penjualan honda spacy februari 2018

Perawatan Motor Setelah Mudik: Pastikan Bagian-bagian ini!

Advertisement

Motorisblog.com – Om Bro! Perjalanan jarak jauh menggunakan motor tentunya menimbulkan penurunan performa pada si motor itu sendiri. Karena setelah menempuh perjalanan panjang, itu artinya motor telah bekerja amat keras. Apalagi pada perjalanan menuju kampung halaman, ada kecenderungan kita memuat beban lebih banyak dan lebih berat ketimbang perjalanan harian biasa. So, inilah beberapa tips perawatan motor setelah mudik.

Advertisement

Perawatan Motor Setelah Mudik

Menurut Kepala Mekanik AHASS CMM Purwakarta, Muhammad Abdul Wakhid, mudik pakai motor, berarti motor telah bekerja maksimal. Apalagi biasanya perjalanan mudik selalu memiliki warna kemacetan parah. Maka dari itu, seusai perjalanan mudik, motor harus kita periksa ulang pada bagian-bagian berikut ini:

Periksa kondisi oli mesin

Oli memiliki fungsi untuk melumasi, mendinginkan dan mencegah karat dalam mesin.

Setelah perjalanan jauh dan berat, oli mesin motor akan lebih mudah rusak ketimbang setelah perjalanan harian biasa. Bahkan tak jarang volume oli pun jadi berkurang setelah perjalanan mudik.

Bagi Mtb yang tidak memiliki keahlian khusus, Mtb lebih suka langsung mengganti oli saja selepas perjalanan mudik. Kecuali jika Mtb yakin kondisi olinya masih benar-benar layak pakai, barulah bisa Mtb tunda untuk mengganti oli mesin motor.

Periksa kondisi rem

Pada perjalanan jarak jauh, rem juga ikut bekerja keras. Apalagi jika tehnik mengeremnya kurang tepat, tentu bisa membuat kampas rem dan piringan cakram ataupun tromol menjadi sangat panas.

Karena panas tersebut, kampas rem jadi lebih cepat aus ketimbang pada pemakaian rem motor yang benar.

Pastikan kondisi rem tetap normal dan ketebalan kampas rem masih layak pakai.

Ganti jika kampas rem telah hampir habis.

Periksa lampu-lampu

Om Bro! Aturan perlalu-lintasan Indonesia saat ini telah mewajibkan untuk menyalakan lampu utama motor pada siang dan malam hari. Selanjutnya pihak pabrikan sepeda motor turut mendukung regulasi tersebut dengan menerapkan sistem ‘Automatic Headlight On’ (AHO).

Advertisement

Intinya lampu motor jadi selalu menyala, baik siang ataupun malam hari.

Iya meskipun pabrikan telah menyesuaikan segala sesuatunya, namun selayaknya ciptaan manusia tentu tidak ada yang sempurna. Seawet apapun lampu motor, jika kita tancap dalam waktu lama untuk jarak jauh, tetap saja ada resiko lampu motor tiba tiba mati atau rusak.

Apalagi jika bohlamnya bukan original.

Mtb sendiri pernah mengalami kejadian kap lampu motor meleleh gegara memakai bohlam KW yang temperaturnya lebih tinggi dari bohlam original.

Nah, Om Bro harus pastikan bahwa lampu motor ada dalam kondisi normal selepas perjalanan mudik.

Periksa kondisi ban

Sebelum berangkat mudik, sudah sepatutnya kita memeriksa kelayakan operasional ban. Nah, sepulang mudik, periksa kembali kondisi ban. Pastikan belum muncul tanda ban motor aus, profil ban masih cukup tebal dan tidak ada benda-benda asing yang menempel.

Emang bisa terjadi?

Bisa saja. Terutama untuk ban tubeless.

Pada umumnya, ban tubeless tidak akan langsung kempes sesaat setelah tertusuk benda tajam. Maka Om Bro tidak akan tahu kondisi sebenarnya jika tidak melakukan pemeriksaan secara visual.

Periksa setelan gas

Berikutnya adalah pemeriksaan setelan gas. Pastikan putaran stasioner alias langsam motor ada pada setelan yang pas.

Biasanya pada perjalanan jauh dan kondisi mesin panas, langsam mesin akan cenderung naik. Maka setelah balik mudik, standarkan lagi putaran langsamnya.

Setelan langsam yang terlalu rendah akan membuat mesin mati-mati dan sulit berputar langsam. Sementara jika setelannya terlalu tinggi, maka motor akan sulit kita kendalikan. (Mtb).

Advertisement

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *