Perbandingan Honda Revo dan Yamaha Vega Force plus Suzuki Smash FI

Motorisblog.com – Perbandingan Honda Revo dan Yamaha Vega Force plus Suzuki Smash FI – Om Bro…!! Mtb seperti di ingatkan kembali saat ada salah seorang pembaca yang bertanya, “Mendingan mana antara Honda Revo Fit / Yamaha Vega Force / Suzuki Smash…”!! Mtb seakan di ingatkan bahwa segmen bebek entry level ini sudah terlalu lama Mtb abaikan dari pembahasan.

Yaa… ma’lum lah, Om Bro… Mtb terbawa arus, entah itu arus minat masyarakat, bahkan arus pabrikan yang juga semakin mengabaikan motor bebek low end. Padahal, Mtb mengawali perkenalan dengan dunia persilatan motor dari masa jaya-nya generasi bebek, yakni generasi Astrea (Star/Prima/Grand), Yamaha Force One (& F1ZR), Suzuki Shogun Kebo, dan lain sebagainya.

Bahkan, hingga di pengujung tahun 2008, saat motor Matic sudah merajalela, pun Mtb masih setia pada Honda Legenda 2 lansiran tahun 2002 yang Mtb beli secara janda. Dilanjut dengan Honda Fit X… Generasi terakhir bebek Honda 100cc (97cc) lansiran tahun 2008 yang Mtb beli dengan mahar secara kredit pada bulan Januari 2009.

Sampai dengan bulan Februari 2011, saat (terpaksa) Si Pipit harus berpindah ke tangan kakak, pun Mtb masih memilih menggantinya dengan Yamaha New Vega R lansiran 2008 yang Mtb beli dalam kondisi janda (pula).

Barulah di akhir November 2013, Mtb memutuskan untuk “mencoba” memiliki motor jenis skutik melalui si lemot, Honda Spacy FI…

Hokeh, itu sedikit nostalgia… Sekarang kita kembali pada topik bahasan…

Mtb merasa tergugah untuk membuat tulisan ini ketika pada hari Senin, 3 September 2018 Mtb mendapatkan email dari Bro Nicolas Noviyanto melalui email Mtb (sodik2706@gmail.com), yang isinya berikut ini,

Salam pak Nurhamid,

Mau tanya kalau saya mau beli motor bebek sekarang, untuk tipe
termurah, apakah lebih baik Honda Revo Fit atau Beat atau Yamaha Vega
atau Suzuki Smash?
Pemakaian hanya dalam kota.
Sebelumnya saya pernah pakai motor bebek Yamaha Alfa (2 tahun), Honda
Astrea Grand (15 tahun) dan sekarang Honda Supra Fit (sudah 11 tahun).
Selama ini puas dengan kinerja Honda bebek varian termurah, karena
bisa tembus di atas 10 tahun dengan biaya perawatan yang relatif irit.

Salam,
Nico

Salam kembali, Pak Nico…

Dua hal penting yang Mtb garis bawahi dari email di atas adalah bahwa penggunaannya hanya di dalam kota dan pengakuan Pak Nico bahwa motor-motor bebek Honda yang dia miliki mampu bertahan hingga lebih dari 10 tahun dengan biaya perawatan yang minimal.

Artinya, kalau bicara secara durabilitas, produk-produk bebek Honda sudah teruji oleh Pak Nico sendiri.

Tapi…

…itu produk generasi Honda 100cc yang memang menurut review dari banyak pihak, sudah sangat teruji kebandelannya. Sementara yang Pak Nico tanyakan saat ini adalah generasi mesin 110cc-115cc dengan sistem pengabutan yang sekarang ini semuanya sudah injeksi.

Jika Mtb ditanya soal keawetan, tentu akan sulit Mtb jawab lantaran perlu waktu bertahun-tahun untuk membuktikannya. Jadi, disini Mtb fokuskan pada poin penggunaan dalam kota-nya saja…

Pertama kita bicarakan Honda Beat duluan, berhubung Beat ini jenisnya berbeda dari ketiga motor yang akan kita bandingkan…

Jika bicara jenisnya, jelas berbeda. Honda Beat kan motor matic, sementara 3 yang lain adalah motor dengan transmisi manual dan kopling semi otomatis.

Urusan kepraktisan, sudah jelas, motor matic sangat praktis untuk penggunaan dalam kota (seperti yang Pak Niko maksud). Jadi, kalau bicara soal pilih mana untuk dalam kota? Jelas jawabannya adalah “Pilih Matic”. Dalam hal ini ya pilih Beat.

Tapi ada satu hal yang perlu Om Bro sekalian catat, bahwa dari hasil sharing Mtb dengan montir bengkel Bagja Motor, Cisaga, Ciamis, ada kecenderungan motor manual lebih awet dari motor matic. Hal itu disebabkan karena kerja mesin motor matic lebih berat lantaran rpm-nya lebih tinggi dari motor manual.

Ini jadi penting karena di atas, dalam emailnya, Pak Nico menyinggung soal durabilitas (keawetan) motor.

Dan itu sudah terbukti dari motor Mtb sendiri, Spacy FI yang dalam 5 tahun sudah harus ganti seher (piston). Juga dari bengkel tetangga yang pernah mengganti silinder sekaligus piston motor Mio (entah Mio J atau Mio GT, Mtb kurang memperhatikan waktu itu) ketika usia si motor juga baru 5 tahun. Sama seperti Spacy Mtb.

Selain itu, Mtb juga beberapa kali mendapati motor matic mogok dijalan lantaran mesinnya sudah loss kompresi, padahal usia motor belum mencapai 10 tahun. Jelas berbeda dengan banyak review dari pemilik motor manual yang menyebutkan bahwa motor mereka masih sehat wal afiat meski usianya sudah lebih dari 10 tahun.

Nah, karena kesimpulan itu, jadi, mari kita lanjutkan pada komparasi di bawah ini,

Perbandingan Honda Revo dan Yamaha Vega Force plus Suzuki Smash FI

Om Bro sekalian… Mohon maaf sebelumnya jika pada artikal kali ini Mtb tidak bisa membahas secara lengkap tentang produk Suzuki Smash, karena memang hanya Honda Revo Fit dan Vega Force saja yang sudah pernah Mtb jajal langsung… So, untuk Smash FI, Mtb hanya bisa membandingkan melalui review dari sumber lain (otomotif.com, gridoto.com & otomotifnet.com).

Ergonomi

Secara umum, Honda Revo Fit masih menganut gaya motor bebek Honda seperti dimasa lalu. Yaitu motor bebek yang suspensinya empuk, serta ergonomi tegak yang nyaman untuk berkendara harian.

perbandingan honda revo dan yamaha vega force

Jadi disini, meskipun desain Revo Fit sudah dibuat sporty, tapi aura saat dikendarai tidak terasa sporty. Rasanya tetap nyaman dengan ergonomi tegak itu tadi.

Dan satu hal lagi… busa jok Revo pun tetap “seperti Honda”, yaitu, terasa keras.

Sementara itu, Yamaha sepertinya telah belajar banyak dari kesalahan saat merilis Vega ZR di tahun 2009 lalu, dimana indikator gear hanya memuat posisi netral dan top gear saja. Sekarang, Vega Force kembali seperti New Vega R… Indikator giginya lengkap.

perbandingan honda revo dan yamaha vega force

Namun sayangnya, posisi kunci pembuka jok masih tetap seperti Vega ZR, yaitu pada spakbor belakang, dibawah lampu rem sehingga rada sulit dijangkau saat Om Bro hendak membuka jok, misalnya saat hendak mengisi bensin. Untung saja, karakter mesin Vega Force tetap menyenangkan seperti khas-nya mesin Yamaha, yakni agresif berkat aplikasi sistem injeksi menggunakan throttle body 24 mm keluaran Keihin.

Feel agresif dari Vega Force ditambah lagi dengan bentuk stang yang agak menekuk ke dalam sehingga lincah dipakai di dalam kota yang macet.

Perkara suspensi, pun seperi “khas” Yamaha… Model suspensi Vega Force stiff, jadi terasa keras… Namun, feel keras itu punya efek positif dalam hal stabilitas motor saat kecepatan tinggi atau pun bermanuver (rada) ekstrim.

Remnya, seperti kita tahu bahwa rem Yamaha (khususnya di kelas entry level) selalu lebih pakem dari Honda. Pun dengan joknya, dimana Vega Force lebih empuk ketimbang Honda Revo.

Konsumsi bahan bakar

Perkara konsumsi bensin, pihak AHM mengklaim bahwa konsumsi bahan bakar Revo mencapai 62,2 km/liter.

Tapi itu tidak bisa dijadikan patokan untuk penggunaan harian… soale, pihak Honda memang sengaja melakukan test tersebut untuk “membuktikan keiritan” dengan menggunakan metode ECE R40.

Dari salah satu sumber yang Mtb dapatkan, oleh seorang tester dengan postur tubuh 173cm 65kg, pengujian konsumsi bahan bakar Revo mencatat angka 173,4 km/3,01 liter (57 km/liter) dengan motode full to full).

Sementara itu, Vega Force dengan forged pistonnya saat di test oleh otomotif.com mencatat angka konsumsi bahan bakar sebesar 55,6 km/liter. Hasil itu di dapat dari seorang tester dengan berat badan 57 kg, menggunakan metode full to full sebanyak 3 kali.

Performa & akslerasi

Dari sumber-sumber yang Mtb dapat, Honda Revo FI dengan bore x stroke sebesar 50 x 55,6 mm mencatat angka akselerasi berdasarkan racelogic, berikut ini,

Akselerasi
. 0-60 km/jam: 6,3 detik
. 0-80 km/jam: 12,1 detik

. 0-100 m: 8,1 detik
. 0-201 m: 12,9 detik
. 0-402 m : 21,2 detik

Top speed
. Versi speedometer: 108 km/jam
. Versi Racelogic: 99,7 km/jam

Konsumsi bensin
. 57,3 km/lt

Sementara itu, Vega Force yang bermesin 114cc dengan bore x stroke 50 x 57,9 mm mencatat performa berikut ini,

. 0-60 km/j: 6,3 detik
. 0-80 km/j: 12,7 detik
. 0-100 km/j: 26,8 detik

. 100 m: 8,6 detik
. 201 m: 13,4 detik
. 402 m: 21,4 detik

Top speed
. Versi speedometer: 110 km/jam
. Versi racelogic: 105 km/jam

Konsumsi bensin
. 55,6 km/liter

Kemudian, dari sini Mtb mendapat tambahan data dari GridOto.com, yaitu Suzuki Smash FI dengan tester berpostur tubuh 170cm 55kg…

perbandingan honda revo dan yamaha vega force plus suzuki new smash fi

. 0-60 km/jam: 5.9 Detik
. 0-80 km/jam: 12.2 Detik
. 0-100 km/jam: 33.5 Detik

. 0-201 m: 12.9 Detik
. 0-402 m: 20.9 Detik

Kesimpulan

Jika melihat data di atas, jelas tampak bahwa Suzuki Smash FI lebih cepat akselerasinya. Hal ini sangat berkaitan dengan pertanyaan Pak Nico dalam memilih motor untuk penggunaan dalam kota.

Intinya, untuk melalui trafik lalu lintas yang macet, akselerasi sangat penting karena penggunaan motor yang stop & go.

Kemudian, perkara layanan aftersales Suzuki yang kalah banyak dibanding Honda dan Yamaha, Mtb rasa tidak masalah jika penggunaannya dikota besar.

Untuk kota besar, patutnya tidaklah terlalu sulit untuk menjangkau layanan purna jual Suzuki.

Namun sayangnya… Mtb hanya bisa menyampaikan hal itu atas data diatas kertas. Hingga saat ini, Mtb belum pernah test ride Smash FI lantaran dikota kecil Mtb, jarang sekali motor brand Suzuki beredar.

Sementara itu, jika mengacu pada dua motor yang pernah Mtb coba, yaitu Yamaha Vega Force dan Honda Revo FI…

…ini agak membingungkan…

Dari data di atas, Revo menang di atas kertas.

Mtb juga heran… padahal mesin Vega Force itu overstroke dan kubikasinya lebih besar… kenapa data di atas kertas bisa kalah dari Honda Revo?

Dan anehnya… menurut feeling, Mtb merasa bahwa Vega Force lebih agresif ketimbang Revo.

Jadi, pilih mana?

Kalau Mtb sih lebih prefer pada feeling saja.

Untuk penggunaan dalam kota, Mtb lebih milih Vega Force ketimbang Revo Fit. Alasannya, selain karena feel yang lebih agresif, desain stangnya pun lebih sporty sehingga lebih lincah di kemacetan lalu lintas. Ditambah lagi pakemnya rem Yamaha yang mendukung penggunaan stop & go.

Selain itu, Yamaha juga tumben-tumbennya punya bagasi lebih besar dari Honda yang sekelas.

Iya… Vega Force punya bagasi sebesar 9,2 liter, sementara Honda Revo hanya 7 liter. Tentu untuk membawa tool standar, jas hujan dan barang lainnya, bagasi Vega Force lebih mumpuni.

Hanya saja… biasanya… Yamaha punya kelemahan di bagian komstir yang lebih cepat oblak. Kemungkinan efek dari pakemnya rem depan.

Terakhir, dalam hal harga, Revo (saat artikel ini dibuat) punya pilihan harga versi murah, yaitu Revo Fit yang dalam ketetapan on the road DKI Jakarta dibandrol senominal Rp13.85 juta. Tapi varian termurah ini punya poin minus, diantaranya adalah tidak adanya fitur kunci bermagnet dan hanya tersedia dalam pilihan spoke wheel (velg jari-jari). Sementara untuk mendapatkan (setidaknya) kedua fitur itu, Om Bro harus menebus Revo X yang seharga Rp15.55 juta.

Sementara Vega Force di banderol Rp.15.85 juta sudah termasuk velg racing dan kunci berpengaman magnetik.

Pilihan ketiga ada New Smash FI SR seharga Rp14.05 juta dan Suzuki New Smash FI R seharga Rp13.25 juta.

Disini Suzuki Smash varian tingginya, yakni versi SR jadi yang termurah dibanding Revo dan Vega Force. Tapi, lagi… Mtb belum pernah test langsung motornya, jadi tidak berani merekomendasikan selain atas dasar hasil test orang lain.

So… buat Pak Nico, jawaban Mtb adalah Vega Force… Itu pilihan Mtb untuk penggunaan dalam kota.

Tapi jika Pak Nico ingin motor dengan suspensi lembut dan posisi riding tegak, ya, jadinya harus ke Honda Revo.

Kenapa?

Karena ada kecenderungan motor sporty seperti Vega Force lebih cepat membuat lelah pengendaranya… Tapi ya, itu kalau berkendara selama berjam-jam (jarak jauh, misalnya touring atau jarak tempuh ke tempat kerja tiap hari jauh, misalnya Jakarta – Bogor).

Kalau hanya 1 jam-2 jam sih nggak berasa bedanya. Tetap Mtb lebih suka Vega Force.

Kemudian, perkara feel Mtb yang tidak sejalan dengan data hasil test di atas, Mtb tidak asal bicara ya… Mtb bisa jelaskan secara teknis setelah data spesifikasi di bawah ini,

Spesifikasi Honda Revo FI vs Yamaha Vega Force vs Suzuki New Smash FI

Tipe Mesin
. Revo: SOHC, 4 Langkah, Silinder Tunggal, berpendingin udara
. Vega: Air cooled 4-stroke, SOHC, Single cylinder/Mendatar
. Smash: 2 Katup, Berpendingin Udara, 4 langkah, SOHC

Kapasitas Mesin
. Revo: 109,17cc
. Vega: –
. Smash: 113 cc

Sistem Suplai Bahan Bakar
. Revo: Injeksi (PGM-FI)
. Vega: Fuel Injection
. Smash: Fuel Injection

Diameter x Langkah
. Revo: 50 x 55,6 mm
. Vega: 50,0 x 57,9 mm
. Smash: langkah piston 55,4 mm

Tipe Transmisi
. Revo: manual, 4 Kecepatan, sistem rotari N-1-2-3-4-N
. Vega: Constant mesh, 4-kecepatan
. Smash: Manual, 4 percepatan konstan

Rasio Kompresi
. Revo: 9,3:1
. Vega: 9,3:1
. Smash: –

Daya Maksimum
. Revo: 6,56kW (8,91 PS)/7.500 rpm
. Vega: 6,41 kW/7000 rpm
. Smash: 6,9 kW (9.3 PS)/8,000 rpm

Torsi Maksimum
. Revo 8,76 Nm (0,86 kgf.m)/6.000 rpm
. Vega: 9,53 Nm/5500 rpm
. Smash: 9.1 Nm/6,000 rpm

Tipe Starter
. Revo: Starter Kaki & Starter Elektrik
. Vega: Elektrik starter & Kickstarter
. Smash: Engkol & Listrik

Tipe Kopling
. Revo: Multiplate Wet Clutch with Diaphrgam Spring
. Vega: Basah, Multiplat, Centrifugal automatic
. Smash: –

Tipe Rangka
. Revo: Tulang Punggung
. Vega: Backbone
. Smash: –

Tipe Suspensi Depan
. Revo: Teleskopik
. Vega: Teleskopik
. Smash: Teleskopik, pegas ulir, bantalan oli

Tipe Suspensi Belakang
. Revo: Lengan Ayun dengan Suspensi Ganda
. Vega: Swing Arm
. Smash: Lengan ayun, pegas ulir, bantalan oli

Ukuran Ban Depan
. Revo: 70/90-17 M/C 38
. Vega: 70/90-17 M/C 38L
. Smash: –

Ukuran Ban Belakang
. Revo: 80/90-17 M/C 44P
. Vega: 80/90-17 M/C 44L
. Smash: –

Velg
. Revo: Cast Wheel (Revo X & Revo CW), Jari-jari (Revo Fit)
. Vega: Cast Wheel
. Smash: Cast Wheel/Jari – jari

Rem Depan
. Revo: Cakram Hidrolik dengan piston tunggal
. Vega: Single disc brake
. Smash: Cakram

Rem Belakang
. Revo: Tromol
. Vega: Drum Brake (Tromol)
. Smash: Tromol

Dimensi (Panjang x Lebar x Tinggi)
. Revo: 191,9 x 70,9 x 108 cm
. Vega: 194 x 71,5 (1FD6/1FD8)/71 (1FD7) x 107,5 cm
. Smash: 191 x 69 x 108,5 cm

Jarak Sumbu Roda
. Revo: 122,7 cm
. Vega: 123,5 cm
. Smash: 122 cm

Jarak Terendah Ke Tanah
. Revo: 13,5 cm
. Vega: 15.5 cm
. Smash: 14,5 cm

Tinggi tempat duduk
. Revo: –
. Vega: 77,5 cm
. Smash: –

Berat kendaraan
. Revo: 97,5 kg
. Vega: 96 kg
. Smash: 94 kg/93 kg

Kapasitas Tangki Bahan Bakar
. Revo: 4 Liter
. Vega: 4 liter
. Smash: –

Kapasitas Minyak Pelumas
. Revo: 0,8 Liter pada penggantian periodik
. Vega: Total 1 liter, Berkala 0,8 liter
. Smash: –

Tipe Baterai (Aki)
. Revo: MF Battery 12V-3Ah
. Vega: YTZ4V / GTZ4V
. Smash: –

Sistem Pengapian
. Revo: Full Transisterized
. Vega: TCI
. Smash: –

Tipe Busi
. Revo: NGK CPR6EA-95/ND U20EPR95
. Vega: NGK/CR6HSA
. Smash: –

Kapasitas Bagasi
. Revo: 7 liter
. Vega: 9,2 liter
. Smash: -.

Dari data spesifikasi di atas, Mtb dapat simpulkan bahwa feel Mtb punya dasar.

Pertama, lihat data diameter dan langkah pistonnya,

Diameter x Langkah
. Revo: 50 x 55,6 mm
. Vega: 50,0 x 57,9 mm
. Smash: langkah piston 55,4 mm

Jelas, Vega Force punya langkah piston paling panjang. Dan tipikal mesin seperti ini kuat di torsi. Tarikan awalnya agresif.

Bandingkan dengan data power dan torsinya,

Daya Maksimum
. Revo: 6,56kW (8,91 PS)/7.500 rpm
. Vega: 6,41 kW/7000 rpm
. Smash: 6,9 kW (9.3 PS)/8,000 rpm

Torsi Maksimum
. Revo 8,76 Nm (0,86 kgf.m)/6.000 rpm
. Vega: 9,53 Nm/5500 rpm
. Smash: 9.1 Nm/6,000 rpm

Dari sisi power, Vega Force memang paling bontot. Smash juaranya. Tapi lihat torsinya… Sesuai dengan tipikal mesin overstroke. Dan bagusnya, torsi maksimal diraih pada putaran mesin paling rendah dibanding dua yang lain, yaitu 5500 rpm.

So… sekali lagi… bukan bermaksud Mtb berat pada salah satu merk. Tapi disini, pertanyaan dari Bro Nico adalah, rekomendasi untuk penggunaan dalam kota. Artinya, rekomendasi motor yang enak buat stop & go. Dan dalam hal ini, feeling Mtb cocoknya dengan Vega Force.

Namun begitu, keputusannya tetap kembali pada Pak Nico sendiri…

Honda Revo punya kelebihan dalam hal kenyamanan suspensi dan posisi riding yang tegak, Yamaha Vega punya kelebihan akselerasi cepat diputaran bawah, sementara Suzuki Smash punya power paling tinggi yang mantap di putaran atas. (Mtb – Perbandingan Honda Revo dan Yamaha Vega Force plus Suzuki Smash FI).

2 tanggapan untuk “Perbandingan Honda Revo dan Yamaha Vega Force plus Suzuki Smash FI

  • 4 September 2018 pada 10:42
    Permalink

    Terima kasih pembahasannya. Dari satu surel menjadi satu artikel, sungguh produktif. Keep up the good work.

    Balas
    • 4 September 2018 pada 10:45
      Permalink

      Sama-sama, Pak Bro… Semoga bermanfaaf…

      Balas

Tinggalkan Komentar