Efek Pertamax Campur Premium untuk Motor Injeksi

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Seharusnya sekarang sih sudah tidak musim lagi mencampur BBM oktan rendah dengan oktan tinggi. Soale kan sudah ada Pertalite yang punya RON antara keduanya. Tapi tempo hari teman Mtb ada yang menanyakan hal itu, jadi sekarang Mtb bahas lagi. Begini penjelasan dari Pertamax campur Premium untuk motor injeksi.

Advertisement

Dahulu, orang-orang ada yang suka mencampur Premium dengan Pertamax dengan maksud untuk mendapatkan angka oktan bensin yang ideal.

Hasil Campuran Pertamax dengan Premium

Dengan percampuran Premium RON 88 dengan Pertamax 92, jika komposisinya adalah 50:50 maka akan menghasilkan RON 90.

Nah. Pertalite kan punya RON 90, jadi menurut hemat Mtb sih tinggal pakai Pertalite saja. Tidak perlu lagi mencampur Pertamax dengan Premium.

SPBU Pertamina

Efek Pertamax Campur Premium untuk Motor Injeksi

Lantas bagaimana efeknya jika kita menggunakan BBM Pertalite atau oplosan Pertamax + Premium?

Waduh. Jujur saja Mtb tidak bisa menjawabnya secara teknis. Mtb bukan ahli dalam bidang tersebut.

Namun Mtb bisa jelaskan secara logisnya saja.

Untuk BBM Pertalite, Mtb yakin antara Pertamina dan pabrikan motor pastinya sudah saling menyesuaikan.

Kemudian jika ada pihak yang mengatakan bahwa motor injeksi wajib menggunakan Pertamax, Mtb rasa ucapan tersebut tidaklah berdasar.

Perkara oktan BBM itu hubungannya dengan rasio kompresi mesin. Hubungannya sejajar. Artinya, semakin tinggi rasio kompresi si motor, maka semakin tinggi pula kebutuhan oktan BBM’nya.

Anjuran Penggunaan Jenis BBM

Ada suatu teori yang menyebutkan urutan berikut ini:

  • Premium RON 88 untuk mesin dengan rasio kompresi 7:1 – 9:1
  • Pertalite RON 90 untuk mesin dengan rasio kompresi 9:1 – 10:1
  • Advertisement
  • Pertamax RON 92 untuk mesin dengan rasio kompresi 10:1 – 11:1
  • Pertamax Turbo untuk mesin dengan rasio kompresi 11:1 atau lebih

Jika mitos wajib pertamax bagi motor injeksi adalah berdasarkan pada alasan karena Pertamax lebih bersih dan bebas timbal, maka pihak Pertamina sendiri sudah mengklaim bahwa seluruh BBM miliknya bebas timbal. Bahkan untuk jenis Premium sekalipun.

Lalu bagaimana dengan penggunaan BBM campuran dari jenis yang berbeda?

Dalam hal ini Mtb menciduk informasi dari media viva.co.id yang bersumber dari Officer Commercial Retail Fuel Marketing PT Pertamina Persero, Indra Pratama.

Menurut Indra, jika kita menggunakan bensin campuran seperti itu, maka nantinya akan muncul masalah performa pada kendaraan. Alasannya karena masing-masing jenis BBM memiliki keunggulan, karakteristik sulfur dan muatan yang berbeda.

Singkatnya, cara mencampur BBM tidak akan mempengaruhi performa ataupun efisiensi pengeluaran. Bahkan BBM dengan RON lebih tinggi pun tidak dapat memberikan jaminan performa lebih baik jika tidak sesuai penggunaannya.

BBM oktan rendah akan menyebabkan knocking jika Om Bro gunakan pada mesin berkompresi tinggi. Sebaliknya, BBM oktan tinggi tidak akan terbakar sempurna pada mesin berkompresi rendah dan justru malah akan meninggalkan sisa residu.

Jadi jika ada orang yang bilang motornya (yang berkompresi rendah) jadi lebih ngacir setelah menggunakan Pertamax atau Pertamax Turbo, maka Mtb kira hal itu hanya perasaan atau sugesti saja. Bukan suatu hal yang real. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *