
– BBM diisi full tank ketika sisa bensin sekira 0,5 liter,
– Feelnya mesin terasa / terdengar halus,
– Akselerasi ringan dan cepat, mesin responsif terhadap putaran gas,
– Pada saat lalin relatif sepi, top speed tembus 125 km/jam, padahal biasanya hanya mentok diangka 110 km/jam (versi speedometer),

* Testing pada Yamaha Vixion 2013
– Kondisi mesin standar,
– Angka odometer saat pengetesan adalah 16,000 km,
– Oli Yamalube Supersport,
– Kondisi mesin belum diservice selama 2 bulan,
– Isi full tank hingga menelan 9,2 liter pertamax turbo,
– Perubahan “rasa” mulai terasa setelah 10 menit berkendara,
– Perubahan sangat terasa setelah berkendara selama 2 jam, yakni getaran mesin jadi sangat halus,
– Akselerasi ringan seperti motor yang baru service,

* Testing pada Yamaha XRide
– Roller dan CVT sudah ada sedikit ubahan,
– BBM diisi full tank,
– Rute harian Dramaga – Semplak dengan kecepatan dominan diatas 60 km/jam,
– Konsumsi bahan bakar jadi lebih irit, lebih irit dari Pertamax Plus
– Akselerasi ringan,

* Testing pada Honda New CB150R
– Isi full tank ketika sisa BBM tinggal satu strip dan indikator sudah berkedip-kedip,
– Perubahan akselerasi terasa sejak jarak pemakaian 1-2 km-an…
– Akselerasi jauh meningkat, sangat responsif,
– Top speed meningkat tajam, kecepatan 120 km/jam dapat diraih dengan cepat,
– Mantap untuk explore power,
– Vibrasi mesin terasa lebih halus,

* Testing pada Suzuki Satria FU150 2007
– Rute test adalah Bintaro – Jl.Medan Merdeka Selatan,
– Motor sudah pernah dinaikkan kompresinya dan porting polish,
– Untuk stop & go dengan Pertamax Turbo lebih ringan,
– Kecepatan 0-100 km/jam didapat dengan cepat,

***

Nah, Om Bro… terlepas dari, apakah hasil testing tersebut real atau hanya sugesti, tapi setidaknya semua review tersebut diatas sudah dapat sedikit memberikan gambaran.

Meski Mtw tidak berkesempatan mengujinya pada beberapa motor sekaligus, tapi secara pribadi “rada” percaya dengan review-review tersebut. Pasalnya, kelima motor tersebut memang memenuhi standar pemakaian Pertamax Turbo. Hampir semuanya menggunakan mesin dengan rasio kompresi diatas 10:1 dan bersistem injeksi.

Adapun Yamaha XRide yang berkompresi relatif rendah, namun dia sudah bersistem injeksi. Sedangkan Satria FU 2007 yang bersistem karburator, tapi rasio kompresinya tinggi.
(Mtw) Sumber: kompasiana.com, iwanbanaran.com

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: