Perbedaan Lajur dan Jalur Jalan dalam Pengertian Lalu Lintas

Motorisblog.com – Om Bro…!! Sebenarnya sejak awal sih Mtb faham perbedaan lajur dan jalur jalan… Tapi untuk menjelaskannya dalam bentuk tulisan rada sulit Om… Tidak semudah menjelaskan dengan lisan.

Yup… Om Bro sekalian juga pastinya sudah sering melihat rambu-rambu lalu lintas yang mengandung kata lajur. Misale saja di jalan tol suka ada petunjuk: “Bus / Truk Lewat Lajur Kiri”

atau misale: “Lajur Kanan Hanya untuk Mendahului”.

Dari kalimat-kalimat itu saja sebenarnya sudah bisa di pahami apa perbedaan lajur dengan jalur. Tapi ya itu tadi… Penjelasan dalam teks rasanya agak berbelit.

Pengertian Jalur dan Lajur Lalu Lintas

Menurut Peraturan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, pengertian jalur adalah bagian jalan yang dipergunakan untuk lalu lintas kendaraan. Sedangkan lajur adalah bagian dari jalur dengan atau tanpa marka jalan.

Nah kan Om… Sulit di pahami kan Om?? Iya memang… Bahasa formal seperti itu memang sulit dipahami. Jadi untuk bisa memahami perbedaan jalur dan lajur, kita pakai cara pemahaman yang lain saja… Yaitu dengan melibatkan contoh…

Begini contohnya:

Kita ambil contoh jalan tol Jakarta – Merak. Disitu ada satu arah menuju Jakarta, dan satu arah lagi menuju Merak. Naahh… Arah itulah yang disebut jalur. Satu jalur ke Merak, dan satu lagi jalur ke Jakarta.

Sedangkan lajur ialah bagian dari jalur. Adanya lajur ialah jika suatu jalan memiliki lebar yang memadai, yaitu dapat dilewati oleh dua mobil atau lebih dalam satu jalur.

Contoh yang paling mudah ialah di jalan raya utama, by pass, atau jalan tol. Disana biasanya ada petujuk ‘Lajur Lambat’, ‘Lajur Cepat’, ‘Lajur Kiri’, ‘Lajur Kanan’.

Kalo kita kan seringnya menyebutkan hal yang kebulak Om… Misale kalimat: “Tadi gue masuk jalur cepat, terus di tilang Polisi”.

Padahal itu keliru Om… Bukan jalur cepat, seharusnya lajur cepat. Tapi faktanya memang seringkali hal yang keliru pun jadi seperti benar karena saking sudah terbiasa dalam penyebutan sehari-hari.

Jadi gitu Om… Begitulah perbedaan jalur sama lajur. Sederhana tapi penjelasannya njelimet… Ditambah lagi kesalahan penyebutan yang serinf dianggap wajar. Kasusnya hampir sama dengan sebutan “Lampu Merah”. Itu kan keliru Om… Disitu kan lampunya ada warna merah, kuning, dan hijau. Lantas kenapa hanya warna merah saja yang disebut??

Tapi ya memang ngga enak didengarnya kalau kita sebut secara lengkap. Misale begini:

“Tadi ada razia di lampu merah kuning hijau…”.

Wkwkwkwk…!! Ngga enak banget kan Om…??

Atau kalau kita sebut dengan nama aslinya, yaitu “Lampu Lalu Lintas”, pun ngga enak kedengarannya kan Om…?? Enaknya tetap yang salah, yaitu “Lampu Merah”.

Iyaahh… Begitu pula dengan lajur dan jalur… (Mtb).

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: