pertamax campur premium untuk motor injeksi

Pertamax Campur Premium untuk Motor Injeksi…??

Motorisblog.com – Pertamax campur Premium untuk motor injeksi. Om Bro…!! Seharusnya sekarang sih sudah tidak musim lagi mencampur BBM premium dengan pertamax. Soale kan sudah ada Pertalite yang punya RON di antara keduanya. Tapi kemarin ini teman Mtb di dunia nyata ada yang menanyakan hal itu, jadi sekarang Mtb bahas lagi.

Dahulu, orang-orang ada yang suka mencampur premium dengan pertamax dengan maksud untuk mendapatkan angka oktan yang ideal. Dengan percampuran Premium RON 88 plus Pertamax 92, jika komposisinya 50:50 maka akan menghasilkan RON 90.

Nah… Pertalitr kan punya RON 90, jadi menurut hemat Mtb sih tinggal pakai Pertalite saja… tidak perlu lagi mencampur Pertamax dengan Premium.

pertamax campur premium untuk motor injeksi

Lantas, bagaimana efeknya jika Pertalite atau pun oplosan Pertamax + Premium digunakan pada motor injeksi?

Waduh… Jujur saja Mtb tidak bisa menjawabnya secara teknis. Mtb bukan ahli dalam bidang tersebut. Namun Mtb bisa jelaskan secara logisnya saja…

Untuk BBM Pertalite, Mtb yakin antara Pertamina dan pabrikan motor pastinya sudah saling menyesuaikan. Lalu jika ada pihak yang mengatakan bahwa motor injeksi wajib menggunakan Pertamax, Mtb rasa ucapan tersebut tidaklah berdasar.

Perkara oktan BBM itu hubungannya dengan rasio kompresi mesin. Hubungannya sejajar, artinya, semakin tinggi rasio kompresi si motor, maka semakin tinggi pula kebutuhan oktan BBM-nya.

Ada suatu teori yang menyebutkan urutan berikut ini,

. RON 88 Premium untuk mesin dengan rasio kompresi 7:1 – 9:1,
. RON 90 Pertalite untuk mesin dengan rasio kompresi 9:1 – 10:1,
. RON 92 Pertamax untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 – 11:1,
. Pertamax Turbo untuk spesifikasi mesin di atasnya…

Jika mitos wajib pertamax bagi motor injeksi didasarkan pada alasan karena Pertamax lebih bersih dan bebas timbal, maka pihak Pertamina sendiri sudah mengklaim bahwa seluruh BBM miliknya adalah bebas timbal. Bahkan untuk jenis Premium sekali pun.

Lalu bagaimana dengan penggunaan BBM campuran dari jenis yang berbeda…??

Dalam hal ini, Mtb mendapatkan informasi dari VIVA yang bersumber dari Officer Commercial Retail Fuel Marketing PT.Pertamina Persero, Indra Pratama. Menurutnya, jika Om Bro menggunakan bensin campuran seperti itu, maka nantinya akan muncul masalah performa pada kendaraan. Alasannya karena masing-masing jenis BBM memiliki keunggulan, karakteristik sulfur dan muatan yang berbeda.

Singkatnya, cara mencampur BBM tidak akan mempengaruhi performa atau pun efisiensi pengeluaran. Bahkan BBM dengan RON lebih tinggi pun tidak dapat memberikan jaminan performa lebih baik jika tidak sesuai penggunaannya.

BBM oktan rendah akan menyebabkan knocking jika digunakan pada mesin kompresi tinggi. Sebaliknya, BBM oktan tinggi tidak akan terbakar sempurna pada mesin berkompresi rendah dan justru malah akan meninggalkan sisa residu. Jadi, jika ada orang yang bilang motornya (yang berkompresi rendah) lebih ngacir pakai Pertamax / Pertamax Turbo, maka hampir bisa di pastikan bahwa hal itu hanyalah sugesti saja. (Mtb – Pertamax campur Premium untuk motor injeksi).

Tinggalkan Komentar