Perbedaan Mobil Hybrid dan Listrik Serta Plug in Hybrid

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro…!! Mtb pikir, kebanyakan dari Om Bro sekalian sudah pada tahu perkara perbedaan mobil hybrid dan listrik… Betul Om??

Advertisement

Yup… Secara bahasa yang sederhana, mesin hybrid adalah kombinasi antara mesin bakar konvensional dengan mesin listrik. Tujuannya ialah untuk mengurangi emisi gas buang tanpa mengurangi performa kendaraan.

Sedangkan kendaraan listrik ialah kendaraan yang tenaga penggeraknya secara keseluruhan dihasilkan dari mesin listrik dengan sumber daya dari baterai murni.

Begitu kira-kira beda mobil hybrid dan listrik…

Terus, apa sih perbedaan hybrid dan plug in hybrid??

Kembali dengan bahasa yang sederhana… Beda hybrid dan plug in hybrid, yang paling ketara adalah kapasitas baterainya. Bahwa kapasitas baterai mesin plug-in hybrid pasti lebih besar dibanding mesin baterai mesin hybrid biasa.

Begitu sederhananya Om…

Om Bro… Dijaman now ini jumlah kendaraan telah semakin banyak, polusi udara semakin parah dan harga bahan bakar semakin tinggi…

Untuk efisiensi penggunaan bahan bakar dan mengurangi jumlah polusi udara, telah banyak negara yang mengkampanyekan kendaraan ramah lingkungan… Tak terkecuali Indonesia…

Salah satu model kendaraan yang saat ini dianggap menjadi solusi dari masalah tersebut adalah kendaraan listrik… Namun sayangnya belum banyak orang yang tertarik untuk mengganti kendaraannya dari yang bermesin bakar menjadi kendaraan listrik (electric vehicle).

Untuk membiasakan masyarakat terhadap kendaraan listrik, beberapa produsen mengambil langkah tengah, yaitu dengan menciptakan kendaraan semi-listrik atau yang lebih populer dengan sebutan teknologi hybrid.

Menurut informasi yang Mtb ciduk dari beberapa sumber, konon teknologi electrik vehicle (kendaraan bermesin listrik) justru sudah lebih dahulu ditemukan sejak akhir era 1800-an atau awal era 1900-an… Namun sejak saat itu eksistensi mesin listrik tetap belum bisa menggeser minat masyarakat dari mesin berbahan bakar minyak.

Di masa-masa selanjutnya, mulailah bermunculan berbagai regulasi dalam hal penekanan jumlah emisi gas buang. Salah satunya ialah dengan standarisasi Euro…

Tapi standar Euro saja tidak cukup… Karena meskipun emisi gas buang kendaraan di batasi, namun ketika jumlah kendaraan tidak dibatasi, maka tetap saja jumlah polusi tidak bisa berkurang.

Seiring waktu, teknologi ke arah efisiensi pun semakin berkembang. Hingga pada tahun 1997, Toyota Motor Corporation (TMC) memperkenalkan kendaraan berteknologi hybrid yang pertama, yaitu Prius.

Advertisement

Yup… Menurut informasi yang Mtb ciduk, teknologi hybrid pertama kali diperkenalkan oleh pabrikan Toyota… Selanjutnya seperti yang telah Mtb singgung di atas, hybrid adalah adalah teknologi yang mengkombinasikan antara mesin bakar dengan mesin listrik.

Teknis kerja dari teknologi hybrid ialah saling mengisi antara baterai listrik dan mesin bakarnya… Mesin (generator mesin) akan mengisi daya baterai saat dibutuhkan, sementara baterai itu sendiri akan secara otomatis menjadi sumber tenaga tambahan saat diperlukan. Dengan begitu, maka konsumsi bahan bakar dan jumlah emisi gas buang dapat ditekan tanpa harus mengorbankan performa kendaraan…

Sampai disitu kita belum bisa cukup puas Om… Teknologi hybrid terus dikembangkan hingga menjadi plug-in hybrid vehicle (PHV).

Teknologi PHV memiliki kapasitas baterai yang lebih besar. Karenanya, daya jelajah kendaraan menjadi lebih jauh ketika kendaraan di set pada mode electric vehivle (EV).

Selain daya jelajah yang lebih jauh, mesin PHV juga punya power yang lebih besar… Dan pamungkasnya, penggunaan bahan bakar menjadi lebih irit lantaran mesinnya tak lagi 100% berbahan bakar minyak.

Bagaimana dengan kendaraan listrik murni (electric vehicle)??

Karena mesinnya yang murni menggunakan motor listrik dan daya baterai, maka tidak ada generator pada kendaraan tersebut. Yang artinya, daya baterai harus di charge (di cas / di isi ulang) secara manual dari sumber listrik lain, misalnya dari listrik rumah…

Jadi ya begitu Om… Secara keramahan lingkungan, kendaraan full listrik memang amat baik lantaran tidak mengeluarkan gas buang. Namun secara kepraktisan, kendaraan listrik masih terbilang ribet. Proses pengisian daya membutuhkan waktu yang cukup lama dibanding mengisi bahan bakar mesin konvensional yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja…

Itulah salah satu sebab mengapa masyarakat masih belum cukup tertarik untuk beralih dari mesin bakar ke mesin listrik. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *